KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
BILLA SAYANG DAN CINTA KAK ADHIL.


__ADS_3

═══❉্͜͡💓 Mutiara Hikmah.💓❉্͜͡═══*


"Bukan kemewahan yang akan membuatmu bahagia. Tapi, kesederhanaan yang akan membuatmu tampak istimewa."


"Bukan bahagia yang menjadikan kita bersyukur, tetapi dengan bersyukur akan menjadikan hidup kita bahagia."


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•═══════•❉্᭄͜͡💕❉্᭄͜͡•═══════•


"Huh! Siapa juga yang ngambek! Billa juga nggak nyuruh Kak Adhil cemaskan Billakan! Lagian kalau memang perkerjaan itu lebih penting, ngapain kesin...uhmm umm..!"


Belum lagi Billa menyelesaikan perkataannya, Fadhil langsung menarik tubuh Billa, yang terlihat ingin menjauh darinya. Lalu ia pun membungkam mulutnya, dengan bibir. Membuat mata Billa membulat, karena kaget.


"Uumm! Uhmm..!" protes Billa, karena Fadhil yang menyerangnya secara mendadak. "Aakh! Apaan sih kak Adhil! Main cium seenaknya aja sih!" protesnya lagi, setelah Fadhil melepaskan tautannya.


"Kenapa emangnya? Nggak boleh yaa seorang suami mencium istrinya sendiri, hm?" tanya Fadhil, sembari ia tersenyum gemas, karena melihat wajah Billa, yang terlihat kesal pada dirinya.


"Auu akh! Sana pergi saja kekantor, bukankah kak Adhil lebih menyayangi perkerjaannya dari pada Billakan? Jadi ya sudah sana pergi! Sekalian saja nikahin tuh perkerjaannya!" cetus Billa, membuat Fadhil kaget saat mendengarnya.


"Hah! Kamu kok berpikirnya seperti itu sih Sayang?" tanya Fadhil terlihat sedikit sedih ketika mendengar perkataan istrinya.


"Kenapa emangnya salah ya? Udah akh terserah! Pokoknya Billa nggak mau tahu lagi! Sekarang lebih baik Kak Adhil pergi dari sini!" seru Billa yang semakin terlihat kesal melihat suaminya.

__ADS_1


"Kalau kak Adhil nggak mau pergi gimana hm?" tanya Fadhil yang sepertinya ia tak memperdulikan perkataan istrinya.


"Ya sudah kalau begitu Billa yang pergi!" balasnya masih ketus, sambil ia bermaksud ingin bangkit dari tidurnya.


Melihat istrinya ingin bangkit Fadhil, dengan cepat meraih pinggangnya Billa. Sehingga membuat Billa kembali tertidur disisinya. Dan ia pun langsung memeluk istrinya itu dan bahkan ia menciumi wajah Billa dengan gemas.


"Sayang, maafin Kak Adhil dong sayang. Banyaknya pekerjaan kak Adhil juga karena membantu Adnan, yang saat ini sedang menunggu sahabat kamukan? Bukankah kamu pernah bilang, bila kita membantu orang lain itu adalah perbuatan yang mulia? Nah makanya itu kak Adhil membantu Adnan, Sayang," tutur Fadhil dengan tatapan yang terlihat lembut pada Billa.


"Ayoolah Sayang, jangan marah lagi, Kak Adhil sedih kalau kamu seperti ini, jadi please maafin Kak Adhil ya," lanjut Fadhil lagi, sembari ia membenarkan anak-anak rambut Billa, yang menyasar diwajah putih istri kecilnya itu.


Mendengar penuturan suaminya yang begitu lembut, membuat hati Billa akhirnya luluh. "Iya udah Billa maafi kok," balasnya terdengar lirih.


"Alhamdulillah, Terimakasih sayang, Kak Adhil semakin sayaaang banget deh, sana kamu! cup..cup..cup..cup.." ucap Fadhil, sembari ia menciumi istrinya.


" Masa sih geli? Kok Kak Adhil nggak terasa yaa?" goda, Fadhil yang kemudian ia kembali menciumi wajah istrinya kembali, sembari ia menggosok-gosok kumis tipisnya membuat Billa, semakin kegelian sehingga akhirnya ia tertawa keukel.


"Hahahaha, geliii Kak! Hahahaha.." teriak Billa, dengan dibarengi dengan tawa keukelnya.


