KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
SUDAH PUNYA YANG HALAL.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤎 Kalam Habaib.🤎❀◆•✾••┈


"Jagalah pandanganmu, jangan kau gunakan kecuali untuk sesuatu yang dapat mengingatkanmu kepada-Nya, membuat hatimu bercahaya, serta kau dapat mengambil pelajaran darinya.


Jauhilah pandangan karna n*fsu, karna sy*hwat. Terlebih memandang orang lain dengan pandangan meremehkan. Jangan kau gunakan pandanganmu kecuali untuk menggapai ridha-Nya."


___Al-Habib Umar bin Hafidz__


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤎❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


"Apakah kamu sudah terbiasa memamerkan buah dadamu pada semua laki-laki hah?!" bentak Kirana, pada Hani, sekertarisnya Adnan.


Mendengar Kirana, yang membentak-bentak sekertarisnya. Seketika Adnan yang sedang melihat benda pipihnya. Langsung hendak memandang Hani, namun tiba-tiba matanya langsung ditutup oleh Kirana.


"Sayang! Mata Biby kok ditutup sih?" protes Adnan, namun ia tak ingin memberontak. Karena ia mengetahui penyebab sang istrinya seperti itu.


"Sssth.. diamlah By! Atau Biby emang ingin melihat buah dada wanita yang tak tahu diri ini yaa?!" balas Kirana, dengan tangannya masih menutup mata suaminya.


"Enggak Sayang, ya sudah deh Biby diam saja kok, kamu lanjutkan deh marah dia," balas Adnan sembari ia tersenyum tipis. Karena ia tahu kalau istrinya sedang melindungi dirinya dari hal yang haram baginya.


"Memang Kana ingin memarahi dia! Wanita nggak punya malu!" balas Kirana dengan tatapan dingin pada Hani.


"Maaf Nyonya, tapi saya bukan wanita yang Anda katakan!" ujar Hani, terlihat sekali, ada kekesalan di wajahnya.


"Oh iya? Bukan wanita seperti itu? Hmm, lalu apa maksudnya kamu menundukkan badan kamu hingga yang didalam baju kamu terlihat seperti itu hah? Apakah kamu ingin menunjukkan pada suamiku, kalau buah dada kamu seksi gitu hah?" tanya Kirana yang entah mengapa rasanya ia ingin sekali menendang wanita itu. Karena kelakuan Hani yang terlihat seperti ingin menggoda Suaminya.

__ADS_1


"Saya tidak pernah berpikir seperti itu Nyonya! Soal yang tadi itu tidak sengaja!" dalih Hani, dengan suara yang terdengar mulai mengeras.


Sedangkan Adnan yang matanya masih ditutup oleh Kirana, kembali tersenyum tipis saat ia mendengar Kirana menyebut kata Suamiku. Ia masih terdiam sambil melipat tangannya di bawah dadanya. Adnan memang sengaja diam dan tak ingin ikut campur dalam pertengkaran istrinya itu


"Cih tidak sengaja? Tapi saat kamu nenaruh makanan itu, matamu mengarah ke suamiku! Apakah kamu pikir aku tidak melihatnya hah? Hei Hani, asal kamu tahu ya! Walaupun kamu melakukan berbagai cara untuk memikat Suamiku! Itu tidak akan berhasil! Karena Suamiku tertarik sama kamu, tau!" ujar Kirana, dengan tatapan penuh kebencian terhadap Hani.


"Nyonya saya tidak seperti itu!" sangkal Hani


"Aah Sudahlah! Sebaiknya kamu pergi dari sini! Aku muak melihat wajah kamu! Pergilah sekarang!" seru Kirana, mengusir Hani dengan nada keras.


"Baiklah Nyonya! Kalau begitu saya permisi!" cetus Hani, yang kemudian ia langsung melangkah keluar dengan wajah yang sudah memerah, antara kesal dan malu karena Kirana memergoki aksinya yang memang ingin menggoda Adnan.


"Huh! Dasar wanita sombong! Lihat saja nanti gue pasti akan membuat suami kamu benar-benar bertekuk lutut padaku! Dan bila hari itu tiba, maka orang pertama yang aku singkirkan adalah wanita sombong itu!" gumam Hani, setelah ia sudah berada di meja kerjanya. Nampak sekali diwajahnya ada dendam yang begitu membara


"Pokoknya gue harus melakukan berbagai cara, agar Pak Adnan secepatnya bertekuk lutut padaku! Agar secepatnya juga aku memilikinya! Tunggulah wanita sombong gue akan membalas hinaan ini pada Lo!" gumam Hani lagi, sambil ia mengepalkan tangannya. Seraya ia menatap pintu ruangan Adnan, dengan tatapan geram.


