KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
PAK GURU TIDAK SAYANG KANA.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah🤍❀◆•✾••┈


Kebahagiaan bukan hanya tentang melakukan hal-hal yang menyenangkan


Tetapi kebahagiaan adalah melakukan hal-hal yang bermakna dan bisa berbagi kebaikan bersama sesama


Maka berbahagialah dengan apa yang kamu lakukan saat ini selagi itu bermakna bagi orang lain di sekitarmu


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


Adnan terlihat resah, Karena reaksi tubuhnya, Ia sebenarnya ingin secepatnya pergi. Namun melihat Kirana yang tak kunjung berhenti menangisnya membuat ia tak tega untuk meninggalkannya.


"Berhentilah menangisnya Kana. Itu hanya sekedar mimpi, mana mungkin Bunda membenci anaknya sendiri. Sekarang sebaiknya kamu tidur lagi ya," ujar Adnan sembari ia mengangkat tubuh istrinya untuk membenarkan posisi tidurnya. Setelah itu dengan cepat ia menarik selimutnya dan langsung menutup tubuh Kirana.


"Sekarang tidurlah, aku tinggal ya?" ucapnya setelah ia menyelimuti tubuh istri kecilnya.


"Hiks.. jangan pergi Pak Guru..hiks.. Pak Guru tidur disini saja sama Kana hiks... hiks.. Kana takut hiks..Pak Guru.." kata Kirana terlihat memohon, sambil menarik tangan Adnan.


Adnan semakin bingung, karena sebenarnya ia juga tak tega meninggalkan Kirana. Namun ia tidak bisa juga tetap disana, karena ia takut, ia tak bisa menahan diri. Apalagi ia sudah merasakan sesuatu yang mengeras di bagian bawahnya.


"Tidak bisa Kana! Aku tidak bisa tidur disini akan berbahaya, kalau kita tidur bersama. Jadi kamu tidur sendiri saja ya," balas Adnan dengan lembut, sembari ia berusaha melepaskan genggaman tangan Kirana yang mencengkram erat tangannya.


Setelah mendengar perkataan Adnan, tangisnya Kirana malah semakin kuat. Sudah seperti anak kecil yang hendak ditinggalkan orang tuanya.


"Huaaaa...hiks..Bundaaa... hueheu..Pak Guru jahat... huhuhu..Pak Guru tigak sayang Kana Bunda... huhuhu..hiks ..Bundaa...Kana ikut Bunda aja...hiks..hiks ..." bak seorang anak kecil, dengan kedua tangan yang berada dimatanya Kirana menangis sejadi-jadinya. Membuat Adnan semakin bingung dan merasa bersalah.


"Haiiis, kenapa jadi kaya anak kecil begini sih!" batin Adnan ia mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. "Hah! Sabar Adnan, sabar istri kamukan emang masih kecil, jadi kamu harus ekstra lebih sabar lagi!" batinnya Adnan lagi seperti mengingatkan untuk dirinya sendiri.


Melihat suaminya hanya diam saja dan tidak memberikan responnya. Kirana semakin menggaskan tangisannya. Sehingga Adnan yang lagi hanyut dalam pemikirannya, langsung tersadar.


"Astaghfirullah.. ini bocah! Kenapa jadi kaya anak kecil begini sih! Cup..cup..cup.. jangan nangis lagi Kana. Iya iya, aku akan menemanimu tidur. Sekarang berhentilah menangisnya," kata Adnan, sembari ia naik ke ranjangnya Kirana, lalu ia pun masuk kedalam selimut yang sama dengan Kirana.


Melihat sang suami sudah membaringkan tubuhnya disampingnya. Kirana langsung memeluk tubuh Adnan dan kembali melanjutkan tangisnya didada bidang sang suami. Membuat Adnan semakin bingung melihat tingkah istri kecilnya itu.

__ADS_1


"Kenapa belum berhenti nangisnya sih? Akukan sudah disini Kana?" tanyanya dengan suara yang terdengar berat, dan terlihat sekali tubuhnya terasa kaku. Karena ia sebenarnya sedang menahan sesuatu.


"Hiks.! Habis Pak Guru, nggak mau ngusap-usap kepala Kana sih hiks..hiks.. Pak Guru udah nggak sayang Kana ya? hiks...hiks..!" jawab Kirana, masih menyembunyikan wajahnya didada bidang suaminya, dan masih terdengar terisak-isak.


"Iya ini aku usapkan kepala kamu, Sekarang berhentilah menangisnya. Aku pusing mendengar kamu menangis Kana" kata Adnan, yang terdengar suaranya semakin berat dan sembari ia mengelus kepala Kirana dengan keterpaksaan, sehingga terlihat kaku.


"Tuhkan! Pak Guru emang nggak sayang Kana, huaaaaa..Bundaaa huhuhu!" tangis Kana kembali pecah membuat Adnan mengertekkan giginya. Yang sepertinya ia mulai kesal, dengan tingkah Kirana. Ditambah lagi, ia sedang menahan dirinya, Kirana saat Kirana menangisnya semakin kencang ia juga mengesek-gesekkan kakinya yang kebetulan sedikit menyenggol area sensitifnya.


