
┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah🤍❀◆•✾••┈
"Apa pun yang terjadi dengan hidupmu saat ini tetaplah bersyukur. Dan yakinlah ada Rencana Allah yang terbaik untuk kita. So bersabarlah dan tunggulah, sesuai waktu-Nya, kita Akan mendapatkan hal terbaik dari-Nya."
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•
Kirana akhirnya menurut akan perkataan, Ibu mertuanya. Yang menyuruhnya untuk pergi menyusul suaminya, yang saat ini sedang merajuk dikamarnya. Dan karena ada perasaan bersalah juga akhirnya Kirana pergi ke kamarnya Adnan yang berada di lantai dua.
Setibanya di depan kamar, Kirana pun mulai mengetuk pintu kamar tersebut. Namun tidak Ada sahutan sama sekali, dan Kirana pun memberanikan memutarkan handel pintunya yang ternyata tidak dikunci oleh Adnan. Dan dengan perlahan Kirana membuka pintu tersebut.
Betapa terkejutnya Kirana saat melihat kamar Adnan yang begitu besar, dengan nuansa yang serba putih tersebut. Hingga tanpa terasa mulutnya ternganga, saking takjubnya ia akan keindahan kamar tersebut. Mata Kirana, masih ingin melihat sekitar kamar. Namun kekagumannya Kirana terhenti, saat matanya melihat tempat tidur berserbakan putih itu yang terlihat begitu besar.
Tetapi bukan itu yang menjadi pusat perhatiannya. Namun sosok yang ada diatasnyalah yang menjadi perhatiannya. Yang bahkan membuat jantungnya seketika berdetak kencang, saat ia melihat sosok tersebut. Siapa lagi? Kalau bukan suaminya sendiri yaitu Adnan, yang terlihat sedang tidur terlentang dengan lengan yang sedang menutupi matanya. Dengan perlahan Kirana pun mendekati suaminya.
"Pak Guru?" panggil Kirana lirih, saat ia sudah berdiri disisi ranjang yang di atasnya terdapat suaminya. Namun panggilan Kirana tak direspon oleh Adnan.
"Pak Guru, Kana mau minta maaf," ujarnya lagi, sembari ia mengatupkan kedua tangannya. Dan lagi-lagi Adnan tidak memberi responnya ia masih terdiam dengan posisi yang masih sama.
Karena Adnan belum juga merespon dirinya, Kirana sedikit mendekatkan dirinya ke sisi Adnan. "Pak Guru, Maafin Kana ya..?" ucapnya lagi yang kini ia menyentuh tangan kirinya Adanan dengan jari telunjuknya saja. "Kok, dari tadi Pak Guru diam aja sih? Pak Guru tidur yaa?" tanyanya lagi, sembari ia sedikit menggoyangkan, tangan kiri Adnan masih pakai jari telunjuknya.
Disaat bersamaan, tangan kiri Adnan langsung meraih tangan Kirana yang tadi, menyentuhnya. Lalu ia pun menarik tangan tersebut. Membuat tubuh Kirana tertarik olehnya dan otomatis terjerembab ke atas tubuhnya Adnan.
"Kyaak! Pak Guru!" pekik Kirana, yang kemudian ia berusaha bangkit, namun tangan Adnan menahannya. "Pak Guru lepaskan Kana!" pintanya yang terlihat ia begitu berusaha melepaskan diri dari jeratan tangan Adnan.
"Tadi katanya mau minta maaf? Masih mau di maafkan nggak?" tanya Adnan sambil menatap wajah Kirana yang kini begitu dekat dengannya.
"Mau..! Apakah Pak Guru mau memaafkan Kana?" tanya Kirana kembali.
"Aku akan memaafkan kamu, tapi dengan syarat, jangan memanggilku Pak Guru lagi," balas Adnan, dengan tatapan seriusnya.
__ADS_1
"Eh, emangnya kenapa Pak?" tanya Kirana dengan wajah polosnya.
"Karena aku sudah bukan Guru kami lagi Kana!"
"Iya sih, tapikan enak Pak panggilan itu,"
"Tapi Aku tidak suka Kana!"
"Tapi Kana suka Pak!"
"Haiis ini Bocah! Ya sudah kalau begitu aku tidak jadi memaafkanmu!" kata Adnan yang kemudian ia langsung melepaskan lingkaran tangannya yang berada di pinggangnya Kirana.
