King Of School

King Of School
Bab 88


__ADS_3

Sontak suara tubuh Zoya yang jatuh bagaikan buah kelapa menghantam bumi, menarik perhatian semua orang yang ada disana. Mereka sangat terkejut saat melihat Zoya yang tersungkur di lantai. Tatapan cemoohan pun mulai menghujani Zoya.


'Dasar gadis ceroboh, apa dia tidak bisa jalan dengan benar?'


'Bisa-bisanya dia tersungkur di tengah pesta seperti ini, memalukan.'


Melihat itu Trisha tampak puas dan tertawa sinis, "Ouch, Zoya yang malang. Kenapa kau tidak memakai kacamata tadi, lihat sekarang kau jatuh dan mempermalukan dirimu sendiri. Apa kau bilang tadi, kau masih punya harga diri? Sekarang sepertinya kau sudah menjatuhkan harga dirimu itu."


Sementara Zoya yang tersungkur di lantai berusaha untuk bangkit, wajahnya terlihat merah padam karena menahan malu. Rambutnya yang tadi tertata indah, kini basah kuyup terkena tumpahan jus. Dia tampak sangat menyedihkan.


"Nona maaf, kau baik-baik saja?" ucap pelayan tadi sambil membantu Zoya untuk bangkit.


"Apa yang kau lakukan, jangan membantunya payah. Dia yang sudah menabrak mu, biarkan saja dia. Dan yah, suruh dia membersihkan tumpahan jus yang ada di lantai itu dengan pakaiannya sekalian. Sudah menjadi tugas seorang pembantu untuk membereskan kekacauan, bukan?" Trisha benar-benar tidak mengampuni Zoya, dia terus menghinanya dengan keji.


"Yah bereskan itu, kau yang sudah membuat kekacauan ini jadi kau harus membersihkannya." para wanita bangsawan yang ada disana juga turut menghina Zoya.


Sekarang Zoya semakin terpojok dan merasakan malu yang sangat luar biasa. Jika ini di tempat lain mungkin Zoya akan melawan Trisha, tapi dia tidak bisa melawan para bangsawan itu juga. Sebesar apapun keberanian Zoya, tetap para kaum bangsawan tidak bisa di remehkan. Tidak menyangka kalau Trish benar-benar kejam.


Dengan penuh keengganan Zoya pun hendak mengelap tumpaham jus di lantai tadi menggunakan pakaiannya. Air matanya juga mulai menetes dan jatuh ke lantai.


Ini sungguh memalukan, sekarang Zoya sudah kehilangan semua harga dirinya dihadapan semua orang.


Namun tiba-tiba sebuah tangan muncul dan menghentikan Zoya. Sontak Zoya yang terduduk di lantai mendongak melihat tangan siapa itu.


"Ayo bangkitlah nona." seru seorang pria yang membantu Zoya untuk berdiri.


Betapa terkejutnya semua orang saat melihat seorang pria tampan muncul begitu saja dan membantu Zoya. Perhatian semua orang tertuju padanya, mereka menatap sosok pria itu dengan penuh kagum.


Pria itu terlihat sangat menawan, dia juga memancarkan aura yang begitu kuat. Lengan kekarnya yang kokoh memegang kedua bahu Zoya untuk berdiri. Wajahnya yang seukuran telapak tangan sangat tampan dan tampak sedikit familiar di mata Zoya.

__ADS_1


'Dialah pria alpa dari Golden Sea, Marcell Cody.'


Sekilas Zoya mengira itu Brian.


Tapi Brian tidak memiliki ekspresi selembut pria itu.


"Nona kau baik-baik saja, kenapa bisa begini?" ucap Marcel Cody dengan lemah lembut.


Zoya tidak menjawab dan terus memandangi wajah Marcel dengan intens.


Semua orang yang ada di ruangan itu begitu terkejut melihat apa yang ada di depan mereka. Marcell baru saja membantu Zoya? Bahkan Trisha sampai menganga melihat itu.


"Kakak?" tiba-tiba Kiara pun muncul dan berlari mendekati Zoya. "Aduh kak, kenapa kau sampai jadi seperti ini?" Kiara mengambil tisu segera menyeka rambut dan wajah Zoya yang basah.


"Kakak, apa seseorang telah mengganggumu?"


