
┈••✾•◆❀🤎 Mutiara Hikmah.🤎❀◆•✾••┈
"Cara mudah untuk bersyukur ialah
Dengan memejamkan kedua mata kita untuk beberapa saat. Dan bayangkan bagaimana mereka yang tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk membukanya"
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤎❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•
Fadhil terlihat frustasi saat melihat istrinya, yang setiap ia dekati maka sang istri akan menjadi mual, dan muntah-muntah. Bahkan Billa terlihat begitu membencinya, itu jelas terlihat, setiap Fadhil memasuki kamar mereka maka Billa pasti mengusirnya. Membuat ia menjadi emosian, untung saja Mbok Inah selalu memberikan pengertian padanya, sehingga ia memaklumi perilaku Billa terhadapnya.
"Kenapa wajah Lo terlihat sadis begitu? Kayak udah mau makan orang aja Lo Dhil?" tanya Adnan saat mereka sedang berada dikantor mereka.
"Emang gue mau makan orang! Apakah Lo bersedia menjadi korban pertama gue hm?" tanya Fadhil terdengar ketus.
"Aiz..! Enak aja Lo! Emang gue lelaki apaan, Cin..mau dimakan Lo!" balas Adnan dengan gaya bicaranya sedikit mengondek.
"Cih! Dasar banci kaleng Lo! Gue juga ogah makan Lo, yang dagingnya sudah alot!" cetus Fadhil.
"Sialan Lo! Tapi ngomong-ngomong, sebenarnya Lo kenapa sih bro? Kenapa sejak tadi gue lihat Lo sepertinya sedang kesal gitu sih?" tanya Adnan terlihat penasaran. Karena, setahunya semenjak Fadhil menikah, ia tak pernah lagi menunjukkan wajah dinginnya lagi. Namun hari ini ia memang berbeda sekali dimatanya.
"Nggak tahulah! Gue pusing banget! Emang sulit ya menghadapi wanita hamil? Selalu serba salah!" keluh Fadhil, yang akhirnya keluar juga dari mulutnya.
"Menghadapi wanita hamil? Apa itu artinya bini Lo sekarang sedang hamil juga bro?" tanya Adnan semakin penasaran. Namun dibalas Fadhil dengan anggukan kepala saja, dan terlihat sedikit malas.
"Wah, selamat dah kalau begitu, akhirnya Lo bisa membuktikan, kalau Lo ternyata seorang laki-laki sejati juga ya?" ucap Adnan sedikit mengejek.
Fadhil yang mendengar perkataan Adnan langsung mengerenyitkan dahinya. "Apa maksudnya Lo, mengatakan seperti itu hah? Emangnya Lo pikir gue laki-laki apaan hah?" tanya Fadhil terlihat sedikit kesal.
"Ya gue pikir, lo lekong ngondek berkedok dingin. Hahahaha..!" ledek Adnan, sembari ia tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Cih! Nggak lucu!"
"Sorry, sorry! Tapi tunggu sebentar deh, kenapa gue merasa Lo nggak senang gitu, Bini Lo Hamil ya?" tanya Adnan heran.
"Bukan nggak senang sih, cuma saja, bini gue jadi aneh, setelah dia Hamil! Dia nggak mau didekati gue lagi. Bahkan ia akan muntah-muntah bila gue didekat dia!" keluh Fadhil, dengan wajah terlihat frustasi.
Mendengar keluhan Fadhil, Adnan malah tertawa terbahak-bahak. "Mampos Lo! Akhirnya Lo merasakan jugakan! Kemarin aja Lo menertawakan gue, saat melihat bini gue hamil aneh! Sekarang Lo rasakan tuh keanehan bini Lo yang ternyata lebih parahkan?" ujar Adnan yang kini ia membalasnya mengejek Fadhil, terlihat sekali ia senang karena pada akhirnya, temannya bisa merasakan apa yang dia rasakan selama ini.
"Sialan Lo! Senang banget ya melihat teman susah!" gerutu Fadhil terlihat kesal.
"Hahahaha, ya senanglah! Bukankah selama ini lo biasanya juga tertawa senang saat melihat gue susah? Jadi ini istilahnya satu sama bro!" ucap Adnan sembari ia menaik turunkan alisnya menggoda Fadhil.
"Cih! Tertawa saja terus!" cetus Fadhil, yang terlihat amat kesal.
