King Of School

King Of School
Bab 51


__ADS_3

"Brian gawat! Aku punya info penting, Vince sudah merencanakan sesuatu untuk menghabisi mu malam ini!"


Terdengar suara pekikan Jhony dari seberang telepon, nada bicaranya terdengar sangat cemas.


Sementara itu Zoya yang mendengarnya langsung menutup mulutnya yang menganga lebar dengan telapak tangannya. Dia sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan Jhony barusan.


"Apa kau bilang? Vince ingin menghabisi tuan muda ku?"


Deg.


Seketika Jhony terkaget saat mengetahui yang mengangkat telponnya bukanlah Brian, melainkan kekasihnya, Zoya Amanda.


Raut wajah Jhony semakin terlihat jelek di seberang telepon, dia langsung diam membeku dan tak berani mengucapkan sepatah kata pun.


"Halo! Ini kamu kan, Jhony? Cepat jelaskan padaku apa maksud dari perkataan mu tadi!?" Seru Zoya yang mulai meninggikan nada suaranya.


Begitu Zoya mendengar kalau nyawa tuan mudanya dalam bahaya, dia pun langsung antusias ingin minta penjelasan dari Jhony.


"E... Zoya, kenapa ponsel Brian ada padamu? Tolong berikan saja padanya, aku mau bicara dengan dia!" ucap Jhony dengan nada bicara yang bergetar.


"Dia tidak ada disini, dia sudah pergi lima belas menit yang lalu. Jhony, cepat katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi!" Zoya semakin terdengar galak, Jhony yang ada di seberang telepon sana sampai dibuat ciut.


"Ceritanya panjang Zoya, aku tidak bisa menjelaskannya padamu lewat telfon!"


"Kalau begitu jelaskan padaku secara langsung!"


...


Sementara itu, Brian sudah sampai di tempat tujuannya yaitu tempat dimana dia akan melakukan balapan dengan Sean.


Terlihat di sana sudah banyak sekali kerumunan manusia dan mobil-mobil sport. Suasananya persis seperti yang ada di film-film.


Mereka sudah memblokir jalanan agar tidak ada yang pengendara lalu lintas yang mengganggu. Lagi pula Sean sengaja memilih rute jalanan yang ada di kaki gunung, karena tempat itu sangat sepi di malam hari.


"Apa mereka semua anggota geng Sean, atau hanya penonton saja?" ucap Brian sembari turun dari mobilnya, dia menatap tajam area sekitarnya.

__ADS_1


Benar-benar bukan lingkungan yang menyenangkan untuk Brian. Jujur saja Brian sama sekali tidak biasa menjalani kehidupan malam hari seperti ini.


Baginya melakukan hal semacam ini hanyalah membuang-buang waktu. Jika dia membutuhkan hiburan, Brian lebih memilih untuk pergi ke bioskop dan menonton film-film fiksi ilmiah kesukaannya.


Tidak lama kemudian, tiba-tiba saja Brian dipeluk oleh seorang wanita dari belakang yang tidak lain adalah Kimberly.


"Hai sayang, akhirnya kamu sampai juga, aku sudah menunggumu dari tadi tahu." sapa Kimberly sembari bertingkah sok manja kepada Brian.


"Omong kosong apa ini, lepaskan! Kurasa tidak perlu melakukan hal seperti ini jika hanya ingin membuat Sean cemburu!" seru Brian dengan sangat dingin.


Brian yang tidak merasa nyaman, meminta Kimberly agar segera melepaskan pelukannya. Baginya sandiwara seperti ini hanyalah omong kosong saja, jika bukan karena dia ingin berurusan dengan Sean, Brian sama sekali tidak ingin mendekati Kimberly.


"Hmm, seperti biasa kau benar-benar tidak bisa disentuh sedikitpun." ujar Kimberly sembari melepaskan pelukannya tadi.


"Sudah cukup dengan sandiwaranya, malam ini aku akan menyelesaikan masalah antar kau dan Sean!" ucap Brian sambil melipat kedua tangannya dan menatap kerumunan orang-orang yang ada di depannya.


"Yah, aku harap Sean mau mendengarkan mu, soalnya berulang kali aku membujuk dia tapi tetap saja tidak berhasil."


Kimberly tiba-tiba terbayang momen dimana Sean menampar dan menghinanya di depan orang ramai. Pada saat itu padahal Vince sengaja menjebak Kimberly agar mereka terlihat seperti sedang berkencan.


