
┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah.🤍❀◆•✾••┈
JANGAN MENGELUH
Jangan kita keluhkan masalah yang menimpa.
Karena segala sesuatunya ada sebab dan ada hikmahnya. Ajarkan diri kita agar menjadi seorang yang sabar dan meridhai ketentuan-Nya.
Ingatlah, setiap manusia mempunyai bahagia mereka sendiri. Baik yang susah ataupun yang senang.
Maka dari itu.
Hadirkanlah Allah, didalam kehidupan kita.
*اَلّٰلهُمَّ صَلِّ عَلَی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَی آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ﷺ*
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
••┈••✾•◆❀◆•✾••┈•🤍•┈••✾•◆❀◆•✾••┈••
Di kediaman Rizwan.
Semenjak istri kecilnya, hamil dan mempunyai kebiasaan memakan yang banyak. Membuat Adnan, selalu khawatir. Jadi saat ini ia ingin meminta izin tinggal bersama keluarganya. Karena sudah pasti, Ibunya akan lebih memahami, tentang wanita hamil. Apalagi saat ini Kirana yang sedang mengandung tiga bayi.
"Mah, Pah, Kana saat ini sedang Hamil," ucap Adnan, saat mereka sudah berada di rumah keluarganya.
Mendengar perkataan Adnan, Rizwan dan Sari, terlihat begitu senang. "Alhamdulillah, selamat ya Nak, Mama sangat senang mendengarnya," ucap Sari yang langsung menghampiri Kirana dan langsung memeluknya.
"Selamat ya Nak, akhirnya kamu akan menjadi Ibu juga," ucapnya didalam pelukannya, yang kemudian ia juga memberikan kecupan lembut pada dahi menantunya itu.
__ADS_1
"Terimakasih Mah, selamat juga sama Mama, kan sebentar lagi mau punya cucu tiga," balas Kirana, sembari ia mengedipkan sebelah matanya. Membuat mata Sari langsung membulat, terlihat kaget mendengar perkataan Kirana.
"Hah! Tiga? Apa Mama tidak salah dengar Nak?" tanya Sari, yang terlihat belum mempercayai perkatanya Kirana.
"Iya Mah, benar yang dikatakan Kana, saat ini ia sedang mengandung tiga janin Mah," timpal Adnan, membuat Rizwan yang mendengarnya ikut senang.
"Ma shaa Allah, kamu hebat Nak, bisa mencetak sekali tiga!," sela Rizwan terlihat Antusias.
"Eh, Papa ngomong apa sih? Mencetak? Emang anak Adnan kue apa di cetak?" tegur Adnan, terlihat tidak senang dengan perkataan Papanya.
"Hehehe, ya Maaf, tapi Papa bangga sama kamu Nak. Selamat ya Nak Akhirnya, kamu akan menjadi seorang Ayah," ucap Rizwan, sembari ia memeluk Anak sulungnya itu.
"Terimakasih Pah, Selamat juga buat Papa, yang sebentar lagi akan menjadi Kakek," balas Adnan membalas pelukan sang Ayah.
"Terimakasih Nak, Terimakasih sudah memberikan kebahagiaan untuk kami Nak," ucap Rizwan, penuh Rasa syukur.
"Sudah selesai belum By, Pah, acara pelukannya?" timpal Kirana, membuat Adnan dan Rizwan langsung menoleh kearah Kirana.
"Eh, Emangnya kenapa Nak?" balas Rizwan, terlihat penasaran.
"Kana sudah lapar nih! Kapan acara acara selamat dan pelukannya selesai sih Pah?" tanya Kirana, dengan wajah yang terlihat polos. Membuat Adnan dan Rizwan saling berpandangan, dan tak berapa lama mereka semua pun tertawa lucu melihat tingkah Kirana.
"Hahahaha, kamu polos banget sih Nak? Ya sudah, ayo kita ganti acaranya. Mah, ajak menantu kamu tuh keruang makan, sepertinya cucu-cucu kamu yang ada di perut Kana sudah kelaparan," ujar Rizwan, meminta istrinya untuk membawa Kirana keruang makan.
