
Hari-hari telah berlalu.
Kirana juga sudah sekolah lagi seperti biasanya. Namun setiap jam Adnan mengajar Kirana selalu bolos. Dan Adnan tahu kalau Kirana melakukan itu karena ia tak ingin melihat Adnan dan ia juga tahu kalau istri kecilnya itu amat membenci dirinya.
Karena takut Kirana akan tidak lulus, akhirnya Adnan memilih untuk mengundurkan diri dari sekolah TB tersebut. Dan berencana mengikuti keinginan orang tuanya untuk meneruskan perusahaan milik orang tuanya. Untuk menjadi seorang CEO di salah satu perusahaan ternama.
"Wah.. sangat di sayangkan kalau Pak Adnan harus mengundurkan diri. Padahal Pak Adnan masih baru di sekolah BT inikan." ujar seorang Pria tua yang sedang duduk di belakang meja yang atasnya terdapat papan nama kecil yang bertuliskan kepsek Baskoro Winoto.
"Mau bagaimana lagi Pak Baskoro? saya juga sangat menyayanginya. Namun saya harus meneruskan usaha orang tua Pak, jadi mau tidak mau saya harus mengundurkan diri dari sekolah TB ini Pak" terang Adnan pada pria yang di panggil Baskoro.
"Oh begitu? Baiklah kalau begitu Pak, semoga Anda sukses dalam menjalankan usaha bapak ya" ucap Baskoro sambil mengulurkan tangannya pada Adnan.
"Terima kasih Pak! Kalau begitu sekalian saya permisi Pak." balas Adnan sambil menyambut uluran tangan Baskoro. Mereka pun saling berjabatan tangan.
"Silahkan Pak." Setelah mendapatkan balasan dari Baskoro. Adnan pun langsung meninggalkan ruangan Kepsek. Dan langsung melangkah pergi menuju ke tempat mobilnya terpakir. Dan langsung meninggalkan sekolah TB setelah menaiki mobilnya.
*********
Sementara di dalam kelas Kirana.
Terlihat di kelas itu sedang riuh karena guru mereka belum datang. Sehingga mereka terlihat bebas di dalam kelas mereka. Terlihat dari pintu kelas, seorang laki-laki dan seorang perempuan berpakaian seragam, memasuki kelas dengan tergesa-gesa. Mereka berdua menghampiri Kirana dan dua temannya yang terlihat sedang ngobrol di kursi yang berada di belakang.
"Weh...weh, Pak Guru Adnan sudah mengundurkan diri, uh nggak rela gue, kalau Pak Adnan pergi!" seru perempuan yang baru saja datang. Ia juga terlihat tersengal-sengal Karena mereka berjalan terburu-buru.
"Eh.. masa sih Rina? Nggak mungkin deh, karena tadi aku sempat lihat Pak Guru Adnan di kantor kepsek kok." balas temannya yang lain.
"Iya Billa, kalau nggak percaya tanya saja sama Ariya. Iyakan Ar?" kata yang namanya Rina. sambil menepuk pundak pria yang ada di sampingnya.
"Iya benar, tadi gue sama Rina ngelewatin ruang guru gitu, lalu kami melihat Pak Guru Adnan membawa barang-barangnya terus langsung pergi" sahut pria yang di panggil Arya. Membenarkan perkataan sahabatnya.
"Kalau benar kenapa dia nggak pamit sama kita-kita semua sih? Huh tega mah pak guru ninggalin kita begitu saja!" umpat Billa terlihat sedih dan kesal.
"Oh Nooo... idola gue pergi? Hiks.. tidak mungkin Pak Guru pergi. Huhuhu..Pak Guru Adnan mah tega ninggalin Yeni hiks.. kalau Yeni rindu gimana?" timpal cewek yang duduk di samping Billa, yang menyebut dirinya Yeni.
__ADS_1
"Ho'oh.. gue juga pasti kangen dengan ketampanan Pak Guru. Bakalan nggak ada lagi dong guru yang paling tampan di sekolah kita?" sela Rina memasang wajah sedihnya.
Disaat para teman-temannya merasa sedih karena pengunduran guru kesayangan mereka. Tiba-tiba Kirana menggebrak meja yang di depannya. Membuat teman-teman kaget bukan main.
"Woy! Berisik banget sih! Bisa nggak sih? Nggak bahas Guru killer menyebalkan itu hah?!" serunya terlihat kesal.
"Lo kenapa sih Boi? Benci banget sama Pak Guru Adnan?" tanya Billa heran.
"Tau nih! Hei Boi, hati-hati Lo kalau benci sama seseorang, karena bisa-bisa nanti Lo bucin loh." tegur Yeni mengingatkan Kirana.
"Betul itu, kadang bisa juga jadi jodoh. Karena tentang gue juga gitu, dia benci awalnya sekarang jadi cinta. Bahkan sekarang mereka jadi menikah berarti jodohkan." timpal Rina juga.
