King Of School

King Of School
Bab 72


__ADS_3

"Tidakkah kau lihat saat ini aku sedang tidak enak badan?" keluh Brian dengan wajah suram untuk menolak keinginan adiknya.


"Oh iya aku lupa!" Kiara menepuk jidatnya, tadinya dia berniat ingin mengajak kakaknya dan Zoya jalan-jalan bersama.


"Pergilah, aku ingin istirahat!" ketus Brian sembari menarik selimutnya dan membenamkan diri kedalamnya.


Kiara pun langsung keluar dari kamarnya Brian dengan ekspresi yang tidak puas tertulis diwajahnya.


Hari pun berjalan dengan sangat membosankan, Kiara menghabiskan sepanjang waktunya hanya dengan membaca beberapa buku novel. Tujuannya untuk tinggal adalah mencari kesenangan dari kakaknya dan Zoya.


Kiara tipe wanita yang sangat mengidamkan cinta sejati. Banyak sekali novel romansa yang ia baca untuk dijadikan sebagai pedomannya dalam mencari cintanya. Baginya kisah-kisah cinta yang rumit itu adalah tujuan dalam hidupnya.


Itulah kenapa dia begitu penasaran dengan hubungan Brian dan Zoya, dia ingin belajar langsung dari kedua orang itu seperti apa cinta sejati itu. Dia ingin melihat langsung bagaimana kisah kakaknya yang berhati dingin dapat takluk pada seorang pembantu biasa.


"Kakak adalah pria yang sangat dingin, sangat jarang ada yang sedekat ini dengan kakak. Aku jadi semakin penasaran sekarang? Apa yang istimewa dari kakak ipar?" gumam Kiara.


Saat Kiara bergumam dan mengkhayalkan hal-hal yang membuat pikirannya hanyut. Tiba-tiba dia melihat pak Siman lewat sambil bersiul dan melempar-lemparkan kunci mobil ke udara dengan santai.


Perhatian Kiara terpacu, dia dengan penasaran bertanya, "Pak mau kemana?"


Langkah kaki pak Siman langsung terhenti mendengar nona mudanya memanggil. "Non, saya mau menjemput putri saya, ini sudah jamnya." pak Siman menunjukkan senyuman aneh diwajahnya.


"Biasanya kak Zoya sering dijemput oleh pak Siman ya?" tanya Kiara sekali lagi.


Pak Siman kemudian langsung menjawab, "Biasanya sih dia sering pulang bersama dengan tuan muda, bahkan kalau tuan muda pun gak masuk ke kampus tetap tuan muda juga yang menjemputnya. Tapi tuan muda hari ini sedang sakit."


Kiara mendengarkan dengan sangat baik lalu tiba-tiba seringai muncul di bibirnya. Dia tertawa kecil mendengar hal itu. Kedengarannya Brian tampak memang sudah takluk di tangan Zoya. Ini membuat Kiara semakin tertarik.


"Pak, boleh saya ikut jemput kak Zoya!?" Kiara bangkit dari sofa dan segera berjalan mendekati pak Siman.


Pak Siman tidak mungkin menolak permintaan nona mudanya ini, apa lagi saat melihat sikap Kiara saat ini yang begitu menggemaskan dan terkesan sangat manja.

__ADS_1


"Tentu non."


Mereka pun akhirnya pergi menjemput Zoya.


Saat mereka sampai di depan gerbang kampus, mereka melihat Zoya sudah berdiri disana dengan dua orang pria yang sedang berdiri di sampingnya.


Kiara menatap mereka dengan tajam dari dalam mobil.


'Apa mereka berniat mengganggu kakak iparku?'


Setelah pak Siman hampir berhenti Kiara langsung melompat keluar, pak Siman yang melihat aksi nona mudanya itu tersedak dan menjadi sangat panik.


Kiara tidak senang melihat dua pria itu mendekati kakak iparnya. Saat ini kakaknya tidak ada, maka dialah yang akan menggantikan untuk melindungi kakak iparnya.


Oh yah, usia Kiara dan Brian hanya berjarak kurang dari dua tahun. Mereka tumbuh bersama- sama dalam didikan ayahnya. Karena itu juga Kiara mendapatkan pelatihan seni bela diri yang sama dengan Brian. Walaupun tidak sebagus milik kakaknya, tapi bisalah kalau hanya melawan dua orang cabul yang ada didepannya itu.


