
═══❉্͜͡💓Kalam Hadits.💓❉্͜͡═══*
DOA ADALAH KEKUATAN SEORANG MUSLIM
Rasulullah ﷺ bersabda;
"Berdoalah kepada Tuhanmu di saat kamu senang (bahagia). Sesungguhnya Allah berkata, 'Barangsiapa berdoa (memohon) kepada-Ku di waktu dia senang (bahagia), maka Aku akan mengabulkan doanya di waktu dia dalam kesulitan.'" (HR Ar-Rabi')
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•═══════•❉্᭄͜͡💕❉্᭄͜͡•═══════•
Fadhil, yang berpikir Billa masih berada di perjalanan. Ia pun memutuskan untuk menunggu di depan rumah sakit tersebut. Namun yang ditunggu-tunggu, tak juga kunjung datang. Apalagi ketika ia bermaksud menghubungi Billa lewat handphonenya, yang ternyata HPnya tidak aktif, membuat Fadhil semakin cemas.
"Haiis, kamu kemana sih Billa! Bikin cemas orang saja sih!" gerutu Fadhil, yang kemudian ia kembali menghubungi Mbok Inah, bermaksud menanyakan apakah istrinya sudah berada di rumah. Namun dibalas oleh Inah yang mengatakan bahwa istrinya belum kembali.
Fadhil semakin frustasi, setelah mendengar kabar dari Inah. "Yaa Allah, kemana istriku? Apakah dia marah karena, beberapa hari ini aku mengabaikannya?" gumamnya, yang terlihat ia mulai menyadari kesalahannya. Dan saat ia sedang memikirkan kesalahannya tiba-tiba ia teringat pada orang tuanya Billa.
"Eh, Apakah mungkin Billa pulang kerumahnya ya? Ah sudahlah sebaiknya aku kesana saja! Mudah-mudahan dia memang disana," gumamannya lagi, lalu ia pun memasuki mobilnya, dan tak berapa lama mobil pun melaju dengan kecepatan tinggi.
Empat puluh lima menit kemudian, mobil Fadhil pun, memasuki gerbang Rumah Billa. Setelah mobil terparkir dengan sempurna, ia pun bergegas turun, dan langsung menuju pintu masuk rumah mertuanya itu. Sesampainya di depan pintu, Fadhil langsung menekan bel pintu. Dan tidak berapa lama pintu pun terbuka. Dan terlihatlah seorang wanita paruh baya yang masih memegang handle pintu.
__ADS_1
"Nak Fadhil? Kamu sudah datang Nak?" tanya wanita paruh baya tersebut. Yang terlihat sepertinya ia memang menunggu kedatangannya.
"Assalamu'alaikum Mah," ucap Fadhil, sembari ia menyalami tangan wanita itu yang ternyata Ndari, Ibunya Billa.
"Wa'alaikumus salam masuklah Nak," balas Ndari sembari ia membuka lebih lebar pintu rumahnya tersebut. "Silahkan duduk Nak," lanjutnya mempersilakan Fadhil agar duduk. Fadhil pun menuruti keinginan sang Ibu mertuanya ia pun duduk di sofa yang berada diruang tamu.
"Kamu mencari Billakan Nak?" tanya Ndari setelah, melihat Fadhil duduk.
"Iya Mah. Apakah Billa, disini?" tanya Fadhil terlihat penasaran.
"Sebelum Mama menjawab pertanyaan kamu, Mama mau tanya dulu. Apakah kamu bertengkar dengan istri kamu hm?" tanya Ndari, terdengar lembut.
"Tidak Mah, hanya saja, beberapa hari ini, Fadhil sedikit sibuk dikantor. Jadi Fadhil kurang memperhatian Billa, Mah," balas Fadhil berkata yang sebenarnya. Dan terlihat juga dari raut wajahnya, ada penyesalan di sana.
"Paham Mah, in shaa Allah, Fadhil tidak akan mengulanginya lagi Mah," balas Fadhil.
"Alhamdulillah, ya sudah, sekarang pergilah ke kamar istri kamu, dia sedang beristirahat disana,"
Mendengar perkataan sang ibu mertua, wajah Fadhil langsung semeriah. "Baik Mah, kalau begitu Fadhil ke kamar Billa dulu ya Mah," katanya sembari ia bangkit dari duduknya.
"Pergilah Nak,"
__ADS_1
Setelah mendengar jawaban dari ibu mertuanya, tanpa basa-basi lagi Fadhil pun langsung bergegas menuju ke kamar Billa yang berada di lantai dua. Nampak sekali ia ingin segera bertemu dengan istri kecilnya itu.
Setibanya di depan pintu, ia pun langsung membuka pintu kamarnya. Dan terlihatlah istri kecilnya yang terlihat sedang terlelap dalam tidurnya. Fadhil pun langsung menghampirinya. Bahkan ia langsung naik keranjang istri kecilnya, yang kemudian ia pun membaringkan tubuhnya di sisi Billa.
"Sebegitu marahnyakah, dirimu pada suamimu ini, Sayang?" ujar Fadhil sembari ia memeluk tubuh Billa, yang kemudian ia juga menciumi wajah istrinya dengan gemas.
Karena merasa tidurnya diganggu, membuat Billa akhirnya membuka matanya. Dan ia pun tersentak saat melihat wajah Fadhil yang begitu dekat dengan wajahnya. Sehingga hembusan nafasnya begitu terasa mengenai wajahnya.
"Kak Adhil?" ucapnya lirih dengan mata yang sedikit membulat kaget.
"Iya Sayang, ini suaminya kamu, tapi kenapa begitu kaget begitu melihat kak Adhil hm?" tanya Fadhil sembari ia menoel pucuk hidung mancungnya Billa.
"Nggak papa sih, tapi bukankah kak Adhil sedang sibuk bekerjakan? Kenapa kemari?" tanya Billa terdengar datar.
"Iya sih, sebenarnya kak Adhil sibuk banget dikantor, tapi mau gimana lagi. Habis Nyonya Fadhil sedang gambek sih, terus bikin suaminya cemas deh. Tapi apakah sekarang kamu sudah puaskah? Membuat suamimu ini cemas hm?"
Mendengar perkataan Fadhil, membuat Billa menjadi kesal. Sehingga ia mendorong tubuh Fadhil dan berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya.
"Huh! Siapa juga yang ngambek! Billa juga nggak nyuruh Kak Adhil cemaskan Billakan! Lagian kalau memang perkerjaan itu lebih penting, ngapain kesin...uhmm umm..!"
┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈
__ADS_1
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys..🙏🥰 Bonusin author dong dengan VOTEnya, jangan pelit yaa😉 dan jangan lupa juga ya berikan LIKE, Hadiah, Bintang 🌟 serta komentarnya ya guys Biar novel ini bisa bersinar 😉 Oke guys 🥰 Syukron 🥰😘.