Sementara itu didalam ruangannya Adnan.


"Sayang, mau sampai kapan mata Biby ditutup seperti ini hm?" tanya Adnan, setelah ia tadi mendengar suara pintu sedikit dibanting oleh Hani, tanda ia sudah keluar dari ruangannya.


Mendengar pertanyaan Adnan, Kirana langsung menarik tangannya dari matanya Adnan. Dan Adnan pun langsung menatap wajah istrinya, yang terlihat masih ada kekesalan disana.


"Orangnyakan sudah pergi Sayang, kok masih kesal begitu sih? Jangan bilang kamu juga kesal lagi sama Biby?" tanya Adnan sembari ia mendekati wajahnya, Kirana.


"Huh! Kana emang lagi kesal Sama Hubby! Habis Hubby betah banget sih kerja dengan Wanita tukang pamer buah dada itu sih!" ketus Kirana, sembari ia menggeser duduknya, sedikit menjauh dari Adnan.

__ADS_1


"Siapa yang betah sih Sayang? Biby masih mempertahankan dia karena Biby belum dapat pengganti dia Sayang. Nanti deh kalau Biby sudah kalau ada yang cocok Biby secepatnya ganti. Sekarang kamu jangan marah lagi ya, Sayang," balas Adnan, sembari ia menggeser duduknya mendekati Kirana kembali.


"Hmm.. bagaimana kalau Kana menggantikan dia dulu by. Untuk sementara loh, sambil menunggu Hubby mencari sekertaris baru loh, gimana By, kamu setujukan?" tanya Kirana sembari ia menaik turunkan alisnya.


"Tidak boleh! Biby tidak setuju!" tegas Adnan membuat Kirana kembali memasang wajah cemberutnya.


"Iis.. kenapa sih? Semuanya tidak boleh! Atau jangan-jangan Biby, tidak rela ya melepaskan wanita seksi itu, yang buah dadanya besar itukan?" tanya Kirana dengan tatapan menyelidik.


"Astaghfirullah Sayang! Kenapa kamu berpikir seperti itu sih? Biby tidak setuju, karena Biby, tidak mau kamu kecapean Sayang. Karena perkerjaan Sekertaris itu sangat berat Sayang, please dong Sayang jangan su'udzon, sama Biby," tutur Adnan memberikan penjelasan pada Kirana, mengapa ia tak setuju dengan idenya.


"Habis Kana kesal lihat dia yang beberapa kali Kana lihat dia suka keganjenan gitu kalau didepan kamu!" kata Kirana masih dengan wajah kesalnya.


"Hmm istrku sedang cemburu rupanya?"


"Cih! Siapa juga yang cemburu!"


Adnan tersenyum lucu, melihat bibir istrinya, yang terlihat semakin panjang. "Sayang, bukankah tadi kamu bilang, walaupun dia melakukan berbagai cara, untuk memikat Biby, itu tidak akan berhasil? Maka percayalah in shaa Allah yang dia lakukan akan sia-sia! Lagian buat apa juga Biby melihat yang haram kalau Biby sudah memiliki yang Halal, depan mata seperti ini hm?" tutur Adnan, yang kemudian ia langsung meraih bibir ranumnya Kirana, yang sejak tadi menjadi pusat perhatiannya


Mendapat serangan mendadak, mata Kirana langsung membulat. "Ummm!" protesnya sambil memukul dada bidangnya Adnan.


"Iiikh... Hubby! Main cium seenaknya saja sih!" protesnya, setelah Adnan melepaskan tautannya.


"Biarin! Habis Bibir cemberut kamu menggoda Biby terus sih? Dan ini membuktikan kalau Biby sudah punya yang halal, untuk apa mencari yang Haram!"


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...

__ADS_1


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys..🙏🥰 Bonusin author dong dengan VOTEnya, jangan pelit yaa😉 dan jangan lupa juga ya berikan LIKE, Hadiah, Bintang 🌟 serta komentarnya ya guys Biar novel ini bisa bersinar 😉 Oke guys 🥰 Syukron 🥰😘.


__ADS_2