
┈••✾•◆❀🤎 Mutiara Hikmah.🤎❀◆•✾••┈
"Jangan pesimis menghadapi beratnya persoalan
Bisa jadi solusi datang lebih mudah dari bayangan. Bukankah pintu besi yang kokoh tak tergoyahkan? Namun tetap akan terbuka oleh anak kunci yang mungil di tangan.
So, Cukup bagi kita ikhtiar sesuai kemampuan
Lalu sandarkan hati pada Dzat Yang Menciptakan
Selanjutnya, Allah memiliki cara sendiri untuk menyelesaikan Sebagai realisasi dari apa yang Dia janjikan.
*"Maka beserta kesulitan itu ada kemudahan."*
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤎❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•
Hari-hari telah berlalu, kini kandungan Kirana, sudah memasuki usia tujuh bulan. Mengharuskan Adnan, lebih ekstra memperhatikan istrinya. Walaupun kini Kirana jauh telah berubah lebih dewasa. Namun Adnan, masih memperlakukannya seperti Ketika ia dalam masa-masa labilnya.
Anehnya entah mengapa, Adnan seperti tidak menyukai perubahan istri kecilnya yang terlihat lebih dewasa. Ia justru lebih menyukai, sikap Kirana yang lebih kekanak-kanakan. Membuat ia ingin selalu memanjakan istri kecilnya itu. Namun karena perubahan sikap Kirana, Adnan jadi merasa kehilangan. Karena Kirana jadi jarang bermanja-manja padanya.
"Fadhil, besok tanggal merahkan, lusa juga akhir pekan? Gue berencana Bebymoon sama bini gue" ujar Adnan mengungkapkan Rencananya.
Mendengar rencananya Adnan, Fadhil mengertekkan. " Babymoon? Maksudnya apa?" tanya Fadhil seperti tidak paham.
"Bebymoon itu seperti bulan madu juga loh. Oh iya Bini Lo kan lagi hamil jugakan? Bagaimana kalau nanti sore kita pergi mengajak bini-bini kita ke pulau kecil KA. Untuk memanjakan mereka, istilahnya babymoon, bro gimana Lo setuju nggak," ujar Adnan, saat mereka sedang berada di restoran. Nampaknya mereka habis melakukan meeting.
__ADS_1
"Oke siapa takut! Kebetulan usia kandungan Billa,
sudah memasuki bulan keempat juga, jadi kayaknya aman di bawa kemana-mana," balas Fadhil terlihat bersemangat.
"Bagus! Jadi mulai sekarang kamu persiapkan keberangkatan kita sore ini. Dan gue ingin kita kepulau KAnya naik kapal pesiar saja Dhil," kata Adnan lagi mengutarakan keinginannya.
"Oke Bos, sesuai keinginan Anda!" balas Fadhil, sembari ia mengangkat tangannya memberi hormat.
"Ya sudah sekarang ayo kita kembali ke kantor! Biar secepatnya gue menyelesaikan pekerjaan, kan bisa pulang cepat!" ajak Adnan, sembari ia bangkit dari duduknya.
"Eh, tapi makanan guekan belum habis Bro, tunggu dong sebentar!" protes Fadhil, terlihat ia ingin menyuapkan makanan kedalam mulutnya.
"Bodo amat! Emang gue pikirin! Cepat kalau tidak gue tinggal nih!" balas Adnan seraya ia mulai melangkahkan kakinya menuju arah keluar restoran tersebut.
"Cih! Tega banget Lo jadi orang! Nggak punya peperasaan banget sih!" protes Fadhil lagi, terlihat kesal. Namun ia tetap mengikuti perkataan Adnan, yang kemudian ia bangkit dari duduknya dengan wajah keterpaksaan.
"Diih, enak aja ngatain gue kaya perempuan! Kalau gue kayak perempuan, bini gue nggak bakalan hamil tau!" cetus Fadhil, terlihat masih kesal.
