
═══❉্͜͡💓 Mutiara Hikmah.💓❉্͜͡═══*
"Tersenyumlah, disetiap keadaan, karena semua pasti akan berlalu.Tetapi yang terpenting bukan kapan ujiannya berakhir. Melainkan hikmah apa yang telah kita ambil sebagai pelajaran untuk melangkah lebih baik ke depannya.
Kita tak bisa memilih ujian apa yang ingin kita hadapi. Tetapi kita selalu bisa memilih ingin mendekat kepada Allah atau justru menjauh. Percayalah, Allah sangat menyayangi hamba-hambaNya. Karenanya apa yang Allah tetapkan bagi seorang hamba pasti dengannya ada kebaikan
So, Jangan lelah menjadi baik, berbuat baik, dan menebar kebaikan"
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•═══════•❉্᭄͜͡💕❉্᭄͜͡•═══════•
Kirana dan Adnan, terlihat begitu bahagia. Karena kedatangan mereka di sambut begitu hangat. Sari maupun Rizwan juga nampak bahagia, setelah mereka melihat ketiga cucu mereka, yang terlihat lucu dan menggemaskan. Bahkan mereka sudah tak sabar ingin menggendongnya.
"Selamat Sayang, Akhirnya kamu kini sudah menjadi seorang Ibu," ucap Sari pada Kirana. Sembari ia mengecup lembut dahi anak mantunya itu. Dan disusul juga oleh Rizwan, sama hal dengan Sari, ia juga memberikan kecupan lembut pada dahinya Kirana.
"Selamat ya Nak, semoga kalian selalu diberikan kesehatan serta kebahagiaan ya Nak," ucap Rizwan penuh Rasa syukur.
"Aamiin ya Allah, Terima kasih Mah, Pah, dan selamat juga buat Mama dan Papa yang akhirnya menjadi seorang Kakek dan Nenek juga," balas Kirana, terlihat lebih dewasa.q
"Alhamdulillah, terima kasih Nak, ini semua berkat kamu, dan Mama bahagia banget, karena masih diberikan kesempatan untuk melihat cucu-cucu Mama," ucap Sari, yang memang ia terlihat amat bahagia. Hingga tanpa sadar air mata kebahagianya mengalir begitu saja.
"Loh Mamah kok malah menangis sih? Lihat tuh air mata Mama jadi menetes di pipi Baby Boy," kata Adnan, sambil mengusap air mata Sari yang terjatuh dipipi anaknya yang sedang digendong oleh Sari.
"Tau nih Mama, bukankah hari ini hari yang membahagiakan untuk kita Mah? Jadi jangan menangis dong Mah?" Sambung Rizwan yang terlihat ia juga sedang menggendong Baby Boy 2.
__ADS_1
"Ini tangisan bahagia Pah, karena mama tidak menyangka, Allah masih memberikan Mama kesempatan. Padahal dokter memvonis Mama.." kata Sari, dan langsung di potong oleh Adnan.
"Sssth..! Jangan mengingatnya lagi Mah, karena semuanya sudah terlewati. Jadi saat ini yang harus Mama lakukan adalah, tetap menjaga kesehatan! Supaya Mama bisa melihat pertumbuhan Baby triplets kami, oke Mah?" ujar Adnan, sembari ia merangkul pundak Sari, lalu ia pun menghapus air matanya.
"Baiklah Nak, in shaa Allah Mama akan menjaga kesehatan Mama, demi bisa menemani cucu-cucu Mama ini" balas Sari, sembari ia mengecup lembut pipi Baby Boy, yang sedang ia gendong.
"Sudah, sudah, Ayo sekarang kita masuk, biar acara syukurannya segera di mulai," timpal Rizwan, yang terlihat ia mulai berjalan menuju pintu masuk rumahnya, sembari ia menggendong cucunya juga.
"Baiklah Pah," balas mereka serentak, yang akhirnya, mereka semua memasuki rumah orang tuanya Adnan.
