
┈••✾•◆❀🤍 Kalam Habaib.🤍❀◆•✾••┈
"Cinta memiliki banyak makna dan arti, tapi hanya satu yang tampak jelas ialah Cinta dapat menghilangkan segala kegundahan dalam hati."
__[ Al Habib Umar Bin Hafidz ]__
اَللّٰهُمَّ صَلِّی عَلَى مُحَمَّدْ اَللّهُمَّ صَلِّی عَلَيْهِ وَسَلِّمْ
•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•
Setelah menyelesaikan pertempuran yang kebetulan hanya singkat karena berdekatan dengan waktu subuh. Fadhil pun mengajak Billa untuk melakukan sholat berjamaah subuh. Setelah keduanya menyelesaikan kewajibannya. Fadhil kembali menggendong tubuh Billa, dan meletakkannya di ranjang mereka.
"Tunggulah disini dulu ya, aku mau pesankan sarapan untuk kita," ujar Fadhil dengan lembut sembari ia menarik selimut untuk istrinya. Dan hanya dibalas anggukan kepala saja oleh Billa.
"Adakah yang kamu inginkan Sayang?" tanya Fadhil sembari mengelus pipi istrinya dengan lembut. Mendengar kata Sayang, lagi-lagi jantung Billa kembali berdetak kencang. Entah mengapa panggil yang belum lama ia dapatkan itu selalu membuatnya jantungnya selalu berdebar.
"En-nggak ada Kak," jawab Billa sedikit canggung.
"Ya sudah kalau begitu aku keluar dulu ya Sayang," pamit Fadhil, yang kemudian ia mengecup lembut dahi Billa. Setelah itu ia langsung beranjak pergi meninggalkan Billa yang masih terdiam terpaku.
"Oh Tuhan, sebenarnya apa yang terjadi pada diriku? Mengapa jantungku selalu berdegup kencang? Apalagi kalau kak Fadhil memanggil Sayang, oh jantungku jadi nggak bisa dikendalikan," keluh Billa dibatinnya, setelah Fadhil tak terlihat lagi.
"Apa aku mulai jatuh cinta ya sama pria es itu? Kan kata orang kalau jantung berdebar, tandanya cinta? Haiis, kayanya iya deh. Tapi nggak papakan? Diakan sekarang sudah jadi Suamiku, dan sekarang dia sudah lebih hangat kok, nggak dingin lagi humm, apalagi saat dia hummm.." gumamnya.
Billa, terlihat senyum-senyum sendiri, saat teringat akan perubahan Fadhil yang kini menjadi pria hangat baginya. Ia juga selalu teringat saat-saat mereka sedang berdua, sembari ia memegang bibirnya dan seketika ada perasaan malu, ia pun akan menutup wajahnya sambil senyum-senyum kembali, karena sepertinya ia sedang teringat saat-saat ia sedang bercumbu dengan Fadhil.
*****
Sementara di sisi lain.
__ADS_1
Fadhil, yang baru saja keluar dari kamarnya, langsung dikejutkan oleh Adnan yang ternyata ia juga baru saja keluar dari kamarnya seorang diri juga. Ia nampak heran melihat bibir Fadhil, yang ternyata masih bengkak akibat gigitan Billa, saat pertempuran pertamanya.
"Woy! Nyelonong aja Lo, tungguin gue!" ujar Adnan, yang terlihat ia baru menutup pintu kamarnya.
"Ah Lo bikin kaget aja sih!"
"Eh tunggu dulu! Itu bibir habis nyium tembok yaa? kok jedir gitu,? tanya Adnan terlihat ia hendak tertawa namun ia tahan.
"Nyium tembok! Sembarang banget ngomong Lo,!" balas Fadhil ketus.
"Terus kenapa dong? Atau jangan-jangan, habis dimangsa sama bini Lo ya, hahaha jadi tambah seksi bibir Lo bro" ledek Adnan, yang kini tawanya pecah, karena memang Fadhil terlihat lucu dimatanya.
