
*═══❉্͜͡💓Mutiara Hikmah.💓❉্͜͡═══*
Tidak ada TAKDIR yang buruk
Semua yang datang dari Allah itu baik
Meski engkau tidak bisa melihat kebaikan pada sebuah musibah. Karna menurut kita yang tak faham. Hal yang baik itu hanya berupa nikmat
Sementara musibah adalah hal yang buruk...
Ingatlah, Nikmat dan musibah,
Sama-sama UJIAN! Nikmat diberikan agar kita pandai bersyukur dan bersikap IKHLAS dalam berbagi. Musibah diberikan agar kita
Pandai-pandai BERSABAR. Dalam menjalani TAKDIR. Sebab tidak selamanya KENYATAAN berjalan sejalan dengan harapan kita.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•═══════•❉্᭄͜͡💕❉্᭄͜͡•═══════•
Kapal pesiar yang membawa Adnan, Fadhil, Kirana dan Billa, telah berlabuh, di sebuah dermaga di kepulauan kecil KA. Suasana yang begitu indah membuat Kirana mau Billa, begitu menyukai tempat itu. Apalagi Kirana yang sejak dulu ia ingin sekali berjalan-jalan di pantai, membuat tak sabar lagi ingin segera memijak pasir pantai.
"Woow Pantai!" teriak Kirana dan Billa secara bersamaan, lalu keduanya terlihat tidak sabaran, ingin segera menuruni kapal pesiar tersebut. Sehingga jalan mereka terlihat tergesa-gesa. Membuat para suami jadi panik melihat mereka.
"Sayang!" teriak Adnan
"Sayang!" teriak Fadhil juga secara bersamaan. Membuat mereka saling pandang secara bersamaan.
"Eh! Kenapa Lo ikut-ikut sih!" cetus Adnan kesal.
"Eh, siapa juga yang ikut-ikutan, ge'er banget sih Lo! Gue tuh, emang seperti itu manggil Billa, kadang Yank, kadang Sayang, kadang Honey, bebas dong suka-suka gue manggil! Orang bini, bini gue jugaan," balas Fadhil, terlihat santai.
__ADS_1
"Cih! Sumpah mati gue nggak tanya Bro! Cuma gue nggak suka Lo di dekat gue manggil sayang sama Bini Lo, Paham!" hardik Adnan membuat Fadhil mengerutkan keningnya.
"Heh, peraturan apa tuh! Bini, bini gue! Ngapa Lo yang ngatur coy!" balas Fadhil terlihat tidak suka dengan peraturannya Adnan.
"Woy, disini siapa bosnya hah?" tanya Adnan kesal dengan jawabannya Fadhil.
"Kayaknya ini bukan Jam kerja deh! Jadi gue rasa nggak ada namanya bos kalau bukan dijam kerja, Bro!" jawab Fadhil dengan entengnya.
"Wah.. sudah mulai melunjak Lo ya? Seperti, hari Senin besok bakalan ada yang dipotong bonusnya deh!" ujar Adnan sembari ia memutarkan bola matanya.
"Cih! Ancaman Lo gue nggak takut! Tinggal gue pindah Bos aja Senin gampang kok," kata Fadhil, sembari ia melipatkan kedua tangannya di bawah dadanya.
"Ooh oke! Kita lihat saja nanti!" kata Adnan, dan disaat bersamaan terdengar suara teriakkan seorang wanita.
"Kak Adhil! Pak Guru!" teriak wanita itu. Membuat keduanya spontan langsung mengarah kesumber suara.
"Billa!" kata Fadhil, setelah ia melihat wajah wanita itu. Yang ternyata adalah Billa istrinya Fadhil. "Kamu kenapa Yank? Kok wajah kamu terlihat pucat?" tanyanya lagi, karena ia merasa ada yang berbeda pada wajah istrinya.
