KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
SUAMINYA KANA MAH JAGOAN.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah🤍❀◆•✾••┈


"Barang siapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya."


So, semakin sering kamu bersujud, pasti semakin banyak impianmu yang akan terwujud."


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


"Eh! Apa?" sentak Adnan, dengan spontan matanya yang sempat mengantuk langsung terbelalak lebar. Setelah mendengar permintaan Kirana.


"Cium Kana dulu dong Mas Adhan yang ganteng! Kanakan juga kepingin merasakan ciuman juga Mas." balas Kirana dengan memasang wajah terlihat polos dan manja.


"Ya sudah sini Mas cium, tapi setelah ini kamu tidur ya?" kata Adnan. Dan dengan spontan Kirana pun mengangguk, seraya berkata.


"Hu'um,"


Setelah mendapatkan jawaban dari istri manjanya Adnan pun mengecup singkat bibir Kirana. "Maaf Kana, aku hanya bisa memberikan seperti itu saja untuk saat ini. Karena aku takut tidak bisa menahan hasratku kepadamu. Karena belum saatnya aku menyentuh kamu. Tunggulah beberapa bulan lagi. Dan saat itu aku akan memberikan keindahan kepadamu sampai kamu akan sulit untuk melupakannya," batin Adnan.


Sedangkan Kirana yang mendapatkan ciuman singkat dari Adnan hanya tercengang heran. "Hanya seperti itukah rasa ciuman itu?" tanya Kirana dengan wajah yang begitu polosnya. Membuat Adnan terpaksa menahan tawanya. Karena melihat wajah istrinya yang terlihat lucu dan menggemaskan itu.


"Emangnya dibayangan kamu seperti apa hm?" tanya Adnan datar, masih menahan tawanya.


"Nggak papa sih, cuma saya heran aja, Pak. Kenapa mereka bilang ciuman itu nikmat? Terus kata mereka, akan membuat kita jadi merem melek." balas Kirana yang teringat dengan perkataan teman-temannya.


"Terus menurut kamu bagaimana?"


"Biasa aja pun! Kana juga nggak merem melek juga. Dimana nikmatnya coba?" balas Kirana polos. Dan terlihat juga ada kekecewaan pada wajahnya Karena ia merasa dibohongi oleh teman-temannya.

__ADS_1


"Sudah sudah! Tidak usah di bahas lagi! Sekarang kamu tidurlah," kata Adnan menarik tubuh Kirana agar ia ikut berbaring di sampingnya.


"Kyaa..! Iss Pak Guru! main tarik aja sih!" sentak Kirana, karena Adnan menariknya secara tiba-tiba.


"Kok Pak Guru lagi sih Kana?" protes Adnan, karena Kirana kembali memanggilnya dengan sebutan Pak guru lagi.


"Eh, Maaf Pak! Eh maksudnya Mas Adnan, habis Kanakan belum terbiasa, Pak, eh salah lagi. Maksudnya Emas loh," jelas Kirana, yang terlihat masih canggung dengan sebutan barunya itu.


"Sudahlah! Terserah kamu saja. Sekarang cepatlah tidur!" titah Adnan lagi sembari ia memeluk pinggang kecil istrinya itu.


"Tapi Pak, Eh maksudnya Mas, Kana lagi nggak ngantuk, Kana cuma lagi lapar Pak, eh salah, maksudnya Emas loh," ucap Kirana yang masih tetap canggung. Malah membuat Adnan semakin ingin ketawa melihat wajah yang terlihat kebingungan.


"Haiis.. ini bocah! Sudah senyaman kamu saja memanggil Masnya!" balas Adnan terlihat pasrah.


"Hehehe, makasih Pak Guru, muach!" ucap Kirana semari ia memberi kecupan pada pipihnya Adnan. Membuat mata Adnan terbelalak melihat keberanian istrinya itu.


"Humm, kamu sudah mulai berani ya Kana, mencium emas," ujar Adnan, sembari mengusap kepala istrinya itu.


"Oke baiklah, ya sudah ayo, katanya kamu lapar?" ajak Adnan sembari ia bangkit dari tidurnya, lalu ia pun turun dari ranjang mereka dan bermaksud melangkah menuju pintu kamar.


"Umm, Pak Guru?" panggil Kirana terdengar manja.


"Ada apa lagi Kana? Bukankah kamu bilang tadi kamu lapar, ayo cepat turun!" balas Adnan yang kini tangannya sudah meraih handel pintu kamarnya.