"Benar banget yang mereka katakan Boi." sambung Arya. "Bai, dialam agama juga di jelaskan kita tidak boleh cinta dan benci terlalu berlebihan. Perkataan itu juga di perkuat didalam sebuah hadits yang berbunyi..
Rasulullahu shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Cintailah orang yang kau cintai sekadarnya, bisa jadi suatu hari ia akan menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah orang yang kau benci sekadarnya bisa jadi suatu hari ia menjadi orang yang kau sayangiβ (HR.At-Tirmidzi) " jelasnya.
"Jadi jelaskan? Jadi gue saranin Lo jangan terlalu benci pada Pak Guru Adnan, karena bisa jadi rasa benci Lo berubah jadi Cinta" sambung Ariya lagi. Namun sepertinya Kirana tak menyukai nasehat para teman-temannya. Dan ia hanya membalasnya dengan memutarkan bola mata malasnya seraya berkata..
"Huh! Dasar si Tomboi! Susah banget di bilanginnya" gerutu Billa, terlihat geram melihat Kirana.
"Tau! Keras kepala banget dia mah!' celetuk Rina.
"Eh.. sudah-sudah, jangan berkata buruk. Walaupun bagaimana pun dia tetap teman kita. Ya sudah ayo kita susul dia ke kantin," tegur Ariya, yang di antara lima sekawan ia hanya dia seorang laki-laki. Ia juga orangnya paling bijak, hingga para keempat sahabatnya selalu menjulukinya sebagai Ustadz.
"Ya maaf..ya sudah ayo susul si Boi," ajak Billa yang akhirnya mereka berempat pun beranjak meninggalkan kelas mereka. Untuk menyusul Kirana yang katanya ke kantin. Setibanya mereka di kantin, ternyata yang di cari tidak ada.
"Lah mana tuh bocah? Katanya ke kantin, tapi kok nggak ada sih?" tanya Billa dengan mata yang masih mencari sekeliling kantin.
"Ya sudah biarkan sajalah, mungkin dia ingin sendiri dulu, ya sudah kita makan saja yuk, gue lapar nih," ajak Rina sambil menarik tangan Billa dan Yeni.
"Ya sudah ayo" balas Arya yang akhirnya ia mengikuti para teman ceweknya memasuki katin tersebut.
__ADS_1
*********
Sementara di sisi lain.
Kirana nampak kesal, sehingga ia berjalan menendangi apapun yang ada di dekat kakinya.
"Huh! Menikah artinya jodoh? Apaan nikah juga karena di paksa juga! Kalau bukan karena Bunda gue juga ogah nikah sama Guru killer itu!" gerutu Kirana di sepanjang jalannya, entah mau kemana.
"Pokoknya gue harus cari cara agar tuh Guru killer secepatnya menceraikan gue! Sebelum teman-teman gue tahu." gumamnya dengan kaki yang masih menedangi sebuah botol kosong bekas air mineral.
"Pokoknya gue nggak sudi jadi istrinya! Pergi sana Guru killer sok tampan!" teriak Kirana sembari ia menendang botol kosong tersebut dengan kuat sehingga botol itu melayang dan..
"Aduuh!!" pekik seorang pria, yang jaraknya lumayan tak begitu jauh dari Kirana.
Mendengar pekikan Pria itu Kirana tersentak kaget. "Mampus gue! Kenak orang lagi, sebelum dia lihat gue, sebaiknya gue kabur akh," kata Kirana bermaksud membalikkan tubuhnya. Namun laki-laki itu sudah menatap kearahnya.
"Woy! Bocah botol, Sini Lo! Kurang ajar banget Lo ya? Seenaknya aja kepala gue di lempar botol!" seru Pria itu terlihat sangat marah.
"Buset dah gue di panggil bocah botol!" gumam Kirana, sedikit kesal, tapi karena ia merasa yang salah akhirnya mengatupkan tangannya, seraya berkata, "Maaf Bang! Gue nggak sengaja! Ka-kabuuuur!" seru Kirana juga, yang setelah itu ia berlari tunggang langgang meninggalkan Pria itu yang masih mengomel-ngomel pada Kirana.
Bersambung...
Hai guys...Jangan lupa dukung author terus ya ππ₯° Kasih like, Vote dan komentarnya biar Author semangat untuk update lagi Oke ππ.
Oh iya, sambil nunggu author Update kepoin yuk Novel teman Author yang paling kece badai.
Phopo Nira kalian pasti tahu dong pemilik Novel Anak Kembar Sang Mafia π
Nah sekarang Author Phopo punya novel baru loh tuh lihat covernya aja kece π
__ADS_1
Yuk Akh cus kepoin yuk, di jamin ceritanya keren kokπ Jadi jangan lupa ya guys ππ. Syukron ππ₯°