KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
BUKAN ANAK KECIL BIASA.


__ADS_3

Kirana terlihat begitu antusias, ingin melihat isi amplop coklat tersebut. Yang baru saja Ia terima dari Fadhil, sang asistennya Adnan. Sehingga saking tidak sabarannya ia langsung merobek amplop tersebut agar secepatnya ia tahu isinya. Setelah isi terkuak, Kirana langsung membuka lipatan kertas putih yang berada di amplop dan langsung membacanya. Dan isi surat tersebut..


___________________________________


Dear istri kecilku..


Hay.. Sayang...


Apakah kamu sudah merasa senang dengan kencan noraknya sayang? Oh iya aku ingin mengingatkan kamu juga nih Karena kamu tadi makan disuapin pakai sendok bekas teman kecanmu. Jadi nanti kamu priksakan diri yaa, karena siapa tahu saja dia memiliki penyakit rabies kan berbahaya sayang. Tapi kalau kamu tidak mau periksa juga tidak apa-apa kok. Yang penting hari ini kamu senang.


Tetapi ada apa dengan dirimu?


Mengapa pulang kencan, kamu marah-marah?


Apakah teman kencan kamu tidak dapat memuaskan dirimu hm? Lalu mengapa Suamimu yang kamu rutuki dan kamu sumpahi?


Tidak laku seumur hidup?


Sayang bukankah aku suamimu? Berarti aku sudah laku dong Sayang.


Akan menjadi Duda sampai mati?


Aku rasa, itu hanya bila aku menceraikan kamu Sayang. Tapi kamu masih ingatkan, perkataanku? Kalau aku tidak akan pernah menceraikan kamu!


Jadi aku rasa sumpahmu tidak akan berlaku untukku Sayang. Nah jadi mulai sekarang jangan menyumpahi aku lagi ya..


Nb. Jangan nakal, dan jangan melakukan sesuatu yang aneh lagi! Karena itu tidak akan terpengaruh olehku. paham!.


Baiklah hanya itu saja yang ingin aku sampaikan.


Semoga kamu mengerti.


*Dari suami kamu..


Adnan Rayyan Salim*


__________________________________________


Setelah membaca surat dari Adnan sepontan Kirana merobek-robek surat tersebut, Terlihat jelas ia begitu kesal setelah membacanya. Dan seketika matanya langsung mencari keberadaan Fadhil, yang ternyata ia sudah kembali ke mobilnya Adnan.


"Huh! Apa-apaan ini bikin tambah kesal aja! Dasar Guru killer sialan! Dia mempermainkan gue!" gerutu Kirana begitu kesal.

__ADS_1


Pada saat bersamaan mobil Adnan melewati Kirana, yang kebetulan ia juga melihat mobil tersebut. Dan gadis itu juga melihat Adnan sedang melambaikan tangannya serta memberikan kissbye padanya. Membuat mata Kirana membulat, antara kaget dan marah.


"Dasaar Guruu killeer menyebalkaaan..! Guee benciii looo! Kyaaak!" Kirana berteriak-teriak kesal, sambil mengambil kaleng kosong yang tadi ia tendang-tendan, lalu ia lempar kearah mobilnya Adnan. Namun karena mobil sudah menjauh, kaleng tersebut tidak mengenai sasarannya.


"Aaakh..! Bisa gila gue karena dia! hah.. bodo amatlah lebih baik gue kerja! Haduh jam berapa ini," gumam Kirana, sembari ia melirik jam tangannya. "Ay... gawat sudah hampir sore! Pasti Pak Haji nunggu-nunggu gue. Haiiis.. ini semua karena si Guru killer! Gue sampai lupa!" gumamnya lagi, lalu ia pun mulai berlari-lari menuju ke tempatnya bekerja, yang kebetulan tidak berapa jauh dari tempat berada.


Yaa Kirana masih ingin tetap bekerja, untuk kehidupannya sehari-hari. Karena ia tidak pernah mau menerima nafkah yang diberikan oleh Adnan. Terkecuali biaya sekolahnya, karena Adnan langsung mentransfer ke admin sekolah. Sehingga ia tidak bisa mencegahnya lagi.


Setibanya Kirana di mini market milik Pak Haji, tempatnya bekerja. Disaat ia memasuki minimarket tersebut. Kirana melihat tiga pria bertubuh besar sedang membentak-bentak pemilik minimarket. Dan ia pun segera menghampiri mereka.


"Assalamu'alaikum Pak Haji." salam Kirana sopan pada pemilik minimarket tersebut.


"Wa'alaikumus salam Kana," balas Pak Haji, dengan suara yang terdengar bergetar.


"Ada apa ini Pak Haji?" tanya Kirana dengan tatapan tajam memandang ketiga pria yang berada di sampingnya.


"Ini Nak, mereka minta uang ke amanan katanya, tapi jumlahnya tidak sedikit Nak" jawab Pak Haji, masih terdengar gemetaran.


"Ooh... jadi kalian petugas keamanan ya? Tapi kenapa kalian tidak memakai baju security?" tanya Kirana dengan memasang wajah datarnya.


"Hei.. Anak kecil, pergi lo dari sini jangan ikut campur urusan orang! Sana pergi!" bentak salah pria bertubuh besar.


