
┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah🤍❀◆•✾••┈
Wahai sahabat Fillahku..
"Allah menguji keikhlasan dalam kesendirian serta keramaian. Allah memberi kedewasaan ketika masalah berdatangan. Allah melatih ketegaran dalam kesakitan. Karenanya tetaplah istiqomah, dalam perbaiki diri. Dan sertakan Allah dalam setiap langkah, kelak bahagiamu akan menjemputmu di jannah."
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•
Melihat keluguan Kirana, Salshabilla, terkadang geram melihat sahabatnya itu. Karena sebenarnya Billa merasa aneh seumur Kirana, yang tidak mengerti apa-apa. Namun, karena ia sudah mengenal Kirana sedari kecil, karena mereka tinggal dilingkungan yang sama. Jadi Billa tahu tabiat temannya itu yang memang sedari kecil, tingkahnya sudah seperti laki-laki itu.
Ditambah lagi, kehidupan keluarga Kirana yang memang sederhananya. Membuat ia tak mengenal yang namanya sosmed. Dan yang ia tahu, hanya hobiynya tentang ilmu beladiri, karena Ayahnya memang mantan pelatih ilmu beladiri. Jadi sudah dipastikan, keahlian beladiri Kirana berasal dari sang Ayah. Jadi Billa sebenarnya memaklumi sahabatnya yang tidak tahu apa-apa itu.
"Lo kok nggak menjawab pertanyaan gue sih?" tanya Kirana, yang melihat sahabatnya malah diam.
"Eh! Emang Lo tanya apa?" sentak Billa, yang ternyata ia lupa dengan pertanyaan temannya, karena ia sempat hanyut dalam lamunannya.
"Tadi gue tanya. Apa hubungannya, Biologi dan sama gini-ginian?" ucap Kirana mengulangi pertanyaannya, sambil dia menyatukan kedua jari telunjuknya juga, persis seperti yang dilakukan oleh Billa.
"Akh, sudahlah lupakan saja, capek mah kalau ngasih tau Lo. Yang ada gue tensian mah!" balas Billa yang kemudian ia hendak beranjak dari bangkunya Kirana.
"Woy, jangan gitu dong, jawab dulu pertanyaan gue!" seru Kirana, sambil ia menarik bagian belakang bajunya Billa.
"Kyaaa!" pekik Billa, yang akhirnya ia kembali terduduk disampingnya Kirana. "Lo kasar banget sih Lo jadi perempuan! Lo perempuan bukan sih?" bentak Billa, terlihat kesal, karena tarikan Kirana membuat bajunya sedikit sobek.
"Sorry, sorry, sorry! Habis Lo sih bikin gue penasaran, belum menjelaskan yang tadi udah main nyelonong mau pergi aja!" balas Kirana terlihat kesal juga, karena merasa diabaikan.
"Huh! Tapi nggak gini juga kali! Lihat nih baju gue jadi robekkan?!" tegur Billa sembari menunjukkan bajunya yang robek.
__ADS_1
"Ya Maaf, ya udah deh pulang sekolah, kita ke mall nanti gue ganti baju Lo."
Mendengar perkataan Kirana, Billa seperti meremehkan kemampuannya Kirana. "Emang Lo punya uang hah?"
"Ya punyalah! Laki guekan orang kaya! Noh bahan dia ngasih gue black card. Kata dia tanpa Limit!" kata Kirana sembari ia menunjukkan sebuah kartu kredit berwarna hitam. Membuat Billa tercengang dengan mata yang terbelalak, saat melihat kartu tersebut.
"Wah keren banget Lo, tapi kenapa selama ini nggak pernah lu tunjukin sih? Bahkan selama ini lo seperti orang yang gak punya uang kalau dikantin." tanya Billa heran.
"Ya lokan tahu, gue nggak suka, melakukan hal yang memboroskan. mungkin karena sedari kecil Gue sudah terbiasa dengan hal yang sederhana karena gua tahu sulitnya mencari uang bahkan Ibu gue meninggal akibat mencari uang jugakan?" ungkap Kirana teringat, akan ibunya. Yang meninggal karena ingin memenuhi pesanan orang.