"Yaa mungkin itu hanya keberuntungan Lo aja kali? Ya siapa yang tahu, Lo bilang bini Lo hamil hanya untuk menutupi, keperempuanan Lo," ujar Adnan, ngasal.
"Anjir Lo! Oke, kalau elo berpikir seperti itu maka gue sesuai keinginan Lo!" ujar Fadhil, sembari ia menarik pintu mobilnya Adnan bagian belakangnya. Setelah itu ia menghadap ke arah Adnan.
"Masuklah Mas Adhan, biar secepatnya akikah, mengemudikan mobilnya Mas Adnan," ujar Fadhil, dengan gaya ngondeknya, sembari ia memegang dagu Adnan, dengan lidahnya yang ia melet-meletkan pada Adnan dan tak lupa juga ia mengedip-ngrdipkan mata supaya terlihat genit.
"Cih! Nazis banget gue lihat elo! Sudah kayak banci kaleng aja Lo! Sono pergi Lo! Gelii gue lihat elo!" balas Adnan, terlihat ia bergidik, melihat Fadhil dengan gaya ngondeknya.
"Idiiih.. Mas Adnan nggak tanggung jawab banget sih! Akikah beginikan juga karena keinginan Mas Adnan! Sun Akikah dong Mas," ujar Fadhil lagi, masih bergaya bancinya.Yang kini ia sedikit memonyongkan bibirnya, seperti ingin mencium Adnan.
__ADS_1
"Diih! Somplak banget Lo ya! Minggat nggak Lo! Jangan sampai gue nendang Lo ya banci kaleng!" seru Adnan yang nampak sekali ia begitu geli, melihat tingkah laku Fadhil. Sampai-sampai ia mendorong Fadhil, sehingga Fadhil terjatuh dan terduduk.
"Huaaaa... Mas Adnan jahat! Akikah di jongkrokin! Mas Sudah nggak cinta lagi ya sama Akikah... Tolong dong Mas..!" ujar Fadhil, dengan suara dimanja-manjakan.
"Iiikh..!" Adnan kembali bergidik. "Elo jangan koplak deh Fadhil! Cepat jalankan mobilnya! Atau gue tinggal nih!" ancam Adnan.
"Makanya tolongin dong Mas!" balas Fadhil sembari merentangkan kedua tangannya. Membuat Adnan semakin kesal.
"Cepat nggak? Gue tendang nih, Adek Lo!" ancam Adnan lagi.
"Iya iya! Ini gue berdiri! Makanya jangan nantangin gue!" balas Fadhil yang akhirnya ia bangkit, dan langsung berjalan menuju pintu mobil bagian depannya.
"Siapa juga yang nantangin elo! Sudah jangan banyak omong Cepatan jalanin mobilnya!" tegas Adnan. Dan akhirnya Fadhil pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Karena memang mereka ingin segera menyelesaikan pekerjaan mereka.
...*****...
Sementara disisi lain di jam 03:30 wib.
Nampak Kirana sedang membaca buku. Di taman belakang Mansion milik Adnan. Karena memang permintaan Kirana sendiri yang ingin kembali ke Mansion tersebut. Dengan alasan ia ingin menjadi istri yang sebenarnya.
Karena kalau dirumah orang tuanya Adnan ia selalu diperlakukan seperti anak-anak oleh ibu mertuanya. Makanya ia lebih memilih tinggal dirumahnya sendiri karena ia merasa sudah dewasa. Disaat Kirana sedang fokus membaca buku tiba-tiba matanya ditutup oleh kedua tangan seseorang, membuat ia begitu kaget.
"Aaakh!" pekik Kirana dan seketika buku yang ia pegang terjatuh. "Siapaa kamu!"
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys..🙏🥰 Bonusin author dong dengan VOTEnya, jangan pelit yaa😉 dan jangan lupa juga ya berikan LIKE, Hadiah, Bintang 🌟 serta komentarnya ya guys Biar novel ini bisa bersinar 😉 Oke guys 🥰 Syukron 🥰😘.
__ADS_1