KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
BENARKAH KANA HAMIL?.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah.🤍❀◆•✾••┈


"Lakukan Kebaikan Sekecil Apapun, Karna Kau Tak Pernah Tau Kebaikan Apa Yang Akan Membawamu Ke Surga"


-Imam Hasan Al-Bashri-


Semoga hari ini kita bisa melakukan kebaikan, hidup makin berkah, bermanfaat untuk sesama dan terhindarkan dari segala maksiat. Aamiin 🤲


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


Adnan tercengang heran, saat istrinya begitu antusias, melihat makanan yang sedang dimakan seorang ibu. Padahal setahunya ia pernah memberikan makanan tersebut pada Kirana. Namun langsung ditolak oleh Kirana karena ia tak suka dengan baunya.


"Sayang itukan Samosa yang kemarin Byby, kasih kekamu, dan kamu langsung membuangnya kata kamu baukan?" ujar Adnan, mengingatkan Kirana.


(Samosa merupakan kue atau cemilan khas Arab, yang biasanya diisi dengan daging sapi, kambing, ayam, sayuran, telur, atau keju.)


"Tapi Kana mau kaya itu Byby!" balas Kirana terdengar manja, sembari ia melepaskan rangkulan tangannya dari Adnan, dan kemudian ia bermaksud melangkahkan kakinya kearah, seorang ibu yang sedang asik memakan Samosa.


"Eh, Sayang, kamu mau kemana? Ini sangat Ramai Sayang!" kata Adnan yang langsung menahan tangan Kirana.


"Kana ingin minta kue sama ibu itu By," balas Kirana, yang terlihat bersikeras ingin menemui sang ibu.


"Tidak Sayang kita, beli saja ya, ayo sekarang kita turun dulu dari sini, karena sepertinya bukit ini semakin ramai Sayang," ajak Adnan, sembari ia menggandeng tangan istrinya, dan hendak menurunkan bukit Jabal Rahmah.


"Tidak mau By! Kana maunya yang itu!" seru Kirana, sambil menyentakkan tangannya agar terlepas dari genggaman tangan Adnan.


"Tapi Sayang, masa kita harus meminta-minta sih? Ayo dong Sayang, nanti Byby, belikan kamu sepuasnya," rayu Adnan, yang masih berusaha mengajak Kirana untuk turun.

__ADS_1


"Nggak Mau! Pokoknya Kana maunya itu!" bentak Kirana, Membuat Adnan semakin Heran. dengan tingkahnya Kirana.


"Baiklah, baiklah, Ayo kita coba ketempat ibu itu, apakah ia mau memberikan Samosanya ke kamu Atau tidak, tapi kalau dia tidak memberikannya, kita turun oke!" ujar Adnan yang akhirnya ia pasrah dan ia pun mengikuti keinginan istrinya.


"Hu'um!"


"Ya sudah ayo kita hampiri ibu itu," ajak Adnan, yang kemudian ia pun berjalan menuju ke ibu tersebut, sembari ia menggandeng tangan istrinya.


Setibanya ia didepan Ibu tersebut.


"Assalamu'alaikum Umah" salam Adnan pada Wanita paruh baya yang sedang duduk disebuah batu, Sembari ia memakan Samosanya.


"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatu" jawab wanita paruh baya tersebut.


"Maaf Umah, saya mengganggu Anda yang sedang makan," ujar Adnan begitu ramah dengan memakai bahasa Inggris, karena sepertinya wanita itu orang Arabiah.


"Tidak masalah Tuan, lalu adakah yang bisa saya bantu?" jawab sang ibu dalam bahasa Inggrisnya juga.


"In shaa Allah tidak, katakanlah Tuan, apa permintaan Anda?" balas wanita itu.


"Begini Umah, istri saya tiba-tiba ingin memakan makanan yang sama seperti Umah makan saat ini. Saya tadi sudah berusaha membujuknya agar turun dan membelinya. Tapi ia bersikeras ingin memakan yang punya Umah," ungkap Adnan apa adanya. Membuat Wanita itu tersenyum lembut.


"Ooh, Maa shaa Allah, apa itu artinya istrinya Tuan sedang hamil?" tanya ibu lagi, membuat Adnan tersentak mendengarnya.


