KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
NYONYA ADNAN.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah.🤍❀◆•✾••┈


"Sesungguhnya karunia Allah akan datang kepada mereka yang senatiasa berusaha dengan bersungguh-sungguh dalam berikhtiar,


Dan apa yang telah mereka lakukan tidak akan sia-sia karena akan bernilai ibadah disisi Allah sang Maha Pencipta."


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


Disore harinya.


Setelah Kirana dan Billa, beristirahat bersama. Kini Kirana mengajak sahabatnya itu untuk berjalan-jalan disekitar hotel, sekalian mereka ingin mencari makanan. Karena setelah Kirana dinyatakan Hamil, membuat ia selalu merasa lapar.


"Bil, kita berjalan-jalan keluar yuk, sekalian kita mencari makanan. Gue lapar banget nih soalnya," ajak Kirana sembari ia bangkit dari pembaringannya.


"Hah? Perasaan sejak tadi mulut Lo agak berhenti ngunyah deh. Tapi kenapa masih ngeluh lapar sih?" tanya Billa terlihat heran.


"Ya mau bagaimana lagi, inikan bukan maunya Ane, tapi ini kemauan anak-anak gue Bil," balas Kirana sembari ia mengelus-elus perutnya yang masih terlihat datar itu dengan lembut.


"Anak-anak? Emangnya berapa anak sih? Gaya Lo ngomongnya anak-anak?" tanya Billa terlihat heran, akan perkataan Kirana.


"Eh, Ane belum bilang ya? Kalau Ane sedang mengandung anak tiga?" balas Kirana sambil tersenyum menampakkan gigi putihnya, pada Billa.


"What! Are you kidding?" sentak Billa seakan ia tak Percaya akan perkataan sahabatnya itu.


"No, I'm not kidding! Ini fakta, kalau ane sedang mengandung bayi kembar tiga Billa!" tegas Kirana, membuat Billa tersentak kaget, hingga tanpa sadar mulutnya langsung ternganga.


"Jangan terlalu lebar Non, nanti masuk serangga baru rasa!" goda Kirana saat melihat mulut Billa yang ternganga lebar.


"Eh, Lo nih! Tapi benaran nggak si, yang Lo bilang, tentang bayi kamu yang tiga?" tanya Billa yang masih belum percaya dengan perkataan Kirana.


Melihat sahabatnya yang masih belum percaya. Kirana pun mengambil tas yang ia bawa tadi ketika mereka kerumah sakit. Setelah ia ia mengamati sebuah kertas, yang ternyata isi copy-an hasil USG tadi. Lalu ia langsung menyerahkannya pada Billa.


"Tuh, lihat sendiri!" kata Kirana sambil memberikan kertas tersebut. "Tapi lo jangan heran ya saat lihatnya. Karena usia bayinya baru beberapa hari saja makanya ia masih seperti sebuah biji." jelas Kirana lagi, karena saat Billa langsung mengambil lembaran putih tersebut, ia terlihat bingung.


"Ooh, tapi keren ya, Lo bisa hamil juga? Dapat kembar tiga lagi,"


"Eh, apa maksud Lo ngomong kaya gitu hah? Ya bisalah gue Hamil, secara guekan perempuan tau!" balas Kirana terlihat kesal setelah mendengar perkataan Billa.

__ADS_1


"Ya dulukan, Lo diragukan Bray! Ibarat kata Lo tuh seperti jantan namun tak bertelur, hahahaha.. Habis gaya Lo kaya laki-laki banget tahu! Di tambah lagi Lo suka berantam sama laki-laki jugakan?" ledek Billa sembari tertawa geli, karena teringat akan tingkah sahabatnya, semasa ia belum menikah.


"Astaghfirullah! Jahat banget sih Lo! Lagian itukan masalalu Bil, dan sekarang ane juga udah menjadi seorang istri, dan sebentar lagi juga mau jadi seorang Ibu," ujar Kirana, sembari ia mengedipkan sebelah matanya pada bila, dengan tangan yang kembali ia eluskan di perut datarnya. Terpancar jelas, betapa ia sangat bahagia dengan kehamilannya.


"Iya ya, kalau begitu, selamat ya Boi," ucap Billa sembari ia memeluk sahabatnya itu. "Doain gue juga ya? Biar gue ikut merasakan kebahagiaan yang Lo rasakan. Karena gue juga ingin menjadi seorang wanita yang sempurna, memiliki suami serta memiliki anak-anak juga," lanjutnya lagi disaat mereka masih dalam posisi berpelukan.


"Aamiin, semoga apa yang kamu harapkan in shaa Allah dikabulkan ya Bil," balas Kirana, terdengar begitu tulus. "Ya sudah yuk Aku lapar banget nih, lagian kasian suami-suami kita, pasti mereka cemas pada kita," ucap Kirana, yang kini sikapnya terlihat lebih dewasa lagi.


"Widiih, semenjak menjadi nyonya Adnan, Lo jadi lebih dewasa ya Boi, tambah cantik lagi sekarang," ujar Billa, sembari ia melepaskan pelukannya tadi.


"Aamiin, iya dong, semakin bertambahnya usia, ditambah sebentar lagi akan menjadi Ibu, ane harus bisa dong, masa iya gitu-gitu aja, apa kata anak ane nanti Bil," balas Kirana, yang kini ia sudah berjalan ke arah pintu kamarnya, dan diikuti oleh Billa yang berjalan dibelakangnya. Karena mereka bermaksud mencari makanan.


