KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
INGIN MEMANCING IKAN.


__ADS_3

*═══❉্͜͡💓Mutiara Hikmah.💓❉্͜͡═══*


Teruntuk yang bergelarkan Suami!


"Saat engkau telah berstatus sebagai suami


Jangan pernah menorehkan luka dihati istrimu.


Jangan pernah kau lelehkan air mata kepedihan Dimata indah istrimu. Jangan melakukan hal apapun yang membuat dia kecewa dan marah


Karna dibalik senyuman nya ada ladang rejeki untuk mu wahai para suami.


Karna dibalik senyuman nya ada ridho Allah yang tercurat untuk tiap usaha yang kau lakukan.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•═══════•❉্᭄͜͡💕❉্᭄͜͡•═══════•


Sesuai dengan kesepakatan, Adnan dan Fadhil, akhirnya membawa istri-istri mereka untuk berbabymoon, dengan menaiki sebuah kapal pesiar. Nampak sekali Kirana maupun Billa, begitu senang. Apalagi didalam perjalanan mereka, Adnan dan Fadhil sengaja menyelinginya dengan memancing.


Sehingga membuat suasana menjadi hangat. Apalagi, disaat Adnan maupun Fadhil mendapatkan seekor ikan, membuat para istri bersorak gembira. Sehingga keduanya jadi terpancing ingin ikut memancing juga.


"Hubby, Kana juga ingin mancing dong, kayanya seru deh," kata Kirana, dengan wajah terlihat antusias.


"Kak Adhil, Billa juga dong ingin memancing juga," ujar Billa juga, sama halnya Kirana, ia juga terlihat begitu Antusias, melihat pancingan suaminya.


Mendengar keinginan para istri mereka, Adnan dan Fadhil, pun saling berpandangan. Lalu keduanya sama-sama menaik turunkan alisnya, sembari tersenyum seringai. Seperti keduanya ingin mengerjai istri-istri mereka masing-masing.

__ADS_1


"Boleh kamu mau memancing apa Sayang?" tanya Adnan, yang terlihat masih memegang pancingannya.


"Yaa mancing ikanlah Hubby!" balas Kirana, begitu bersemangat.


"Kalau kamu mau mancing apa Yank?" tanya Fadhil pada istrinya.


"Yaa mancing ikan juga Kak Adhil!" balas Billa, yang tak kalah semangatnya dari Kirana.


Adnan dan Fadhil kembali saling pandang, dan kembali menaik turunkan alisnya mereka, sembari tersenyum miring.


"Ooh, hum Sayang, Apakah Kamu mau mancing ikan Biby?" tanya Adnan, sembari ia mengedipkan matanya. Membuat mata Kirana membulat.


"Eh, kok ikannya Hubby sih? Emangnya Hubby punya ikan?" tanya Kirana, terlihat begitu polos.


"Punya dong sayang, kamu ingin melihatnya? Sekalian dipancing juga nggak papa sayang" balas Adnan, sembari menahan tersenyum nakalnya.


Kirana, mengerutkan keningnya, nampak ada keraguan di wajahnya. "Emangnya ikan Hubby dimana?" tanya Kirana terlihat penasaran.


"Eh, gue juga mau menemani isteri gue memancing kok!" balas Fadhil, seraya ia meletakkan kailnya juga, "Iyaakan Yank?" tanyanya pada Billa.


"Hmm, emangnya Kak Adhil punya ikan juga?" tanya Billa, dengan wajah polosnya juga.


"Punya dong Yank, kamu ingin melihatnya jugakan? Ayo ikut kak Adhil, biar kamu bisa mancing juga," ujar Fadhil, yang kemudian ia juga melingkari pinggang istrinya juga. Lalu ia membawanya memasuki Deck kapal, menuju ke CABIN (kamar) kapa.


...*****...


Sementara Adnan, yang lebih dulu masuk membawa Kirana, kini sudah berada di dalam cabin mereka. Nampak Kirana terlihat tercengang, saat mereka sudah berada didalam cabin, ia juga nampak bingung.

__ADS_1


Karena seingat Kirana, suaminya mengajaknya memancing, dan sudah pasti didalam bayangannya mereka akan pergi ke sebuah kolam. Tapi ternyata yang ia lihat adalah sebuah kamar yang terlihat indah dengan tempat tidur yang terlihat begitu luas.



"Loh, inikan kamar istirahat By? Dimana mancing ikannya By?" tanya Kirana, dengan tatapan matanya masih melihat sekeliling cabin pribadi itu. Namun seketika matanya menatap keluar cabin yang terlihat ada dua buah kursi diluarnya.


"Ooh, Apakah kita akan mancing disana By?" tanyanya lagi, sambil menunjuk keluar cabin ya.


"Tidak Sayang, kita akan mancing disini," kata Adnan, dengan tatapan matanya sudah mengarah ke bibir ranum miliknya Kirana, dengan tatapan yang terlihat ingin segera memakannya.


"Hah..? Disiniii? Tapi apa yang mau dipancing? Nggak ada apa-apa pun disini! Ikh Biby bohongi Kana yaa? Katanya Biby punya ikan, mana ikannya?" tanya Kirana, yang terlihat begitu penasaran.


"Di sini Sayangku, Ikannya Biby, sudah sangat menginginkan kamu segera memancing Sayang," ujar, Adnan dengan suara beratnya. Seraya tangannya meraih tangannya Kirana lalu, ia pun mengarahkan tangan istrinya, ketempat juniornya berada, yang ternyata sudah mengeras.


Kirana yang wajahnya tadi terlihat polos, kini langsung terperanjat, kaget, hingga matanya langsung membulat, saat ia merasakan tangannya, sudah berada memegang bagian intim suaminya.


"Eh, Hubby, kenapa...." Kirana yang bermaksud ingin protes, pada suaminya, langsung terhenti karena, bibirnya, sudah berada dibawah kekuasaan bibirnya Adnan. Dan karena memang Adnan paling lihai dalam permainannya, membuat Kirana mau tak mau akhirnya ikut terhanyut.


Sehingga, tanpa Kirana sadari tubuhnya kini sudah berada di dalam gendongan suaminya. Yang terlihat Adnan membawanya langsung ketempat tidur mereka. Kirana memang paling suka dengan, permainan bibirnya Adnan. Ia akan langsung terlena sehingga terkadang ia tak menyadari kalau tubuhnya sudah tak berbenang lagi.


Kirana akan menyadarinya kalau Adnan sudah bermain di area perbukitannya. Namun tetap saja ia tak bisa protes, karena sudah pasti ia akan terbuai kembali, sehingga tanpa disadarinya ia akan mengeluarkan suara lenguhan, des*han, kenikmatannya.


"Aahh..Hub..by.. hum... Ah...ehum... Hubby...ahh!"


Suara lenguhan, des*Han, istrinya, membuat hasratnya Adnan semakin membara. Sehingga ia semakin ingin tenggelam di lautan panas percintaannya, dan


Akhirnya author pun tertidur 😴😪😪😴

__ADS_1


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys..🙏😴 Bonusin author juga loh dengan VOTEnya, jangan pelit yaa 😪😪 dan jangan lupa juga ya berikan LIKE, Hadiah, Bintang 🌟 serta komentarnya ya guys Biar novel ini bisa bersinar 😉 Oke guys 🥰 Syukron 🥰😘.


__ADS_2