KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
SEBUAH RENCANA.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤎 Mutiara Hikmah.🤎❀◆•✾••┈


"Apa yang kita ucapkan itulah sebenarnya doa yang kau panjatkan. Allah itu maha baik, maha pengabul setiap doa hamba-Nya.


Terus berprasangka baiklah, In shaa Allah semuanya Akan dipermudah oleh-Nya. Dan yang utama teruslah selalu bersyukur atas apa yang diberi. Karena In shaa Allah, Allah akan menambahkan nikmat-Nya."


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤎❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


Di sebuah klub malam.


Terlihat seorang wanita, berjalan memasuki klub, yang terlihat begitu ramai. Wanita itu terus berjalan menuju kesebuah salah satu meja yang ada disudut klub malam tersebut. Dan disana terlihat ada seorang pria yang sedang duduk disalah satu kursinya.


"Permisi! Apakah Anda tuan Dalton?" tanya wanita itu, setelah ia berdiri dihadapan pria yang sedang duduk menikmati minumannya.


"Ya benar! Anda Rahanidah?" tanya Pria yang dipanggil Dalton tersebut.


"Iya benar!" balas Wanita itu yang ternyata dia adalah Hani sekertarisnya Adnan.


"Wow, ternyata Anda sangat cantik dan seksi ya?" ujar Dalton, dengan pandangan matanya melihat tubuh Hani dari bawah ke atas. Dengan tatapan mata mesum yang disertai senyuman seringainya. Membuat Hani yang melihatnya menjadi jijik.


"Bisa jaga pandangan Anda? Karena itu sangat menjijikkan!" ujar Hani terdengar ketus.


"Wow, ternyata Anda orangnya jutek juga ya, tapi saya suka itu!" balas Dalton, sambil tersenyum seringai kembali.


"Cih! Nazis gue!" kata Hani terdengar lirih. untung saja suara musiknya di klub tersebut terdengar keras, sehingga pria itu tidak mendengar perkataannya.

__ADS_1


"Baiklah Honey, sebelum kita melanjutkan pembicaraan, duduklah terlebih dahulu di sini!" kata Dalton sembari ia menepuk sofa yang ia duduki. Karena ia berharap Hani mau duduk di sebelahnya.


"Maaf, bisakah Anda tidak memanggil gue Honey, karena aku geli mendengarnya!" cetus Hani lagi, dengan tatapan datarnya.


"Uuuukh... saya semakin suka pada Anda! Sangat menantang," balas Dalton, yang menatap Hani dengan tatapan yang tak bisa diartikan itu. "Baiklah, kalau begitu, lalu saya harus memanggil apa pada Anda?" tanyanya lagi, masih dengan tatapan seakan ingin memakan Hani.


"Panggil Indah saja!" balas Hani, masih datar.


"Hmm Indah? Bagus, seperti indahnya tubuh Anda," kata Dalton, sembari tersenyum tipis, dengan tatapan mengarah kebagian dadanya Hani. Membuat Hani semakin geli melihat wajah Dalton, yang sebenarnya tidak begitu tampan.


"Cih! Seandainya saja gue tidak membutuhkan bantuannya! Mungkin sudah gue ludahin wajah mesum itu! Jijik banget gue lihat mukanya!" gumam Hani dengan tatapan mata yang terlihat kesal melihat wajahnya Dalton.


"Sabar Hani! Nanti setelah Lo menyingkirkan wanita sombong itu, baru dah Lo bebas melakukan apapun padanya, bahkan Lo bisa mencongkel mata mesumnya itu!" batinnya, yang kali ini ia menyempilkan senyuman sinisnya saat melihat wajah Dalton.


"Hei, mengapa Anda malah bengong Indah? Duduklah di sini agar kita bisa berbicara dengan nyaman!" ujar Dalton, menyadarkan Hani dari lamunannya.


"Eh! Sorry!" kata Hani dengan singkat, lalu ia pun duduk, namun tidak di sebelah Dalton, ia sengaja memilih sedikit berjauhan dari Dalton.


"Tidak apa-apa, saya tetap dengar kok, jangan khawatir!" balas Hani masih terdengar ketus.


