KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
TESTPACK.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah.🤍❀◆•✾••┈


۞اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.۞


❝Bukankah seseorang yang sakit itu bila tidak makan, tidak minum, tidak ambil obat, akhirnya dia akan mati?. Demikian juga HATI, apabila ia tidak menerima hikmah dan ilmu selama 3 hari pasti ia akan mati❞


__Al-Habib Umar bin Hafidz__


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


Setelah Fadhil memarkirkan mobilnya, ia langsung bergegas memasuki rumahnya. Sesampainya di dalam, ia bermaksud ingin langsung kekamarnya Namun langkahnya terhenti, karena seorang wanita tua sudah menghadang jalannya.


"Mbok Inah? Ada apa Mbok?" tanya Fadhil, karena ia menatap Fadhil seperti ingin meminta suatu penjelasan dari majikannya yang sudah ia anggap sebagai anaknya itu.


"Mbok mau tanya, Den," kata Inah, dengan tatapan bak seorang ibu yang ingin bertanya pada anaknya.


"Tanya apa Mbok?"


"Mbok mau tanya, Aden apain Neng Billa, sampai menangis seperti itu Den?" tanya Mbok Inah, terlihat penasaran.


"Nggak Adhil apa-apain Mbok, cuma tadi Adhil melarang Billa memakan, cilok yang beli dipinggir jalan Mbok, Karena saat Adhil memakannya, cilok itu tidak enak, dan sedikit bau Mbok. Ya sudah Adhil buang saja cilok nggak enak itu, eh dia malah nangis seperti itu Mbok," jelas Fadhil, menceritakan tentang kejadian tadi saat ia berada diluar bersama Billa


Mendengar cerita majikannya, Mbok Inah mengerenyitkan dahinya, ia seperti memikirkan sesuatu. "Apakah tadi Neng Billa, mengatakan makanan tidak enak itu, dia bilang enak Den?" tanya Mbok Inah, semakin penasaran.


"Iya Mbok, benar, dia tadi mengatakan makanan itu sangat enak sekali Mbok, tapi ternyata uhek, tidak enak sama sekali," jelas Fadhil, dengan wajah yang terlihat amat jijik, kala ia teringat pada Cilok yang ia coba tadi.


Mendengar penjelasan Fadhil, Mbok Inah manggut-manggutkan kepalanya sejenak. "Ya sudah Aden istirahatlah dulu, mbok mau kedepan dulu ya Den," ucap Inah, membuat Fadhil heran pada Inah. Padahal tadi ia baru bertanya, tapi tak menanggapi apapun, hanya menyuruhnya untuk istirahat.

__ADS_1


"Hanya seperti itu saja Mbok?" tanyanya terlihat bingung.


"Iya Den, sudah sana susul istri Aden di kamar, mbok mau keluar sebentar," katanya lagi, yang kemudian ia langsung pergi begitu saja. Membuat Fadhil bingung pada pembantunya yang sudah ia anggap sebagai ibunya itu.


"Kenapa hari ini semua orang dirumah ini pada aneh ya? Tadi bini gue, sekarang mbok Inah? Haiis, bikin pusing aja dah! Ah bodo akh, sebaiknya gue secepatnya kekamar, mau merayu yayang gue!" gumam Fadhil, yang kemudian ia pun melangkah menuju kelantai atas, tempat kamarnya berada.


*****


Sementara itu Inah yang tadi pergi keluar nampak tergesa-gesa menuju pintu gerbang rumah Fadhil. Disaat ia sudah sampai didepan pintu gerbang.


"Jarwo!" seru Inah pada penjaga gerbang.


"Eh, si Mbok? Ada apa Mbok?" tanya penjaga gerbang yang dipanggil Jarwo tersebut oleh Inah.


"Bukakan pintu gerbangnya si Mbok mau keluar!" kata Inah terdengar tegas.


"Iya Mbok, emangnya sih Mbok mau kemana?" tanya Jarwo, sembari ia membuka kunci gembok gerbang rumahnya Fadhil.


"Eh ke apotek? Apa Mbok sakit?" tanya Jarwo lagi terlihat cemas.


