
┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah🤍❀◆•✾••┈
Kesuksesan tidak akan berhasil tampa adanya perjuangan. Dan tidak akan ada perjuangan yang dilakukan tanpa rasa sakit. Namun kita harus percaya bahwa rasa sakit Itu hanya sesaat saja dan akan berganti kebahagiaan.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•
Adnan seketika ketawa terbahak-bahak saat ia melihat fotonya dengan seorang wanita, yang terlihat saling berangkulan di layar handphone, yang diberikan Kirana.
"Hahaha.. hahahaha.. hahaha.."
Melihat suaminya yang tak henti-hentinya tertawa, membuat Kirana semakin kesal. Bahkan ia langsung merebut handphone yang sedang dipegang Adnan.
"Huh! Menyebalkan! Tertawa saja sana sampai menjadi gila sekalian!" umpatnya kesal, lalu ia pun langsung bangkit dari duduknya, bermaksud hendak pergi, dalam keadaan yang terlihat sangat marah. Namun, dengan cepat Adnan langsung menarik tangannya, hingga ia pun terduduk di pangkuannya Adnan.
"Sayang kamu mau kemana hm?" bisik Adnan, membuat Kirana bergidik.
"Ukh.. iiss, lepaskan! Gue nggak sudi, tangan yang habis memeluk orang lain, menyentuh gue!" cetus Kirana, sambil ia berontak, hingga lingkaran tangan Adnan yang berada di pinggangnya Kirana langsung terlepas. Dan kembali lagi ia beranjak ingin pergi. Namun lagi-lagi Adnan menariknya lagi sambil ia tertawa lagi, karena melihat wajah Kirana terlihat lucu saat cemburu.
"Hahahaha, kamu tuh kalau sedang cemburu menggemaskan ya sayang?" ujar Adnan sambil mencubit gemas pipinya Kirana.
"Apaan sih Pak Guru? Nggak lucu tau! Iikh lepaskan saya!" balas Kirana, sambil berusaha kembali untuk melepaskan diri dari jeratan tangan Adnan.
__ADS_1
"Sayang, tenanglah dulu! Begini saja, kamu mau tidak, aku kenali dengan wanita itu, hm?" tanya Adnan.
"Nggak mau! Untuk apa saya kenal sama dia! Nggak penting banget dah!" ketus Kirana, sambil memutar bola mata malasnya.
Adnan tersenyum gemas melihat istrinya, Ia tahu, kalau sebenarnya istri begitu penasaran pada Wanita itu. Kalau tidak untuk apa ia sampai bolos dari sekolahnya, kalau tidak ingin mengetahui.
"Tapi aku sangat ingin mengenali kamu dengannya, ayo kita kesana!" kata Adnan yang kemudian ia bangkit dari duduknya, lalu ia langsung menarik tangan Kirana.
"Eh! Tapi saya tidak mau Pak! Saya tidak Sudi bertemu dengan selingkuhannya Pak Guru!" balas Kirana, yang terlihat ia berusaha sekali untuk melepaskan diri dari pegangan tangannya Adnan.
"Tidak boleh membantah! Kalau saya bilang ikut ya harus ikut!" tegas Adnan, masih menarik tangan istrinya. Dan disaat ia membuka pintu ruangannya, ternyata didepannya sudah ada Hani yang terlihat hendak mengetuk pintu dengan membawa kantongan plastik berisikan makanan. Ia nampak kaget saat melihat Adnan tiba-tiba membuka pintu ruangannya.
"Eh, Pak Adnan!" sentaknya dengan mata, yang langsung melirik ke Kirana juga. "Oh iya Pak, ini makanannya sudah sampai," lanjutnya lagi sembari ia menyerahkan kantongan plastik pada Adnan.