"Hahahaha, jangan mata bro, nanti Lo lekas tua! Sudahlah, Lo nikmati saja masa-masa seperti ini, karena nantinya akan menjadi sebuah kenangan yang bisa diceritakan dengan anak-anak kita bro," ujar Adnan sembari ia menepuk pundak sahabatnya.
Mendengar perkataan Adnan, tiba-tiba hati Fadhil, merasa lebih tenang, karena di dalam hatinya ia membenarkan perkataan Adnan. Namun ia tidak mau mengakuinya, karena ia merasa gengsi.
*****
Sementara disisi lain.
Kirana, yang merasa bosen dirumahnya, tiba-tiba saja ia ingin berkunjung kerumah orang tuanya. Dan ia pun segera bersiap-siap hendak pergi. Namun saat ia hendak berjalan keluar, tiba-tiba seorang wanita memanggilnya.
"Kak Kana mau kemana?" tanya wanita itu.
"Eh, Astrid? Itu dek, kakak mau kerumah Bunda, tiba-tiba saja ingin kesana," balas Kirana, apa adanya.
"Tapi kak, tunggu bang Adnan saja ya?" balas wanita itu yang ternyata Astrid adik ipar Kirana.
"Nggak Akh, aku inginnya sekarang! Nggak bisa ditunda lagi!" kata Kirana terlihat keras kepala.
__ADS_1
"Astrid telpon Bang Adnan, dulu ya biar cepat bang Adnan cepat pulang, ya Kak?" ujar Astrid, berusaha menahan kakak iparnya. Karena ia sebenarnya juga tahu kalau kakak iparnya itu, kalau sudah ada keinginannya sudah pasti Kirana tetap bersikeras untuk mendapatkan apa yang jadi keinginannya.
"Tidak usah Astrid, hari ini Abang kamu ada meeting jadi kemungkinan ia tak akan menjawabnya" bales Kirana sembari ya melangkahkan kakinya dan langsung keluar dari
Rumahnya.
"Ya ampun, punya kakak ipar kok keras kepala banget sih? Aaah sudahlah! sebaiknya aku telepon Kak Adnan saja!" gerutu Astrid, lalu ia pun segera mengambil benda pipihnya, dan langsung menghubungi Adnan. Awalnya Adnan sangat sulit dihubunginya membuat ia semakin kesal.
"Iiss, Bang Adnan kemana sih! Susah banget dihubunginya!" gerutu Astrid lagi, masih berusaha menghubungi Adnan.
*****
Sementara disisi lain.
Adnan yang memang sedang meeting, jadi kurang fokus, karena handphone yang terus-menerus berbunyi membuat ia yang sedang melakukan presentasi sedikit terganggu. Alhasil ia meminta Fadhil untuk meneruskan prestasinya sedangkan ia langsung meninggalkan mejanya. Sambil melihat, layar Handphonenya.
"Astrid? Ada apa ya? Tidak biasanya dia menghubungi aku? Apa terjadi sesuatu pada Kana? Ah sebaiknya aku menghubungi dia saja" gumam Adnan, sembari ia kembali menghubungi Adiknya. Tak berapa lama sambungan pun terhubung.
"Iiss,! Bang Adnan! Kemana saja sih!" bentak Astrid dari seberang.
"Ada apa sih? Abang lagi, sibuk tahu!" balas Adnan sedikit mengeras, karena Astrid lebih dulu menyenggaknya.
"Itu, istri Abang, pergi!" kata Astrid, membuat jantung Adnan langsung berdegup kencang.
"Eh, pergi kemana dia Dek?" tanyanya penasaran.
"Pulang kerumah Bundanya! Sudah Astrid bilang tunggu Abang, dia tetap keras kepala ingin pergi jadi..." belum habis Astrid menjelaskan pada Abangnya, Adnan sudah langsung memutuskan sambungannya.
"Haiiz.. Kana bikin sport jantung saja ya!" gumam Adnan, sambil menggretekkan giginya karena geram.
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
__ADS_1
Maaf ya guys, Author updatenya nggak setiap hari. Itu karena Author, masih berlebaran masih banyak keluarga yang belum dikujungi jadi, agak sulit mau up. Jadi Author harap para Readersku memakluminya ya 🙏🥰 Dan jangan lupa dukung author terus ya Syukron 🥰🙏.