KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
CALON IBU.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah.🤍❀◆•✾••┈


Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata,


"Dunia hanya ada tiga hari saja: Hari kemarin, maka sudah berlalu apa-apa yang ada padanya. Adapun hari esok, maka bisa jadi engkau tidak mendapatinya. Dan hari ini adalah milikmu, maka beramallah engkau di hari tersebut!"


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


"Bagaimana Dok? Apakah benar istri saya hamil?" tanya Adnan begitu antusias, hingga ia terlihat tidak sabaran menunggu jawaban dari dokter wanita tersebut.


"Sepertinya seperti itu Tuan, tapi sebentar, untuk memastikannya kita USGkan dulu ya" balas Dokter, sembari ia mulai melakukan pemeriksaannya lebih lanjut, lewat USG.


"By, sebenarnya Kana Mau diapain sih?" tanya Kirana terlihat bingung, karena ia sepertinya tidak memahami perkataan suaminya dan dokter tersebut.


"Tidak apa-apa Sayang, Dokter hanya mau priksa perut kamu saja kok," balas Adnan yang sepertinya ia belum memberitahukan pada Kirana sebelum ia benar-benar mengetahui hasil yang sebenarnya.


Adnan masih mengikuti proses pemeriksaan Kirana, matanya terus terfokus kelayar monitor. Pada awalnya, ia tidak melihat apapun hanya gelap saja. Namun disaat layar itu menunjukkan tuga buah titik hitam, seperti sebuah biji. Membuat mata Adnan membulat lebar.



"Eh, apa itu Dok? Mengapa terlihat menyeramkan ya?" tanya Adnan antara terlihat antara penasaran dan rasa cemas.


Sang Dokter langsung tersenyum tipis, "Tuan itulah Anak kalian, yang sepertinya kalian akan memiliki baby triplets, namun karena usianya masih satu Minggu, maka baru berbentuk seperti biji saja Tuan," jelas Sang Dokter, membuat Adnan yang mendengarnya begitu bahagia.


"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah," ucap Adnan penuh rasa syukur. "Sayang kita akan memiliki bayi kembar tiga, Sayang," ucap Adnan, sembari mencium tangan Kirana, yang sejak tadi ia genggam, setelah itu ia juga memberikan kecupan lembut pada dahinya Kirana penuh kasih sayang.


"Hah? Benarkah By? Benarkah Kana akan punya anak kembar?" tanya Kirana antusias, dengan mata yang terlihat berbinar setelah mendengar perkataan suaminya.

__ADS_1


"Iya Sayang, kita akan memiliki anak kembar," kata Adnan mengulang perkataannya.


"Alhamdulillah, jadi yang itu anak kita By?" tanya Kirana Sambil ia menujukan jarinya kelayar monitor, yang menunjukkan hasil USGnya.


"Iya Sayang itu Anak kita, dia masih kecil, Semoga mereka selalu diberikan kesehatan disana ya Sayang," kata Adnan penuh rasa haru saat ia juga melihat arah yang sama dengan Kirana.


"Baiklah Tuan, Nyonya, selamat untuk kalian berdua, tapi saya sarankan, agar kalian menjaganya dengan hati-hati, karena kehamilan trimester pertama ini sangat rentan, dan jangan membuat sang ibu menjadi lelah, jadi saya minta terutama Tuan, jangan melakukan hal yang membahayakan bagi janin. Apakah Tuan mengerti maksudnya saya?" ujar sang Dokter memperingati Adnan.


"Baiklah Dokter, saya paham maksud Anda, in shaa Allah saya akan berhati-hati, dan akan menjaga istri saya dengan baik," balas, Adnan yang sepertinya ia paham dengan perkataan sang Dokter.


"Syukurlah, baiklah ini saya berikan resep dan saya juga memberikan beberapa vitamin untuk sang Ibu, jangan lupa untuk diminumnya ya Tuan," jelas Sang Dokter lagi.


