
Zoya hanya bisa memandangi kedua wajah kakak beradik itu dengan heran. Dia tidak tahu apa yang sedang dibicarakan kedua kakak beradik itu. Tapi apapun itu, sepertinya Brian terlihat sangat terganggu.
Apa mereka memang seperti ini saat bersama, mereka sangat berbeda? Yang satu memiliki sifat yang sangat dingin seperti kutub utara. Sedangkan yang satu lagi bagaikan musim semi yang indah. batin Zoya bertanya-tanya.
Karena sudah terlanjur datang, Brian pun hanya bisa mengikuti alur permainan yang sudah Kiara buat. Dia pun juga ikut menyantap makanan yang sudah di pesan.
Melihat cara kakaknya makan yang begitu anggun, mata Kiara tidak bisa untuk tidak berbinar. Brian memang selalu perfect dalam melakukan segala hal dan itu membuat Kiara sangat mengagumi kakaknya. Hanya saja sifatnya yang acuh tak acuh itu, harus segera di kurangi.
Jika memang kak Zoya bisa mengubah Brian, lantas alasan apa lagi yang bisa menghentikan Kiara untuk tidak menjodohkan keduanya.
Mereka pun terus menyantap makanan mereka, sambil terus mendengarkan alunan musik yang disediakan restoran itu.
Tapi tidak lama kemudian tiba-tiba saja segerombolan pria berjaket kulit warna merah tua muncul menerobos masuk ke restoran begitu saja. Wajah mereka semua benar-benar terlihat sangar, semua orang yang ada di sana langsung menjadi panik seketika.
'Mereka adalah geng Crimson!'
Sambil menggulingkan sebuah meja, salah satu dari mereka berteriak keras, "Brian! Tunjukkan dirimu bast*rd kecil, jangan pikir kau bisa lolos karena sudah mengusik geng Crimson. Kau tidak bisa bersembunyi, kami akan terus mengejarmu walaupun sampai ke lubang tikus!"
Zoya dan Kiara sontak langsung mengalihkan perhatian mereka pada orang-orang bertubuh kekar itu. Sebuah kepanikan terlukis di wajah mereka.
Namun Brian yang masih menyantap makanannya sama sekali tidak peduli. Brian selalu tenang untuk bisa menikmati makanannya, dia tidak suka jika diganggu.
"Kakak, orang-orang ini? Apa dia sedang mencari mu?" tanya Kiara, wajahnya terlihat keheranan.
"Mmm." Brian hanya mengangguk ringan.
"Kakak, apa yang sudah kau lakukan sehingga mereka mengejarmu?"
"Tolong, biarkan aku menyelesaikan makananku dulu!" ujar Brian dengan nada datar.
__ADS_1
"Astaga disaat seperti ini kau masih bisa makan tuan muda?" Zoya yang wajahnya sudah pucat pasih, tidak habis pikir melihat Brian yang masih bisa santai. "Kia, ayo ajak dia pergi dari sini. Mereka itu sangat berbahaya!"
Kiara yang masih tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi, hanya bisa mengangguk dan menuruti Zoya. "Kakak, kakak ipar ingin segera kita pergi dari sini, ayo!"
Sementara Zoya dan Kiara sibuk berbisik pada Brian, salah satu dari geng crimson itu tiba-tiba melihat kearah mereka dan berteriak, "Lihat itu mereka!" segera para gangster itu berjalan mendekat.
Wajah Zoya langsung di penuhi kepanikan, sementara Kiara tiba-tiba bangkit dan menghadang para gangster itu. Ekspresinya yang biasa lemah lembut langsung berubah menjadi sangat dingin seperti kakaknya.
Dia mengangkat kepalanya dan menatap tajam semua gangster itu. Tidak ada rasa takut sedikitpun di matanya yang sebiru lautan itu.
Para gangster saling bertukar pandang karena keheranan. Mereka tidak menyangka kalau akan bertemu dengan gadis secantik Kiara di saat seperti ini.
Kiara memang terlihat seperti peri, senyuman itu bagaikan bunga-bunga yang sedang bermekaran di musim semi. Dengan outfit overall nya itu, penampilannya cukup mempesona, para pria manapun pasti tidak akan bisa mengalihkan pandangannya dari Kiara.
