
"Boss dia sudah keluar, sekarang apa?" ucap seorang pria yang sedang menelpon di dalam mobil, saat ini dia juga sedang menatap sebuah mobil yang tak jauh di depannya keluar dari pintu gerbang mansion.
"Dengar aku punya tugas baru untukmu, kau harus menghambat dia sebisa mungkin, jangan sampai dia datang kesini tepat waktu." seru seorang pria di seberang telepon.
"Baiklah, aku akan melakukan seperti yang anda perintahkan tuan."
Pria dengan wajah sangar itu, menutup teleponnya dan mulai bergerak untuk mengikuti sebuah Roll Royce yang tidak lain itu adalah mobilnya Brian.
Padahal Brian sendiri tadi yang mencoba untuk tidak peduli dengan Zoya. Tapi setelah mendapat pesan dari nomor tak di kenal tadi, hatinya langsung tergerak dan hendak menyusul Zoya.
...
Flashback
"Vince ada yang aneh." seru Jullyan sambil berlari mendekati Vince yang sedang duduk di sebuah sofa dalam ruangan gelap.
"Kau kenapa Jul, apa yang aneh?" Vince bertanya dengan satu alis menjungkit keatas.
"Dia tidak akan datang kesini. Anak buah mu tadi mengatakan, kalau mereka melihat Zoya pergi dengan pria lain."
"Pria lain? Lalu kemana si baj*ngan itu?"
"Aku tidak tahu, tampaknya rencana kita untuk menenggelamkan mereka sudah gagal."
Sejenak Vince diam membeku sebelum berkata, "Tidak... rencana kita tetap akan berlanjut, hanya saja kali ini kita harus merubahnya sedikit."
"Si baj*ngan itu tidak mungkin membiarkan kekasihnya pergi ke sarang musuh sendirian, aku punya rencana..." Vince berbisik ke telinga Jullyan.
"Apa kau yakin ini akan berhasil Vince?"
"Tentu saja, sebelumnya dia mengatakan kalau permainanku sangat kekanak-kanakan, sekarang aku akan memberinya permainan yang lebih menantang, tadinya aku berniat mau menyingkirkan mereka untuk selamanya. Tapi sepertinya keadaan ingin aku menyiksa mereka terlebih dahulu, hahaha." Vince tertawa terbahak-bahak.
Ternyata Vince tadinya sudah merencanakan sesuatu untuk membuat Zoya dan Brian, dia sengaja mengundang mereka ke pesta Trisha agar dia bisa menenggelamkan Zoya dan Brian ke dasar laut.
Tapi dia tak menyangka kalau ternyata Zoya pergi tanpa Brian, jika dia tetap melanjutkan rencana dan ingin menenggelamkan Zoya, maka itu akan sia-sia saja. Karena target sebenarnya adalah Brian.
__ADS_1
Tapi saat ini dia mulai merencanakan sesuatu yang lebih licik lagi, entah apa yang akan ia lakukan selanjutnya terhadap Zoya dan Brian.
...
Kembali ke masa sekarang, saat ini mobil Brian sedang berhenti di persimpangan lampu merah. Sejak Brian beranjak dari rumah, pandangannya tidak pernah lepas dari melihat spion. Dia mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres, sebuah mobil toyota berwarna hitam yang ada di belakangnya, ternyata sedari tadi membuntutinya.
"Apa mobil itu sengaja dikirim oleh Vince." gumam Brian sambil menengok lampu lintas yang berubah kuning, Brian saat ini sudah mulai bersiap-siap.
"Heh siapapun yang mengirimnya, dia sedang membuntuti orang yang salah saat ini."
Setelah lampu berubah hijau, Brian pun mulai menarik persneling dan menginjak pedal gas. Seketika mobil Brian langsung melesat dengan kecepatan tinggi di jalan raya.
"Apa? Dia mencoba melarikan diri, tidak akan aku biarkan!" ucap seorang pengemudi yang sedang membuntuti Brian tadi.
Mobil Toyota itu pun juga melaju dengan cepat mengejar Brian. Aksi kejar-kejaran mobil Brian dengan toyota itu pun terjadi. Mereka melaju dengan sangat cepat dan menyalip semua pengendara yang lain. Terlihat Brian memasang wajah teramat datar sambil terus mengendalikan setirnya. Walaupun saat ini dia sedang dikejar oleh mobil asing, dia masih saja sangat tenang. Keahlian mengemudinya juga tidak bisa dianggap remeh, dia mampu menyalip semua mobil yang ada didepannya dengan mudah.
"Mari kita akhiri ini sekarang," ucap Brian, sambil menatap spion.
Toyota itu pun juga tak mau kalah dia terus menancap gasnya dan tak membiarkan Brian lolos dengan mudah. Namun dia tak menyangka kalau Brian akan berbelok secara tiba-tiba.