Setelah mereka tepat di belakang pintu, Kirana pun langsung membuka pintu tersebut. Saat pintu terbuka lebar, Kirana langsung tersentak kaget, karena ternyata di depan kamarnya sudah ada dua orang pria yang salah satunya sedang berdiri sambil bersandar di dinding didekat pintu kamarnya sedangkan yang satunya lagi sedang berdiri tegak dihadapannya dengan memasang wajah memelasnya.


"Eh, Byby!" sentak Kirana kaget.


"Assalamu'alaikum Sayang," ucap Adnan,


"Wa'alaikumus salam!" balas Kirana datar.


"Sayang?" sebut Adnan dengan lembut. Sembari ia meraih kedua tangannya Kirana. "Sayang Byby kangen! Byby nggak bisa jauh dari kamu Sayang, jadi Byby mohon jangan jauhkan Biby dari kamu Sayang," lanjut Adnan lagi, yang kini wajahnya dibuat amat sedih. Sehingga membuat Kirana menjadi Iba. Dan akhirnya ia langsung memeluk Suaminya itu.


"Alhamdulillah! Ya sudah ayo sayang sekarang kita Masuk," ajak Adnan yang langsung menerobos, masuk sehingga Billa yang sedang berdiri dibelakangnya Kirana langsung tergeser keluar, Karena sepertinya Adnan sengaja agar Billa kembali pada Suaminya.


Setelah Billa sudah berada diluar Adnan langsung menutup pintu kamarnya. Membuat mata Kirana membulat kaget akan perlakuan suaminya itu.


"Hubby! Kamu kok gitu sih? Billa jadi.." protes Kirana, namun belum lagi Kirana menyelesaikan perkataannya. Adnan langsung menutup mulutnya dengan tangannya.


"Sssth.. Sayang jangan marah, Biby lakukan itu, biar dia kembali sama suaminya. Ingat loh sayang merekakan pengantin baru," jelas Adnan, yang akhirnya Kirana pun paham.


"Eh iya juga ya, hehehe maaf Byby, Kana lupa mungkin karena ini efek Kana lapar!"


"Oh lapar ya, tenang Byby, kemarin banyak beli makanan disini Sayang, Eh loh kok nggak ada?" sentak Adnan, saat ia melihat sebuah kotak kosong.


"Eh, Maaf By, udah Masuk disini," kata Kirana, sembari ia memegang perutnya.


"Hah! Segitu banyaknya habis?!"


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...

__ADS_1


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys..🙏🥰 Bonusin author dengan VOTEnya Dong biar semangat nih. 😉 dan jangan lupa juga ya berikan LIKE, Hadiah serta komentarnya ya guys 😉.


*****


Oh iya selagi menunggu Author update, yuk kepoin Novel terbaru milik author ♥️ SKYSAL♥️ yang in shaa Allah keren habis deh. 😉



Biar makin penasaran Author kasih Cuplikannya ya cus cekidot 😉.


Judul : ♥️Makmum Pilihan Michael Emerson♥️


Penulis : SkySal


Cuplikan...


"Begini saja..." seru Zenwa yang mencoba tegar "Bagaiamana kalau kita jalani saja pernikahan ini selama beberapa bulan, lalu setelah itu, kita bercerai." sarannya yang tentu saja membuat Micheal melongo, tak percaya dengan saran Zenwa yang menurutnya sangat tidak masuk akal.


"Zenwa, apa kamu melawak di saat seperti ini?" tanya Micheal dan kini Zenwa lah yang melongo.


"Apa kamu menuduhku melawak di saat seperti ini?" Zenwa balik bertanya dengan tatapan tak percaya.


"Lalu saran gila apa tadi itu?" tanya Micheal dengan suara lantang.


"Aku rasa itu saran yang baik, kamu hanya menjadikanku pelampiasan dan aku juga tidak mencintaimu, jadi sebelum kita melangkah terlalu jauh, sebaiknya kita berhenti secepatnya, itu akan lebih baik!" jawab Zenwa juga dengan lantang.


"Kamu fikir ini kisah di novel-novel? Di sinetron? Pernikahan kontrak? Atau apa?" tanya Micheal geram yang membuat Zenwa terkesiap. "Ini kisah nyata, Zenwa. Seseorang tidak bisa menikah untuk bercerai, aku berjanji atas nama Allah, di saksikan Dia, Malaikat, dan keluarga kita, lalu bagaimana bisa aku mengingkari janjiku dengan sengaja?" Zenwa tertegun mendengar apa yang di ucapkan Micheal, matanya pun bahkan seolah mengatakan hal yang sama, Zenwa hanya bisa menggigit bibir bawahnya dan ia pun menunduk dalam.


"Aku tahu aku salah..." lirih Micheal kemudian "Dan kamu benar, aku hanya menjadikanmu pelampiasan, keputusan ku hanya karena emosi sesaat. Tapi saat aku mengucapkan akad, saat itu aku pun menguatkan tekad, kamu akan menjadi wanita pertama dan terkahir dalam hidupku, aku berjanji akan menjadi suami yang layak untukmu, dan akan memperlakukanmu sebagai istri sebaik mungkin." Micheal kembali berlutut di depan sang istri.


"Tapi rasanya benar-benar sakit," ucap Zenwa dengan suara tercekat "Perih sekali disini..." Zenwa memegang dadanya yang selama ini terasa begitu sesak.


"Aku tahu, izinkan aku mengobati rasa sakitmu, Zenwa!" bujuk Micheal.


Penasaran kisah selengkapnya?


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


Cieee pasti penasarankan 🤭

__ADS_1


Makanya cus Akh, kepoin yuk 😉 dan jangan lupa tinggalkan jejaknya oke 😉 Syukron 🥰🙏.


__ADS_2