
┈••✾•◆❀🤍 Kalam Hadits.🤍❀◆•✾••┈
"Hai anak Adam, jika kamu mampu bersabar dan ikhlas saat tertimpa masalah, maka Aku tidak akan meridhai bagimu sebuah pahala kecuali surga."
__HR. Ibnu Majah__
•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•
Hari-hari telah berlalu, kandungan Kirana juga sudah memasuki bulan ketiga. Kirana yang biasanya, setiap jamnya kelaparan, kini malah kebalikannya. Membuat Adnan, tambah khawatir, karena Kirana, tidak akan mau makan, terkecuali memang ada yang diinginkannya. Seperti saat ini Adnan sedang berusaha merayu istri kecilnya itu agar mau makan.
"Sayang, ayo dong sarapan, kamukan sejak tadi malam tidak makan apa-apa Sayang. Emangnya kamu nggak lapar sayang," ujar Adnan pada istrinya yang terlihat, sedang malas-malasan di tempat tidurnya.
"Enggak By, Kana nggak lapar, Kana cuma ngantuk," balas Kirana, yang terlihat masih memejamkan matanya.
"Iya Biby tahu Sayang, tapi kamu sarapan dulu ya, nanti baru deh kamu tidur lagi," rayu Adnan, sembari mengusap kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.
"Nggak mau By, Kana nggak lapar loh!" balasnya lagi semabri ia memutarkan tubuhnya, membelakangi Adnan. Membuat Adnan semakin Khawatir.
"Sayang, kasihan Baby triplets, masa sejak tadi malam kamu tidak memberinya makan sih? Emangnya kamu mau dibilang Momy kejam sama anak kita sayang," ujar Adnan lagi masih berusaha membujuk istrinya.
"Nggak mau, tapikan emang babynya yang nggak mau makan By," balas Kirana terdengar suaranya sudah melemah tandanya ia sudah mulai terhanyut dalam tidurnya.
"Haiis, kenapa jadi berubah begini sih? Kemarin-kemarin makannya berlebihan, sekarang malah sulit banget makan, bikin khawatir orang saja sih!" gumam Adnan, saat melihat nafas istrinya mulai teratur, menandakan ia sudah pulas dalam tidurnya.
"Ah sudahlah, biarkan saja dia tidur sebentar. Sebaiknya aku siap-siap dulu deh, sudah setengah sembilan, sudah terlambat dan nih ke kantornya," gumam Adnan, sembari ia beranjak dari ranjang.
__ADS_1
Lalu Adnan pun bergegas ke kamar mandi, dan tak berapa lama ia keluar kembali dengan tubuh sudah memakai handuknya. Setelah itu ia bergegas bersiap, dengan memakai jas kerjanya. Ia nampaknya sedang terburu-buru. Karena hari memang sudah sangatlah siang.
Disaat ia sudah terlihat rapi, matanya kembali tertuju pada istri kecilnya, yang masih tertidur. Ia kembali menghelakan nafasnya. "Aku tak mungkin meninggalkan Kana dalam keadaan perut kosong, atau aku bawa saja dia ke kantor ya?" gumam Adnan, sembari ia mendekati istrinya yang terlihat sedang tertidur pulas.
"Sayang, kamu mau nggak ikut Biby, Sayang," ujar Adnan sembari ia ia menciumi pipi istrinya, agar ia kembali bangun.
Kana yang merasakan tidurnya terusik kembali membuat tubuhnya langsung menggeliat. "Uumm.. Kana masih ngantuk By," rancaunya, dengan mata masih terpejam.
"Tapi Sayang, Biby, tidak bisa meninggalkan kamu dalam keadaan seperti ini. Apalagi perut kamu masih kosong, siapa nanti yang ingatkan kamu hm? Dan lagian Mamahkan sedang berobat Sayang, ayolah kamu ikut Biby ya," rayu Adnan lagi, yang terlihat amat risau pada istrinya itu. Ia tidak tega meninggalkan istrinya seorang diri, karena kebetulan orang tuanya sedang tidak dirumah.