"Diam Lo! Nggak lucu kali!" bentak Fadhil, terlihat kesal.
"Eh, sorry, sorry, tapi tebakan gue benarkan kalau bibir Lo digasak bini Lo? Ganas juga bini Lo bro," ujar Adnan, yang masih menggoda Fadhil. Namun tak di hiraukan oleh Fadhil, ia malah mempercepat jalannya.
"Gue mau cari sarapan!" balas Fadhil masih terdengar ketus.
"Kalau gitu ya sama dong, tapi gue bingung nih" keluh Adnan. Membuat Fadhil jadi penasaran.
"Bingung kenapa?"
"Gue heran lihat bini gue! Semenjak dua hamil, makannya melebihi kapasitasnya, guekan jadi bingung," jawab Adnan yang akhirnya ia curhat tentang Kirana.
"Maksudnya gimana sih? Melebih kapasitasnya gimana? Gue gagal paham ya?"
"Maksudnya, biasanyakan dia kalau makan, satu piring sudah cukupkan? Nah, sejak ia mengandung, sekarang makannya, empat piring, Dhil,"
"Hah? Banyak banget? Apa muat perut bini Lo yang kecil itu bro?" Fadhil terlihat kaget saat mendengar perkataan Adnan.
__ADS_1
"Nah itu dia yang bikin gue cemas, eh apa karena ia sedang mengandung tiga bayi yaa?" kata Adnan yang terlihat sedikit tersentak, saat ia teringat kalau Kirana sedang mengandung bayi kembar tiga.
"Apa? Bini Lo hamil tiga Bayi?" Fadhil pun kaget mendengar perkataan Adnan.
"Iya bro, Alhamdulilah, kami diberikan kepercayaan, oleh Allah, dengan tiga bayi," balas Adnan, dengan wajah terlihat semringah terlihat sekali ia begitu senang.
"Ma shaa Allah, selamat ya bro, gue ikut senang. Semoga Allah, memberikan kesehatan bagi bini Lo, dan anak-anak Lo ya," ujar Fadhil yang kemudian ia memeluk sahabatnya itu, sekaligus bos juga.
"Aamiin, makasih banyak bro," balas Adnan menyambut pelukan Fadhil.
"Oh iya, ngomong-ngomong gimana caranya Lo bisa dapatkan bayi kembar Nan? Setahu gue keluarga Lo nggak ada keturunan kembarnya?" tanya Fadhil terlihat penasaran.
"Kenapa Lo nanya gitu? Apa jangan-jangan, Lo ingin kaya gue ya, punya baby triplets?" tanya Adnan lagi, yang entah mengapa ia tersenyum tipis, seperti ada hal yang ia rencanakan.
"Ya siapa juga sih yang nggak kepingin. Semua orang pasti ada keinginan memiliki anak kembar," balas Fadhil berkata apa adanya.
Adnan kembali tersenyum tipis. "Kalau begitu, Lo mau nggak gue kasih tips, agar mendapatkan bayi kembar?" tanya Adnan semabri ia menaik turunkan alisnya. Mendengar hal itu Fadhil pun jadi penasaran.
"Emangnya apa tipsnya?" tanyanya terlihat antusias.
"Sini kuping Lo biar gue bisikan" kata Adnan sembari ia memainkan jari telunjuknya, agar Fadhil mendekati telinganya. Tidak mau menunda-nunda lagi, Fadhil pun langsung mendekati telinganya kemulutnya Adnan. Dan Adnan pun langsung membisikkan sesuatu pada Fadhil.
"Kalau Lo mau tahu cara mendapatkan bayi kembar, usahakan saat Lo lagi aha-aha, dan Lo encrot-encrotkan tiga kali Bro, pasti nanti bayi Lo jadi tiga" bisik Adnan, sambil menahan tawanya.
"Encrot-encrot itu Apa?
┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys..🙏🥰 Bonusin author dengan VOTEnya Dong biar semangat nih. 😉 dan jangan lupa juga ya berikan LIKE, Hadiah serta komentarnya ya guys 😉.
__ADS_1