
┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah.🤍❀◆•✾••┈
"Ketahuilah, agar kita benar-benar mendapatkan manfaat yang kita berikan kepada orang lain, kita harus ikhlas, karena ikhlas adalah salah satu kunci diterimanya amalan kita.
Dan hanya amalan yang diterima Allah Jalla fii ‘Ulaah yang akan memberikan manfaat kepada kita baik di dunia maupun di akhirat kelak."
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
••┈••✾•◆❀◆•✾••┈•🤍•┈••✾•◆❀◆•✾••┈••
Keesokan harinya, di kamar Fadhil dan Bila.
Jam lima tiga puluh pagi, nampak Billa menggeliatkan tubuhnya. Karena sudah pasti ia akan terbangun dijam segitu, untuk memenuhi kewajibannya terhadap Rabb-nya. Namun sebelum ia membuka matanya, ia merasakan tubuh seperti remuk redam.
"Ugh.. tubuhku.." gumamnya, dengan mata yang masih tertutup. Hingga tangannya memegang sesuatu yang keras yang sedang melingkar di bagian pinggangnya. Dengan spontan ia pun membuka matanya dan betapa kagetnya Billa, karena yang pertama kali ia lihat adalah Wajah Fadhil.
"Eh, Pak Fadhil! Kenapa Dia disini?" sentaknya. Namun saat ia melihat bibir Fadhil yang terlihat bengkak, seketika ingatannya tentang pertempuran panas mereka berdua berputar kembali. Membuat jantungnya kembali berdetak kencang. Ada perasaan malu yang menyelimuti dirinya, saat ia melihat tubuhnya yang ternyata, tak memakai apapun, hanya selimut sajalah yang menempel di tubuhnya.
"Eh, Mengapa gue nggak pakai apa-apa? Sebaiknya aku ke kamar nanti keburu Pak Fadhil bangun!" gumam Billa, yang kemudian ia menarik selimutnya, untuk menutupi tubuhnya yang polos.
Lalu Billa bermaksud bergegas ke kamar mandi, karena ia takut kalau-kalau Fadhil terbangun. Dan ia akan bingung harus bersikap apa padanya. Namun baru selangkah ia berjalan, tanpa sadar mulutnya mengeluarkan suara pekikan.
"Aakh! Aaaw..!"
__ADS_1
Mendengar Billa Terpekik, Fadhil spontan membuka matanya, dan langsung menatap, Billa yang terlihat, sedang membungkuk tubuhnya, seperti sedang menahan rasa sakit. Dengan spontan ia pun menghampirinya istri kecilnya.
"Ada apa Billa? Kamu kenapa?" tanya Fadhil terlihat cemas.
"Anu Pak.. sa-saya, saya tidak bisa jalan hiks...hiks.. sakiiit.." balas Billa, dengan air mata, yang sudah mengalir deras ke pipinya.
"Ooh, maaf ya, gara-gara saya kamu jadi sakit. Ya sudah, sini saya gendong ya," kata Fadhil, yang kemudian tanpa menunggu jawaban dari Billa ia langsung menggendong istri kecilnya.
"Aakh.." Billa yang merasa tak berdaya, akhirnya pasrah, dan membiarkan suaminya menggendong tubuh dan langsung membawanya ke kamar mandi. Setibanya di kamar mandi.
"Berendamlah dengan air hangat ya, biar rasa sakitnya sedikit mereda oke," kata Fadhil, sembari ia menurunkan tubuh mungil Billa. Setelah ia pun langsung mengisi bathtubnya dengan air hangat. Setelah Bathtub, terisi air.
"Bukalah selimut kamu, apa kamu bisa masuk sendirikah?" tanyanya sambil ia bermaksud membuka selimut yang membungkus tubuh Billa.
"Kenapa malu yaa? Mengapa harus malu? Lagian, bagian mana yang belum aku lihat hm?" balas Fadhil, sedikit berbisik d kalimat terakhirnya, seraya ia mendekati wajahnya ke wajahnya Billa.
Dengan spontan, wajah Billa memerah, sudah pasti menahan malu. "Eh apaan sih Kak, sana akh, Billa mau mandi sendiri!" katanya sambil kedua tangannya mendorong tubuh Fadhil, hingga ia lupa kalau selimutnya tidak ia kaitkan. Alhasil selimut pun melorot, ditambah lagi kakinya menyangkut di selimut tersebut. Membuat tubuhnya kehilangan keseimbangannya dan..
"Kyaaaaa!"
Melihat istrinya yang hendak terjatuh, dengan sigap Fadhil langsung menangkap tubuh Billa. Namun karena kaki memijak selimut Billa, membuat ia pun kehilangan keseimbangannya juga. Alhasil keduanya masuk kedalam bathtub yang telah berisikan air hangat.
"Aakh.." pekik Fadhil yang masih memeluk istrinya dan
BYUUUUR...
__ADS_1
"Aaakh! Ini gara-gara Kak Fadhil!" kata Billa terlihat kesal, sambil ia memukul dada bidang suaminya, yang kebetulan Fadhil memang hanya memakai celana pendek saja.
"Loh kok gara-gara saya sih? Lagian seharusnya kamu tuh bersyukur, saya tangkap jadi kamu tidak jatuh sendirikan? Lagian ini pasti pertanda kalau kita tuh harus mandi berdua Sayang," kata Fadhil sembari ia mengedipkan sebelah matanya. Membuat mata Billa langsung membulat sempurna, dan tanpa terasa mulutnya juga ikut ternganga.
"Ada apa, mengapa reaksi kamu seperti itu hm?"
"Eh! Apa yang terjadi? Kenapa Pria Es menjadi genit?" tanya Billa dengan wajah terlihat begitu polos. Membuat Fadhil yang melihatnya langsung tertawa gemas.
"Hahahaha...! Tidak bolehkah Pria es kamu ini menjadi genit sayang?" kata Fadhil dan kembali ia mengedipkan mata genitnya, sembari ia mendekatkan wajahnya ke wajahnya Billa.
Sehingga wajah mereka menjadi amat dekat. Bahkan Billa bisa merasakan hembusan nafasnya Fadhil yang menerpa wajahnya. Membuat jantungnya seketika berdetak kencang. Untuk sesaat mereka saling bertatapan satu sama lainnya. Hingga akhirnya Fadhil menyatukannya bibirnya, kebibirnya Billa.
Pada awalnya, mata Billa membulat saat meraup bibirnya. Namun karena permainan bibir Fadhil yang begitu lembut, membuat ia akhirnya ikut terhanyut dalam tautan bibirnya hingga tanpa terasa tangannya ikut melingkar di lehernya Fadhil.
Fadhil yang mendapatkan respon dari istrinya, membuat hasratnya kembali menyala. Sehingga tangannya pun kini ikut bereaksi. Membuat tubuh Billa, ikut bereaksi, sehingga tanpa sadar mulutnya mengeluarkan suara lenguhan, yang membuat Fadhil semakin ingin menguasainya.
Sehingga pertempuran kedua mereka pun terjadi lagi. Walaupun keduanya masih berada di dalam bathtub yang berisikan air, namun itu tidak menjadi penghalang bagi keduanya, yang sudah di mabuk cinta itu. Dan setelah itu
Authornya Bobo karena sedang tidak fit 🤒🤒😴
Oh iya jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😴
Author Bobo, doain Author kembali sehat ya, agar besok pagi Author bisa up kembali 😴😴😴
__ADS_1