
┈••✾•◆❀🤎 Mutiara Hikmah.🤎❀◆•✾••┈
ﺇﺫﺍ ﺃﺭﺍﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﻠﺒﺎ ﻟﻘﻠﺐ ﺃﻟﻒ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻧﺖ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ﺃﺭﺽ ﻭﺳﻤﺎﺀ
"Jika Allah Menginginkan hati ke hati menyatu bersama, maka Dia akan menyelaraskan dua hati itu, walau diantaranya terbentang Langit & Bumi."
~ Syaikh Muhammad Sya'rawi ~
•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤎❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•
Satu minggu Telah berlalu.
Satu minggu juga Kirana, berada dirumah orang tuannya. Dan satu Minggu juga Adnan selalu merayu dirinya agar mau pulang kerumah orang tuanya Adnan. Namun ia selalu gagal karena memang sifat Kirana yang keras kepala, sangat sulit dibantah. Membuat Adnan menjadi resah.
Apalagi saat Adnan sedang bekerja, sudah pasti ia tidak akan tenang. Pasalnya Kirana hanya tinggal seorang diri saja dirumahnya, bila ia bekerja. Karena ia selalu menolak bila Adnan ingin mencarikan pembantu untuknya. Alhasil Adnan jadi sering mengajak Kirana ke kantornya. Seperti saat ini mereka sudah berada di dalam kantornya Adnan.
"By, Kana ingin kuliah boleh nggak By?" tanya Kirana, yang saat ini ia sedang berdiri di jendela kaca kantornya Adnan, dengan tatapan matanya yang mengarah kebawah yang kebetulan kantornya Adnan berada di lantai delapan. Otomatis ia dapat melihat lebih luas, sehingga ia bisa melihat sebuah gedung fakultas yang sepertinya tak begitu jauh dari kantornya Adnan.
Mendengar keinginan Kirana, Adnan yang sedang fokus dengan layar laptopnya. Langsung tersentak, dan pandangannya pun langsung berpindah kearah istrinya yang terlihat masih menatap keluar jendela.
"Tadi kamu bilang apa Sayang?" tanya Adnan, yang sepertinya ia tak percaya dengan pendengarannya.
"Kana ingin kuliah By. Boleh ya?" kata Kirana yang kini pandangannya mengarah suaminya dengan tatapan penuh pengharapan.
Adnan mengerenyitkan dahinya. "Mengapa tiba-tiba Kana ingin kuliah? Bukankah saat ia baru tamat, aku sudah menawarkannya kuliah, tapi dia menolaknya? Tapi kenapa sekarang tiba-tiba dia ingin kuliah, saat hamil begini?" batin Adnan, merasa heran.
"Iiikh, kok Hubby diam sih? Boleh tidak sih Kana kuliah?" tanya Kirana dengan nada manjanya.
Mendengar pertanyaan Kirana, Adnan pun tersadar dari lamunannya. "Eh, boleh Sayang, tapi setelah kamu melahirkan ya?" balasnya sembari ia bangkit dari kursi kebesarannya. Lalu ia langsung melangkah menghampiri istrinya yang masih berdiri di dekat jendela kantornya.
"Kok tunggu melahirkan sih By? Kana inginnya sekarang loh, boleh ya By please?" ucap Kirana sembari ia menyatukan kedua tangannya, berharap Adnan mengizinkannya untuk kuliah.
"Sayang sini," ajak Adnan, sembari merangkul pundak istrinya, lalu membimbingnya menuju ke sebuah sofa, lalu keduanya pun duduk saling berdampingan di sofa tersebut.
__ADS_1
"Sayang, Biby tidak akan melarang kamu untuk kuliah, Biby malah senang kok. Tapi Sayang saat ini diperut kamu ada tiga Baby, yang harus kita jaga. Jadi Biby minta kamu tangguhkan dulu yaa keinginan kuliah kamu. Nanti setelah kamu melahirkan baru deh kamu kuliah. Oke Sayang?" lanjut Adnan lagi, dengan penuturan yang begitu lembut. Sembari ia membelai kepala istrinya penuh kasih sayang.
"Uhmm!" balas Kirana, dengan memasang wajah cemberutnya, sambil ia menepis tangan Adnan yang sedang mengelus kepalanya.
Adnan, tahu tidak mudah merayu istri kecilnya yang keras kepala itu. Dan biasanya ia selalu mengalah, dan selalu menuruti keinginannya. Namun kali ini ia sudah bertekad, tidak akan menuruti keinginannya yang ingin kuliah itu.
"Ayo dong Sayang, jangan marah, Biby sedih kalau kalau kamu cemberuti gitu Sayang,"
"Biarin! Habis Hubby pelit! Nggak sayang Kana!" balas Kirana, masih memasang wajah cemberutnya. Sambil ia menggeser posisi duduknya sedikit menjauh dari Adnan.
"Sayang mengertilah. Justru Biby melakukan ini karena sangat menyayangi kamu, Sayang. Coba deh kamu bayangkan yaa. Kalau kamu kuliah, kamu harus bangun Pagi sekali, lalu harus secepatnya berangkat ke kampus, belum lagi mengejar mata kuliah yang sempat tertinggal. Lalu kamu juga harus mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dosen. Apa kamu sanggup hm?" tutur Adnan dengan lembut pada istri keras kepalanya.