"Elo mah enak, terlahir sudah menjadi anak orang kaya. Jadi hal beginian mah sudah biasa bagi lo," lanjut Kirana lagi. Membuat hati Billa terenyuh mendengar ungkapannya Kirana.
"Eh, maaf ya Boi, bukan maksud gue mengingatkan lo kepada Bunda." kata Billa yang terlihat ia ikut sedih.
"Iya nggak papa, sudah lupakan saja. Ya udah kita pulang aja yuk! Lagian gurunya juga nggak nongol-nongol pun" ajak Kirana sembari ia mengambil tas ranselnya dan kemudian ia kenak kepunggungnya.
"Ooh ya udah Kalau gitu kita let's go aja!" aja Kirana yang akhirnya ia beranjak dari duduknya, dan melangkah menuju pintu keluar kelasnya.
"Boi, kita jadikan ke mallnya?"
"Iya jadi! Makanya cepatan, nanti keburu asistennya Pak Guru datang lagi," kata Kirana, yang terlihat ia mempercepat langkahnya.
"Siapa Asistennya pak Guru?"
"Bang Fadhil, dia orangnya nyebelin banget! Nggak bisa diajak kerjasama!" balas Kirana, yang kini mereka sudah berada didepan pintu gerbang.
"Emang Lo ngajak kerjasama apa Boi?" tanya Billa terlihat penasaran.
"Sudah tidak usah di bahas! Cepatlah kita naik taksi, nanti keburu nongol orangnya." kata Kirana yang terlihat ia sudah menghentikan mobil taksi yang kebetulan lewat di depan gerbang sekolahnya. Lalu dengan cepat Mereka pun menaiki taksi tersebut.
__ADS_1
Setelah keduanya naik, sang supir taksi pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena permintaan dari Kirana. Baru sepuluh menit mereka pergi, tiba-tiba sebuah mobil Mercedes Benz berwarna hitam berhenti di depan pintu gerbang sekolah. Setelah mesin mobil mati, seorang Pria muda turun dari mobil tersebut, yang ternyata ia adalah Fadhil, asistennya Adnan.
"Maaf Pak, apakah anak kelas tiga sudah pulang?" tanya Fadhil, pada penjaga gerbang.
"Kayaknya sudah pada pulang deh. Oh iya, Bapak ini mau menjemput Neng Kirana ya?" tanya penjaga gerbang.
"Iya benar Pak, apakah dia masih didalam Pak?"
"Kayaknya sudah pulang Pak, bersama temannya tadi mereka naik taksi," jelas penjaga gerbang.
"Oh, kearah mana ya pak?" tanya Fadhil, yang terlihat wajahnya mulai berubah.
"Kesana Pak" balas penjaga gerbang, sambil jari telunjuknya, mengarah ke jalan beda arah dari Rio tadi.
"Ooh, terima kasih ya Pak kalau begitu saya permisi selamat siang," ucap Fadhil, yang kemudian ia beranjak pergi sebelum mendapatkan balasan dari sang penjaga gerbang. Bahkan dengan cepat iya juga mau masuki mobilnya, yang kemudian ia pun memutarkan mobilnya mengarah ke jalan yang dilewati taksinya Kirana. Didalam perjalanannya.
"Huh! Dasar si gadis Nakal! Haiis, kenapa bos punya Bini nakal sih? Bikin gue resah aja sih! Sudah begini gua mau cari dimana coba!" gerutu Fadhil, terlihat kesal. "Oh iya guekan pernah masukkan GPS kekalungnya sigadis nakal itu ya?" gumam Fadhil yang kemudian ia menghidupkan layar kecil yang terdapat di mobilnya itu. Dan terlihatlah titik keberadaan Kirana.
"Heh! Akhirnya, aku menemukan kamu Gadis nakal!"
┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰
Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.
dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏
__ADS_1