KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
PANGGILAN SPESIAL.


__ADS_3

══ ✥.❖.✥ ♥️Kalam Habaib ♥️ ✥.❖.✥ ══


"hatimu sesungguhnya hati adalah tempat pandangan Allah. Sucikanlah Rumah dan tempat tinggalmu karena (dengan bersihnya rumah dari maksiat) maka kebaikan akan turun padanya. Atau bisa saja keburukan yang turun padanya jika dalam setiap orang dari penghuninya tidak mendirikan syari'at Allah baik dalam perilaku maupun ucapan."


[ Al HABIB UMAR BIN HAFIDZ ]


❤اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ❤


✥.❖.✥ ═✥.❖.✥ ═♥️═✥.❖.✥ ═✥.❖.✥


Mendengar perkataan wanita tersebut, Kirana langsung menatap suaminya yang masih duduk disamping wanita tersebut. Adnan yang mendapatkan tatapan dari istri kecilnya, ia pun langsung melepaskan lingkaran tangan wanita yang memeluk lengannya. Lalu ia pun bangkit dari duduknya dan langsung menghampiri istrinya yang saat ini berdiri di depan wanita itu. Lalu Adnan langsung melingkarkan tangannya kepundaknya Kirana.


"Loh Mas kamu mau..." ucap wanita itu, sambil ia hendak berdiri, namun Adnan langsung memotongnya.


"Diam disitu Ajeng!" tegas Adnan sambil menatap dingin pada wanita itu.


"Oh iya kamu bilang apa, pada dia tadi? Hum..Anak kecil? Kalau begitu perkenalkan Aku suaminya anak kecil ini!" ujar Adnan sembari ia mengulurkan tangannya pada wanita yang di panggil Ajeng itu oleh Adnan.


"Apa? Jadi benaran dia istri kamu Mas?' tanya Ajeng seperti tidak percaya.


"Kenapa? Apa menurut kamu aku berkata bohong hah? Lihat ini dan lihat diiarinya, kami memiliki cincin ya samakan?"balas Adnan sambil ia menunjukkan tangannya yang terlihat disalah satu jarinya tersemat cincin yang berbentuk sama dengan cincin yang dimiliki Kirana.


Mendengar perkataan dari Adnan, wajah Ajeng terlihat berubah, terlihat sekali ia begitu sedih, dan juga terlihat kesal saat menatap wajah Kirana, yang terlihat sedang tersenyum mengejek.


"Lalu bagaimana dengan janji kamu yang ingin menikahi aku Mas? Bukankah kamu pernah bilang akan menungguku? Sekarang aku sudah bebas Mas tidak terikat dengan kontrak lagi, jadi kita bisa langsung menikah sekarang mas," tanya Ajeng yang terlihat matanya sudah berkaca-kaca.


Disaat bersamaan, terdengar suara operator, yang meminta para penumpang bertujuan Mekkah untuk, memasuki pesawatnya. Mendengar hal itu, Adnan langsung menarik tangan istrinya tanpa menghiraukan ia menghiraukan pertanyaan Ajeng.


"Mas, kamu Belum menjawab pertanyaanku! Mas kamu tidak bisa pergi begitu saja Mas!" teriak Ajeng, sambil ia mengikuti langkah Adnan dan Kirana.


"Tidak ada yang perlu dibahas lagi! Jadi berhentilah mengikutiku!" balas Adnan, dengan tatapan yang tajam dan dinginnya.


"Kamu tidak bisa seperti itu Mas! Kamu sudah bejany ingin menikahi aku!" seru Ajeng yang terlihat ia tak putus asa, dan terus mengikuti langkah Adnan.


"Itu dulu! Sebelum kamu menjual dirimu pada si bangkot tua itu, demi ketenaran kamu!' pungkas Adnan dengan tajam, membuat Ajeng seketika kaget dan langsung mengehentikan langkahnya. Sedangkan Adnan dan kirana langsung memasuki sebuah pintu pemeriksaan untuk ke berangkatan.


"Hah! Bagaimana bisa, Mas Adnan tahu? Apakah dia memata-mataiku saat di Amerika?" batin Ajeng, yang terlihat penasaran, Namun ia tiba-tiba tersentak, sepertinya ia ingat sesuatu.


"Eh, jangan-jangan yang dikatakan Beby, benar ia pernah melihat Mas Adnan di hotel! Akh bodoh! Kenapa waktu itu aku nggak langsung cek ya?" gumam Ajeng, sembari ia meremas rambutnya sendiri, karena frustasi.

__ADS_1


"Tidak bisa begini! Pokoknya aku harus membuat ia kembali padaku! Bagaimanapun caranya!" gumamnya lagi, sembari matanya seperti mencari sesuatu. "Kemana Mas Pergi tadi? Mereka mau pergi kemana tadi?" gumamnya lagi, lalu ia seperti mencari-cari keberadaan Adnan.


*****


Sementara disisi lain.


Adnan dan Kirana sudah memasuki pesawat yang akan membawa mereka ke tanah suci. Dan semenjak mereka memasuki pesawat, wajah Kirana terlihat tidak bersahabat. Dan Adnan tahu apa penyebab perubahan istri kecilnya itu.


"Sayang, kamu marah ya sama Mas? Kok wajahnya ditekuk gitu sih?" tanya Adnan setelah mereka berada di kursi pesawat.


