
┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah.🤍❀◆•✾••┈
"Kesabaran bukan berarti diam tak bergerak saat ditimpa musibah. Tapi sabar adalah aktif bergerak mencari kebaikan saat musibah datang."
"Tetaplah tersenyum ketika sedang sedih dan memaafkan ketika dikecewakan, karena Allah menyukai orang mampu bersabar ketika menghadapi cobaan.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•
Setelah mendapatkan jawaban dari Anak buahnya, Fadhil langsung membawa Billa ke mobilnya. Nampak Billa masih sedikit malu, hingga ia tak berani menatap Fadhil sedikit pun.
"Kita kerumah sakit dulu ya? Baru setelah aku antar kamu pulang," ujar Fadhil, memecahkan keheningan, yang sejak mereka masuk. Mobil begitu hening.
"Ti-tidak Pak, antar saya pulang saja," balas Billa yang terlihat sejak tadi ia hanya menunduk wajahnya, dengan mata terlihat sembab, karena ia selalu menangis sejak tadi.
"Bukankah tubuh kamu tadi banyak lukanya?" ujar Fadhil, to the poin, karena memang saat ia memakaikan baju jasnaya pada Billa, ia sempat melihat ada beberapa luka bekas gigitan Rasyah, yang sempat menggila.
Mendengar ucapan Fadhil, membuat Billa semakin malu. Hingga, ia merapatkan baju Jas Fadhil, bagian lehernya seakan ia tak ingin ada celah sedikitpun dari tubuhnya. Terlihat matanya kembali berkaca-kaca. Sebenarnya ia tak mengerti sebenarnya mengapa ia bisa terjerat oleh anak buahnya Rasyah.
Billa, Akhirnya pun teringat, waktu itu ia sempat diajak oleh pacarnya yaitu Roy, temannya Pasha. Pada saat itu ia tidak curiga sama sekali. Makanya saat Roy mengajaknya kencan ia begitu senang. Namun siapa sangka, ternyata Roy malah membawanya kepada pada anak buahnya Rasyah. Membuat hatinya begitu sakit, ia tidak menyangka orang yang ia cintai begitu tega, menyakiti hatinya.
__ADS_1
"Dasar laki-laki brengsek! Gue benci Lo! Hiks.. gue benci Lo seumur hidup gue! Hiks..hiks.." gumam Billa lirih, yang terlihat air matanya kembali mengalir.
"Apa Lo bilang hah? Sudah gue tolong Lo! Lo bilang pula gue brengsek! Emang nggak tahu terima kasih lo ya!" bentak Fadhil, yang ternyata ia mendengar gumamannya Billa. Hingga membuat ia menjadi salah paham terhadap Billa.
"Bapak salah paham! Bukan Bapak yang brengsek, tapi pacar saya yang brengsek! huhuhu.. dia yang menyerahkan saya pada laki-laki bajiangan tadi! huhuhu.." jelas Billa yang akhirnya tangisnya pecah. Terlihat juga ada kekesalan pada wajah saat ia menyebutkan kata pacar.
"Ooh saya pikir kamu, kamu mengatai Saya," ujar Fadhil, terlihat sedikit malu. "Tapi mengapa baru sekarang kamu menyadari pacar kamu brengsek?" tanya Fadhil, yang terlihat penasaran.
"Apakah penting untuk saya menjawabnya Pak?" tanya Billa, terdengar datar. Sembari ia mengusap air matanya dengan kasar. "Huh! Rugi gue menangisi Pria brengsek itu!" batin Billa, terlihat kesal, saat teringat kebodohannya, yang telah mencintai laki-laki brengsek itu.
"Nggak penting juga sih! Ya sudah lupakan saja!" cetus Fadhil yang akhirnya ia terdiam, dan hanya fokus dengan kemudinya saja, dan bahkan ia mempercepat laju mobilnya. Berharap secepatnya ia sampai dirumahnya Billa.
Setelah mobil terparkir Fadhil pun langsung turun, lalu ia membantu Billa membukakan pintu mobilnya. "Apakah kamu bisa berjalan sendiri?" tanyanya setelah pintu mobil terbuka.
"Iya saya bisa kok," balas Billa yang kemudian dengan kaki yang terlihat masih gemetaran, ia pun berusaha berjalan dengan perlahan.
Fadhil yang melihat langkah Billa yang sedikit terseok-seok, membuat ia tak tega melihatnya. Sehingga tanpa memberi aba-aba terlebih dahulu pada Billa ia langsung menggendong tubuh kecilnya. Seketika Billa menjerit karena kaget.
"Kyaaa..! Apa yang Bapak lakukan? Saya bisa berjalan sendiri Pak!" seru Billa kaget, dandengan spontan tangannya langsung melingkar ke lehernya Fadhil.
"Bisa diam nggak! Atau kamu mau saya jatuhkan sekarang juga hah?" ucap Fadhil dengan tatapan yang terlihat begitu dingin, membuat Billa akhirnya terdiam, dan akhirnya ia hanya bisa pasrah saat Fadhil mulai berjalan memasuki rumahnya.
__ADS_1
Setibanya mereka didalam ternyata diruang tamu sedang ramai, dan sepertinya orang tua Billa sedang kedatangan seorang tamu. Melihat kedatangan Fadhil, terlihat orang tua laki-laki Billa terlihat kaget, apalagi saat ia melihat Billa yang sedang berada di dalam gendongnya itu. Ditambah lagi saat melihat kondisi Billa yang terlihat rambutnya acak-acakan dengan memakai baju jas seorang pria. Membuat wajahnya seketika memerah.
"Apa yang terjadi? Dan siapa kamu? Mengapa anakku bersama kamu hah?" tanya orang tua Billa yang terlihat sangat marah.
"Papa!" sentak Billa saat melihat Pria yang sedang menatap tajam pada Fadhil.
"Perkenalkan Saya Fadhil Pak," balas Fadhil, sembari ia menurunkan tubuh Billa secara mendadak, membuat Billa kaget, sehingga lingkaran tangannya langsung terlepas, dan terbiaklah baju jas yang tidak terkancing itu. Hingga memperlihatkan sedikit tubuh Billa yang hanya memakai bra berwarna pink.
Melihat, keadaan putrinya yang terlihat kacau membuat Ayah Billa sangat marah, sehingga satu pukulan kekuat mendarat kewajahnya Fadhil.
"Pria sialan!" serunya sambil melayangkan tinjunya sehingga bibir Fadhil seketika mengeluarkan darah.
┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰
Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.
dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏
__ADS_1