"Baiklah kalau itu mau Anda, kalau begitu tunggu sebentar! Saya mau memesankan minuman untuk Anda," kata Dalton, sembari ia berdiri dari duduknya.


"Tidak usah repot-repotTuan Dalton! Karena saya tidak minum!" balas Hani, yang tak ingin merepotkan Pria bernama Dalton tersebut.


"Tenang saja! Saya tidak merasa direpotkan, justru saya senang bisa melayani Anda!" kata Dalton, yang kemudian ia langsung pergi menuju meja Batender, tanpa memberi kesempatan Hani membalas perkataannya.


"Huh! Dasar pria mesum keras kepala! Hah, kenapa gue harus berhadapan pria seperti ini sih? Ah sudahlah, inikan untuk kebaikan kamu juga!" gumam Hani, dengan tatapan mata mengarah ke Dalton yang terlihat masih di meja Batender.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Dalton terlihat kembali lagi dengan membawa, dua gelas wine yang berwarna putih. Setelah sampai dimeja mereka kembali Dalton meletakkan kan satu gelas wine putih, di meja tepat didepan Hani, dan satunya lagi ia pegang saja.


"Silahkan diminum Nona Indah," ujarnya sembari ia duduk tepat di sebelah Hani. Membuat Hani terkejut dan dengan spontan ia pun menggeserkan duduknya.


"Terimakasih!" balas singkat terdengar ketus.


"Heh! Masih jutek saja ya! Oh iya, sebenarnya ada apa Anda mencari saya?" tanya Dalton terlihat penasaran.


"Begini Tuan, saya mau minta bantuan Anda, untuk menyingkirkan wanita ini! Terserah Anda mau diapakan wanita itu yang penting dia menghilang dari kehidupan laki-laki itu!" ujar Hani yang sepertinya ia sedang memiliki sebuah rencana. Lalu ia pun menyerahkan sebuah foto pria dan wanita yang terlihat saling bergandengan.


"Hmm, memangnya siapa mereka?"


"Apakah saya harus memperjelas siapa mereka dulu Tuan?"


"Baiklah tidak usah! Lalu apa yang akan saya dapatkan bila saya berhasil menyingkirkan wanita itu hm?" tanya Dalton, terlihat begitu santai.


"Ini, sisanya setelah saya mendapatkan bukti bahwa Anda telah berhasil!" kata Hani, sembari ia meletak sebuah amplop berwarna coklat yang terlihat sedikit tebal, diatas meja tepat didepan Dalton.


Dalton langsung mengambil amplop tersebut, dan langsung membukanya. "Suit..suit..!" Dalton langsung bersiul setelah melihat isi Amplop coklat tersebut. "Hmm.. Apakah Anda tahu tarif saya?" tanyanya sambil ia meletakkan kembali Amplop tersebut kemeja.


"Saya tahu! Anda tidak perlu khawatir, asalkan ada bukti maka saya akan menyerahkan sisanya!" balas Hani


"Baiklah, kalau begitu mari kita Cheers, mengawali kerja sama kita," ucap Dalton, sambil mengangkat gelasnya.


Mendengar perkataan Dalton, Hani terlihat senang, karena akhirnya ia bisa melaksanakan Rencananya, lewat Dalton. "Oke, Cheers!" balas Hani, setelah ia mengambil gelasnya juga. Lalu gelas mereka pun saling beradu, setelah itu keduanya pun meminum air yang terdapat di gelas tersebut.


Dalton, terlihat tersenyum tipis saat ia melihat Hani meminum minumannya. Apalagi saat melihat Hani menghabiskan air yang terdapat di gelasnya. "nice girl," gumamnya, kembali tersenyum seringai.

__ADS_1


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys..🙏🥰 Bonusin author dong dengan VOTEnya, jangan pelit yaa😉 dan jangan lupa juga ya berikan LIKE, Hadiah, Bintang 🌟 serta komentarnya ya guys Biar novel ini bisa bersinar 😉 Oke guys 🥰 Syukron 🥰😘.


__ADS_2