KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
PERTEMPURAN.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah.🤍❀◆•✾••┈


Jika Sebutir TELUR dipecahkan oleh Kekuatan DARI LUAR, maka kehidupan didalamnya akan BERAKHIR. Tetapi, jika sebutir telur dipecahkan oleh kekuatan dari DALAM, maka kehidupan baru AKAN LAHIR. Jadi hal-hal besar selalu bermula dari dalam diri, bukan dari luar..


Allah tidak pernah menjajikan :


Langit itu selalu biru. Bunga tak selalu mekar dan matahari selalu bersinar.


TAPI KETAHUILAH BAHWA ALLAH SELALU MEMBERI : Hikmah di setiap cobaan. Jawaban di setiap doa. So Jangan pernah menyerah!


LIFE IS SO BEAUTIFUL


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


"Oke! Sebelum gue memangsa Lo! Sepertinya lo kudu tahu nama gue! Lo dengar baik-baik ya! Nama gue Rasyah! Ingat psnggil nama gue, Rasyah saat Lo merasa enak saat gue memakan Lo nanti! Apa Lo paham hm?" tutur Abangnya Pasha, yang ternyata ia bernama Rasyah. Sembari ia menjilati pipi, Billa.


"Cih! Abang dan adik ternyata kelakuannya sama yaa! Sama-sama seperti binatang! Yang nggak punya etika! Cuih..!" cetus Billa, yang terlihat rasa takutnya seketika hilang, saat ia mengetahui kalau pria yang ada dihadapannya ternyata Abangnya Pasha, pria yang sempat ia benci Karana telah menjebak sahabatnya. Bahkan saking hilangnya rasa takut ia itu, membuat Billa berani meludah kewajah Rasyah.


"Kau berani sekali kau meludahi gue hah?! Plaak!" seru Rasyah, yang terlihat geram karena mendapatkan air buih dari mulutnya bila. Sehingga dengan spontan tangannya melayang kepipi putihnya Billa.


"Aakh!" pekik Billa.

__ADS_1


"Kenapa sakitkah hah? Itu tak seberapa dibandingkan yang akan gur lakukan sekarang!" ujar Rasya yang kemudian ia menarik baju Billa dengan paksa, sehingga baju itu langsung robek.


"Dasar bajiangan Lo! Lo sama saja sama Adik Lo! Asal Lo tahu dia pantas mati, karena dia hampir menodai teman gue! Jadi sudah sewajarnya dia di penjara dan dia mati seharusnya Lo tidak menyalahkan teman gue!" seru Billa yang terlihat matanya memerah karena amarah.


"Ah, banyak omong Lo! Karena Lo masih bersikeras tidak memberitahukan keberadaan teman Lo, maka bersiaplah Lo yang harus menanggungnya!" kata Rasyah, yang kemudian ia langsung menyiram tubuh Billa dengan Wine. Setelah itu ia menjilatnya. Sambil ia menimpah tubuh kecil Billa, Lalu dengan rakusnya ia menggigit leher jenjangnya Billa, sehingga gadis itu menjerit keras, karena ia merasa kesakitan atas gigitan Rasya.


"Aaakh.. binatang Lo! Lepaskan gue! Toloooong!" teriak Billa dan dengan sekuat tenaganya, ia berusaha mendorong tubuh Rasyah. Namun karena tangannya diikat, membuatnya dorongan tidak ada artinya bagi Rasya. Ia semakin membabi buta mengigiti, menjil*ti tubuh Billa. Membuat jeritan Billa semakin kencang.


"KYAAA..! Toloooong! Lepaskan gue binatang!" teriaknya, yang kini air matanya sudah mengalir deras. Dan disaat Rasyah Hendak menarik celana panjangnya tiba-tiba, terdengar suara letusan dari sebuah senjata api. Sehingga dengan spontan Rasyah menghentikan aksinya.


"Jangan bergerak! Atau peluru didalam senjata ia bersarang ketubuh kalian satu persatu!" ujar seorang pria yang sudah pasti ia adalah Fadhil, yang baru saja masuk berserta anak-anak buahnya.


Melihat kedatangan Fadhil, seketika wajah Rasyah berubah. Terlihat sekali ia sangat kesal, karena Fadhil telah mengganggu kesenangannya.