"Sayang dia memang pernah ada dibagian masalalunya Mas, tapi cukup sampai disana. Karena dimasa sekarang juga nanti, hanya kamu yang yang mengisi hidup Mas. Jadi kamu jangan berpikir yang tidak-tidak ya. Percayalah, Mas akan selalu menjadi milik kamu hingga maut memisahkan kita," jelas Adnan sembari mengecup lembut dahi istrinya. Namun langsung di dorong oleh Kirana.


"Huh! Pantas, Pak Guru, meminta Kana memanggil Pak Guru Mas? Rupanya karena Pak Guru ingin Kana seperti wanita tadikan? Yang memanggil Pak Guru Mas!" tanya Kirana dengan ketus.


"Tidak Sayang! Mas meminta kamu memanggil Mas, itu karena Mas orang Jawakan? Dan dia manggil Mas, itu Karena dia mendengar Astrid memanggil emas dari kecil. Jadi nggak ada hubungannya dengan dia sayang," jelas Adnan dengan lembut.


"Huh! Pokoknya Kana sebel dengar sebutan itu!" ketus Kirana, yang masih terlihat kesal.


"Terus, mau kamu bagaimana hm? Masa kamu mau seterusnya memanggil Mas dengan sebutan Pak Guru? Emang kamu mau seperti kejadian tadi hm? Masa manggil suaminya Pak Guru sih? Jadi mana ada yang percaya kalau kamu istrinya Mas Sayang," ujar Adnan mengingatkan Kirana kejadian tadi.


"Pokoknya Kana nggak mau panggil Mas titik!" tegas Kirana sembari ia melipatkan tangannya di bawah dadanya.


"Ya nggak juga sih! Tapi nanti deh Kana cari sendiri panggilan yang spesial untuk Pak Guru, yang penting bukan Mas!" balas Kirana, membuat Adnan tersenyum tipis mendengar, saat ia menyebutkan kata panggilan spesial.


"Ya sudah terserah kamu saja Sayang, ya sudah kalau begitu Mas tidur dulu ya? Mas ngantuk soalnya," ucap Adnan, yang memang ia terlihat lelah, karena ia beberapa hari sebelum mereka berangkat ia menyempatkan diri menyelesaikan pekerjaan kantornya.


"Hu'um," bales Kirana singkat, lalu Adnan pun langsung memejamkan matanya. Sedangkan Kirana seperti sedang memikirkan sesuatu, tiba-tiba ia melihat tulisan yang tertera di dinding pesawat.


***Akses email dan berbagai sosial media dengan In-flight Connectivity* kami dan tetap terhubung dengan keluarga, teman, atau partner bisnis Anda. Layanan ini tersedia untuk seluruh kelas penerbangan, dan gratis untuk seluruh penumpang First Class.*


Untuk menikmati layanan ini Anda harus terhubung dengan jaringan WiFi kami**.*


Kirana tersenyum miring, lalu ia pun langsung mengambil benda pipihnya. Dan ia pun langsung menyambungkan pada WiFi pesawat. Setelah itu ia pun membuka aplikasi googlenya. Lalu ia pun mengetik panggilan sayang untuk suami dalam Islam. Dan muncullah beberapa tulisan disana.



Habibie artinya kesayanganku.


Sodiqi berarti setia

__ADS_1


Hubby berarti cinta


Abi berarti Papa atau indah


Yaa Qalbii berarti wahai hatiku.



"Yang mana yaa yang cocok buat Pak Guru?"


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Assalamu'alaikum para Readers kesayanganku.


Jangan lupa mampir di Novel tebaru Author yaa. Dan ini kisah nyata. Yang isinya bukan menceritakan seorang CEO. Namun cerita ini real menceritakan cinta dan perjuangan seorang ibu.


Agar para Readers penasaran author berikan sinopsis Novelnya Ya 😉



♥️ SAYANG BUNDA HINGGA AKHIRAT ♥️


Mengisahkan tentang kasih sayang seorang ibu.


Karena melihat perkembangan jaman yang semakin mengerikan, Arizma bertekad ingin menyekolahkan semua anaknya di pondok pesantren, namun keinginannya di tentang oleh keluarganya yang mengatakan kalau Arizma tidak menyayangi anak-anaknya.


Namun ia tak perduli, baginya yang penting adalah anaknya terselamatkan dari kegilaan maksiat yang semakin merajalela dan tak pandang bulu itu. Dan Arizma terus berjuang melakukan pekerjaan apapun untuk ke tiga anak-anaknya.


Namun ia begitu sedih saat sang anak mengatakan "Bunda tidak menyayangi kamikan?, Makanya Bunda ingin menjauhi kami dari Bunda, iyakan Bunda?." ujar Dinda yang perkataannya membuat hati Arizma begitu sedih.


Namun seiringnya waktu berjalan anak-anaknya Akhirnya paham, dan akhirnya mereka sendiri yang mengatakan, bahwa sayang dan cintanya Bunda kepada kami ternyata hingga Akhirat.


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈


Bagaimana kisah selanjutnya kehidupan keluarga Arizma? Ikuti terus ya guys, dan juga jangan lupa berikan Like, Vote, Hadiah, Bintang dan komentar. Dan semoga dalam kisah ini membawa manfaat bagi para Ibu yang mencintai anak-anaknya Aamiin. Oke guys ikutin Author terus ya 🙏🥰


Syukron 🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2