Mobil toyota itu pun juga ingin melakukan hal yang sama dengan yang Brian lakukan. Tapi dia terlalu amatiran, alhasil bukannya melakukan drift dengan sempurna, dia malah kehilangan kendali dan...
Bruk...
Mobil toyota itu pun menabrak sebuah toko sayuran yang ada di pinggir jalan. Untung saja orang-orang yang ada disana semuanya pada lari dan bisa menghindari hantaman mobil itu tepat waktu.
"Aduh, sial..." umpat sang pengemudi toyota tadi, sambil terus memegangi kepalanya yang berdarah karena terbentur di setir.
Sementara itu Brian hanya bisa menyunggingkan sebuah senyuman kecil saat melihat spionnya. Dia akhirnya telah berhasil menyingkirkan orang yang mencoba mengikutinya dari tadi.
Kemudian tiba-tiba mobil Brian terhenti sejenak, lalu dengan segera dia merogoh sakunya dan mengambil sebuah ponsel. Lalu dia pun memutar sebuah nomer dan mulai melakukan panggilan.
"Halo Jhony,"
"Oh Brian, ada perlu apa kau menelpon ku malam malam begini?"
__ADS_1
Di seberang telepon terlihat Jhony baru saja keluar dari kamar mandi.
"Aku butuh bantuan mu." seru Brian dengan nada datar.
Sontak Jhony yang ada seberang telepon langsung mengernyitkan dahinya, "Bantuan apa yang kau inginkan dariku malam-malam begini. Apa kau ingin aku menyanyikan lagu sebelum tidur." ejek Jhony.
"Tutup semua omong kosong mu itu, saat ini aku sedang serius," nada Brian memang terdengar pelan namun itu sudah cukup membuat Jhony langsung tersentak di seberang telepon, "aku ingin kau segera pergi ke pestanya Trisha yang ada di klub pantai Golden Sea sekarang juga."
"Apa? Kau ingin aku pergi kesana?" Jhony tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan, sesekali dia juga mengorek telinganya untuk memastikan kalau telinganya tidak kemasukan air. "Brian kau tahu itu adalah pestanya Trisha, yang berarti Vince juga ada disana. Kau ingin mengirim aku untuk bunuh diri atau apa?"
"Kau harus pergi kesana untuk mengawasi Zoya sementara." seru Brian dengan nada yang mulai tinggi.
"Tapi Brian, kenapa harus aku? Aku baru saja selesai mandi tahu, bahkan aku sedang telanjang sekarang." ucap Jhony yang beralasan.
"Lagian mengapa kau membiarkan dia pergi kesana, bukankah kau sudah melarangnya?"
"Tidak ada waktu untuk aku menjelaskannya sekarang Jhony, cepat lakukan saja apa yang aku perintahkan! Bawa juga beberapa orang bersama denganmu! Kau tidak perlu khawatir, aku juga akan segera menyusul kesana. Setelah aku menyelesaikan masalah yang ada di depanku saat ini."
Bip.
Brian langsung menutup panggilan itu dan mulai melihat sebuah foto yang dikirimi oleh Kimberly barusan. Dia melihat foto itu dengan seksama, lalu dia coba untuk menyamakannya dengan pengemudi Ferrari yang baru saja muncul dihadapannya.
Ternyata setelah Brian menyingkirkan mobil toyota tadi, tiba-tiba saja sebuah Ferarri merah muncul dari depan dan menghadang jalannya.
Brian terus menatap orang yang ada di dalam Ferarri itu, ekspresinya mulai semakin tertarik sekarang. Aura penakluknya mulai kembali keluar dari tatapan matanya itu. Ternyata yang ada dihadapannya saat ini tidak lain adalah Sean Claude, seorang yang dijuluki sebagai penguasa jalanan.
Sementara itu pria yang bernama Sean juga terus menatap tajam kearah Brian. Kedua orang itu saling menatap dari dalam mobil mereka masing-masing. Terlihat suasana di sekitar mereka berubah menjadi sangat mencekam.
Untungnya jalanan lagi sepi sekarang, sehingga mereka menghabiskan waktu lumayan lama untuk saling menatap. Sean saat ini benar-benar sangat marah, matanya memerah seperti banteng yang ingin menyeruduk.
Tapi Brian sama sekali tidak takut melihat tatapan itu, justru entah mengapa tiba-tiba dia merasa geli mengingat saat dia bicara dengan Kimberly tadi siang.
"Heh, Kimberly memang keterlaluan, dia memanfaatkan aku hanya untuk membuat kau muncul." gumam Brian sambil meregangkan jari-jemarinya yang sedang memegang setir.
"Tapi, aku juga tidak keberatan sama sekali, karena aku juga memang menginginkan kau muncul, ada hal yang ingin aku bicarakan padamu, Sean Claude."
__ADS_1
...****************...