KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
TANAM SAHAMKU BERHASIL.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤎 Mutiara Hikmah.🤎❀◆•✾••┈


⭐ Rendah Hati Sifat Yang Mulia ⭐


Jadilah seperti bintang yang melambai-lambai di atas permukaan air, padahal tempatnya sangat tinggi. Dan jangan seperti asap yang melambung tinggi di angkasa, padahal tempatnya sangat rendah.


Siapa yang rendah hati karena Allaah, maka Allaah akan mengangkat derajatnya. Dan Allah tidak menambahkan sesuatu kepada hamba yang rendah hati, selain kemuliaan.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤎❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


"Loh kok..?" ucap Mbok Inah terlihat kecewa saat melihat hasil, dari testpack yang baru saja diserahkan oleh Fadhil.


Melihat wajah kecewa wanita tua yang dihadapannya, yang sudah ia anggap sebagai ibunya itu, membuat Fadhil menjadi penasaran.


"Ada apa Mbok? Mengapa wajah Mbok jadi kecewa?" tanyanya sembari ia merangkul wanita tua itu.


"Tidak apa-apa Den, humm.. si Mbok mau tanya, tadi yang ditampung urinenya Neng Billakan Den?" tanya Inah, yang masih belum percaya akan hasil dari testpack tersebut.


Mendengar pertanyaan Mbok Inah, Fadhil sedikit tersentak. "Eh! Urinenya Billa? Bukan Mbok Itu Urinenya Adhil," balasnya dengan wajah yang terlihat polos. Membuat Inah, langsung menepukkan keningnya.


"Astaghfirullah...! Oalah...Den..Den...Pantas saja negatif! Wong yang dites urine ne cah lanang kepiye mau positif toh Den?" Ujar Mbok Inah, dalam bahasa jawanya. Namun karena Fadhil memang tumbuh besar oleh pembantunya itu, ia sedikit memahami perkataan sang pembantunya.

__ADS_1


"Eh, hehehe salah ya Mbok? Emangnya ini untuk apa toh Mbok?" tanyanya dengan wajah yang terlihat polos. Sembari ia menggaruk-garukkan kepalanya yang sebenarnya tidak gatal sama sekali.


"Ini tuh testpack Den, untuk tes kehamilan, si Mbok curiga kalau ke anehan Neng Billa itu, mungkin bawaan ia sedang hamil. Makanya Mbok nyuruh Den Adhil, teskan urinenya Neng Billa, bukan teskan urinenya punya Aden loh, Den," jelas Inah lagi, membuat Fadhil sedikit malu.


"Hehehe, ya maaf Mbok, Adhil salah kaprah, hehehe," balas Fadhil, sambil cengengesan. "Tapi apakah benar Mbok, Billa hamil?" tanyanya lagi yang kini memasang wajah seriusnya.


"Belum tahu Den, testpacknya ada satu lagikan Den? Soalnya tadi si Mbok belinya dua kok,?' tanya Inah, pada Fadhil.


"Iya Mbok ada kok, dikamar mandi," jawab Fadhil apa adanya.


"Ooh, ya sudah, biar si Mbok saja yang bantu, Neng Billa," ujar Inah, sembari ia masuk kedalam kamarnya Fadhil. Sedangkan Fadhil hanya terdiam dan hanya memperhatikan Inah, yang sedang menghampirinya Billa yang sedang di tempat tidurnya.


"Neng, yuk ikut si Mbok ke kamar mandi," ajak Inah, saat ia sudah berada di sisi tempat tidurnya Billa. Terlihat sekali wajah Billa terlihat begitu sembab akibat ia menangis tadi.


"Ikut saja dulu Neng, nanti juga tahu kok," kata Inah lagi, sedikit agak memaksa.


"Baiklah Mbok," Billa akhirnya mengikuti permintaan dari Inah, dan ia turun dari tempat tidurnya, lalu ia pun mengikuti langkah Mbok Inah ke kamar mandi.


Sedangkan Fadhil hanya diam, dan hanya mondar mandir, di kamarnya itu. "Benarkah keanehan Billa karena dia hamil? Kalau benar, nasibnya gue bakalan sama dong sama Adnan? Eh, gue ngomong apaan sih? Seharusnya gue senang dong, karena itu artinya tanam sahamku berhasilkan?" gumam Fadhil di sepanjang mondar mandirnya di saat ia sedang menunggu Mbok Inah dan Billa yang sedang dikamar mandi.


Dan tak berapa lama kemudian Billa dan Inah, keluar dari kamar mandi. Melihat keduanya keluar dari kamar mandi Fadhil langsung menghampiri mereka, dengan antusiasnya.


"Bagaimana Mbok, apa hasilnya?" tanyanya terlihat begitu penasaran sekali.

__ADS_1


"Ini hasilnya Den," balas Inah sembari ia menyerahkan stik kecil berwarna putih. Dengan wajah terlihat senang.


Fadhil langsung menerima, stik kecil itu, sambil mengerutkan keningnya. "Garis dua? Ini artinya apa Mbok?" tanyanya terlihat bingung, saat melihat stik kecil berwarna putih dengan garis dua ditengahnya. Terlihat sekali ia tidak memahami arti hasil dari testpack tersebut.


"Itu artinya, Neng Billa hamil Den," balas Inah, sembari ia tersenyum senang.


"Ooh, gitu ya Mbok?" ucap Fadhil yang belum menyadarinya. "Eh apa? Billa hamil Mbok?" tanyanya lagi, terlihat sedikit tersentak.


"Iya Den! Istrinya Aden hamil loh, selamat ya Den, karena sebentar lagi Aden akan menjadi seorang Ayah," jawab Inah, memperjelas ucapnya untuk menyakinkan Fadhil, yang terlihat masih belum percaya dengan apa yang ia dengar tadi.


"Hah? Benarkah Sayang? Benarkah kita akan punya anak?" tanya Fadhil lagi, kali ini pada Istrinya yang sedang berdiri sejajar dengan Mbok Inah.


"Iya Kak, Billa positif hamil," balas Billa, yang ikut menyakinkan suaminya.


"Alhamdulillah, ya Allah," ucap Fadhil dan langsung memeluk istrinya begitu senang. "Terimakasih Sayang, terimakasih karena sudah memberikanku kesempatan menjadi seorang Ayah," ucapnya lagi didalam pelukannya, yang kemudian ia juga mengecup lembut dahi istrinya. Terlihat sekali betapa senangnya ia mendapatkan kabar gembira tersebut.


"Iya Kak sama-sama tapi Billa Hug.. hug..hueek...hueek!" balas Billa, sembari ia mendorong tubuh Fadhil dengan keras, setelah lepas dari pelukannya, Billa langsung lari kekamar mandi.


"Eh, Billa kenapa Mbok?"


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys..🙏🥰 Bonusin author dong dengan VOTEnya, jangan pelit yaa😉 dan jangan lupa juga ya berikan LIKE, Hadiah, Bintang 🌟 serta komentarnya ya guys Biar novel ini bisa bersinar 😉 Oke guys 🥰 Syukron 🥰😘.

__ADS_1


__ADS_2