
Semenjak ibunya meninggal, nama wali Kirana di ganti dengan nama Adnan. Dan ternyata Kirana telah mengetahuinya. Maka timbullah niat jahatnya untuk membuat ulah di sekolahnya. karena ia ingin membuat Adnan malu karena kelakuannya. Jadi sudah pasti Adnan akan membencinya. Dan akhirnya ia pasti menceraikannya.
Benar saja, seperti saat ini, Adnan yang terlihat sibuk di kantornya. Tiba-tiba asistennya datang untuk mengabarkan bahwa dirinya dapat panggilan dari sekolah TB. Tempat dimana Kirana menimbah ilmu.
"Permisi Bos!" ujar seorang Pria tampan memakai jas hitam, yang baru memasuki ruangan Adnan.
"Ada apa Fadhil?" tanya Adnan dengan mata yang masih terfokus dengan layar laptopnya.
"Ini Bos, tadi ada telpon dari sekolah TB. Katanya Anak Anda yang bernama Kirana Ardhita. Membuat onar di sekolahnya. Dan mereka meminta Bos untuk datang ke sekolah TB." terang pria yang di panggil Fadhil tersebut.
Mendengar laporan dari Asistennya, Adnan mengerenyit. "Apa kamu bilang? Anak? Siapa yang mengatakan dia anak gue?" tanyanya dengan tatapan dingin pada Fadhil.
"Lah.. mana gue tahu? Gue juga kaget tadi, saat menerima telepon dari mereka. Sejak kapan Lo punya Anak? Gue mau tanya gitu tadi." jelas Fadhil, karena di lihatnya Adnan tidak bicara formal. Fadhil pun langsung mengimbanginya karena memang mereka sebenarnya dia sahabat karib Adnan yang diangkatnya sebagai Asistennya.
"Sembarangan bilang dia anak!" gerutu Adnan, sembari ia bangkit dari kursi kebesarannya. Sambil ia mengambil jasnya yang ia sampirkan di sandaran kursi kebesarannya. Dan setelah itu ia langsung memakainya sambil berjalan menuju pintu keluar ruangannya.
"Kalau bukan anak, emangnnya dia siapanya Lo? Kok sampai Lo di minta datang ke sekolah itu?" tanya Fadhil, yang ikut berjalan di belakang Adnan.
"Dia Bini gue! Udah ayo cepat kita kesana!" tegas Adnan. Membuat Fadhil tersentak kaget saat mendengar kata Bini.
"Hah...Apa! Bini? Sejak kapan Lo punya Bini? Kenapa gue nggak tahu Lo sudah Nikah Bro?" tanya Fadhil yang terlihat sangat kaget dan heran setelah mendengar pengakuan sahabatnya itu.
"Emang harus ya gue melaporkan kehidupan pribadi gue sama Lo!" cetus Adnan dengan wajah datarnya.
"Iya nggak gitu juga sih bro, cuma Aneh aja guekan Asisten Lo masa gue nggak tahu Lo menikah sih?" protes Fadhil, terlihat sekali kalau dia sedikit kecewa. Karena selama ini, Adnan tak pernah menutupi apapun tentang kehidupan pribadinya, dari dirinya.
"Sudah jangan protes! Cepat jalankan mobilnya!" titah Adnan tegas, saat mereka sudah berada di dalam mobil Adnan.
Fadhil mendengus, karena kecewa. "Huuh! Iya iya ini juga mau jalan!" katanya terdengar ketus, sembari ia menyalakan mesin mobilnya. Dan tak berapa lama mobil pun mulai melaju dengan kecepatan sedang.
Ditengah perjalanan mereka, suasana mobil begitu hening. Adnan seperti paham dengan sikap diam Fadhil. Karena biasanya sahabatnya itu selalu ada saja bahan untuk di bicarakan. Namun kali ini sahabatnya, terlihat sangat berbeda setelah ia mengeluarkan kalau dirinya telah memiliki istri. Karena ingin mencairkan suasana, akhirnya Adnan buka suara.
"Bini gue namanya Kirana Ardhita, dia masih pelajar di kelas tiga SMA, dia mantan murid gue," ujar Adnan memecahkan keheningan.
__ADS_1
Mendengar perkataan Adnan, Fadhil kaget. "Hah? Gila Lo ya! Menikahi anak kecil! Kayak nggak ada cewek lagi di dunia ini apa?"
"Diam Lo! Mau di jelasin pakai protes lagi! Ya sudah nggak usah sama sekali!" ketus Adnan terlihat kesal.
"Eh, sorry sorry Bro.. gue nggak protes lagi deh. Sekarang lanjutkan ceritanya." ucap Fadhil terlihat mengharapkan Adnan mau menjelaskan lagi. Sesaat Adnan diam beberapa menit, dan tak berapa lama ia kembali bersuara.
"Gue, menikah dengan bini gue sebulan yang lalu. Nyokap dia dan nyokap gue, ternyata sudah berteman sejak mereka remaja. Cukup lama mereka berpisah, hingga akhirnya bertemu lagi, disaat nyokap gue hampir di tabrak mobil. Dan di selamatkan oleh nyokap dia, namun justru nyokapnyalah yang di tabrak mobil." jelas Adnan terlihat diari wajahnya ada bebab yang sedang ia pikul.
"Ooh.. jadi Lo di suruh menikahi anaknya sebagai gantinya, gitu?" tebak Fadhil yang akhirnya ikut buka suara juga.
