KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
SIMPANAN BOS MAFIA.


__ADS_3

Keesokan harinya.


Nampak Hani menggeliatkan tubuhnya, seketika ia meringis karena ia merasakan tubuhnya seperti remuk redam. "Sssh... Kenapa tubuhku sakit semua ya?" rancaunya dengan mata masih tertutup, namun tak berapa lama, ia pun membuka matanya.


Seketika ia tersentak saat melihat sekelilingnya, berbeda dari kamar dirumahnya. "Eh! Ini bukan kamarku? Aku ada dimana?" gumamnya, sembari ia ingin duduk, namun. "Aakh..!" pekik Hani, saat ia merasakan sakit di bagian bawahnya.


"Hah! Ada apa ini mengapa aku seperti ini!" sentaknya, saat menyaksikan bahwa ternyata tubuhnya tidak memakai Apapun, hanya sebuah selimut saja yang menutupinya.


Disaat Hani, sedang terbingung-bingung, dengan keadaannya sekarang. Ia malah dikagetkan lagi, dengan suara bariton seorang pria, yang baru saja keluar dari kamar mandinya. Dengan memakai Handuk putih yang terbalut hanya sebatas pinggang. Sehingga menampakkan dada bidang pria tersebut.


"Kamu sudah bangun Nona?" tanya Pria itu, sembari ia mengelap rambutnya yang basah dengan sebuah handuk kecil berwarna putih.


"Dalton!" sentak Hani dengan mata terbelalak. Saat melihat wajah pria itu yang ternyata ia adalah Dalton "Dasar Pria bajiangan! Apa yang kau lakukan padaku hah?!" tanya Hani dengan sorotan mata yang terlihat amat marah sekali.


"Hahahaha.. kenapa kamu marah seperti itu Sayang! Bukankah tadi malam kamu begitu menikmatinya hm? Bahkan, kamu loh yang lebih ganas, sampai-sampai Aku kualahan loh Sayang, habis kamu memintanya lebih dari tiga kali Sayang," ujar Dalton, sembari ia tersenyum seringai penuh kepuasan.


Mendengar perkataan Dalton, seketika ingatan Hani pun berputar. Membuat ia menjadi muak pada dirinya sendiri. Karena di dalam ingatannya memang dialah yang begitu berambisi dalam melakukan hubungan intim pada Dalton. Namun di saat bersamaan Ia juga teringat akan sebuah minuman yang mengawali ia berlaku seperti itu. Seketika ia kembali menatap tajam pada Dalton.


"Cih dasar laki-laki bajiangan kamu! Semua ini karena ulah Lo yang memberi obat didalam minumanku! Lihat saja gue akan membalas perbuatan Lo ini!" seru Hani seraya ia turun dari ranjang dan bermaksud mengambil bajunya yang terlihat berserakan di lantai. Namun baru satu langkah ia berjalan Hani terpekik kesakitan.


"Aaakh!"


Dalton malah tersenyum tipis, melihat itu, lalu ia pun menghampiri Hani, yang terlihat sedikit membungkukkan tubuhnya, seakan ia sedang menetralkan rasa sakitnya dulu.


"Sayang, jangan keras kepala! Jangan memaksakan diri dulu, bukankah itu kamu masih sakit hm" ujar Dalton, sembari ia mengangkat tubuh Hani.

__ADS_1


"Lepaskan gue bajiangan! Gue mau pergi dari sini!" teriak Hani semabri ia memukuli dada bidangnya Dalton.


"Kamu mau pergi honey?"


"Iya gue mau pergi! Nazis gue lihat Lo!"


"Nazis? Heh, tapi sayangnya, mulai haru ini kamu akan melihatku setiap hari! Karena mulai detik ini kamu akan menjadi milik Dalton! Dan apapun yang menjadi milik Dalton, tidak bisa dimiliki orang lain termasuk kamu Honey," ujar Dalton, sembari ia menghempaskan tubuhnya Hani ketempat tidurnya lagi.


"Apa yang mau kau lakukan Dalton!" seru Hani saat ia melihat tatapan mata Dalton seakan ingin menerkamnya lagi.


"Aku mau tubuhmu lagi Sayang!" balas Dalton, yang kini ia sudah ikut naik keatas ranjang, membuat Hani terlihat ketakutan, ia pun seperti hendak lari namun Dalton langsung menarik kakinya, membuat Hani tidak bisa lari. Bahkan tubuh sudah terkurung oleh tubuh dalton yang kini sudah berada di atas tubuhnya Hani.


"Dasar Bajiangan! Enyah kau dari san...!" teriak Hani namun mulutnya langsung dibungkam oleh mulutnya Dalton.


Begitulah nasib Hani, yang akhirnya ia dikurung oleh Dalton, dan hanya sebagai pelampiasan nafsunya saja. Tanpa terikat oleh pernikahan Hani, hanya dijadikan budak pelampiasan hasratnya Dalton saja.


...*****...


Sementara disisi lain.


Disebuah gedung bertingkat tinggi, terlihat Fadhil, sedang berjalan menuju pintu yang bertuliskan CEO's Room . Setelah berada tepat didepan pintunya ia pun mulai mengetuk pintu tersebut. Dan tak berapa lama terdengar seruan dari dalam ruangan.


"Masuk!" Fadhil langsung masuk, setelah mendengar seruan tersebut. Dan terlihatlah Adnan yang sedang fokus dengan laptopnya.


"Bagaimana? Apakah kamu sudah mendapatkan kabar dari Hani Dhil?" tanya Adnan dengan mata yang masih terlihat fokus pada layar laptopnya.

__ADS_1


"Sudah! Tapi sebaiknya, Lo lupakan dia saja Nan, Masalah berkas-berkas yang dia simpan sudah ketemu kok. Nih semuanya hanya berkas yang untuk kerjasama dengan perusahaan DT, saja yang belum ketemu," balas Fadhil sembari ia menyerahkan beberapa map pada Adnan. Lalu ia pun duduk didepan meja kerjanya Adnan.


Adnan mengerenyit, setelah mendengar penjelasan dari Fadhil. "Lupakan saja Lo bilang? Emangnya dia kenapa?" tanya Adnan terlihat bingung.


"Kata anak buah gue, sekertaris Lo itu, sekarang sudah menjadi simpanan bos mafia besar Nan," jelas Fadhil membuat Adnan kembali mengerutkan keningnya.


"Simpan Bos Mafia? Siapa?" tanya Adnan semakin penasaran.


"Bos Dalton Nan!"


"Apa? Kok bisa dia terjerat oleh Dalton?"


"Mana gue tahu! Lo tanya aja sendiri sana!" balas Fadhil, lagi. Yang akhirnya, Adnan pun mengambil benda pipihnya, lalu ia pun menghubungi seseorang.


"Halo?" ucap seorang pria dari seberang.


"Halo, benar Lo menahan sekertaris gue Hani Dal?" tanya Adnan, yang ternyata ia menghubungi Dalton.


"Iya gue menahan dia, karena asal Lo tahu dia datang pada gue dan meminta gue, untuk memisahkan Lo dengan bini Lo Nan!" balas Dalton, membuat Adnan kaget mendengarnya.


"Apa!"


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys..🙏🥰 Bonusin author dong dengan VOTEnya, jangan pelit yaa😉 dan jangan lupa juga ya berikan LIKE, Hadiah, Bintang 🌟 serta komentarnya ya guys Biar novel ini bisa bersinar 😉 Oke guys 🥰 Syukron 🥰😘.

__ADS_1


__ADS_2