KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
SURPRISE.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah🤍❀◆•✾••┈


"Rencana Allah itu layaknya sebuah film.


Semua cerita baik dan buruk di rancang dengan baik untuk sebuah akhir yang bahagia. Semoga kita bisa selalu bersyukur atas segala apa saja nikmat yang Allah sudah berikan dan akan yang di berikan hari ini, dan nanti."


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


Satu jam setelah Adnan dan Kirana bersiap-siap. Kini keduanya sudah terlihat rapih dengan Kirana yang memakai gamis berwarna putih, dengan hijab yang berwarna pink Beby, sedangkan Adnan, memakai jas berwarna senada dengan gamisnya Kirana yang berwarna putih. Karena ia sengaja ingin terlihat sama dengan istrinya.


"Apakah Nyonya Adnan sudah siap? Kalau sudah siap mari kita pergi Nyonya," tanya Adnan, sembari ia menekukkan sedikit siku lengannya, mengharap sang Istri, menggandengkan tangannya.


"Alhamdulillah, sudah siap Tuan," balas Kirana sembari, ia melingkarkan tangannya, kelengan suaminya.


"Syukurlah, mari Nyonya kita jalan," ajak Adnan.


"Mari Tuan," balas Kirana mengimbangi permainan suaminya. Lalu keduanya pun melangkah pergi meninggalkan kamar mereka.


Adnan dan Kirana berjalan dengan gaya ala Nyonya dan Tuan besar, membuat para pembantu mereka yang menyaksikan jalan keduanya, ikut tersenyum, melihat majikannya yang terlihat harmonis. Mereka terus berjalan dengan gaya seperti itu. Sampai mereka berhenti tepat didepan mobil Mercedes Benz hitam milik Adnan. Yang disamping sudah ada Fadhil, yang terlihat sudah membukakan pintu mobilnya untuk mereka.


"Silakan masuk Nyonya!" ujar Adnan, sambil merentangkan tangannya, mempersilahkan istrinya untuk masuk mobil terlebih dahulu.


"Terimakasih Tuan," ucap Kirana, sambil memberikan senyuman manis pada suaminya, lalu ia pun memasuki mobil Mercedes Benz tersebut. Dan diikuti Adnan yang kemudian duduk disampingnya Kirana.


"Jalankan mobilnya Fadhil!" titah Adnan pada asistennya tersebut.


"Baik Tuan!" balas Fadhil, yang sepertinya ia mengikuti alur drama yang diciptakan oleh Adnan. Dan tak berapa lama Fadhil pun mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Mobil meluncur begitu tenang, ditambah lagi Fadhil menyetel musik klasik yang terdengar begitu romantis. Membuat Adnan dan Kirana saling pandang seraya keduanya saling memberikan senyuman manis mereka. Namun Kirana terlihat sedikit salah tingkah saat suaminya, terus memandanginya.


"Hem..! Sebenarnya kita mau kemana sih Pak?" tanya Kirana mengalihkan rasa canggungnya karena mendapatkan tatapan, begitu intens dari suaminya.


"Menurut kamu emang kita mau kemana Kana?" tanya Adnan kembali.


"Lah, kok malah tanya Kana sih Pak? Ya Mana Kana tahulah!" balas Kirana terlihat menjadi kesal.


"Ya sudah kalau begitu, sebaiknya kamu nurut aja kemana mobil ini berhentinya,"


"Tapikan Kana penasaran Pak, Kasih tahu dong Pak Guru?" protes Kirana yang terlihat begitu penasaran.


"Rahasia dong Kana, kalau dikasih tahu, namanya bukan suprise dong sayang," balas Adnan terlihat santai.


"Huh! Pak Guru pelit!" cetus Kirana, sembari ia melipatkan kedua tangannya kebawah dadanya. Dengan memasang wajah cemberutnya.


"Humm.. yakin bilang Mas pelit hm? Paling nanti kamu juga akan nyiumin Mas, setelah ini," ujar Adnan penuh percaya diri.


"Cih! Pede banget sih Pak Guru! Ogah banget nyiumin Pak Guru!" balas Kirana ketus.


