
┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah🤍❀◆•✾••┈
"Ketika kita merasa lelah dengan ujian dunia. Maka bersandarlah kepada Allah.
Ketika kita merasa berat dengan ujian dunia. Maka Allah lah tempat untuk meringankan bebanmu.
Hari ini mengapa ujian semakin berat? Dan mengapa masalah yang kita hadapi tidak kunjung berakhir..?
Itu karena kita tidak kaitkan Allah dalam masalah-masalah kita. Padahal Allah lah yang maha segalanya. Karena segala sesuatu atas kehendaknya. Jika Allah berkehendak. Maka apapun masalah kita. Allah yang selesaikan.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•
Setelah mendengar kabar kesehatan sang Ibu, Adnan jadi sering melamun. Karena pikirannya selalu mengarah ke sang ibu. Dan ia juga teringat akan keinginan sang Ayahnya, yang memintanya untuk pergi berbulan madu. Sementara ia masih mengkhawatirkan kondisi istrinya.
"Woy! Melamun aja sih Bos? Kita sudah sampai dari tadi jugaan!" seru Fadhil, menyadari Bosnya dari lamunannya. Setelah ia mematikan mesin mobilnya, karena saat ini mereka sudah sampai didepan rumahnya.
"Eh, sorry!" ucap Adnan sedikit tersentak.
"Ada apa sih Bro? Kok kayaknya Lo lagi menghadapi masalah berat ya?" tanya Fadhil terlihat penasaran.
"Ah, nggak ada apa-apa kok. Oh iya, apakah persiapan besok sudah Lo urus semuanya?" tanya Adnan mengalihkan pembicaraan. Karena sepertinya ia tak ingin sahabatnya mengetahui masalah yang sedang ia hadapi.
"Anda tenang aja bos semuanya sudah beres. Tinggal, melaksanakannya saja besok, in shaa Allah, bini Anda akan terharu," jawab Fadhil, yang sengaja cara bicara terdengar formal.
"Bagus! Ya sudah Lo boleh pulang, ingat jam delapan harus sudah kembali kesini!" tegas Adnan, sembari ia turun dari mobilnya.
"Siap Bos!" balas Fadhil seraya ia mengangkat tangannya memberi hormat pada Adnan.
Sedangkan Adnan tak menghiraukannya lagi. Dan ia langsung melangkah menuju pintu masuk rumahnya. Setibanya ia didalam, rumah terlihat begitu sepi, dan ia menyangka istrinya berada di kamarnya. Makanya ia langsung melangkah menuju kamarnya.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum Sayang?" ucap Adnan, saat ia membuka pintu kamarnya, yang ternyata kamar terlihat kosong. "Eh, loh Kana kemana? Apakah dia dikamar mandi?" gumam Adnan, seraya ia berjalan menuju ke kamar mandi mereka yang ternyata kamar mandinya kosong.
"Eh nggak ada juga, kemana tuh bocah" gumamnya lagi, yang kini matanya mengarah kepintu balkon kamarnya yang terlihat terbuka. Lalu ia pun berjalan menuju ke balkon kamarnya, yang ternyata disana juga kosong. "Kok nggak ada juga yaa? Apa dia pergi yaa? Kok nggak izin sama aku sih?" gumamnya lagi, sambil matanya melihat sekeliling rumahnya lewat balkon kamarnya.
Disaat Adnan melihat sekeliling rumah barunya, tiba-tiba matanya mengarah kesebuah taman belakang. Yang disana terdapat kolam renang yang di pinggir terlihat ada seorang wanita yang sedang melamun. Sambil memainkan kakinya didalam kolam renang tersebut. Adnan tersenyum tipis saat melihat wajah Wanita itu.
"Huh! Ternyata istri kecilku sedang melamun disana toh," gumamannya, yang kemudian tiba-tiba ia tersenyum nakal. "Aku kagetin akh" lanjutnya
Adnan pun langsung melangkah memasuki kamarnya kembali, sambil ia membuka baju jasnya dan juga kemejanya. Lalu ia ganti dengan baju kaos berwarna hitam dan celana panjangnya diganti dengan celana pendeknya. Setelah itu ia kembali melangkah keluar dari kamarnya, bermaksud pergi ke taman belakang dimana disana terdapat istrinya.