"Ingat Sayang, perut kamu juga sudah mulai membesarkan? Apa kamu sanggup setiap hari harus berjalan masuk kampus dengan perut yang semakin membesar, hm?" lanjut Adnan, dengan mata mengarah ke perut Kirana, yang memang sudah mulai membesar.
Mendengar penjelasan Adnan, tuk sesaat Kirana terdiam. Ia tidak bisa membantah perkataan Adnan lagi. Karena perkataannya sudah pasti benar, tuk sesaat ruangan menjadi hening. Namun keheningan itu terpecahkan dengan suara ketukan pintu dari luar ruangan.
"Masuk!" teriak Adnan, pada orang yang berada di luar ruangannya. Dan tak berapa lama, seorang wanita cantik nan seksi masuk dengan membawa baki berisikan segelas susu, serta beberapa piring berisikan makanan.
"Permisi Pak, ini pesanan Bapak tadi," ujar Wanita itu, sembari ia melangkah mendekati kerah Sofa tempat Kirana dan Adnan sedang duduk.
"Baik Pak!" balas Wanita itu, lalu ia pun mulai menyajikan makanan tersebut, di meja tepat didepan sofa yang diduduki Adnan maupun Kirana. Dan otomatis ia membungkukkan badannya hingga terlihat buah dadanya. Seketika mata Kirana membulat melihat buah dada wanita itu. Lalu ia menatap ke suaminya, yang ternyata ia sedang melihat benda pipihnya.
"Hei Hani! Tidak bisakah kamu memakai baju yang sopan hah?" tegur Kirana terlihat kesal. "Apakah kamu sudah terbiasa memamerkan buah dadamu pada semua laki-laki hah?"
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys..🙏🥰 Bonusin author dong dengan VOTEnya, jangan pelit yaa😉 dan jangan lupa juga ya berikan LIKE, Hadiah, Bintang 🌟 serta komentarnya ya guys Biar novel ini bisa bersinar 😉 Oke guys 🥰 Syukron 🥰😘.
Oh iya guys, selagi menunggu Author update yuk singgah ke karya temannya Author yang bernama
┈┈••✾•◆💓 SKYSAL 💓◆•✾••┈┈
__ADS_1
Biar kalian penasaran Author kasih Cuplikannya deh Cus kepoin yuk 😉.
Judul :💓 Makmum Pilihan Michael Emerson💓
Penulis :SkySal
Cuplikan
Pernikahan tidaklah sempurna sampai suami istri itu memenuhi hak dan kewajiban dari pasangan masing-masing.
Pernikahan tidaklah sempurna, sampai suami istri itu menyatakan tujuan hidup mereka.
Pernikahan itu tidaklah sempurna, sampai suami dan istri itu menyatukan cinta mereka dalam sebuah ritual yang seharusnya di lakukan di malam pernikahan mereka.
Tidak masalah jika ritual sakral itu terlambat dari pada tidak sama sekali.
Setelah melaksanakan sholat sunnah dua rakaat yang di lanjutkan dengan do'a, kini Micheal dan Zenwa dengan sangat ikhlas menyiapkan diri, bukan hanya untuk memenuhi hasrat manusiawi mereka, namun juga karena kewajiaban, dan menyempurnakan ibadah pernikahan mereka.
"Kamu gugup?" Pertanyaan bodoh itu terlontar dar bibir Micheal yang sebenarnya juga gugup. Keduanya masih berada di atas sejadah masing-masing, namun Micheal menghadap ke belakang , menghadap istrinya.
"Sedikit," jawab Zenwa malu-malu.
"Aku juga gugup, semoga semuanya berjalan lancar ya," ucapnya, Zenwa hanya mengangguk. Micheal melepas mukena Zenwa dan ternyata Zenwa tak memakai jilbab di balik mukena itu dan kini Micheal melihat rambut istrinya itu untuk pertama kalinya. Micheal terpana dengan kecantikan Zenwa, apalagi saat Micheal melepas ikat rambut Zenwa dan membiarkan rambut panjang istrinya itu terurai bebas.
Zenwa yang gugup hanya bisa menahan napas dan menunduk dalam. "Jangan terus menunduk, Sayang. Tatap aku..." rayu Micheal sembari memaksa Zenwa mendongak. "Kamu sungguh cantik, semoga Allah menjadikan kecantikanmu ini berkah untukmu, untukku." Zenwa hanya bisa tersipu, ia tidak tahu ternyata rasanya begitu mendebarkan saat ia di puji sedemikian rupa.
Micheal mengecup kening Zenwa, kemudian turun ke kelopak matanya yang terkadang menatap Micheal tajam namun Micheal tetap suka. Kini, bibir Micheal mengecup kedua pipi Zenwa yang lembut nan halus, Zenwa hanya bisa memejamkan mata dan kini bibir Micheal menyapu lembut bibir Zenwa, memberikan kecupan lembut yang menggoda.
Setelah itu, Micheal langsung menggendong Zenwa, membawanya ke ranjang dan menidurkannya dengan perlahan.
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
Hayo pasti penasarankan 🤭
__ADS_1
Cus Akh kepoin ya guys Jangan lupa ya berikan dukungannya juga oke. Syukron 🥰🙏.