"Siapa Lo?! Berani-beraninya Lo mengganggu kesenangan gue hah?!" bentak Rasyah, yang terlihat ia tidak takut sama sekali, pada Fadhil yang Padahal ia sedang menodongkan senjatanya kearah dirinya.


Mendengar ungkapan Fadhil, wajah Rasyah, seketika memerah karena marah, sekali melihat Fadhil, yang terlihat ia santai dan terlihat biasa-biasa saja tanpa rasa bersalah sama sekali. Sehingga membuat Rasya geram. hingga tanpa rasa takut sama sekali pada senjata yang dipegang Fadhil. Rasyah langsung menyerangnya.


"Rasakan ini tendangan tornado gue hiaat!" ucap Rasyah sambil memutarkan tubuhnya, yang kemudian ia pun, melakukan tendangan tornadonya pada Fadhil. Sehingga tubuh Fadhil terhempas, ke belakang bahkan senjatanya terpental jauh. "Mampus Lo!" ucapnya lagi setelah melihat Fadhil terjatuh.


Fadhil tersenyum sinis, sembari ia bangkit dari jatuhnya. "Heh! Boleh juga Lo! Oke kalau itu mau Lo gue jambanin Lo" ucap Fadhil, yang terlihat biasa-biasa saja setelah mendapatkan tendangan dari Rasyah, bahkan ia tak merasa sakit sedikit pun.


Rasyah yang melihat itu semakin geram, apa lagi setelah mendengar perkataan Fadhil yang seakan menantang dirinya. Membuat darahnya seketika mendidih, sehingga ia kembali menyerang Fadhil.

__ADS_1


"Banyak omong Lo! Terima ini hiaaat!" teriaknya yang kembali ia memberikan tendangan tornadonya. Namun kali ini meleset, karena Fadhil telah siap, berbeda dengan yang tadi, yang memang Rasyah menyerangnya secara tiba-tiba.


"Heh! Segitu sajakah? Uhmm... sekarang giliran gue! hiaah..!" kata Fadhil yang kemudian dengan gesit ia langsung menyerang Rasyah, dengan tendangan tornadonya. Hingga Rasyah, tidak sempat menghindarinya, dan akhirnya ia pun langsung terhempas juga.


"Damn! Ternyata boleh juga kemampuan Lo!" ujar Rasyah, sembari ia bangkit dan terlihat juga ia semakin marah. Lalu tanpa basa-basi ia kembali menyerang Fadhil. "Hiaat..ukh..hah..!"


Bagh...Bugh..Bagh.. Bugh..


Aksi serang-menyerang pun terjadi. Fadhil yang terlihat lebih gesit dari Rasyah, membuat ia sangat mudah, mematahkan setiap serangan Rasyah. Setelah cukup puas ia memberikan kesempatan untuk Rasya menyerangnya. Kali ini gilirannyalah yang menyerang Rasyah. Membuat lawannya menjadi kewalahan hingga akhirnya, Fadhil menyudahinya dengan sekali tendangan tornado yang paling kuat, sehingga Rasyah kembali terhempas. Dan pertempuran pun berakhir.


"Bagaimana? Apakah Anda masih ingin mencoba yang lainnyakah?" tanya Fadhil dengan alis dinaik-turunkan seakan ia mengejek Rasyah.


Rasyah, yang terlihat sudah tak berdaya, hanya menatap tajam pada Fadhil. Karena lawannya seperti sudah tak berdaya, langsung berjalan kearah Billa, sambil membuka jas hitamnya. Lalu ia pun langsung memakaikannya ketubuh Billa yang terlihat, dibagian atas hanya tinggal branya saja. Sedangkan bagian bawah masih utuh, hanya kancing celana panjangnya saja yang sudah terbuka sedikit.


Setelah ia memakaikan Jasnya ketubuh Billa, Fadhil pun langsung menggendong tubuhnya, yang terlihat masih gemetaran karena rasa takutnya. Karena merasa malu Billa langsung menyembunyikan wajahnya didada bidang Fadhil.


"Kalian urus mereka!" ucapnya pada anak Buahnya seraya ia berjalan meninggalkan gudang tua itu.


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.

__ADS_1


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏


__ADS_2