
"Sha, benaran Lo mau jadi pacar gue?"
Mendengar perkataan Kirana, spontan Pasha mengangguk tanpa ragu. Bahkan di matanya terpancar pengharapan pada Kirana.
"Jawaban apa itu? Yang tegas dong woy..! Jadi cowok kok lemot banget sih!" cela Kirana kesal, karena memang sebenarnya ia memang tak menyukai Pasha. Tetapi demi misi terpaksa ia mau menanggapi sapaan Pasha.
"Eh, iya pujaan hatiku, daku ingin sekali menjadi pacar kamu. Maukah kamu menerima cintaku pujaan hatiku?" balas Pasha, sambil ia menekukkan satu lututnya, serta tangan kanannya menadahkan kearah Kirana. Dengan mata yang terlihat sangat berharap Kirana mau menyambut uluran tangannya.
"Okay, gue terima Lo jadi pacar gue!" tegas Kirana. Spontan Billa dan para teman Pasha kaget mendengar balasan dari Kirana.
"Apa! Lo sudah gila ya Boi?" protes Billa yang terlihat ia amat kaget, mendengar keputusan Kirana.
"Sssth.. jangan mencela gue paham Lo!" tegur Kirana, dengan tatapan dinginnya pada Billa. "Dan Lo jangan senang dulu! Gue mau menerima Lo jadi pacar gue, dengan syarat Lo harus menuruti segala keinginan gue. Apa Lo sanggup?" lanjutnya pada Pasha dengan tatapan datarnya.
Mendengar perkataan Kirana tanpa berpikir panjang Pasha langsung mengangguk seraya berkata. "Aku sanggup, pujaan hatiku. Apapun keingin kamu pasti akan aku penuhi," katanya dengan wajah sumringahnya.
"Bagus! Itu artinya hari ini kita resmi berpacaran!" ucap Kirana dengan tegas. Pasha yang mendengar perkataan Kirana, spontan malah pingsan membuat teman-teman Pasha kaget melihatnya.
"Boos..!" teriak para teman-temannya Pasha yang terlihat terkejut karena melihat Pasha pingsan.
"Hah! Lo kok malah pingsan sih Bos! Bos bangun Bos!" ujar salah satu dari mereka, yang berusaha membangunkan Pasha dari pingsannya.
Sedangkan Kirana yang melihat itu malah memutarkan bola mata malasnya, seraya berkata. "Huh! Dasar laki-laki lemah!" katanya yang kemudian langsung pergi tanpa menghiraukan Pasha yang sedang pingsan.
Sedangkan Salsabila yang melihat temannya tingkah temannya hanya menggelengkan kepalanya saja. Karena ia tak mengerti dengan sikap Kirana yang selalu berubah-ubah itu.
"Woy..! Tunggui gue! Main kabur aja sih Lo!" teriak Billa sembari ia berlari mengejar sahabatnya, yang sudah menjauh.
"Ya elo.. ngapain berdiri lama-lama di situ coba?"
"Ya guekan masih syok Boi! Habis elo enggak ada angin nggak ada hujan, tiba-tiba main menerima cintanya Pasha yang selama ini lo pandang sebelah matakan, jadi gue kagetlah" balas Billa yang memang ia terlihat syok dengan apa yang ia saksikan tadi.
"Ah Lo, kaya gitu aja syok," kata Kirana terlihat santai.
__ADS_1
"Ya iyalah gue syok! Yaa gue merasa aneh aja, si tomboi yang gue kenalkan paling anti sama yang namanya pacaran. Lah ini dalam sekejap Lo menyatakan sudah resmi pacaran sama Pasha. Lihat aja tuh anak sampai pingsan, entah karena syok, atau karena terlalu kaget, dia sampai pingsan," ungkap Billa, yang terlihat masih belum percaya.
"Ah sudahlah tidak usah di bahas lagi!" cetus Kirana. "Tapi ngomong-ngomong, orang pacaran itu ngapain aja sih?' tanyanya dengan wajah terlihat polos.
"Ay... kenapa Lo tanya gue? Emang Lo pernah lihat gue pacaran apa?" tanya Billa balik dengan wajah yang terlihat polos juga.
"Ah Lo nggak berguna! Pacaran aja nggak tahu... huh dasar jomblo!" ejek Kirana sambil mencibirkan bibirnya.
"Ay.. mulai sombong baru punya pacar beberapa menit doang? Lagian gue jomblo juga karena kemarin gue menghargai persahabatan kita. Tapi kalau sudah begini, ya berarti gue juga harus menerima cintanya Roy dong" ungkap Billa berkata apa adanya.