"Huh! Kalian ini kayak perempuan yaa! Berantem terus! Sampai aku jerit-jerit memanggil kalian di bawah sana nggak kedengaran sama kalian hah?!" ujar Billa terlihat kesal dan ketakutan.
"Kana terjatuh Pak Guru! Sekarang dia disana sedang kesakitan!" balas Billa dengan suara terdengar bergetar.
"Eh, Astaghfirullah Kana! Cepat tunjukkan pada saya dimana Dia Billa!" ujar Adnan mulai terlihat Panik.
"Disana Pak Guru! Ayo cepat!" kata Billa bermaksud ingin lari.
"Kamu jangan lari Billa, kamukan sedang hamil juga! Sekarang tunjukkan arahnya saja dimana dia?" kata Adnan, menahan tangan Billa, karena hampir saja ia mau lari.
"Iya Sayang, tunjukkan saja dimana Arahnya, biar kami yang kesana," ujar Fadhil, sembari ia merangkul pundak istrinya, dan juga menepis tangan Adnan, yang tadi menahan tangannya Billa.
"Disana Pak! Dia terjatuh, saat berlari menuruni tangga, ketika kami ingin kepantai Pak," ujar Billa, tanpa ingin mendengar penjelasan dari Billa, lagi Adnan langsung berlari menuju ketempat yang dikatakan Billa.
__ADS_1
Sedangkan Fadhil langsung menuntun istrinya. "Ayo Sayang kita kesana juga," ajak Fadhil, yang sebenarnya ia juga ingin berlari membantu Adnan. Namun karena ia tak sampai hati meninggalkan istri kecilnya yang juga sedang mengandung akhirnya ia memilih berjalan sembari menuntun Billa
...****...
Sementara disisi lain.
Adnan yang sudah berlari terlebih dahulu, kini sudah menuruni tangga kapal pesiar tersebut. Dengan mata yang terlihat, mencari sosok istrinya. Namun istrinya, tak ada disana, membuat Adnan semakin panik.
"Kana Kamu dimana?!" teriaknya sembari matanya mencari disekitar anak tangga kapal pesiar tersebut.
"Permisi, apakah Anda sedang mencari seorang wanita yang sedang hamil?" tanya seorang pria paruh baya, yang sepertinya ia penjaga pantai.
"Benar sekali Pak, dia istri saya! Apakah anda melihatnya pak?" balas Adnan kembali bertanya pada pria tersebut.
"Oh, istrinya bapak tadi langsung dibawa ke rumah sakit terdekat dari sini pak, Anda cukup berjalan saja kok disana rumah sakitnya dekat kok," ujar Pria tersebut.
"Ooh Terimakasih banyak pak," ujar Adnan sembari ia menyalam Pria tersebut.
"Sama-sama Pak" balas Pria itu.
"Gimana keadaan bini Lo Nan? Dimana dia?" tanya Fadhil yang baru saja sampai.
"Dia dibawa ke rumah sakit disana Dhil, gue duluan ya!" kata Adnan, yang sepertinya ia paham dengan keadaan Fadhil.
"Oke gue sama Billa akan nyusul!" seru Fadhil, karena Adnan sudah mulai berlari menuju ke rumah sakit yang ditunjuk oleh pria paruh baya tadi.
Adnan hanya membalasnya dengan cara membulatkan jari telunjuk dan jari jempolnya saja. kemudian ia berlari dengan sekuat tenaganya, seraya mengagumkan doa-doa untuk sang Istri dan Anaknya.
"Ya Allah, lindungi istri dan anak-anakku ya Rabb, selamatkan mereka ya Rabb!".
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
__ADS_1
Maaf ya guys, karena author lagi kurang fit 🤒🤒 Jadi upnya selalu tertunda. Tapi in shaa Allah, kalau badan Author sudah enakkan Author akan berusaha up sehari dua kali.
Jadi jangan lupa dukung author terus ya guys Syukron 🙏.