
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu.
Dear Readers ♥️
Ramanda hadir nih ingin menyapa para Reader Fillah, bersama Novel terbaru Ramanda, yang berjudul.
💓JAMUR Janda Dibawah Umur 💓
Author berharap, dukungan dari para Readers semua untuk mampir ke novel terbaru Ramanda dan biar para Readers semakin penasaran author kasih cuplikannya deh cekidot 👇**
🦋🦋🦋🦋
Di Bab pertama:
__ADS_1
Selagi bapak dan anak itu sedang bicara. Ternyata tatapan matanya Bambang tak pernah lepas dari wajah si gadis tanggung itu. Bahkan pandangannya terlihat sedikit mesum. Entah apa yang sedang ia pikirkan. Sehingga tiba-tiba saja ia menyunggingkan senyum seringainya. Yang menandakan ia sedang merencanakan sesuatu yang licik.
"Ehem..ehem..!" Bambang, sengaja berdehem untuk mendapatkan perhatian dari bapak dan anak tersebut. Dan benar saja, mendengar deheman Bambang, spontan Marwan maupun Alisha langsung menoleh ke arahnya.
"Eh... maaf juragan Bambang! Kami jadi malah asyik sendiri," ucap Marwan, merasa tidak enak pada Bambang.
"Aah..tidak apa-apa kok Marwan. Oh iya..begini saja Marwan, kamukan tidak bisa tuh membayar hutang-hutangnya kamukan? Kamu mau nggak kalau hutang kamu saya anggap lunas?" tanya Marwan yang saat ini cara bicaranya juga sudah terdengar lebih lembut.
"Mau juragan! Tentu saja saya akan senang Pak! Karena memang, saat ini saya sangat kesulitan untuk membayar hutang Bapak! Karena setelah jatuh dari bangunan, saya jadi tidak bisa bekerja berat lagi Pak," balas Marwan, yang terlihat wajahnya memang berharap, agar Bambang mau menghapus semua hutang-hutangnya yang semakin menumpuk itu.
Mendengar perkataan Bambang, Marwan maupun Alisha, langsung tersentak kaget, "Apa! Jangan juragan! Anak saya masih kecil, masih dibawah umur, juragan! Jadi saya mohon agar juragan urungkan niat Anda itu juragan!" balas Marwan, seraya ia bersimpuh di hadapan Bambang, sambil mengatupkan kedua tangannya. Dia begitu berharap agar Bambang tak, minta anaknya.
Karena Marwan sangat mengetahui bahwa, bila Bambang sudah menginginkan wanita yang ia incar pasti harus dipenuhi. Padahal ia sudah memiliki empat orang istri. Dan semuanya, gadis yang masih belia, hanya satu yang umurnya hampir sama dengannya yaitu istri tertuanya. Melihat Marwan bersimpuh dihadapannya, Bambang malah tertawa terbahak-bahak,
__ADS_1
"Hahahaha...kau pikir aku orang yang punya belas kasih hah? Tapi baiklah, aku kasih kamu tempo tiga hari lagi untuk melunasi hutang-hutang kamu yang dua puluh lima juta itu! Tapi kalau dalam tempo tiga hari itu kamu belum juga bisa membayarnya maka dihari itu juga kamu harus menikahkan Anak kamu denganku! Kalau tidak... kau akan tahu akibatnya!" pungkas Bambang seraya ia bangkit dari duduknya. Lalu ia pun bermaksud hendak pergi.
Namun sebelum Bambang pergi ia menyempatkan diri menoel dagunya Alisha, sambil ia mengedipkan matanya dan di sertai dengan menyunggingkan senyum seringainya juga. Membuat Alisha yang melihat itu langsung bergidik. Setelah puas memandang wajah Alisha ia pun berlalu pergi meninggalkan rumahnya Marwan, sambil tertawa terbahak-bahak.
Setelah kepergian Bambang, Alisha pun langsung menghampiri Marwan yang terlihat ia masih dalam posisi bersimpuhnya, di hadapan kursi kosong bekas Bambang tadi, "Pak, Icha nggak mau menikah sama juragan itu Pak! Icha takut Pak..! Jangan Nikahin Icha sama rentenir itu Pak?" keluh Alisha, yang terlihat matanya kini terlihat sudah berkaca-kaca.
"Iya Nak, kamu tidak akan menikah dengan juragan Bambang! Dan akan Bapak usahakan secepatnya membayar hutang Bapak pada juragan itu, ya?" kata Marwan, seraya ia memeluk tubuh Alisha. Dan saat bersamaan, seorang wanita paruh baya muncul dari sebuah kamar, bersama seorang anak gadis yang usianya hampir sama dengan Alisha.
"Secepatnya membayar hutang? Huh mimpi kali kamu Mas! Mau bayar pakai apa hah? Pakai daun iya?!"
••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••••
__ADS_1
Pada penasarankan? Cus Akh mampir ya, dan jangan lupa juga untuk memberikan dukungannya juga ya guys 😉 Syukron 🥰🙏