"Tidak Wo, Mbok cuma mau beli testpack untuk Neng Billa, Wo," jawab Inah, yang terlihat hendak bersiap pergi.


"Testpack? Apa itu Mbok?" tanya Jarwo penasaran.


"Akh, kamu mau tahu saja sih! Nanti kalau kamu sudah punya istri baru kamu tahu!" pungkas Inah, dan langsung pergi meninggalkan Jarwo yang masih terlihat bingung.


"Apa hubungannya testpack sama punya istri ya?" gumam Jarwo dengan tatapan matanya yang masih mengarah ke pergian Inah. "Ah bodo ah! Lagian kapan ya aku punya istri, kalau terkurung disini mulu? Ah sudahlah jodohkan ditangan Allah, pasti kalau waktunya sudah tiba juga bakalan datang," gumamnya lagi menghibur diri sendiri.

__ADS_1


Tidak berapa lama, Mbok Inah kembali lagi, sambil menenteng sebuah kantongan plastik kecil ditangannya. "Sudah Wo, kunci kembali gerbangnya ya," ujarnya sambil melangkah masuk menuju pintu masuk rumah Fadhil.


"Baik Mbok," balas Jarwo, yang kemudian ia pun langsung menutup pintu gerbang dan langsung menguncinya.


Sedangkan Mbok Inah yang sudah masuk kedalam rumah, langsung berjalan menuju ke lantai dua. Setibanya dilantai dua ia langsung menuju kamar Billa dan Fadhil dan langsung mengetuknya setelah ia berada di depan pintu kamarnya. Tidak berapa lama pintu pun terbuka.


"Mbok Inah? Ada apa Mbok?" tanya Fadhil yang ternyata ia yang membuka pintu kamarnya.


"Mana Neng Bilanya Den?" tanya Mbok Inah, kembali bertanya.


"Tuh Dia masih nangis Mbok. Aneh banget dia hari ini Mbok, bikin Adhil pusing!" keluh Fadhil yang terlihat jelas, wajah frustasinya.


"Hmm, ya sudah coba di tes urinenya Den. Nanti Aden tampung air urinenya lalu celupkan ini ya Den. Habis itu kasih ke si Mbok lagi ya? Mbok tunggu disana," ujar Inah sembari ia menunjuk sebuah sofa di lantai dua, sembari ia juga menyerahkan kantongan plastik yang ia pegang pada Fadhil.


Fadhil mengerutkan keningnya, tanda ia tidak paham dengan perkataan pembantunya. Namun karena memang kepalanya sedikit pusing, ia pun tak ingin membantahnya.


"Baiklah Mbok, bentar ya Mbok," ucap Fadhil yang kemudian ia kembali menutup pintu kamarnya. Sedangkan Mbok Inah berjalan menuju ke sofa yang tidak berapa jauh dari kamar Fadhil.


Sepuluh menit kemudian, pintu kamar Fadhil kembali terbuka. Melihat pintu kamar majikannya terbuka inah langsung bergegas menghampirinya.


"Gimana Den sudah?" tanyanya terlihat penasaran.


"Sudah kok Mbok, inikan Mbok," ucap Fadhil sembari menyerahkan sebuah stik kecil berwarna putih pada Inah, dan dengan cepat Inah langsung mengambilnya.


"Loh kok?"


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...

__ADS_1


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys..🙏🥰 Bonusin author dong dengan VOTEnya, jangan pelit yaa😉 dan jangan lupa juga ya berikan LIKE, Hadiah, Bintang 🌟 serta komentarnya ya guys Biar novel ini bisa bersinar 😉 Oke guys 🥰 Syukron 🥰😘.


Oh iya hampir saja lupa, Author mau ngucapin terima kasih banyak, bagi yang sudah memberikan Author tipsnya. Siapa pun dia semoga Allah melimpahkan rezekinya berkali-kali lipat, dan semoga ia juga diberikan kesehatan, keselamatan, serta kebahagiaan dunia akhirat Aamiin ya Allah. Sekali lagi terimakasih banyak ya 🙏🥰.


__ADS_2