KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
PEMIMPIN BARU.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah.🤍❀◆•✾••┈


"Jangan terlalu dikejar, jika memang jalannya pasti Allah memperlancar, karena yang menjadi takdirmu akan mencari jalannya untuk menemukanmu."


[ Sayyidina Ali bin Abi Thalib ]


اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ🤍


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


Melihat keraguan pada Fadhil, membuat Rizwan, yang sedang duduk disampingnya, langsung mendekati mulutnya ketelinga Fadhil, lalu ia pun membisikkan sesuatu ketelinganya Fadhil.


"Nak, janganlah menjadi laki-laki yang pengecut! Bukankah, kamu sendiri yang begitu tegas menerima, permintaan calon ayah mertuamukan? Jadi sekarang tunjukkan, kalau anak Papa adalah laki-laki yang bertanggung jawab!" bisik Rizwan. Membuat Fadhil, akhirnya teringat akan perkataannya pada Herman.


"Baiklah Pah!"


"Bagus! Sekarang, jawablah pertanyaan Ustadz Bandi Nak," ujar Rizwan dan dianggukan olehnya Fadhil.


"Saya Siap Pak!" ucap Fadhil dengan tegas.


"Alhamdulillah, kalau begitu kita mulai ya Nak jangan lupa membaca basmalah ya!" balas Ustadz Bandi.


"Baiklah Ustadz!" balas Fadhil lagi.


"Baiklah, Sekarang jabatlah tangan calon ayah mertua kamu Nak" kata Ustadz dan Fadhil pun langsung mengikuti perkataan sang Ustadz. Lalu ia pun menjabat tangannya Herman.


"Silahkan Pak Herman langsung dimulai saja," ujar Bandi, pada Herman yang kini sudah menjabat tangan Fadhil.


"Baiklah Ustadz," balas Herman, yang kemudian ia menatap Fadhil. Lalu ia pun memulai Acara Ijabnya


"Bismillahirrahmanirrahim, Ananda Fadhil Fazl bin Zulham Effendi?" panggil Herman, terdengar tegas.


"Saya Pak!" sahut Fadhil tegas.


"Saya Nikahkan dan Kawinkan engkau dengan putri kandung saya Salsabillah binti Herman Syah dengan mas kawin berupa, cincin berlian serta perlengkapan alat sholat dibayar tunai!" ucap Herman tegas sembari ia menyentak tangannya sedikit.

__ADS_1


Fadhil langsung menyahut dengan lantang, "Saya terima nikah dan kawinnya Salsabillah binti Herman Syah dengan mas kawin tersebut tunai!" sahut Fadhil, dengan satu tarikan nafas dan dengan suara yang terdengar tegas akhirnya ia Akhirnya ia menyelesaikan Ijabnya.


"Bagaimana para saksi?" tanya sang Ustadz pada kepada para saksi yang menyaksikan Akad nikahnya Fadhil dan Billa.


"Sah?!"


Para saksi pun langsung menjawab dengan penuh Semangat. “Sah!" jawab mereka dengan serentak.


Setelah mendengar jawaban para saksi, sang Ustadz langsung menengadahkan kedua tangannya, dan diikuti oleh semua orang yang menyaksikan Akad nikahnya Fadhil dan Billa. Lalu Sang Ustadz pun langsung membacakan doa.


"Alhamdulillah.. Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir."


Artinya: "mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan."


"Aamiin ya rabbal'alamin" sahut mereka lagi dengan serentak.


Setelah doa selesai sang ustadz memanggil mempelai wanitanya untuk mendengarkan janji pranikah yang akan dibacakan oleh Fadhil. Setelah membaca janji Pranikah Billa diminta menyalami Fadhil, yang kini telah menjadi suaminya.


Billa pun menuruti perkataan sang Ustadz, namun sebelum ia menyalami tangan Fadhil, ia menyempati diri melirik wajah Fadhil, yang kebetulan ia juga sedang menatapnya dengan tatapan datarnya.