Mendengar perkataan Billa Kirana mengerutkan keningnya. "Eh, tunggu dulu, apa maksudnya itu Roy temannya si Pasha si lemah itukah?"
"Eh hihihi.. iya benar sekali, temannya Pasha. Sebenarnya dia juga sudah beberapa kali sih nembak gue, cuma gue nggak enak sama Lo aja Boi mau menerima dia," jawab Billa terlihat malu-malu.
"Huh! Dasar Lo! Ya sudah nggak papa kalau begitu, jadi kapan-kapan kita bisa double date oke?" kata Kirana lagi.
"Okay brai..."
Dua jam telah berlalu, bel waktunya pulang pun berbunyi. Membuat para siswa-siswa sekolah TB berhamburan keluar dari kelas mereka masing-masing. Termasuk kelas Kirana yang terlihat satu persatu para teman-temanya keluar dari kelas mereka. Disaat Kirana dan Billa keluar dari kelas, ternyata mereka sudah di tunggu oleh Pasha dan Roy di depan pintu kelas mereka.
"Hai pacarku... maukah kamu pulang bareng bersamaku?" ptanya Pasha dengan senyum ciri khasnya yang membuat terkadang Kirana geli melihatnya. Namun ingin membuat Adnan menceraikannya Kirana pun berusaha menahan egonya.
"Baiklah kalau begitu, ayo kita pulang sekarang!" balas Kirana dengan suara yang masih ketus.
"kok masih jutek sih ngomongnya? bukannya kita sudah pacaran yaa?" protes Pasha. membuat Kirana mendengus kesal sambil memutarkan bola mata malasnya. Lalu dengan cepat ia merubah ekspresinya dengan berusaha tersenyum dengan terpaksa di depan Pasha.
"hehehe... maaf sayang ayo kita pulang sekarang.'' Mas Kirana dengan berbicara yang merapatkan giginya.
Mendengar Kirana menyebut sayang, wajah Pasha langsung berubah sumringah. "Nah gitu dong Sayang, sekarang Ayo kita pulang." ajak Pasha, dan ia pun langsung menggandeng tangan Kirana dan membawa Kirana ke mobilnya. Kirana hanya diam dan pasrah mengikuti Pasha, demi misinya. Sedangkan Billa juga langsung dibawa oleh Roy ke mobilnya juga.
Mobil mereka mulai melaju meninggalkan gerbang sekolah TB. Pada awalnya suasana di dalam mobil Pasha begitu hening, hingga akhirnya Kirana buka suara karena ia melihat sebuah mobil yang ia kenali terparkir di depan sebuah restoran.
"Pasha stop!"
__ADS_1
Mendengar seruan Kirana, spontan Pasha hentikan mobilnya secara mendadak hingga deciikan rem mobil terdengar keras.
"Ada apa sayang?" tanya Pasha setelah mobil berhenti. Awalnya Kirana ingin marah mendengar Pasha memanggilnya sayang. Namun setelah melihat mobil yang terparkir, ia menahan emosinya.
"Ini loh sayang aku lapar, bisakah kita makan di restoran itu?" ujar Kirana sambil jari telunjuknya menunjuk sebuah restoran yang tak jauh dari mobil Pasha berhenti.
"Baiklah Sayang, sesuai dengan keinginanmu" balas Pasha yang kemudian ia menjalankan mobilnya kembali dan memarkirkannya tepat di samping mobil yang Kirana kenali.
Setelah mobil terparkir dengan sempurna, keduanya pun turun dari mobil. Karena ingin ingin sandiwaranya terlihat sempurna Kirana langsung melingkarkan tangannya ke lengannya Pasha. Membuat Pasha terlihat senang. Lalu keduanya pun memasuki restoran itu. Dan di saat mereka sudah berada di dalam Kirana langsung tersenyum sinis saat melihat Adnan yang terlihat lagi berbicara dengan rekan kerjanya.
"Sayang kita duduk di sana yuk" ajak Kirana dengan suara yang sengaja agak keras, karena berharap Adnan dapat mendengarnya. Ia juga sedikit melirik ke arah Adnan, namun sepertinya ia tak merespon perkataan Kirana.
"Baiklah Sayang, Ayo" balas Pasha, yang kemudian mereka pun berjalan menuju sebuah meja yang tak berapa jauh dari meja Adnan.
______
Sementara di sisi meja tempat Adnan duduk. Fadhil yang menyadari kedatangan Kirana ia langsung berbisik pada Adnan.
"Bro.. ada bini Lo tuh.." bisik Fadhil pada Adnan.
" Hum.. sepertinya bini kecilku sedang bermain api? Ya sudah biarkan saja jangan hiraukan dia!"
Bersambung...
_____________
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰
Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.
dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊..
__ADS_1