"Astaghfirullah Kana! Hentikan!" seru Adnan sedikit membentak. Membuat tangis Kirana seketika berhenti. Bahkan ia langsung melepaskan pelukannya, dan ia juga langsung bangkit dari tidurnya dan mendudukkan dirinya sedikit menjauh dari Adnan. Dan terlihat juga dari wajah yang di penuhi air mata itu sedang ketakutan. Karena melihat Adnan yang memang mata sudah memerah, karena amarah dan juga karena menahan sesuatu yang seakan ingin meledak.


Adnan yang melihat wajah sedih Kirana ditambah dengan wajahnya yang ketakutan. Membuat dirinya merasa bersalah karena telah membentak istri kecilnya itu. Lalu ia pun ikut duduk tepat di depannya Kirana.


"Maaf Kana, aku tidak bermaksud membentak kamu. Aku berlaku seperti itu, karena aku sedang menahan diriku Kana. Lagian kata siapa aku tidak menyayangi kamu hm? Kalau aku tidak menyayangi kamu, aku tidak mungkin ada disampingnya kamu Kana," ujar Adnan, walaupun suaranya masih terdengar berat. Namun masih terdengar lembut ditelinga Kirana.


"Jadi jangan pernah berpikir kalau aku tidak menyayangi kamu, aku tulus menyayangi kamu karena Allah. Apakah kamu sudah jelas sekarang hm?" lanjut Adnan masih berusaha berkata lembut pada istrinya itu.


"Hmm hiks..hmm Pak Guru... Kana juga sayang sama Pak Guru hiks.." kata Kirana terdengar manja. Yang kemudian ia kembali memeluk Adnan. Dan disambut oleh Adnan dengan suka cita, entah mengapa hatinya begitu senang saat mendengar ungkapan sayang dari istri manjanya itu.


"Terima kasih sayang, karena telah menyayangiku juga," balas Adnan sembari ia mengecup puncak kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.


Bak seorang ayah yang sedang menidurkan anaknya, Adnan dengan sabarnya mengelus-elus puncak kepala istrinya dengan penuh kasih sayang. Sedangkan Kirana bukan tertidur ia malah teringat perkataan temannya. Sehingga rasa penasarannya pun muncul.


"Pak Guru?" panggil Kirana lirih, sembari ia melirik wajah Adnan yang terlihat sedang memejamkan matanya, namun tangannya masih mengelus kepala Kirana.


"Hmm? Kenapa belum tidur Kana?" tanyanya dengan mata masih tertutup.


"Kana nggak bisa tidur lagi Pak Guru," jawabnya yang memang matanya terlihat cerah.


"Kenapa nggak bisa tidur hm?" tanya Adnan yang matanya masih terpejam.


"Kana juga nggak tahu? Hmm Pak Guru? panggil Kana lagi.


"Hemm?"

__ADS_1


"Apakah Pak Guru pernah berciuman?"


Mendengar pertanyaan Kirana, spontan Adnan pun membuka matanya. "Mengapa kamu bertanya seperti itu hm?"


"Ya nggak papa, Kana cuma ingin tahu aja, apakah Pak Guru, pernah berciuman? Jawab dong Pak?" desak Kirana.


"Iya pernah!" jawab Adnan singkat yang kemudian Ia kembali memejamkan matanya.


Mendengar jawaban suaminya Kirana malah jadi kesal."Eh, Pak Guru selingkuh ya?!" tanyanya terdengar ketus. Mendengar tuduhan istrinya Adnan kembali membuka matanya.


"Tidak Sayang! Itukan terjadi saat aku seumuran kamu. Waktu aku masih sekolah sama seperti kamu Kana," jelas Adnan dengan sabar.


"Ooh, Kana pikir Pak Guru selingkuh! Awas saja kalau pak guru sampai selingkuh ya? Kana akan menendang Pak Guru!" ancam Kirana dengan wajah terlihat jutek.


"Tidak loh Sayang. aku tidak akan selingkuh kok" balas Adnan sembari mengelus pipi istrinya yang terlihat menggemaskan. "Satu aja pusing nanganinnya gimana kalau dua," gumam Adnan.


"Apa kata pak Guru? tanya Kirana yang ternyata ia sedikit mendengar gumamannya Adnan.


"Bukan Apa-apa ayo kita tidur lagi" kata Adnan mengalihkan pembicaraan. Sembari ia memejamkan matanya. Dan kembali ia meneruskannya mengelus kepalanya Kirana.


"Pak Guru?" panggil Kirana lagi.


"Hemm? Ada apa lagi Kana? Tidurlah besok kamu mau sekolahkan? Aku juga mau kerja. Jadi cepatlah tidur Sayang"balas Adnan dengan mata masih terpejam.


"Pak Guru, Cium bibir Kana dong. Soalnya Kana ingin merasakan berciuman," kata Kirana terdengar polos. Membuat Adnan tersentak kaget.


"Apaaa!"


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Jangan pelit dong untuk Bonusin Author dengan VOTE nya. Biar Author semakin semangat nih 🥺

__ADS_1


dan berikan LIKE , seta Hadiahnya juga ya 😁😁 dan jangan lupa juga KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏


__ADS_2