"Tidak, karena sebenarnya, walaupun kecelakaan itu tidak terjadi. Nyokap dia dan nyokap gue tetap akan menjodoh kami. Karena itu sudah menjadi sebuah vjanji mereka, di masa muda mereka." jelas Adnan lagi.
"Tapi kok aneh ya? Kenapa Lo langsung setuju? Bukankah biasanya Lo selalu menentang orang tua Lo? Seperti saat Lo di suruh meneruskannya perusahaan, Lo malah memilih mengajar. Tapi kenapa giliran Lo di suruh nikahin gadis masih SMA Lo langsung terima?" tanya Fadhil begitu penasaran, karena ia tahu bagaimana tabiat sahabatnya itu.
"Sebenarnya gue juga menentang, karena perbedaan umur gue dengannya terlalu jauh berbeda. Tapi sebelum nyokapnya meninggal, beliau meminta gue untuk menikahinya. Karena setelah kepergian Nyokapnya sudah pasti dia tidak memiliki siapa-siapa lagi, karena bokapnya sudah meninggal saat ia SMP. Makanya gue di suruh berjanji untuk menjaganya sampai kematian juga yang akan memisahkan kami. Dan gue harus menjaga amanah ini Bro," jelas Adnan lagi.
"Oh pantasan, jadi nyokapnya meninggal karena, menyelamatkan nyokap Lo?" tanya Fadhil, dan hanya di balas Adnan dengan anggukan kepalanya saja. "Eh, tapi ngomong-ngomong waktu kemarin gue ke apartemen Lo kok nggak lihat bini Lo sih bro?"
"Karena dia nggak mau tinggal sama gue, dia memilih tinggal di rumah nyokapnya. Jadi mau tidak mau kami tinggal terpisah."
"Dia benci banget sama gue, makanya setiap gue datang dia selalu ngusir gue" keluh Adnan dan belum sempat Fadhil membalas. Mobil mereka sudah masuk ke Area perparkiran sekolah. Hingga percakapan pun terhenti. Karena Adnan langsung keluar dari mobilnya dan langsung menuju kantor kepsek, di ikuti oleh Fadhil dari belakang.
Setibanya di dalam kantor kepsek, Adnan melihat empat orang berseragam abu-abu, yang terdiri tiga laki-laki dan satu orang wanita, yang sudah pasti dia adalah Kirana. Yang sepertinya sedang di sidang oleh kepala sekolahnya. Saat melihat wajah Kirana, Adnan sedikit tersentak karena wajah gadis itu terlihat sedikit babak belur. Sedangkan ketiga laki-laki itu terlihat wajahnya lebih parah dari wajahnya Kirana.
"Eh syukurlah pak Adnan sudah datang" ujar kepala sekolah saat melihat Adnan yang sedang berdiri di depan ruangan Kepsek tersebut.
"Maaf Pak! saya terlambat" balas Adnan sembari menjabat tangan Kepsek tersebut.
"Ada apa ini sebenarnya Pak?" tanya Adnan dengan tatapan masih mengarah Kirana. Yang terlihat tertunduk, entah merasa bersalah, malu atau lainnya, karena sikap Kirana memang sulit di tebak.
"Ini Pak, mereka berempat berkelahi, dan saya juga tidak tahu apa penyebabnya karena mereka tidak mau mengatakannya, " jelas Kepsek.
"Hmm.. Bisa kita bicara empat mata saja Pak?" pinta Adnan karena sepertinya ia tak ingin Kirana mendengar percakapan mereka berdua.
__ADS_1
"Baiklah Pak," balas Kepsek. "Kalian boleh pergi sekarang" titahnya lagi pada keempat muridnya itu. dan mereka berempat pun meninggalkan ruangan kantor kepsek. Meninggalkan Adnan dan Kepsek berdua saja.
_______
Tiga puluh menit kemudian, Adnan keluar dari ruangan dengan wajah yang terlihat kesal.
Fadhil yang melihatnya jadi penasaran dan ia pun langsung menghampiri Adnan.
"Ada apa Nan?" tanyanya saat sudah di dekatnya.
"Bikin malu saja anak itu! Seperti gue harus ngasih pelajaran sama dia!" ujar Adnan geram, "Ayo kita cari dia!" ajaknya lagi, sambil matanya melihat sekeliling area sekolah. Saat Adnan berjalan mendekati kelas Kirana tiba-tiba ia mendengar percakapan yang sepertinya ia mengenali suara salah satunya.
"Tadi suhu benar-benar keren, gue nggak rugi walaupun sudah babak belur di tangan suhu" ujar salah satu pria.
"Benar banget, gue senang ikut memainkan sandiwara ini sama suhu" kata salah satunya lagi.
"Tapi ngomong-ngomong, sebenarnya ada apa sih suhu? Kenapa suhu ingin memancing Pak Guru Adnan marah sih? Dan mengapa suhu ingin sekali beliau benci sama suhu?" tanya salah satunya.
"Soal itu kalian tidak perlu tahu! Tapi thanks ya untuk semuanya, soal pengolahan gue akan menanggungnya," ujar seorang wanita yang di panggil suhu. Setelah berkata-kata wanita itu memberikan uang kepada ketiga pria tersebut.
___
Sementara di sisi lain Adnan yang mendengarnya.
"Humm.. Ternyata istriku ingin menjadi aktor ya?"
Bersambung...
--------------------
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰
Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.
__ADS_1
dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.