"Baik Dok, kalau begitu saya permisi dan terimakasih atas pemeriksaannya," ujar Adnan, sembari ia menggandeng tangan istrinya, lalu mereka pun meninggalkan ruangan spesialis kandungan tersebut.


"Hubby, tadi Dokter itu ngomong apa?" tanya Kirana yang memang pengetahuan bahasa Inggris hanya minim, yang ia tahu bagian dasarnya saja. Yaa itu karena ia tidak begitu menyukai pelajaran itu, yang menurutnya tak berarti, dan sekaranglah ia baru merasakan betapa menyesalnya ia karena sering mangkirnya dalam pelajaran itu.


"Tadi Dokter mengatakan, kamu harus banyak istirahat Sayang, jangan melakukan hal yang akan membuat kamu lelah. Jadi untuk beberapa hari ini kita jangan kemana-mana dulu ya? Agar kamu tidak kelelahan Sayang," jelas Adnan dengan lembut sembari ia masih menggandeng tangan istrinya, menuju ke hotel tempat mereka menginap.


"Tidak akan Sayang, nanti kalau kamu bosenkan bisa jalan-jalan disekitar hotelkan?"


"Hum, ya sudah kalau begitu," balas Kirana pasrah. "Tapi By, Sampai kapan Kana nggak boleh kemana-mananya?" tanyanya lagi.


"Sampai janin yang dikandungan kamu sudah kuat Sayang. Jadi kamu harus bersabar ya Sayang," jawab Adnan dengan lembut.


"Iya In shaa Allah Kana akan bersabar kok, demi sekecil yang ada di sini," ujar Kirana, sambil ia memegang perutnya yang masih datar itu.


Adnan tersenyum tipis saat mendengar perkataan Kirana, apalagi saat ia melihat Kirana, mengelus-elus perutnya yang masih rata itu.


"Alhamdulillah, sepertinya istri kecilku sudah semakin dewasa. Terimakasih ya Rabb, atas anugerah yang terindah ini, In shaa Allah aku akan menjaga amanah ini hingga nafas ini berakhir," Batin Adnan yang kemudian ia mengelus kepala Kirana penuh kasih sayang.

__ADS_1


Disaat Adnan dan kirana, sedang berjalan menuju ke kamar mereka, tiba-tiba seseorang memanggil nama lain Kirana dengan lantangnya.


"Woy! Tomboi!" teriak seorang wanita yang berada dibelakang Kirana dan Adnan, dengan spontan keduanya pun langsung menoleh kebelakang.


"Billa!" sentak Kirana saat melihat kesumber suara.


"Fadhil!' sentak Adnan juga, saat melihat pria yang berada dibelakang wanita yang memanggil Kirana.


"Aaah Tomboi gue kangen Lo!" jerit wanita itu yang ternyata Billa. Yang kemudian ia berlari dan langsung memeluk Kirana. Bukan hanya Billa saja yang ikut menjerit, Kirana pun seperti itu, keduanya berteriak, berjingkrak kesenangan, sudah seperti tidak bertemu bertahun-tahun.


Melihat istrinya ikut berjingkrak-jingkrak membuat Adnan menjadi khawatir, karena sepertinya istri kecilnya lupa kalau ia sedang hamil. Sehingga dengan sigap ia menarik tangan Kirana.


"Sayang, apa yang kamu lakukan!" katanya sambil ia menarik tangan Kirana, membuat pelukan mereka pun terlepas. Membuat Billa kaget.


"Eh, Pak Guru! Pelit banget sih, Sayakan masih kangen pak Guru!" kata Billa dengan memasang wajah sedihnya.


"Kangen-kangen! Apa harus berjingkrak-jingkrak seperti itu ya!" balas Adnan datar.


"Emangnya kenapa? Kami biasa kok seperti itu!" balas Billa, terlihat kesal.


"Kenapa? Karena Kana Sekarang sudah menjadi Calon Ibu!"


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.

__ADS_1


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏


__ADS_2