"Hei jauhi kakak iparku!" seru Kiara sambil berjalan mendekati Zoya.


"Kia?" ekspresi Zoya terheran.


Betapa terkejutnya mereka melihat gadis secantik bidadari yang tiba-tiba muncul dan memanggil Zoya dengan sebutan kakak ipar.


"Beraninya kalian mendekati kakak iparku?" Kiara mengancam dan mengacungkan kepalan tangannya ke udara.


Padahal dia tidak tahu kalau Sean dan Jhony sama sekali tidak bermaksud jahat pada Zoya. Karena mereka sendiri juga sudah pernah merasakan akibat dari mengganggu Zoya.


"Zoya kau kenal siapa bidadari mungil ini?" Sean berbisik pada Zoya.


Saat itu juga Jhony yang sudah sangat terpukau melihat penampilan dan wajah Kiara yang begitu mempesona, langsung maju mendekati Kiara dan memulai aksinya untuk menggoda.


"Hai nona manis, kau tersesat, apa surga begitu baik padaku sehingga mengirim salah satu bidadarinya datang padaku?" ujar Jhony dengan ekspresi wajah yang sangat genit. "Perkenalkan aku Jhony, pria paling tampan di kampus ini."

__ADS_1


Jhony mengulurkan jabat tangan pada Kiara.


Kiara pun membalas jabat tangan Jhony sambil tersenyum seperti peri, Jhony tampak senang. Tapi sedetik kemudian genggaman Kiara bertambah semakin kuat, ekspresinya yang lembut dan anggung tadi masih terlihat hanya saja tatapan matanya benar-benar seperti pisau dingin.


Sambil mengerang Jhony berkata, "Apa yang kau lakukan, ini sakit, lepaskan!"


Kiara tidak berniat melepaskan genggaman itu sampai pada akhirnya Zoya berkata pelan. "Kia lepaskan tangannya, kau hanya akan mengotori tanganmu saja."


Sontak Kiara langsung menarik tangannya kembali, Jhony mengambil langkah mundur setelah tangannya di lepaskan. Dia tidak menyangka kalau gadis secantik Kiara memiliki kekuatan semacam itu.


"Kakak katakan apa mereka mengganggumu?" tanya Kia sambil menatap Jhony dan Sean dengan sangat dingin.


Jhony dan Sean merasa tak asing dengan tatapan mata Kia, mata sebiru lautan itu benar-benar setajam pisau beku. Itu mirip seperti Brian.


"Gak kok Kia, mereka ini adalah teman-teman kakakmu." jawab Zoya sambil tersenyum penuh arti.


"Teman-teman kakak? Sejak kapan kakak mulai bergaul dengan orang-orang asing?" gumam Kiara keheranan mendengar apa yang dikatakan Zoya barusan.


Sementara itu Jhony dan Sean saling memandang satu sama lain, mereka tampak seperti orang bingung yang ketakutan.


Apa yang dimaksud Zoya tadi?


"Zoya siapa dia?" bisik Sean dengan ekspresi yang sangat penasaran.


Zoya ragu ingin memperkenalkan Kiara pada Jhony dan Sean, namun gadis itu malah langsung memperkenalkan dirinya sendiri.


"Aku adalah adik iparnya kak Zoya." Kia tersenyum seperti peri yang sangat memikat hati.


Sean dan Jhony tertegun, dia tentu tahu maksud dari 'adik ipar' itu.


Wajah Jhony seketika berubah gelap seperti malam. Dia tidak menyangka gadis cantik yang baru saja ingin ia goda, ternyata adalah adik dari pria yang paling tidak bisa ia singgung. Tubuh Jhony langsung menggigil membayangkan bagaimana reaksi Brian kalau tahu adiknya digoda oleh pria tak tahu malu seperti Jhony.

__ADS_1


"Nona cantik, tolong maafkan perilaku tidak sopan ku tadi, aku tidak tahu kalau kau adiknya Brian. Tolong jangan beritahu Brian tentang hal barusan ya!" Jhony memohon dengan kedua telapak tangannya.


Namun Kiara tidak menghiraukan Jhony, dia memang sudah sering digoda oleh pria-pria mata keranjang. Namun berkat keahlian bela dirinya, Kiara menjadi salah satu wanita cantik yang sangat menakutkan untuk didekati.


__ADS_2