"Humm... yakiiin nggak mau cium Mas hm?" goda Adnan sembari menaik turunkan alisnya.


"Yakinlah!" cetus Kirana singkat.


"Hmm.. Oke kita lihat saja nanti," ujar Adnan penuh percaya diri. Dan disaat bersamaan, mobil yang membawa mereka memasuki area perhotelan bintang lima. Membuat Kirana mengerenyit saat mobil berhenti tepat didepan pintu lobiy hotel.


"Eh, mau ngapain kita kesini Pak?" tanya Kirana, terlihat tidak senang.

__ADS_1


"Menurut kamu ngapain hm? Sudah jangan banyak tanya, ayo kita turun," ujar Adnan, sembari ia turun dari mobilnya.


"Nggak mau ah Pak, nanti kalau dilihat teman-teman Kana bisa berabe dah," balas Kirana, yang terlihat enggan turun dari mobilnya.


"Emangnya kenapa kalau dilihat teman-teman kamu hm?" tanya Adnan terlihat penasaran.


"Ya gawat Pak! Nanti yang ada Kana akan digosipin suka keluar masuk hotel sama Om-Om lagi," jawab Kirana dengan wajah terlihat polos.


Mendekati kata Om-om, dahi Adnan langsung mengerenyit. "Apakah Mas dimata kamu terlihat Om-Om, Kana?" tanyanya dengan wajah datarnya.


"Yaa kan emang fakta Pak, kalau pak guru itu udah tua, sudah seperti Om-Omkan? Umur kita saja berjarak sepuluh tahunkan?" jawab kirana polos, membuat Adnan semakin geram padanya.


"Haiiis! Sabar Adnan, jangan marah! Bisa-bisa kamu akan merusak suprise yang sudah kamu persiapkan. Lagian yang dikatakannya benar, kalau umur kamu sudahlah tua," batin Adnan, yang terlihat ia menahan kekesalannya.


"Oke, terserah apa kamu saja! Sekarang kamu mau turun sendiri, atau Mas yang akan menurunkan kamu, dan menggendong kamu masuk, hm?" tanya Adnan datar.


"Iiis, Kana nggak mau dua-duanya Pak!" cetus Kirana.


"Baiklah, itu berarti kamu minta digendongkan?" ujar Adnan, yang terlihat sudah bersiap-siap Ingin menggendong Kirana.


"Tidak-tidak, Kana turun sendiri!" seru Kirana yang kemudian ia pun turun dari mobilnya.


"Bagus! Sekarang ayo ikut Mas!" ajak Adnan tegas, yang kemudian ia pun menggandeng tangan istrinya, memasuki hotel tersebut.


Adnan terus menggandeng istri kecilnya, tanpa ingin berbicara lagi. Karena hatinya masih sedikit kesal setelah mendengar perkataan Kirana yang mengatakan dirinya sudah tua. Melihat wajah suaminya yang terlihat berbeda, membuat Kirana sedikit takut. Alhasil ia hanya bisa pasrah mengikuti langkah suaminya. Hingga langkah mereka berhenti di sebuah pintu, yang tertutup.


"Sekarang kamu buka pintu itu!" titah Adnan datar.


"Baik Pak," balas Kirana yang kemudian ia pun langsung membuka pintu tersebut.


"SURPRISE!!" teriak orang-orang yang berada di dalam, yang terlihat begitu ramai. Membuat Kirana amat kaget. Lalu mereka semua langsung menyanyi Alfa mabruuk.


Mabruuk alfa mabruuk ‘alaika mabruuk


Mabruuk alfa mabruuk ‘alaika mabruuk


Advertisement


Selamat hari milad


Semoga dapat rohmat


Dari Allahu Ahad


Hingga hidup selamat


Mabruuk alfa mabruuk ‘alaika mabruuk


Mabruuk alfa mabruuk ‘alaika mabruuk


Selamat ulang tahun


Semoga berkah turun


Dari Allah Pengampun


Sehingga hidup rukun

__ADS_1


Mabruuk alfa mabruuk ‘alaika mabruuk


Mabruuk alfa mabruuk yawm miiladik mabruu


Aamin aamin aamin aamin


Allah Robbul A'lamin.


