King Of School

King Of School
Bab 46


__ADS_3

"Zoya..." teriak Edi dari kejauhan.


Terlihat saat ini Zoya sedang berjalan di koridor kampus sambil membawa beberapa buku.


Sontak Zoya pun terhenti dan menoleh ke belakang. Matanya terpaku menatap Edi yang berlari menuju kearahnya.


"Ada apa Edi?" tanyanya dengan ekspresi penasaran.


"Zoya aku ingin menanyakan sesuatu padamu, kenapa malam tadi kau bertingkah sangat aneh di pesta?"


Sontak Zoya langsung menyatukan kedua alisnya saat mendengarkan pertanyaan Edi itu, dia tahu kalau malam tadi memang sudah terjadi sesuatu pada dirinya. Zoya memang tidak sepenuhnya mengingat kejadian itu, yang dia ingat hanyalah bayang-bayang aksi panas yang ia lakukan bersama dengan Brian saat di kamar.


Tapi Zoya masih ingat satu hal, saat dia selesai meminum sirup yang diberikan Trisha. Kepalanya langsung pusing dan pandangannya setelah itu langsung berubah aneh.


Dari situ Zoya dapat menarik kesimpulan, kalau Trisha sudah mencampurkan sesuatu kedalam minumannya. Sehingga dirinya menjadi lepas kendali.


"Kenapa aku bertingkah aneh? Tanyakan itu pada si pengkhianat itu, dia sudah mencampurkan sesuatu kedalam minumanku." ketus Zoya pada Edi.


"Apa? Maksudmu Trisha? Apa dia sudah memasukan sesuatu ke dalam minuman itu, tapi aku kok baik-baik saja." ujar Edi sambil meraba-rapa tubuhnya sendiri.


"Kau payah, dia hanya memasukannya kedalam minumanku saja tahu~" Zoya kemudian menghela nafas sebentar dan melanjutkan perkataannya, "tapi aku juga terlalu bodoh, kenapa aku masih percaya padanya, seharusnya aku mendengarkan Brian. Dia benar, seorang pengkhianat tetaplah pengkhianat."


"Zoya jika itu benar, berarti Trisha masih sangat membencimu dong?"


"Ya, aku tidak tahu mengapa dia begitu membenciku, tapi sekarang aku sudah tidak mau percaya lagi padanya."


Zoya mulai tampak sangat menyesal sekarang, semua yang terjadi kemarin malam adalah hasil dari kebodohannya.


Beruntung Brian selalu saja datang untuk menyelamatkannya, jika tidak saat ini video vulgar Zoya sudah pasti tersebar keseluruh kampus.


Ya, Vince tidak sempat mengambil video Zoya yang hampir melepaskan pakaiannya. Karena tiba-tiba saja Brian datang dan mematikan seluruh lampu di ruangan klub.


"Oh iya Edi aku memang tidak terlalu mengingat kejadian kemarin malam, tapi aku penasaran. Apa kau tahu apa yang terjadi dengan mobilnya Brian? Soalnya mobil yang kami kendarai bukan seperti mobilnya Brian?"


Pertanyaan Zoya itu langsung membuat wajah Edi berubah jelek. Dia tidak mau mengingat kejadian itu, dimana dia harus bergantian mendorong mobilnya Brian menuju rumah Jhony.


Kenapa ke rumah Jhony? Bukankah Brian menyuruh mereka membawanya ke bengkel?


Jawabannya adalah bengkel mana yang masih buka di jam tengah malam. Karena itulah mereka mendorong mobil Brian ke rumah Jhony saja.


"Kau benar-benar tidak ingat?" Edi keheranan dan merasa sedikit kesal juga, padahal malam tadi Zoya terlihat sangat senang sekali saat Brian menghukum mereka.


"Ya, sepertinya pengaruh dari minuman yang di berikan Trisha itu, membuatku tidak mengingat begitu jelas apa saja yang sudah terjadi kemarin malam."


Yang aku ingat hanya momen saat mencium bibir tuan mudaku itu, sisanya blank. gumam Zoya wajahnya memerah seketika mengingat momen mesranya bersama dengan Brian.

__ADS_1


"Ceritanya panjang, tanya saja pada Brian! Aku malas membahasnya lagi."


Edi tidak mau membahas hal itu lagi, dia memang cukup kesal karena Brian menyuruhnya mendorong mobil kemarin malam. Betapa melelahkan nya itu.


Jika Edi bisa membalas, maka dia akan membalasnya. Sayangnya dia tidak memiliki keberanian itu.


Edi pun kemudian langsung beranjak pergi meninggalkan Zoya tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Sementara itu Zoya hanya bisa menggeleng sambil melangkah pergi juga. Hari ini pertemuannya dengan dosen sudah selesai. Jadi Zoya memutuskan untuk pulang saja, dia sengaja tidak menunggu Brian, karena dirinya masih merasa canggung untuk menatap manik pria itu.