"Nggak terasa kok Sayang," goda Fadhil lagi, karena takut istrinya kecapean, akhirnya Fadhil menghentikan aksi menciumi wajah Billa. Lalu ia memandang lekat wajah istrinya yang terlihat sudah memerah akibat aksi jahilnya tadi, seraya ia mengelus pipinya dengan jari jempolnya.


"Sayang, Kak Adhil sangat bersyukur sekali, memiliki kamu, walaupun pertemuan kita hanya singkat, namun kamu mampu mengisi kekosongan hatiku selama ini. Bagiku kamu seperti lentera yang selalu menerangi hatiku Sayang," ujar Fadhil, masih menatap wajah istrinya dengan lembut, sembari tangannya terus menerus mengelus pipinya yang mulus.


"Kamu tahu Sayang, selama aku sibuk beberapa hari kemarin, hatiku seakan kosong. Sehingga rasanya aku ingin marah saja pada siapapun yang aku temui. Waktu itu sebenarnya aku ingin sekali menyapamu tiap harinya. Namun aku tak tega saat aku pulang kamu sudah tertidur. Aku juga tidak sampai hati ingin membangunkan kamu saat aku ingin pergi kerja. Tapi itu malah menjadikan kamu salah fahamkan?" katanya lagi.

__ADS_1


Mendengar perjelasan Suaminya, Billa jadi merasa bersalah. "Iya sih, habis, Billa merasa Kak Adhil seperti lebih menyayangi perkerjaannya. Sampai-sampai kakak, nggak ingat jadwal periksanya Billa," keluhnya, membuat Fadhil juga merasa bersalah.


"Maaf sayang, kakak nggak sengaja melupakannya. Tapi itu bukan berarti Kak Adhil tidak menyayangi kamu, Sayang. Jadi jangan pernah berpikir kalau kakak tidak menyayangimu lagi ya. Justru sekarang Sayang dan cinta kak Adhil pada kamu, melebihi dari segalanya, kamu adalah hidupku, jiwaku,Sayang?" kata Fadhil lagi, yang kali ini ia menyatukan dahinya ke dahi Billa.


Mendengar perkataan suaminya, membuat Billa, begitu bahagia. "Humm... Kak Adhil.. Billa juga menyayangi serta mencintaimu Kak," ucapnya langsung mempererat pelukannya, dan langsung menyembunyikan wajahnya didada bidang suaminya.


Mendengar pernyataan istrinya, Fadhil tersenyum senang, karena itu adalah pernyataan istrinya untuk pertama kalinya. Sehingga rasanya ia ingin mendengarnya sekali lagi. "Apa Sayang? Kamu ngomong apa tadi Sayang? Kakak tidak mendengarnya tadi," alasannya, yang sebenarnya ingin Billa mengungkapkan kembali perasaannya.


"Eh, Billa nggak ngomong apa-apa kok Kak," dalih Billa terlihat malu.


"Ayoo dong, kamu ngomong apa tadi? Kak Adhil ingin mendengarnya Sayang," pinta Fadhil, semabri ia memegang wajah Billa agar melihat dirinya. Membuat wajah Billa semakin memerah malu. "Katakanlah Sayang, Kak Adhil ingin mendengarnya sekali lagi," pintanya lagi begitu berharap, membuat Billa, nggak sampai hati untuk menolaknya.


"Hum.. Billa, Sayang dan Cinta kak Adhil juga," balas Billa, yang terlihat ia membalikkan tatapan matanya Fadhil. Membuat Fadhil semakin senang ia pun langsung meraih bibir ranumnya Billa, serta menikmatinya sesaat lalu ia kembali menatap wajah istrinya.


"Kak Adhil juga Sayang, Kak Adhil juga sangat-sangaaat mencintai dan menyayangi kamu sayang," ucapnya yang kemudian ia kembali meraih bibir Billa, yang sudah menjadi candunya itu.


Terpancar jelas dari wajah Keduanya, Betapa mereka sangat bahagia. Kebahagiaan mereka, selalu menghiasi didalam kehidupan rumah tangga mereka, karena...


"Bahagia itu sederhana, sesederhana hari-hari yang kita lalui bersama dengan orang terkasih, yang terbalut dalam rasa semesta, cinta."


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys..🙏🥰 Bonusin author dong dengan VOTEnya, jangan pelit yaa😉 dan jangan lupa juga ya berikan LIKE, Hadiah, Bintang 🌟 serta komentarnya ya guys Biar novel ini bisa bersinar 😉 Oke guys 🥰 Syukron 🥰😘.

__ADS_1


__ADS_2