"Eh, jangan begitu dong Pak?" balas Kirana, yang kini ia telah duduk disisi Adnan yang masih berbaring yang kini ia kembali menutup matanya dengan lengannya kembali.
"Pokoknya saya nggak mau tahu! Kalau kamu masih memanggil saya dengan sebutan itu, saya tidak akan memaafkan kamu, bahkan aku tidak mau berbicara lagi dengan kamu, titik!" kata Adnan menirukan gaya bicaranya Kirana.
"Eh, iya iya deh.. tapi Kana harus panggil Pak Guru apa dong?" kata Kirana yang terlihat pasrah.
"Terserah kamu yang penting, jangan panggil Pak Guru titik!" tegas Adnan lagi.
"Gimana kalau kamu panggil Aku sayang saja," balas Adnan memberikan usul.
"Enggak akh, malu nanti kalau didengar orang lain!"
"Lalu kamu mau panggil aku apa Kana, jangan terlalu lama dong mikirnya,"
"Panggil Adnan aja deh biar akrab, kaya teman-teman gitu Pak."
"Hah! Kamu samakan aku sama teman-teman kamu hm? Kana aku ini Suami kamu, dan umur kita terpaut jauh, masa panggil nama saja sih!" protes Adnan terlihat tak menyukai idenya Kirana.
"Ay, salah juga sih? Lalu apa dong Pak?"
__ADS_1
"Iya kamu juga sih, masa panggil nama aja apa kata orang nanti Kana? Sudah gini saja panggil aku Mas saja!"
"Nggak mau akh terdengar kampungan!" kata Kirana, membuat Adnan tersentak dengan perkataannya.
"Hah? Mas kampungan? Haiis, terserah kamu saja dah kalau gitu! Cuma mau ganti panggilan aja kok ribet banget sih!" cetus Adnan, sembari ia menyampingkan tubuhnya, dan membelakangi Kirana.
"Eh, gimana kalau panggil Oppa aja Pak Guru. Kan lagi ngetrend loh sekarang Pak, panggilan ala-ala Korea," kata Kirana, sembari ia meletakkan kepalanya ditubuh Adnan bagian samping, karena ia ingin melihat wajah suaminya itu.
"Haiis..! Tapi aku bukan orang Korea Kana! Ah sudahlah panggil Pak Guru saja! Dari pada panggilan di Oppa-Oppa itu! Sudah sana kamu pergi! Aku mau tidur!" ujar Adnan, terlihat sekali ia tak menyukai ide Kirana, yang menurutnya terdengar gila
"Alamak.. salah lagi? Ribet banget sih Pak Guru, cuma masalah panggilan aja! Sampai nggak mau maafkan Kana sih?" gerutu Kirana, namun tidak direspon oleh Adnan.
"Hum..Pak Guru masih marahkah?" tanya Kirana sambil ia mengitip wajah suaminya. Dan sekali lagi Adnan tak memberikan respon pada Kirana.
"Haiis.. Iya iya deh, Kana panggil Pak Guru, Mas Adnan ganteng!" kata Kirana sembari ia memutarkan bola mata malasnya. Mendengar sang Istri menyebutkan Mas Adnan ganteng, dengan spontan Adnan menarik tubuh kecil istrinya itu, yang otomatis Kirana kembali berada diatas tubuhnya, Adnan.
"Kyaak! Pak Guru! Bikin kaget deh!"
"Kok Pak Guru lagi?"
"Eh maksudnya, Mas Adnan ganteng loh" balas Kirana, sembari ia menyengir menunjukkan gigi putihnya.
"Nah gitu dong, itu baru pas! Sekarang kita tidur sebentar ya, Mas ngantuk soalnya."
"Oke, tapi cium Kana dulu dong Pak, tadi malamkan nggak jadi."
"Eh, Apa!"
┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈
dan jangan lupa dukung author terus ya..🙏🥰
__ADS_1
jangan pelit dong untuk bonusin author dengan vote nya. biar author semakin semangat nih 🥺
dan berikan like , seta hadiahnya juga ya 😁😁 dan jangan lupa juga komentar para readers akan menjadi pemicu inspirasi author..jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 syukron 😊🙏