KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
BUKA PUASA.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤎 Mutiara Hikmah.🤎❀◆•✾••┈


"Husnudzonlah bila, segala impian yang tak berjalan sesuai dengan keinginan. Karena dibalik itu semua ada segala kebaikan yang Allah berikan untukmu, yang jauh lebih indah dan jauh lebih, membahagiakan, bila kamu mensyukuri ketetapan-Nya.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤎❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


Setelah mendapatkan kabar dari adiknya, Adnan langsung, bergegas menemui Fadhil, yang terlihat masih melakukan meeting dengan rekan bisnisnya. Dan sebelum menemui Fadhil ia juga meminta anak buahnya untuk, membawakan mobil untuk Fadhil, karena mobil yang dibawa Fadhil, akan dibawa olehnya.


"Fadhil, Lo teruskan saja meetingnya ya, gue ada keperluan mendesak nih," ujar Adnan, pada Fadhil.


"Eh, Emangnya ada apa sih? Emang nggak bisa apa menyelesaikan meetingnya, dulu baru pergi?" tanya Fadhil, terlihat tidak menyetujui bila Adnan pergi begitu saja.


"Nggak bisa! Ini darurat! Pokoknya apapun hasilnya gue bakalan setuju! Ya sudah gue pergi ya," balas Adnan sembari ia mulai melangkahkan kakinya dengan cepat meninggalkan Fadhil yang masih didalam restoran.


"Huh! Paling bini labilnya bikin ulah lagi! Haiis, ngapain gue bilangin bini orang labil sih? Padahal bini sendiri juga labil! Hah! Emang nasib kami kali ya punya bini sama-sama labil!" gumam Fadhil, yang masih menatap kepergian sahabatnya itu.


"Siapa yang labil Pak Fadhil?" tanya seorang pria, yang sepertinya, dia rekan bisnis mereka.


"Eh, hehehe bukan siapa-siapa kok Pak Ali, mari kita lanjutkan saja meeting kita," balas Fadhil, yang langsung mengalihkan pertanyaan pria yang bernama Ali tersebut.

__ADS_1


"Oh baiklah Pak Fadhil, mari kita lanjutkan meeting kita," kata Ali, yang akhirnya mereka pun melanjutkan meeting mereka yang sempat tertunda tadi


*****


Sedangkan Adnan, setelah berpamitan, langsung menuju ke mobilnya. Nampak sekali ia tak ingin membuang-buang waktu lagi. Sehingga setibanya di mobilnya, ia pun langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah mertuanya, dengan kecepatan tinggi. Karena yang dia tahu, semenjak istri labilnya itu hamil, tingkahnya semakin aneh-aneh saja, makanya, ia selalu merasa khawatir kalau membiarkan Kirana hanya seorang diri.


Dua puluh menit kemudian, mobil Adnan pun memasuki pagar rumah yang terlihat sederhana. Setelah mobil terparkir dengan sempurna, dengan cepat Adnan langsung turun dari mobilnya, dan langsung melangkah menuju pintu rumah orang tuanya Kirana. Sesampainya di depan pintu ia langsung mengetuk pintu tersebut.


"Assalamu'alaikum, Kana..Kana.. buka pintunya Sayang, ini Biby!" teriak Adnan memanggil-manggil Kirana sembari ia mengetuk-ketuk pintu rumahnya. Namun, yang di panggil tak menyahut sama sekali. Membuat Adnan semakin panik.


"Kana, Sayang! Kamu didalamkan? Buka dong pintunya Sayang, ini Biby Sayang!" panggil Adnan lagi, dengan nada suara yang semakin kencang, berharap apabila istrinya didalam dapat mendengar panggilannya.


Disaat bersamaan, tiba-tiba, suara seorang wanita mengagetkan Adnan dari belakangnya. "Woy! Anda siapa hah? Ngintip-ngintip rumah orang! Anda mau maling ya?!" seru wanita itu, membuat Adnan langsung menoleh kesumber suara. "Biby!" sentaknya saat melihat wajah Adnan.