Setelah selesai bernyanyi, mereka semuanya pun mengucapkan doa serta selamat buat Kirana, yang saat ini ia terlihat begitu terharu.


"Yaumil millad Sayang, barakallah fii umriik, semoga bertambahnya umur kamu, maka akan semakin dewasa, dan akan menjadi istri yang shalihah buat Mas ya Sayang?" ucap Adnan, sembari memeluk istrinya, lalu ia juga memberikan kecupan lembut pada dahinya Kirana.


"Aamiin ya Allah, terimakasih Pak Guru," ucap Kirana haru, yang kemudian tanpa sadar ia mengecup pipi suaminya, sebagai ungkapan terima kasihnya.


"Yaumil millad Sayang, barakallah fii umriik," ucap seorang wanita yang langsung memeluk Kirana.


"Terimakasih Mamah," balas Kirana begitu haru, hingga tanpa terasa air matanya mengalir begitu saja. Karena selama hidupnya ia belum pernah mengadakan acara ulang tahun seperti sekarang ini.


"Yaumil millad Sayang barakallah fii umriik," ucap seorang pria paruh baya, yang kemudian memberikan kecupan lembut pada dahinya Kirana.


"Terimakasih Papa," ucap Kirana, yang terlihat senang. Apalagi saat melihat sekitar, yang ternyata bukan hanya Keluarganya Adnan saja yang memberikan ucapan doa selamat. Semua sahabatnya ikut hadir. Membuat ia terlihat begitu Bahagia.


"Kana ini Hadiah dari Papa dan Mama," ujar Rizwan sembari menyerahkan sebuah amplop berwarna putih.


"Apa ini Mah, Pah?" tanya Kirana penasaran.


"Di buka dong Nak" ujar Sang Mama. Dan Kirana langsung membuka. Yang ternyata didalamnya berisikan tiket pesawat bertujuan Mekkah serta sebuah faucer hotel. dan juga sebuah surat kecil yang bertuliskan.


"Selamat menjalani Honeymoon. Plus Ummroh"


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Assalamu'alaikum para Readers kesayanganku.


Dibulan suci ini Author melaunching Novel baru. Dan ini kisah nyata. Yang isinya bukan menceritakan seorang CEO. Namun cerita ini real menceritakan cinta dan perjuangan seorang ibu.


Agar para Readers penasaran author berikan sinopsis Novelnya Ya 😉



♥️ SAYANG BUNDA HINGGA AKHIRAT ♥️


Mengisahkan tentang kasih sayang seorang ibu.


Karena melihat perkembangan jaman yang semakin mengerikan, Arizma bertekad ingin menyekolahkan semua anaknya di pondok pesantren, namun keinginannya di tentang oleh keluarganya yang mengatakan kalau Arizma tidak menyayangi anak-anaknya.


Namun ia tak perduli, baginya yang penting adalah anaknya terselamatkan dari kegilaan maksiat yang semakin merajalela dan tak pandang bulu itu. Dan Arizma terus berjuang melakukan pekerjaan apapun untuk ke tiga anak-anaknya.


Namun ia begitu sedih saat sang anak mengatakan "Bunda tidak menyayangi kamikan?, Makanya Bunda ingin menjauhi kami dari Bunda, iyakan Bunda?." ujar Dinda yang perkataannya membuat hati Arizma begitu sedih.


Namun seiringnya waktu berjalan anak-anaknya Akhirnya paham, dan akhirnya mereka sendiri yang mengatakan, bahwa sayang dan cintanya Bunda kepada kami ternyata hingga Akhirat.


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈


Bagaimana kisah kehidupan keluarga Arizma? Ikuti Author terus ya guys, dan juga jangan lupa berikan Like, Vote, Hadiah, Bintang dan komentar. Dan semoga dalam kisah ini membawa manfaat bagi para Ibu yang mencintai anak-anaknya Aamiin. Oke guys ikutin Author terus ya 🙏🥰

__ADS_1


Syukron 🥰🙏


__ADS_2