"Gendooong," kata Kirana manja, sembari ia merentangkan kedua tangannya. Bak seperti anak kecil yang meminta gendong pada orang tuanya.


"Apaa!" sentak Adnan kaget. "Kamu jangan bertingkah yang aneh-aneh deh Kana! Cepat turun!" titah Adnan dengan tegas.


"Tapi Pak, Kana lagi lemas, dari tadi malam Kanakan nggak makan Pak!" keluh Kirana, dengan bibir yang ia manyunkan terlihat manja.

__ADS_1


Adnan tersentak, setelah mendengar perkataan Kirana, ia pun langsung teringat, kalau Kirana memang tidak makan sama sekali, karena ia sempat merajuk. Ditambah lagi, paginya ia marah kembali padanya, sehingga ia tidak sempat sarapan sama sekali. Karena merasa bersalah akhirnya Adnan pun mengalah.


"Haiis, sudah ayo Mas, gendong belakang aja!" kata Adnan pasrah, sembari ia kembali melangkah menghampiri Kirana.


"Yeeee... Suaminya Kana mah jagoan, pasti kuat dong menggendong Kana," sorak Kirana yang langsung naik kepunggungnya Adnan. Saat Adnan sudah mendekat padanya.


"Dasar bocah! Segitu senangnya sih? Padahal cuma digendong doang!" ucap Adnan, yang kini telah menggendong belakang Kirana. Yang sebenarnya ia sangat senang melihat istrinya, yang mulai bermanja padanya tanpa rasa canggung. Seperti saat ini, ia sedang menggendong Kirana dipunggungnya. Tanpa rasa canggung Kirana memeluknya begitu erat. Sehingga bagian dadanya Kirana begitu terasa dipunggungnya Adnan.


"Ya senang dong Pak, soalnya sejak Ayah Kana meninggal, Kana nggak pernah lagi digendong, makanya saat Pak Guru gendong Kana tadi, sebenarnya Kana senang Pak. Soalnya rasa Rrindu sama Ayah sedikit terobati hehehe" balas Kirana polos. Mendengar ungkapan Kirana, hati Adnan langsung terenyuh. Hatinya terasa sakit saat membayangkan diusia Istri kecilnya yang masih belia sudah kehilangan kedua orang tuanya.


"Kasihan sekali kamu Kana, diusia kamu yang masih belia ini, kamu sudah kehilangan kedua orang tua kamu. Apalagi kamu seorang wanita, yang seharusnya mendapatkan kasih sayang dari seorang Ibu, yang bisa mengajarkan kamu berbagai hal. Hmm baiklah, sepertinya untuk saat ini biarlah kami tinggal disini dulu bersama Mama dan Papa Biar, mereka menjadi pengganti orang tuanya." batin Adnan yang kini ia sedang menuruni anak tangga.


"Loh Nak? Kana kenapa lagi? Kenapa dia digendong lagi Nak?" tanya Sari, yang kebenaran ia sedang berada di ruang keluarga. Jadi saat Adnan menurunkan Anak tangga otomatis ia dapat melihatnya.


"Kana nggak papa kok Mah, Dia cuma lagi manja ingin digendong doang," jelas Adnan, Karena ia melihat ada kecemasan pada sang Mamanya.


"Ya ampun, Mama pikir ada apa-apa Nak" kata Sari, yang terlihat ia bernafas lega. setelah mendapatkan penjelasan dari Anaknya.


"Hehehe.. Maaf ya Mah, Kana cuma merasa lapar jadi lemas deh mau jalan sendiri," ujar Kirana, polos sambil menunjukkan gigi putihnya pada Sari.


"Yaa Ampun, Anak Mamah kelaparan toh, ya sudah Ayoo Mama temanin kamu makan, kebenaran Mama tadi Masak Ayam goreng, bumbu kecap" kata Sari, membuat Kirana langsung minta turun dari punggung suaminya.


"Ayo Mah Kana sudah lapar nih!" katanya yang tanpa canggung ia langsung main nyelonong bae' Membuat Adnan yang melihatnya tersenyum senang sambil menggelengkan kepalanya.


"Alhamdulillah semoga setelah ini kamu tidak akan pernah merasa kesepian lagi."


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈


dan jangan lupa dukung author terus ya..🙏🥰

__ADS_1


jangan pelit dong untuk bonusin author dengan vote nya. biar author semakin semangat nih 🥺


dan berikan like , seta hadiahnya juga ya 😁😁 dan jangan lupa juga komentar para readers akan menjadi pemicu inspirasi author..jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 syukron 😊🙏


__ADS_2