Setibanya mereka di dalam, ternyata di sana telah ramai dengan para jama'ah yang akan membacakan doa-doa syukuran. Setelah semuanya berkumpul, Rizwan pun meminta sang ustadz untuk memulai Dia syukurannya.
Pada awalnya, mereka membacakan doa syukur atas keselamatan Kirana dan Anak-anaknya yang telah melewati masa-masa tersulit mereka. Setelah itu dilanjutkan dengan acara penabalan nama untuk buah hati Kirana dan Adnan.
Mengucapkan lafadz untuk memberi nama anak laki-laki sebagai berikut:
سَمَّيْتُكَ ﴿سَمَّيْنَكَ﴾ بِالْٳِسْلَامِ الّذِي سَمَّاكَ بِهِ اللهِ ٠٠٠ بن ٠٠٠٠ الْفَاتِحَة
Sammaituka (sammainaka)bil-Islaamilladziy sammaaka bihiLLaahi "Daffa Rasydan Salim bin Adnan Rayyan Salim al Faatihah]." ucap Sang Ustadz, sambil memotong rambut sang bayi sedikit.
Para jama'ah pun membacakan Al-fatihah secara bersama-sama, setelah Baby Boy selesai. Adnan pun kembali memangku Baby Boy two, setelah Baby Boy onenya di serahkan pada kakeknya.
Kembali lagi sang Ustadz memegang kepala baby boy two. Lalu kembali membaca: Ta’awudz, surat al Ikhlash, surat al Falaq surat an Naas, dan dilanjutkan membaca doa penabalan nama.
Sammaituka (sammainaka)bil-Islaamilladziy sammaaka bihiLLaahi "Daffi Reyhan Salim bin Adnan Rayyan Salim al Faatihah]." ucap Sang Ustadz, sambil memotong rambut sang bayi sedikit. Dan jama'ah kembali membacakan surah Al-fatihah.
__ADS_1
Setelah Baby tow selesai, Adnan langsung menyerahkan anaknya pada sang Mama, lalu ia kembali memangku anak ketiga, Baby girl.
Sang Ustadz kembali memegang kepala baby girl Lalu kembali membaca: Ta’awudz, surat al Ikhlash, surat al Falaq surat an Naas, dan dilanjutkan membaca doa penabalan nama untuk anak perempuan Adnan:
سَمَّيْتُكِ ﴿سَمَّيْنَكِ﴾ بِالْٳِسْلَامِ الّذِي سَمَّاكِ بِهِ الله ٠٠٠ بنت ٠٠٠٠ الْفَاتِحَة
[Sammaituki (sammainaki) bil-Islaamilladziy sammaaki bihiLLaah, Delisha Rashida Salim, al Faatihah]." para jama'ah yang hadir langsung membaca Alfatihah
Setelah selesai sang ustadz pun membacakan doa
الفاتحة بِٲَنَّ اللهَ يَجْعَلُ اسْمًهٗ ﴿هَا﴾ مُبَارَكًا لَہٗ ﴿هَا﴾ الفاتحة
"[Al-Faatihatu bi-annaLLaaha yaj’alusmahu (ha) mubaarakan lahu (laha). Al Faatihah].
Semua yang hadir kembali membaca al Faatihah.
Kemudian ustadz doa lagi.
الفاتحة بِٲَنَّ اللهَ يُطَوِّلُ عُمْرَہٗ ﴿هَا﴾ فِيْ طٰاعَةِ اللہِ وَ طٰاعَةِ الرَّسُوْلِ وَفِيْ سِحَّةٍ وَسَلَامَةٍ الفاتحة
"[“Al-Faatihatu bi-annaLLaaha yuthawwilu ‘umrahu (ha) fiy thaa’atillaahi wa thaa’atir-Rasuli wa fiy sihhatin wa salaamah. Al Faatihah…”]
┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys..🙏🥰 Bonusin author dong dengan VOTEnya, jangan pelit yaa😉 dan jangan lupa juga ya berikan LIKE, Hadiah, Bintang 🌟 serta komentarnya ya guys Biar novel ini bisa bersinar 😉 Oke guys 🥰 Syukron 🥰😘.
__ADS_1