"Sayang! Kamu dari mana saja sih? Bikin Biby khawatir tahu!" tanya Adnan sembari ia menghampiri wanita itu yang ternyata dia adalah Kirana, yang terlihat ia sedang membawa kantongan plastik.


"Maaf By, Kana tadi belanja dulu, ke minimarketnya Pak Haji, karena sudah lama tidak jumpa, Kana ngobrol sebentar sama Pak Haji," balas Kirana, yang tadi sempat menunjukkan belanjaannya. Namun langsung di ambil oleh Adnan.


"Emang kamu mau ngapain sih belanja segala? Emang kamu mau ngapain disini Sayang?" tanya Adnan terlihat ia mengikuti langkah Istrinya, yang sudah membuka pintu rumahnya.


"Kana mau tinggal disini beberapa hari By, kangen aja sama suasana rumah Bunda," ujar Kirana, yang kini langkahnya menuju kearah dapur.

__ADS_1


"Tapi Sayang, disini nggak ada siapa-siapa, kalau Biby kerja kamu sama siapa? Biby nggak bakal tenang kerja kalau kamu sendirian Sayang," tanya Adnan, yang terlihat jelas ia sebenarnya tak menyetujui keinginan istrinya.


"Iikh, Biby jangan terlalu lebay deh! Kanakan dari dulu sudah terbiasa sendiri By,"


"Iya Biby tahu, tapi sekarang berbeda Sayang, kamukan sedang hamil, jadi kamu tidak boleh tinggal sendiri loh Sayang. Jadi kita tidak usah nginap sini ya? Biby tidak bisa membiarkan kamu sendiri Sayang, kalau ada apa-apa gimana? Siapa yang akan menolong kamu hm?" balas Adnan yang terlihat masih berusaha merayu istri kecilnya agar istrinya merubah keinginannya yang hendak menginap dirumah orang tuanya.


"Iikh! Biby khawatirnya berlebihan deh! Udah akh jangan banyak bawel lagi! Sebaiknya Biby duduk disini dulu! Kana mau masak!" ujar Kirana sembari ia menduduki suaminya dikursi makan yang ada di dapur. Setelah itu ia pun mulai meracik-racik sayuran yang hendak ia masak.


"Ay, tega banget sih Biby dibilang bawel," protes Adnan, yang terlihat ia hendak berdiri kembali namun langsung ditahan oleh Kirana. Alhasil ia kembali terduduk.


"Sssth, jangan berisik! Diamlah duduk disini!" kata Kana, yang akhirnya Adnan pun terduduk pasrah mengikuti perkataan istri kecilnya. pada awalnya ia hanya diam dan hanya memperhatikan Kirana yang sedang memasak.


"Eh, Kenapa aku merasa Kana tambah seksi ya? Apalagi saat melihat ia sedang memasak. Ah sudah tiga bulan lebih aku tak menyentuhnya, rasanya aku sudah tidak tahan lagi, bila harus menunggu lagi, pokoknya hari ini mau buka puasa!" Batin Adnan, yang akhirnya, ia pun bangkit dari duduknya, dan langsung menghampiri Kirana yang sedang memasak.


"Sayang, kenapa kamu jadi terlihat seksi sih, saat memasak begini?" tanyanya, sembari ia memeluk tubuh Kirana dari belakang. "Huum.. tubuh kamu juga wangi, sekali sih Sayang," lanjutnya lagi, seraya ia mengecupin leher Kirana, yang kebetulan, ia sedang tidak memakai hijabnya. Kirana yang paling tidak bisa kalau lehernya diusik, membuat ia tubuh seperti terkenak setrum. Sehingga tanpa sadar mulutnya pun mengeluarkan suara lenguhannya.


"Uhmm... ah Biby! Apaan sih Kanakan lagi ah, uhmm... Masak By,!"


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys..🙏🥰 Bonusin author dong dengan VOTEnya, jangan pelit yaa😉 dan jangan lupa juga ya berikan LIKE, Hadiah, Bintang 🌟 serta komentarnya ya guys Biar novel ini bisa bersinar 😉 Oke guys 🥰 Syukron 🥰😘.

__ADS_1


__ADS_2