'Dari mana bidadari ini datang!'
"Hei nona cantik, kenapa kau menghalangi kami. Kau ingin berkenalan, baiklah perkenalkan namaku adalah Jordan, kau bisa panggil aku Jo sayang!" ucap salah satu gangster yang bernama Jordan itu sambil memberi tatapan genit.
Zoya yang masih duduk di mejanya keheranan dan saling bertukar pandang dengan ayahnya. Mereka tak menyangka kalau nona muda ternyata memiliki keberanian seperti ini. Bahkan Zoya yang biasanya bersikap berani, tidak akan mau jika berurusan dengan yang namanya gangster.
"Kia nama yang sangat indah, sesuai dengan orangnya yang begitu cantik." gombal Jordan.
"Haha... Jo sayang bisa aja, aku kan jadi malu!" ucap Kiara sambil bersikap seolah dia benar-benar tersipu malu.
Melihat gombalannya yang berhasil semangat Jordan terhadap Kiara semakin menggebu-gebu. "Kia, aku tidak bohong wajahmu ini bagaikan..."
Klak.
Sebelum tangan Jordan bisa menggapai wajah Kiara, tiba-tiba saja suara retakan dari pergelangan tangan terdengar sangat renyah ke seluruh ruangan.
__ADS_1
"Argh..." Jordan meringis kesakitan.
"Aku sangat tersanjung atas pujianmu itu tuan Jordan, tapi aku lupa memberi tahumu sesuatu. Aku punya kebiasaan buruk untuk mematahkan sesuatu jika aku terlalu senang!" ujar Kiara dengan nada pelan dan ramah namun memiliki makna yang begitu mengancam.
"Kau jal*ng kecil, beraninya kau!" Jordan menjadi sangat marah, kemudian dengan segera dia mengayunkan punggung telapak tangannya yang lain ke wajah Kia.
Tapi siapa sangka Kia justru menahannya dan langsung mematahkan kedua pergelangan Jordan sekaligus. Lalu dengan sekuat tenaga dia menendang dada Jordan, hingga dia terlempar ke arah teman-teman gangster nya.
"Kau harus lebih berhati-hati kalau ingin mendaratkan telapak tanganmu yang kotor itu ke wajah seorang wanita!" ancam Kia dengan penuh cemoohan dan tatapan jijik.
Para gangster crimson benar-benar terkesiap. Bahkan seluruh orang yang ada di ruangan itu menganga melihat aksi Kia yang luar biasa.
'Wanita ini sangat tangguh!'
Bahkan Zoya tidak bisa berkata-kata lagi.
Sementara itu Brian yang sudah selesai makan segera menyeka mulutnya menggunakan tisu dengan sangat anggun. Dia sama sekali tidak terkejut melihat aksi adiknya itu.
"Hei nona, apa kau mencoba membuat masalah denganku!" ucap Jordan sembari mencoba untuk berdiri dengan susah payah.
"Jika kau menganggapnya begitu, terserah!" jawab Kia acuh tak acuh sambil mengangkat kedua bahunya.
"Berani sekali! Biar ku beri tahu, kau tidak akan bisa lolos! Aku akan memberimu pelajaran yang setimpal, cepat tangkap dia dan bawa kehadapan boss Leo. Kita akan jadikan jal*ng kecil ini mainan tuan Leo, dia pasti akan sangat senang!" seru Jordan pada semua teman-teman gangsternya, matanya dipenuhi dendam.
Melihat para gangster itu mulai bergerak untuk menangkap Kia, Zoya pun langsung bangkit dan berkata, "Berhenti! Jangan sentuh dia. Orang yang kalian itu adalah aku, jadi tolong lepaskan dia!" Zoya sungguh-sungguh menawarkan dirinya untuk menyelamatkan nona muda Kiara.
Kiara pun tersentuh melihat kakak iparnya yang membela dirinya, dia tersenyum kecil sebelum berkata, "Kakak jangan khawatir, aku bisa menghajar para baj*ngan ini sendirian!"
"Ayo sini maju kalian."
__ADS_1
Kiara mulai memasang kuda-kudanya, dan menantang semua gangster itu.