Saat pergi ke kampus tadi pagi aja, mereka tidak berinteraksi sedikitpun. Bahkan Brian sama sekali tidak mencoba untuk melirik Zoya sedikitpun. Sepertinya masing-masing dari mereka masih tidak bisa melupakan ciuman pertama mereka itu.


Saat Zoya sampai di depan pintu gerbang, tiba-tiba saja sebuah mobil sedan hitam berhenti tepat di depannya.


Sontak Zoya pun langsung mengernyitkan kedua alisnya, keheranan.


Sepertinya aku pernah melihat mereka? batin Zoya bertanya-tanya saat melihat dua orang pria keluar dari mobil itu.


Kedua pria itu memang tampak sangat tidak asing bagi Zoya. Tampak seperti penjahat yang menyerang Brian di lift beberapa hari lalu.


Zoya pun mulai menyadari hal itu, dan langsung berbalik untuk lari. Tapi kedua pria tadi langsung menangkap Zoya dan menempelkan sapu tangan ke wajah Zoya.


Zoya berusaha berteriak minta tolong tapi mulutnya ditutup sangat rapat, orang-orang juga tidak ada yang melihat aksi mereka. Dengan mudahnya mereka pun langsung menyeret Zoya kedalam mobil dan membawanya pergi dari sana.


Sementara itu disisi lain Brian terlihat sedang duduk di kafetaria kampus bersama dengan Kimberly. Seperti biasa dia duduk disana untuk minum sambil menunggu Zoya. Tapi entah mengapa yang datang malah Kimberly.


"Ada apa lagi? Apa kau masih ingin mengajakku berkencan untuk membuat Sean cemburu?" Brian bertanya dengan acuh tak acuh sambil terus menyeruput teh manis dinginnya.


"Ehe, kau pasti kesal ya karena kemarin malam Sean mengejarmu." ujar Kimberly sambil tersenyum lucu pada Brian.


"Tidak juga, hanya saja aku tidak mengerti, kenapa kau membawaku kedalam kisah cinta aneh ini."


"Yah ini memang kisah cinta yang aneh, jika dibandingkan dengan kisah cintamu itu, kan?"


"Heh."


Brian hanya bisa mendengus saat mendengar Kimberly menyebut Zoya sebagai kisah cintanya.


"Brian tolonglah, hanya kau yang bisa membantuku malam ini. Aku mohon Brian!" tiba-tiba saja Kimberly menarik-narik tangan Brian dan memohon sesuatu padanya.


"Kenapa harus aku, lagi pula kau lah yang sudah selingkuh dari Sean, jadi wajar saja dia membuang dirimu, jika aku di posisinya pasti juga melakukan hal yang serupa." jawab Brian dengan acuh tak acuh.


"Kau tidak mengerti, biar aku aku jelaskan padamu yang sebenarnya."


Kimberly pun mulai menceritakan alasan mengapa Sean sampai begitu membencinya.

__ADS_1


Dulu Kimberly dan Sean adalah pasangan paling romantis di kampus ini, mereka selalu saja bersama bagaikan wortel dan buncis.


Tidak bisa terpisahkan!


Saat itu status Sean di kampus juga sangat keren, dia adalah ketua dari klub basket. Dia begitu populer dan sangat disanjung oleh seluruh mahasiswa.


Namun, setelah Vince menginjakkan kaki di Leighton. Semuanya langsung berubah, Vince membuat Sean terpaksa mengundurkan diri sebagai ketua klub basket hanya dalam sekejap.


Vince benar-benar licik, dia menggunakan Kimberly sebagai alat untuk menghadapi Sean. Dan semenjak itu hubungan Sean dan Kimberly pun menjadi hancur, mereka tidak lagi pernah terlihat bersama.


Tapi Sean bukannya balas dendam pada Vince, dia malah lebih memilih untuk balas dendam pada Kimberly. Alasan dia melakukan itu adalah, karena tidak berani melawan Vince.


Memangnya seberapa hebat sih Vince ini?


Padahal Sean sendiri saja adalah penguasa jalanan Golden Sea, dia memiliki banyak anggota gangster. Tapi setelah mengetahui status keluarga Vince, Sean lebih memilih untuk mundur.


Drrrrt...


Disaat lagi asik menceritakan masa lalunya, seperti biasa, tiba-tiba saja ponsel Kimberly berdering.


Kimberly pun mengangkatnya.


Aku tahu saat ini kau pasti sedang bersama dengan dia kan? Katakan padanya, kalau dia mengambil gadisku, maka aku juga akan mengambil gadisnya.


Bip.


Panggilan itu langsung di tutup tanpa memberikan kesempatan untuk Kimberly berkata sedikitpun.


"Siapa?" tanya Brian dengan ekspresi serius.


"Sean!"


"Sean, apa yang dikatakannya?"


"Dia bilang jika kau mengambil gadisnya, maka dia juga akan mengambil gadismu!"


Pffft...


Hampir saja Brian menyemburkan kembali minumannya karena terkejut mendengar hal itu.


"Brian, ini artinya Zoya~"


Brak.


Brian memukul meja karena kesal dan langsung pergi begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2