Yaa, semenjak mengetahui, Kirana hamil, Sari jadi bersemangat ingin sehat. Makanya ketika suaminya mengajaknya berobat ke Singapura, ia langsung menyetujui. Dan kini keduanya sedang berada di sana untuk menjalani pengobatan untuk Sari.
___
Melihat istrinya tidak merespon perkatanya, Adnan kembali menciumi pipi Kirana lagi."Uhm.. Ayo dong sayang bangun, ikut Biby ya? Apa kamu mau Biby gendong hm?" ucapnya masih berusaha membangunkan istrinya.
"Iya Biby tahu, nanti disambung lagi tidurnya di kantor Biby ya," ucap Adnan sembari ia bangkit dari duduknya, lalu ia mengambil baju gamis istrinya serta hijabnya. Setelah itu dengan sabar ia memakai gamis tersebut ketubuh istrinya dan tak lupa ia memakaikan hijab juga.
"Alhamdulillah, selesai juga. istriku tanpa dipoles juga tetap cantik, muach!" gumam Adnan sembari ia mengecup gemas bibir istrinya karena sejak tadi, bibir itu selalu manyun, akibat tidurnya selalu diusik oleh suaminya.
"Uuuhm..Biby!" sentak Kirana amat kesal karena memang semenjak ia hamil. Kirana sangat tidak suka dicium bibirnya. Ia akan merasa geli bila bibirnya dicium.
"Hehehe, Maaf sayang. Habis kamu gemasin sih, bikin Biby nggak kuku tau. Ya sudah sekarang kita let's go ya Sayang," ucap Adnan, yang kemudian ia langsung menggendong istrinya. Dan membawanya pergi dari kamar mereka, dan langsung membawa keluar rumah.
Sesampainya di luar, ternyata Fadhil sudah menunggunya sejak tadi. Ia ama terkejut saat melihat Adnan keluar dari rumah dengan menggendong istrinya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi Nan? Ada apa dengan bini Lo Nan?" tanyanya penasaran.
"Nggak papa, dia cuma ngantuk, aja kok," balas Adnan, sembari ia masuk kedalam mobilnya.
"Hah? Ngantuk? Kenapa nggak kamu biarkan dia tidur dikamarnya sih?" tanya Fadhil heran.
"Nggak bisa Dhil, dirumah nggak ada siapa-siapa soalnya, cuma ada pembantu. Gue nggak tega ninggalin dia sendirian, apalagi saat ini dia sulit banget makan,"
"Eh, kok sulit? Bukannya bini Lo kalau makan banyak ya?"
"Nah itu dia yang gue bingungin Dhil, kenapa umur kandungannya nambah, tapi kok nafsu makannya hilang ya?"
"Ternyata ribetnya menghadapi istri hamil, untung bini gue belum hamil, jadi gue nyantai aja Bro," ujar Fadhil, seraya menaik turunkan alisnya, seakan meledek Adnan yang selalu ribet dengan istrinya yang sedang mengandung.
"Iya, sekarang Lo bisa ngomong kayak gini! Tapi lihat aja nanti, jangan-jangan kehamilan bini Lo melebihi bini gue baru Lo rasa!" ujar Adnan
"Eh, kok Lo jadi kayak lo nyumpahin gue gitu sih?"
"Biar aja, siapa suruh Lo meledek gue! Ingat bro karma pasti berlaku!"
"Siapa yang ngeledek Lo sih?"
"Aah, jangan banyak omong Lo! Cepatan jalan!" ujar Adnan dengan tegas.
"Iya iya! ini juga mau jalan! Nyebelin banget sih Lo!" balas Fadhil, yang akhirnya dengan pasrah ia mulai melajukan mobilnya.
__ADS_1
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys..🙏🥰 Bonusin author dong dengan VOTEnya, jangan pelit yaa😉 dan jangan lupa juga ya berikan LIKE, Hadiah, Bintang 🌟 serta komentarnya ya guys Biar novel ini bisa bersinar 😉 Oke guys 🥰 Syukron 🥰😘.