KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
PANGGILAN TERBARUNYA.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah.🤍❀◆•✾••┈


Setiap hari yang datang adalah hari yang berharga


"Waktu berlalu dengan sangat cepat, hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, siang berganti malam, dan malam berganti siang. Karena waktu berjalan dengan begitu cepat, jangan biarkan ia berlalu begitu saja. Lakukan yang terbaik untuk menjalani setiap waktu yang kita miliki.


Yuk, maksimalkan hari-hari kita untuk memanen pahala, semoga langkah kita senantiasa dipermudah. Dan semoga kita senantiasa berada dalam rahmat, taufik dan hidayah-Nya


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


"Yang mana yaa yang cocok buat Pak Guru?" gumam Kirana yang terlihat kebingungan saat ia melihat, nama-nama panggilan sayang untuk suaminya. Lalu ia melihat lagi disana tertera tujuan panggilan sayang, lalu ia pun mengkliknya, dan terteralah..



Habibie artinya kesayanganku.


Sodiqi berarti setia


Hubby berarti cinta


Abi berarti Papa atau indah


Yaa Qalbii berarti wahai hatiku.


Albi Artinya jantung


Hayati Berarti ‘hidupku.

__ADS_1



"Aduh kok tambah bingung yaa?" gumamnya lagi. terlihat sekali ia bertambah bingung saat ia mengklik panggilan yang lainnya. Disaat bersamaan ia di kejutkan dengan suara bariton Adnan, yang ternyata, ia tak bisa tidur karena Kirana bergumam walaupun pelan ternyata masih terdengar olehnya.


"Yaa Hayati, kenapa kamu menjadi bimbang seperti itu hm?" tanyanya yang secara tiba-tiba, hingga membuat Kirana kaget, dan hampir saja benda pipihnya terjatuh.


"Aah! Pak Guru, bikin kaget saja sih?" sentak Kirana, sembari ia mengambil benda pipihnya yang hampir terjatuh.


"Maaf Sayangku, habis kamu berisik sekali Mas jadi nggak bisa tidurkan" balas Adnan, sambil ia mengambil hp yang dipegang Kirana. "Sebenarnya apa yang kamu bingungin sih sayang?" tanyanya lagi sembari ia melihat layar kaca handphonenya Kirana.


Adnan tersenyum tipis, saat melihat tulisan yang tertera pada layar handphone tersebut. "Sudah kamu tentukankah, panggilan untuk Mas, Sayang?" tanyanya sambil menatap lembut pada istrinya.


"Eh, humm.. Kana panggil Abi aja ya Pak, lebih gampang," ucap Kirana, dengan wajah polosnya.


"Kok Abi sih Sayang? Itu sama saja kamu manggil Bapak!" protes Adnan terlihat tidak senang dengan usulnya Kirana. "Ditambah lagi kita belum punya anakkan? Rasanya aneh dong sayang kalau panggil Abi," katanya lagi.


"Cinta? Hum.. Mas suka itu, karena panggil bisa menjadi doa, jadi Mas berharap kamu tambah Cinta sama Mas Sayang," ucap Adnan, senang sehingga ia langsung memeluk istrinya dan tak lupa juga ia memberikan kecupan lembut pada dahinya Kirana. "Coba sekarang kamu panggil Mas, Sayang," pinta Adnan didalam pelukannya.


"Hubby," ucap Kirana lirih, dan masih terdengar canggung.


"Apa? Kok Mas nggak dengar ya?" tanya Adnan yang sebenarnya ia sudah mendengarnya. Namun ia ingin mendengarnya sekali lagi.


"Iiss, Hubby mah bolot ya? Masa nggak dengar sih?" protes Kirana, terlihat kesal.


"Hahahaha, tidak kok, Mas dengar, cuma Mas ingin mendengarnya lagi Sayang,"


"Eh, humm.. Hubby suka? Kana panggil itu?"


"Ya suka sekali Sayang," balas Adnan yang kemudian ia menarik istri kecilnya agar ia menyandarkan kepalanya ke dadanya Adnan.

__ADS_1


"Sekarang tidurlah Sayang, karena perjalanan kita masih lama" ucap Adnan lagi, yang kemudian sembari ia memejamkan matanya. Karena sebenarnya ia sudah amat mengantuk sekali. Kirana tak menjawab perkataan Adnan ia hanya diam pasrah, dan membiarkan tubuhnya menyandar pada Sang suaminya.


"Hubby?" panggil Kirana lirih.


"Hmm?" balas Adnan masih dengan mata yang terpejam.


"Apakah Hubby, masih menyukai wanita tadi?" tanya Kirana masih lirih.


Mendengar pertanyaan istrinya, Adnan kembali membuka matanya, dan langsung menatap Kirana yang ternyata ia juga sedang mencari Suaminya, dengan tatapan yang terlihat penasaran.


"Tidak Sayang. Bagi Mas, dia hanya masalalu, dan kamu adalah Hayati Mas, dan tak akan tergantikan" ucap Adnan, dengan tatapan terlihat jujur.


"Hayati?" Kirana mengulangi perkataannya Adnan.


"Hidupku Sayang, bukankah kamu tadi sudah lihat, artinya Hayati di Headphone kamu tadi?" kata Adnan mengingatkan Kirana.


"Oh iyaa, hehehe... Maaf Kana lupa Hubby," ucap Kirana, sambil cengengesan. Adnan tersenyum senang, mendengar Kirana susah mulai terbiasa dengan panggilan terbarunya, Hubby untuk dirinya.


"Hum, kamu ini, masih muda sudah pikun," ejek Adnan sembari ia menoel pucuk hidungnya Kirana.


"Eh, iiiss masa pikun sih? Orang Kana cuma lupa sekali doang juga!" protes Kirana, sembari ia mencibirkan bibirnya, membuat Adnan menjadi gemas melihatnya.


"Iya iya, Mas minta maaf, hum.." ucap Adnan, yang terlihat tidak tahan melihat cibiran bibirnya Kirana. Yang bagi, bibir itu semakin menggodanya. Sehingga rugi rasanya bila ia tak meraihnya.


"Umm...!" protes, Kirana dengan mata yang langsung terbelalak saat bibir Suaminya, sudah mendarat kebibirnya. Pada awalnya ia terlihat kaget, namun disaat ia merasakan ciuman Adnan begitu lembut, akhirnya ia pun ikut terhanyut, dalam tautan bibirnya Adnan. Tapi itu tautan itu berlangsung lama, karena Adnan takut, ia tak bias mengendalikan hasratnya.


"Sekarang tidurlah Sayang, karena perjalanan kita masih sangat jauh, lagi!" ujar Adnan, sembari ia mengelus-elus kepalanya Kirana.


"Hu'um," balas Kirana yang kemudian ia pun memejamkan matanya sesuai dengan titahnya. Dan tak berapa lama Adnan ikut memejamkan matanya. Dan akhirnya suasana pesawat pun menjadi hening, karena keduanya sudah sama-sama terhanyut kedalam mimpi meoo masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2