"Eh! Tidak kok!" balas Billa, lalu ia langsung mengambil tangan Fadhil, dan kemudian ia cium secara singkat saja. Fadhil yang mendapat perlakuan itu, menatap Billa dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


Karena mendapatkan tatapan yang tidak mengenakkan, membuat Billa langsung membuang wajahnya dengan kesal.


"Huh! Kenapa manusia Es ini sih yang jadi suami gue sih! Dosa apa yang telah gue perbuat, hingga tuhan ngasih gue pria yang tidak ada kehangatan sama sekali!" gerutu Billa didalam hatinya. Setelah ia tadi ia menyalami Fadhil.


"Ada apa Billa? Mengapa wajah kamu cemberut begitu Nak? Apakah kamu tidak bahagia dengan pernikahan kamu ini hm?" tanya Rizwan yang ternyata ia sempat menangkap wajah Billa yang terlihat seakan tidak suka melihat Fadhil.


Mendengar pertanyaan Rizwan, Billa tersentak kaget, ia tak menyangka kalau ternyata Rizwan memperhatikan dirinya. "Eh, tidak kok Om, saya bahagia kok, hehehe..." balasnya sambil menunjukkan gigi putihnya, yang tandanya ia tertawa terpaksa.


"Alhamdulillah, tapi jangan panggil om dong Nak, kamukan sudah resmi menjadi Istrinya Fadhil, jadi kamu harus memanggil Papa dong," protes Rizwan pada Billa.


"Eh, maaf Om, Eh maksudnya Papa," balas Billa terlihat masih canggung.


"Ya sudah Nggak papa, pokoknya selamat ya buat kalian berdua, semoga pernikahan kalian diridhoi Allah, dan menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah. Dan kamu Fadhil kamu sudah menjadi seorang pemimpin baru dirumah tangga kamu. Papa harap kamu menjadi pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab, apakah kamu paham Nak?" ujar Rizwan, panjang lebar, memberikan doa selamat serta wajangan sedikit pada Fadhil.

__ADS_1


"Aamiin, in shaa Allah Pah, In shaa Allah Fadhil akan ingat selalu perkataan Papa," balas Fadhil.


"Alhamdulillah, baiklah karena kalian sudah resmi menjadi suami istri, Papa ingin memberikan kalian sebuah hadiah pernikahan, terima ini Nak," ujar Rizwan lagi sembari ia menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat pada Billa.


"Eh, Terima kasih Pah, tapi ini apa ya Pah?" tanya Billa yang langsung mengambil amplop tersebut


"Bukalah Nak," kata Rizwan sembari tersenyum lembut pada Billa.


"Dengan senang hati Pah," balas Billa tanpa basa-basi, ia langsung membuka Amplop tersebut. Yang ternyata isinya, sebuah tiket pesawat bertujuan Mekkah, dan faucer hotel, serta sebuah kertas kecil yang bertuliskan.


"Selamat menjalani Honeymoon, plus Ummroh"


Billa langsung tercengang melihat itu, apalagi Fadhil yang berada disebelahnya.


"Loh Pah ini..." ucap Fadhil yang sepertinya ia mau bertanya. Namun langsung di potong oleh Rizwan.


"Iya Nak, ini perjalanan yang sama dengan Adnan dan Kirana, bahkan kalian akan berada di hotel yang sama dengan mereka. Jadi nikmatilah" kata Rizwan semabri ia mengedipkan matanya pada Fadhil, membuat mata Fadhil membulat dan sedikit malu. Sedangkan Billa yang mendengar nama sahabatnya disebut ia malah antusias.


"Hah, jadi Kirana Sekarang lagi di Mekkah ya Pah?" tanya Billa terlihat antusias.


"Iya Nak, mereka sedang Honeymoon juga disana"


"Wah asyik tuh, bisa barengan sama si tomboi"


"Ya sudah makanya kalian bersiaplah berangkat"


"Oke Pah, dengan senany Hati! Ayooo Pak kita langsung berangkat!" ajak Billa yang langsung narik tangan Fadhil tanpa rasa canggung sama sekali, membuat Fadhil kaget. Sedangkan Rizwan dengan yang lainnya malah tertawa melihat tingkah Billa yang terlihat lucu.


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.

__ADS_1


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏


__ADS_2