"Eh, saya tidak tahu Umah, tapi memang kelakuannya sedikit dalam dua hari ini," balas Adnan sembari ia memandang istrinya yang terlihat, ia masih memandang kantongan yang dipegang wanita itu. "Benarkah Kana hamil? Seperti yang dikatakan ibu,? Aah, sebaiknya aku segera membawanya ke rumah sakit, biar jelas," batin Adnan, saat ia memandang istrinya. Lalu ia kembali menatap ibu itu.


"Ooh, kalau begitu setelah ini sebaiknya Anda periksakan Istri Anda, agar Anda tahu hasilnya, dan ini Samosanya, berikanlah padanya," ucap Wanita itu, yang kemudian ia menyerahkan kantongan yang ada di tangannya kepada Adnan.


"In shaa Allah Umah, dan terimakasih banyak atas Samosanya, juga info penting ini" balas Adnan sembari ia mengambil kantongan tersebut, lalu ia langsung menyerahkannya pada Kirana. Dan Kirana pun langsung mengambilnya dengan antusias, lalu tanpa basa-basi lagi ia langsung mengambil samosa dalam kantong kertas tersebut, dan langsung memakannya dengan lahap.

__ADS_1


"Sama-sama Nak,"


"Kalau begitu saya permisi Umah Assalamualaikum," pamit Adnan


"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatu," balas Sang Ibu sembari tersenyum lembut pada Kirana dan Adnan.


Setelah mendapatkan jawaban salamnya dari wanita paruh baya tersebut. Adnan langsung merangkul pundak istrinya, yang terlihat masih sibuk dengan kunyahannya.


"Ayo Sayang, kita harus secepatnya kembali ke Hotel," ajak Adnan, terlihat antusias, mengajak Kirana, karena ia ingin secepatnya memeriksa kondisi istrinya.


Tanpa membalas perkataan suaminya, Kirana hanya mengikuti langkah Adnan, menurunin bukit Jabal Rahmah, dengan perlahan. Setelah mereka berada di bawah, Adnan langsung menghampiri sebuah mobil sedan hitam, yang sudah pasti milik hotel.


Setelah keduanya naik, mobil pun mulai melaju, meninggalkan area Jabal Rahmah, bukit penuh sejarah itu. Setelah satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di hotel tempat mereka menginap. Namun Adnan tak langsung membawa Kirana ke kamar mereka, melainkan langsung membawanya ke rumah sakit terdekat dengan hotel.


"Loh By, kita mau kemana?" tanya Kirana yang terlihat bingung, karena suaminya menuntunnya bukan masuk ke hotel mereka.


"Kita kerumah sakit dulu ya sayang, untuk memperiksakan kamu ya," balas Adnan, yang masih menggandeng tangan istrinya.


"Eh, emangnya Kana kenapa By? Kanakan nggak sakit?"


"Iya Sayang kamu nggak sakit, jadi hanya periksa saja kok," ucap Adnan, lembut dan dibarengi mereka sampai di rumah sakit. Lalu Adnan membawa Kirana keruangan Spesialis kandungan, dengan tulisan bahasa Arab. Membuat Kirana tidak mengetahui artinya.


"Permisi Dokter, tolong periksakan istri saya Dok," ujar Adnan, pada seorang wanita berjas putih, dalam bahasa Inggrisnya. Disaat mereka sudah didalam ruangan spesialis kandungan.


"Baiklah Pak, mari Nyonya ikut saya, dan naiklah ke tempat tidur itu," ujar sang Dokter pada Kirana yang memang ia tidak begitu memahami bahasa Inggris memandang wajah suaminya. Seperti ia ingin meminta penjelasan pada Adnan.


"Ayo Sayang, dokter meminta kamu membaringkan tubuh kamu ditempat tidur itu," ajak Adnan sembari ia menarik tangan istrinya dan membantunya naik ke pembaringannya. Lalu ia menyuruh sang Dokter agar secepatnya memperiksa istrinya. Jelas sekali kalau Adnan sudah tidak sabaran menanti hasil pemeriksaan medis Kirana.


"Gimana Dokter? Apa hasilnya?"

__ADS_1


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


__ADS_2