Kiara tampak begitu perhatian pada Zoya, dia memperlakukan Zoya seolah itu adalah harta karunnya yang berharga.


Melihat ekspresi Zoya, Kiara tahu kalau kakaknya memang sudah diganggu, "Katakan siapa dari kalian yang melakukan ini pada kakakku?" Kiara bertanya dengan suara lantang kepada semua orang yang ada disana.


Namun tidak ada seorangpun yang menjawab, mereka malah saling memandang satu sama lain.


"Kau! Apa kau yang sudah membuat kakakku terjatuh!?" Kiara menunjuk pelayan yang di tabrak Zoya tadi.


"Tidak non, dialah yang menabrak ku tadi." jawab pelayan itu dengan ekspresi ketakutan.


"Dia benar, wanita ini saja yang memang tidak bisa jalan dengan baik? Dia itu memiliki mata minus sehingga sering menabrak orang-orang kalau jalan." sahut Trisha yang mencibir Zoya.


Mendengar kakaknya dihina oleh Trisha, entah mengapa amarah Kiara meluap. Seketika aura mematikan terpancar dari matanya. "Apa kau bilang? Katakan sekali lagi?" Kiara pun hendak mendekati Trisha, namun Zoya menahannya.

__ADS_1


Trisha merasa ngeri melihat tatapan Kiara, itu sama seperti tatapan mematikan milik Brian. Dia langsung merasa menggigil dan segera menutup mulutnya rapat-rapat.


"Sudahlah Kia, memang aku yang ceroboh. Jangan di perpanjang lagi." pinta Zoya dengan sangat lembut, mencoba untuk menenangkan Kiara. Dia juga ingin sekali membalas Trisha, namun ini bukanlah waktu yang tepat.


"Kia, tenangkan dirimu. Sebaiknya kau bawa nona ini keatas, bersihkan dirinya. Karena sebentar lagi pestanya akan segera di mulai." seru Marcel dengan tenang.


Kiara yang tampak kesal mendengus saat menatap semua orang. Dia masih tidak terima kakaknya di permalukan seperti ini.


"Kakak, ayo kita bersihkan dirimu." ajak Kiara dengan baik.


"Tidak Kia, lebih baik aku pulang saja." Zoya menolak, wajahnya yang cantik terlihat sangat sendu. Jujur saja dia sudah merasa sangat malu untuk tetap berada di pesta ini.


"Kakak, kita tidak bisa pulang sebelum aku memperkenalkan mu pada pamanku, benarkan Marcell?" Kiara mengedipkan matanya pada Marcell.


"Benar nona, sudah menjadi tradisi keluarga, jika seorang ingin menjadi menantu Cody Famili. Maka dia harus mengenal setiap bagian keluarga calonnya. Lagi pula pesta belum dimulai dan kau sudah mau pulang? Aku tidak akan mengizinkannya." ucap Marcell sembari tersenyum ramah pada Zoya.


Seketika Zoya menjadi sangat kebingungan, dia tidak mengerti apa yang sedang Kiara dan Marcell katakan barusan. Bahkan Trisha dan teman-temannya juga ikut bingung.


Apa maksud Marcell mengatakan semua itu?


"Sudahlah kak, ayo kita bereskan dirimu." Zoya yang masih kebingungan membiarkan dirinya di tarik Kiara menuju ke lantai dua.


Kemudian bersamaan dengan kepergian Marcell, Kiara dan Zoya, tiba-tiba Vince muncul dari belakang Trisha.


Sontak Trisha pun terkaget, "Vince kenapa kau sering muncul tiba-tiba seperti hantu."


Namun Vince mengabaikan perkataan Trisha tadi, bertanya dengan ekspresi tidak bisa ditebak, "Rencanamu gagal?"


"Dia hanya beruntung saja, jika saja Marcell tidak membantunya, Zoya pasti sudah kehilangan harga dirinya tadi." ucap Trisha yang masih tidak terima, padahal tadi dia sudah sangat senang karena sudah berhasil mempermalukan Zoya. Namun entah mengapa Marcell dan Kiara tiba-tiba muncul dan membantu Zoya.

__ADS_1


"Kau benar dia sangat beruntung, tapi mari kita lihat sampai kapan keberuntungannya itu bertahan." ucap Vince.


__ADS_2