
*═══❉্͜͡💓Mutiara Hikmah.💓❉্͜͡═══*
Ada saatnya kita akan merasa kuat dan bersemangat. Ada saatnya kita akan merasa lemah tidak berdaya sehingga mau menyerah.
Biasalah hidup ada naik turun, berdoalah untuk terus bertahan. Hidup ini ibarat roda berputar.
" Orang cerdas bisa salah. Orang sukses bisa gagal, dan orang hebat pun bisa jatuh "
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•═══════•❉্᭄͜͡💕❉্᭄͜͡•═══════•
Adnan terlihat begitu amat sedih saat ia melihat ketiga buah hatinya. Yang terlihat begitu kecil, karena sebenarnya, memang belum waktunya mereka lahir. Namun karena keadaanlah, yang memaksa mereka akhirnya hadir dimuka bumi ini.
"Apakah, mereka akan baik-baik saja Dok?" tanya Adnan dengan wajah yang terlihat sedih, saat melihat buah hatinya, yang kini sudah berada didalam inkubator.
"Banyak berdoa saja ya Pak, semoga mereka bisa bertahan. Karena bayi Anda prematur jadi mereka harus tetap berada di dalam inkubator ini, sampai mereka benar-benar normal ya pak," balas sang dokter
Mendengar penjelasan dari Dokter, membuat hati Adnan, semakin sedih, dan juga ada perasaan takut akan kehilangan. "Ya Allah, berikan kekuatan pada ketiga anak-anakku ya Allah, berikanlah hamba kesempatan untuk menjalani amanahmu ini" batin Adnan, yang tanpa terasa air matanya mengalir begitu saja.
"Apakah itu artinya saya belum bisa menyentuh mereka Dok?" tanya Adnan, dengan pandangan yang masih menatap kedalam sebuah inkubator.
"Sabar ya pak! Kalau dalam waktu tiga hari mereka memiliki kemajuan, bapak pasti bisa menyentuhnya," balas Sang Dokter, yang ia paham akan perasaan Adnan
__ADS_1
"Karena bayi yang prematur memiliki tubuh yang tidak tahan dingin. Apalagi saat mereka lahir 7-8 bulan posisi itu belumlah sempurna banget. Jadi untuk sementara biarkan mereka disini saja ya Pak, dan berdoalah yang terbaik untuk mereka." ujar sang Dokter lagi.
"In shaa Allah Dok, terimakasih atas penjelasannya Dok," ujar Adnan terlihat pasrah.
"Sama-sama Pak, kalau begitu mari kita keluar dari ruangan ini," ajak sang Dokter, sembari ia melangkah menuju pintu keluar dari ruangan bayi.
"Baiklah Dok! Oh iya Dok, apakah saya sudah bisa melihat istri saya Dok?" tanya Adnan, seraya ia berjalan disampingnya sang Dokter.
"Silahkan Pak, Anda sudah bisa menjenguknya," balas sang Dokter, membuat wajah Adnan kini nampak semringah, senang karena ia sudah boleh menemui istri kecilnya.
"Alhamdulillah, kalau begitu saya permisi ya Dok," pamit Adnan yang sepertinya ia sudah tidak sabar lagi ingin menemui Istrinya.
"Silahkan Pak,"
"Assalamu'alaikum," ucap Adnan saat pintu telah terbuka. "Eh, istri kecilku belum bangun rupanya," gumamnya seraya ia mendekati ranjangnya Kirana, yang sepertinya ia belum tersadar dari pasca operasi Caesarnya.
"Assalamu'alaikum Sayang," Adnan mengulangi salamnya, sembari ia mengecup lembut dahi istrinya yang masih terlihat pucat.
"Sayang, sudah lebih dari dua puluh empat jam, kamu memejamkan mata kamu. Tidakkah kamu merindukan Biby Sayang?" ujar Adnan, sembari ia mengelus lembut kepalanya, Kirana. Lalu ia kembali mengecup lembut dahi istri kecilnya penuh dengan kasih sayang.
"Hubby?"
Adnan yang masih menempelkan bibirnya didahinya Kirana, langsung mengangkat wajahnya. Tatkala ia mendengar suara yang begitu lemah, terdengar jelas ditelingannya.
__ADS_1
"Alhamdulillah, akhirnya kamu tersadar juga Sayang," ucap Adnan, terlihat senang, saat melihat Kirana tersadar.
Sehingga Adnan kembali memberikan kecupan lembut pada dahinya Kirana, turun ke matanya, turun lagi kepucuk hidungnya, serta di kedua pipinya Kirana. Dengan penuh kasih sayang dan penuh rasa syukur, karena istri kecilnya kini kembali membuka matanya.
"Kita ada dimana ini By?" tanya Kirana masih terdengar begitu lemah.
"Kita berada di rumah sakit Sayang," balas Adnan, yang tak henti-hentinya ia mengelusin kapala istrinya dengan lembut.
"Emangnya Kana kenapa By?" tanya Kirana lagi.
"Kamu nggak papa Sayang, kamu hanya butuh istirahat saja kok," jawab Adnan dengan lembut.
Mendengar perkataan suaminya tangan Kirana tanpa sadar, naik keatas perutnya. Dan ia langsung tersentak tatkala ia merasakan perutnya menjadi rata. Dan dengan spontan matanya pun langsung beralih ke perutnya.
"Eh, dimana Baby kita By? Mengapa perut Kana Rata?" sentak Kirana, yang terlihat ia bermaksud ingin bangun, namun tiba-tiba ia merasakan sakit bagian bawah perutnya.
"Aaakh!" pekiknya, membuat Adnan terlihat kaget dan cemas karena melihat Kirana yang tiba-tiba saja ingin bangun.
"Astaghfirullah Sayang! Kamu tidak boleh bangun dulu! Karena kamu kemarin habis melakukan operasi Caesar Sayang!" ujar Adnan, terlihat panik.
"Apa operasi Caesar?"
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
__ADS_1