"Hahahaha, iya Pah, ya sudah ayo Nak, kita keruang makan," ajak Sari sembari ia menggandeng tangan Kirana, dan membawanya ke ruang makan.
Setelah Sari dan Kirana, pergi Adnan langsung menahan tangan Sang Papa, ketika ia mau mengikuti para wanita yang sudah pergi terlebih dahulu.
"Pah sebentar, Adnan mau ngomong sesuatu pada Papa," ujar Adnan sembari menahan tangan Papanya.
__ADS_1
"Mau ngomong apa Nak? Katakanlah?" balas Rizwan, yang akhirnya ia kembali duduk.
"Pah, semenjak Kana Hamil, ia sedikit berbeda Pah, terutama makannya," ujar Adnan, yang terlihat ada kekhawatiran di wajahnya.
"Emangnya makannya kenapa Nak?" tanya Rizwan yang akhirnya ia penasaran pada pembicaraannya Adnan.
"Seperti Papa lihat tadi, sekarang Kana tidak bisa menahan lapar Pah, padahal sebelum kemari ia sudah menghabiskan tiga piring nasi goreng, dan selang satu jam ia akan merasa lapar lagi, Adnan jadi khawatir Pah. Apa tidak apa-apa bagi, dia dan janinnya, yang suka makan berlebihan seperti itu Pah?"
Mendengar, perkataan anaknya, Rizwan pun tersenyum lembut pada Adnan. "Nak, in shaa Allah bagi Wanita yang hamil sedikit aneh, itu tidak apa-apa Nak, karena itu bukan kemauan dirinya. Jadi kamu tidak perlu khawatir. In shaa Allah istri dan anak kamu pasti akan baik-baik saja Nak," jelasnya sembari menepuk pundaknya Adnan.
"Benaran Pah, nggak papa?" tanya Adnan terlihat ragu, akan penjelasan sang Ayah.
"Benar Nak, itulah yang disebut masa ngidam. Setiap wanita hamil akan mengalaminya Nak. Asal kamu tahu, Mama kamu saat ngidam kamu juga seperti itu, bahkan ngidamnya Mama kamu, lebih aneh-aneh Nak. Tapi karena Papa tahu itu bukan kemauannya sendiri, Papa jadi memakluminya. Bahkan Papa jadi merasa kasihan sama Mama. Makanya kamu harus ekstra bersabar ya dalam situasi ini, itu saja kok kuncinya" jelas Rizwan, sedikit menasehati anaknya.
"Baiklah Pah, Sekarang Adnan paham, Oh iya Pah, boleh nggak, Adnan dan Kana, untuk sementara waktu tinggal disini? Kan Papa tahu sendiri Adnan belum berpengalaman dan lagian Adnan nggak tega ninggalin Kana sendiri dirumah saat Adnan kerja Pah. Kalau disinikan ada Mama, sudah Pasti Mama lebih pahamkan menghadapi orang hamil," ujar Adnan, yang akhirnya ia mengungkapkan keinginannya.
"Boleh dong Nak, Papa malah senang, kalau kalian tinggal disini. Apalagi Mama, sudah pasti dia amat senang karena ada yang menemaninyakan?"
"Alhamdulillah, terimakasih ya Pah," ucap Adnan terlihat senang.
"Sama-sama Nak, ya sudah ayo sekarang kita makan. Nanti kalau terlambat dihabisin Kana lagi," ajak Rizwan sembari ia bangkit dari duduknya.
"Eh, Papa bisa aja deh, ini baru awalnya loh Pah. Jadi siap-siap aja, karena setelah ini Papa akan berebutan makanan sama Kana, hahahaha," ujar Adnan sembari ia melangkahkan kakinya sambil terkekeh.
"Hah..?"
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys..🙏🥰 Bonusin author dong dengan VOTEnya, jangan pelit yaa😉 dan jangan lupa juga ya berikan LIKE, Hadiah, Bintang 🌟 serta komentarnya ya guys Biar novel ini bisa bersinar 😉 Oke guys 🥰 Syukron 🥰😘.
__ADS_1