Sesampainya Adnan ditaman belakang, ia berjalan perlahan-lahan, mendekati Kirana yang terlihat masih melamun. Setelah dirinya didekat Kirana, ia langsung menceburkan dirinya, sambil menarik tangan Kirana yang akhirnya ia ikut masuk kedalam kolam renang tersebut.
"Kyaaa...! Ukmm!" teriak Kirana yang langsung terhenti karena ia sudah berada dalam air. Saat ia kembali kepermukaan Air, matanya langsung membulat saat melihat wajah suaminya.
"Pak Guru! Jahat banget sih! Baju Kana jadi basah nih!" protesnya terlihat kesal, karena kejahilan yang di buat oleh suaminya itu. Melihat wajah istrinya yang terlihat kesal, Adana pun tertawa lucu.
"Hahahaha... makanya jangan melamun dipinggir kolam renang Sayang, jadi kalau ada yang mengejutkan kamu tidak basah," balas Adnan, sedikit menggoda istrinya itu.
"Oke! Siapa takut? Ayo kita langsung mulai saja dari sana," balas Adnan terlihat penuh percaya diri.
"Oke..!" balas Kirana dan ia pun mengikuti perkataan Adnan lalu keduanya kembali keluar dari kolam renang. Setelah itu keduanya berdiri ditepi kolam renang, sambil mengambil ancang-ancang untuk memulai lomba berenangnya.
"Baiklah kamu sudah siap? Sekarang Mas hitung sampai tiga ya?" tanya Adnan sembari ia tersenyum remeh pada istrinya.
"Oke Kana sudah siap kok!"
"Bagus! Sekarang Mas hitung yaa.. satu..dua..tiga!"
Adnan dan Kirana pun menceburkan diri kedalam kolam renang, dan keduanya pun langsung berenang menuju ujung kolam renang tersebut. Nampak Kirana lebih lincah dari Adnan sehingga ia lebih ia sampai terlebih dahulu diujung kolam renang itu. Lalu ia kembali berenang menuju tempat mereka tadi berdiri.
Sedangkan Adnan yang memang tubuhnya lebih besar dari Kirana, membuat ia sedikit lambat dibandingkan dengan tubuh Kirana yang memang lebih kecil. Sehingga ia begitu lincah saat didalam air, hingga akhirnya Kiranalah, yang memenangkan lomba berenang tersebut.
__ADS_1
"Yeeee...! Kana menang! Pak Guru kalah!" sorak Kirana kesenangan, sambil ia melompat-lompat kegirangan. Setelah ia kembali diatas kolam renang, tersebut. Adnan tersenyum lucu saat melihat istrinya bak anak kecil yang habis mendapatkan hadiah.
"Baiklah Mas ngaku kalah. Sekarang katakan apa keinginan kamu Sayang?" tanya Adnan yang kini ia sudah duduk ditepi kolam renangnya.
"Kalau Kana katakan, maukah Pak Guru menurutinya?" tanya Kirana kembali.
"Kan sesuai dengan janji tadi, siapa yang kalah harus menuruti keinginan yang menang," balas Adnan dengan lembut, sembari ia menarik tangan Kirana agar ia duduk di sebelahnya. "Sini, dan katakan apa keinginan kamu hm?" tanyanya sambil ia membenarkan rambut Istrinya, yang basah sedang menempel di wajah, lalu ia sisihkan kebelakang.
"Kana ingin jalan-jalan Pak Guru, Soalnya Kana bosen dirumah!" pinta Kirana. Membuat Adnan jadi teringat akan keinginan Sang Ayah.
"Eh, kenapa bisa kebetulan sekali ya? Humm ya sudah kalau keinginan Kirana seperti itu, sekalian saja mengajaknya berbulan madu," batin Adnan.
"Pak Guru kok diam mau ingkar yaa?" tanya Kirana terlihat kesal karena suaminya malah terdiam saat mendengar keinginannya.
"Eh, tidak Sayang. Baiklah lusa kita akan jalan-jalan sesuai keinginan kamu. Emangnya kamu ingin kemana hm?" tanya Adnan, yang terlihat penasaran akan keinginan istrinya.
"Kana ingin jalan-jalan ke pantai, Pak Guru," jawab kirana dengan mata yang terlihat berbinar.
"Oke, sesuai keinginan kamu kita kepantai, sekalian berbulan madu!"
"Apaaa!"
┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰
Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.
dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏
__ADS_1