"Kenapa gue yang harus pergi? Yang seharusnya pergi ya Lo semua! Karena tanpa kalian minta uang keamanan, minimarket ini sudah aman! Jadi sebaiknya Lo pada keluar dari sini!" hardik Kirana, yang kini mimik wajahnya berubah dingin.


"Siapa elo? Emang gue pikirin! Nggak penting banget harus tahu siapa Lo! Jadi cepatlah pergi dari sini! Karena pelanggan sini pada kabur karena kalian bertiga! Cepat pergi!" seru Kirana, membuat salah satu dari ketiga pria tersebut menjadi geram. Sehingga ia mengangkat tangannya bermaksud menampar Kirana. Namun dengan sigap Kirana menepis tangan pria itu dengan kuat. Sehingga pria terdorong kebelakang.


"Heh! Boleh juga tenaga anak kecil ini!" kata pria itu terlihat wajahnya sudah berubah menjadi sinis.


"Kenapa Lo takut hah?" tanya Kirana terlihat menantang. "Baiklah, begini saja kalau kalian bisa mengalahkan gue! Maka gue akan membayar yang Lo pada minta. Gimana apa Lo berani hah?!"


Mendengar tentangan dari Kirana ketiga pria itu, langsung tersulut emosi. Sehingga mereka langsung menerima tantangan Kirana.


"Wah.. berani sekali kamu anak kecil! Baiklah kalau begitu, ayo kita keluar dari sini! Gue harap Lo tidak menyesal karena telah menantang kami!" ujar pria itu yang terlihat ia sudah tidak sabar ingin menghajar Kirana.


"Heh! Menyesal? Justru kalian bertigalah yang akan menyesal! Sudah jangan banyak bacot! Cepat kita keluar!" balas Kirana, yang kemudian ia pun langsung menaruh tas sekolahnya di atas meja kasir.


"Kana kamu harus hati-hati ya nak" ujar Pak Haji, yang sebenarnya ia sudah tahu kemampuan Kirana. Makanya ia tak mencegah Kirana untuk memberikan pelajaran pada ketiga pria tersebut.


"Tenang saja Pak Haji, Bapak cukup doain Kana saja oke." kata Kirana sambil ia mengedipkan sebelah matanya.


"Huh.. kamu ini, tentu Nak"

__ADS_1


"Makasih Pak Haji, kalau begitu Kana keluar ya"


"Iya Nak, hati-hati oke!"


"Okay!"


Setelah itu Kirana pun langsung melangkah keluar dari minimarket. Sesampainya di luar ia langsung mendapatkan tatapan seram dari ketiga preman tersebut.


"Jangan memasang wajah seram! Karena wajah kalian memang sudah jelek tau!" ceplos Kirana terlihat santai.


"Aah, banyak bacot Lo! Terima nih pukulan gue!" seru salah satu pria tersebut, dan langsung menyerang Kirana. Namun dengan cepat Kirana langsung memberikan tendangannya, membuat pria itu langsung terjatuh kebelakang.


"Sialan! Ternyata dia bukan anak kecil biasa!" gerutu pria yang terjatuh, sambil ia memegang perutnya yang terkenak tendangan Kirana.


"Aku bukan anak kecil Paman!" seru Kirana dengan menirukan gaya Shifa, filem kartun anak-anak.


"Tapi aku Kana pemenang karate, taekwondo, dan pencak silat, di antar sekolah di kota ini, jadi paman semua mau gue pakai yang mana? Atau paman ingin gue pakai yang lain lagi seperti Judo, Jujitsu atau Whusu?" ujar Kirana sambil ia memperagakan setiap gerakan ilmu beladiri yang ia kuasai secara singkat.


Melihat Kirana, ketiga pria itu tercengang memperhatikan gerakan singkatnya dari gerakan yang terlihat tegas, hingga gerakan yang terlihat gemulai namun terlihat kuat.


"Benar Lo bilang, dia bukan bocah sembarangan bro. Tapi gue gak akan nyerah hanya karena melihat gerakan singkat itu! Ayo kita serang dia secara bersamaan!" seru teman pria yang jatuh. Dan mereka pun akhirnya menyerang Kirana secara bersamaan. Dan Kirana pun melayaninya dengan santainya.


"Hiat...hah..huh..hiah..!"


Bagh...Bugh...Bugh... Bagh..!


Bersambung lagi akh...


______________________


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..πŸ™πŸ₯°


Bonusin dengan VOTE dan HADIAH bila menyukai karya AuthorπŸ˜‰.


dan LIKE Bila ingin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys πŸ™πŸ˜‰ Syukron 😊.


*******


Oh iya sambil menunggu author update. Yuk kepoin Novel teman author yang paling baik yaitu Author Phopo Nira. pasti kalian tahu dong siapa dia πŸ˜‰ Jadi Ayo cus kepoin juga Novelnya yang keren-keren nihπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

__ADS_1



Jangan lupa kasih dukungan juga ya sama dia. In syaa Allah kebaikan kalian semua akan di balas dengan kebahagiaan πŸ₯° Terima kasih πŸ™πŸ₯°


__ADS_2