Setelah Hani menyingkir dari sana, Adnan kembali melanjutkan langkahnya. Dan masih menarik tangan istrinya, dan membawanya memasuki lift, yang sepertinya ia hendak turun. Hani yang melihat Kirana yang wajahnya terlihat jutek, membuat ia kesal. Apalagi melihat Adnan menjadi dingin padanya.
"Huh! Gara-gara perempuan jutek itu! Pak Adnan sekarang jadi berubah padaku! Padahal dulu Pak Adnan, selalu terlihat hangat padaku, sekarang jadi dingin! Ini semua pasti karena hasutannya! Pokoknya gue, bisa membuat Pak Adnan mencintaiku, agar gue bisa menyingkirkan gadis jutek itu!" gumam Hani, dengan tatapan yang masih mengarah ke pintu lift yang sudah tertutup itu.
"Siapa yang hendak kamu singkirkan hah?!" tanya seorang pria, yang sedang berdiri tepat di belakangnya Hani. Mendengar suara pria itu, seketika tubuh Hani kaku. Bahkan jantung dan nafasnya seakan ikut berhenti, setelah mendengar suara yang amat ia kenali itu.
"Kenapa kamu diam hah?! Dan mau sampai kapan kamu berdiri disitu, tanpa menghadap gue hah?! Cepat balikkan badan kamu!" bentak Pria. Membuat tubuh Hani tersentak kaget, dan dengan spontan ia pun membalikkan tubuhnya. Dengan wajah yang langsung ia tundukkan.
"Ma-maaf Pak Fa-fadhil, sa-saya.." ucap Hani, terdengar gagap. Dan dengan suara keras, Pria itu yang ternyata Fadhil langsung memotong perkataannya.
__ADS_1
"Cepat katakan! Siapa yang kamu ingin singkirkan hah?!"
"Ti-tidak Ada Pak!" jawab Hani, ikut bersuara kencang, namun terdengar bergetar.
"Baiklah kalau kamu tidak mau ngomong! Maka kamulah yang akan gue singkirkan!" seru, Fadhil, yang sebenarnya ia sudah mendengar semua perkataan Hani. Makanya ia terlihat begitu marah pada wanita itu.
"Jangan Pak! Tolong maafkan saya Pak, jangan pecat saya, karena saya tulang punggung keluarga saya Pak, kalau saya dipecat, bagaimana ibu dan adik saya Pak," ujar Hani, dengan suara bergetarnya. Ia juga terlihat begitu ketakutan.
"Sudah tahu begitu, tapi Kamu masih berulah hah?!" balas Fadhil dengan tatapan begitu sinis pada Hani.
"Maaf Pak! Tolong maafkan saya Pak, tolong jangan pecat saya!" pinta Hani, sambil ia mengatupkan kedua tangannya. Terlihat ia begitu memohon sekali pada Fadhil.
"Baiklah karena saya bukan orang yang kejam! Maka saya beri kamu satu kesempatan lagi! Tapi ingat, kalau kamu berulah lagi, aku bukan hanya memecat kamu saja! Tetapi aku akan masukkan kamu ke blacklist hingga kamu, tidak akan pernah diterima di perusahaan manapun! Jadi camkan itu!" pungkas Fadhil yang kemudian ia pun langsung berlalu meninggalkan Hani, yang masih menundukan wajahnya.
Setelah Fadhil mulai sedikit menjauh, ia pun mengangkat kepalanya dengan mata yang masih memandang kepergian Fadhil dengan tatapannya yang terlihat begitu sinis.
"Cih! Sombong sekali kau! Mau menyingkirkan gue hah?! Jangan mimpi Lo! Karena sebelum lo menyingkirkan gue! Guelah yang akan menyingkirkan Lo terlebih dahulu! Jadi berhati-hatilah Lo dari sekarang!" batin Hani.
┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰
Jangan pelit dong untuk Bonusin Author dengan VOTE nya. Biar Author semakin semangat nih 🥺
__ADS_1
dan berikan LIKE , seta Hadiahnya juga ya 😁😁 dan jangan lupa juga KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