Setelah lama tidak berhubungan dengan Sean lagi, Kimberly memutuskan hubungan mereka walaupun sebenarnya masih saling cinta. Kimberly pun mencoba untuk mencari pengganti Sean, tapi setiap kali dia mendekati pria lain Sean selalu saja mengacaukannya. Dia bertekad untuk membuat Kimberly merasakan apa yang ia rasakan.


Jika aku tidak bisa memilikimu, maka aku juga tidak akan membiarkan orang lain memilikimu! begitulah ancaman Sean terhadap Kimberly.


Sementara Vince, setelah dia berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan. Maka dia segeran mencampakkan Kimberly. Baginya tidak ada yang lebih penting dari pada mendapatkan otoritas tertinggi.


Tidak lama kemudian, sebuah mobil Ferrari yang tampak tidak asing bagi Brian muncul du depan mereka.


Dengan suara knalpotnya yang khas mobil sport dia membuat atraksi putaran 360 derajat.


Terlihat sangat mencolok.


Semua orang yang ada di sana langsung bertepuk tangan dan bersorak-sorai melihat Ferrari itu.


Setelah berhenti, seorang pria jangkung dengan turun dari Ferrari itu dengan ekspresi yang sangat angkuh. Siapa lagi kalau bukan Sean Claude.

__ADS_1


Malam ini dia mengenakan jaket kulit warna hitam, dia mulai berjalan kearah Brian sembari melepaskan kacamata seolah-olah sedang menebar pesona.


Brian yang melihat itu hanya bisa menyipitkan mata dan menatap Sean dengan tajam. "Dia orangnya?"


"Brian si anak baru, kan?" ucap Sean yang saat ini sudah berdiri dihadapan Brian dengan gaya yang sangat angkuh.


"Kau cukup mengesankan, aku tidak menyangka kau berhasil lolos dari anak buah ku tanpa tergores sedikitpun!?"


"Sepertinya kau sangat ahli dalam seni bela diri ha, pantas saja kau berani mendekati gadisku?"


"Ada satu yang ingin aku tanyakan padamu, mengapa kau melakukannya padahal kau sendiri juga sudah punya?"


"Aku sama sekali tidak menginginkan gadismu ini." ucap Brian dengan santai sembari melipat kedua tangannya ke belakang.


Sean kemudian menatap Brian dengan sinis. Dilihat dari ekspresi wajah Brian, sepertinya dia memang tidak ingin merebut Kimberly. Tapi jika Brian tidak menginginkan Kimberly, lantas mengapa dia terus mendekati kekasihnya itu hingga saat ini.


"Sean Claude, salah satu pengusaha bengkel mobil terbesar di Golden Sea. Kau meniti karir dari nol, aku kagum padamu untuk itu."


"Tapi setelah aku mengetahui bahwa ada sebuah rahasia besar di balik bisnis mu itu, sekarang kau sudah membuatku merasa sedikit kecewa."


Sean langsung tersentak sedikit panik setelah mendengar perkataan Brian. Dia sudah mengubur semua rahasia di balik kesuksesannya sejak lama. Tidak ada yang mengetahuinya selain dia, Kimberly dan juga Vince.


Apa Kimberly sudah membocorkan rahasianya?


Sean kemudian menatap Kimberly dengan tajam, "Bagus sekali Kim, aku kira kau bisa lebih baik dari ini!?"


"Apa?" Kimberly tampak seperti orang kebingungan, "Brian seingat ku, aku tidak pernah bercerita tentang bisnis Sean. Bukankah aku hanya menceritakan tentang hubungan kami saja!?" Kimberly tampaknya benar-benar terkejut saat Brian mengakui, kalau dia mengetahui rahasia terbesar Sean.


"Kim, kau juga mengenal Sean sejak kecil kan? Aku yakin kau pasti juga sudah tahu sifatnya yang lain, kan?"


"Selain posesif terhadap dirimu, dia juga memiliki sifat ego yang tinggi."


"Tapi itu wajar semua pria pasti memiliki ego mereka masing-masing, hanya saja dia tidak tahu bagaimana menempatkan egonya itu di tempat yang benar."


Ternyata Brian sudah menggali informasi lebih dalam lagi tentang Sean, sejak awal Brian menyadari satu hal. Apa yang membuat Sean begitu takut untuk melawan Vince, bukankah dia seorang gangster?

__ADS_1


__ADS_2