KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
MAAFKAN KANA BY.


__ADS_3

*═══❉্͜͡💓Mutiara Hikmah.💓❉্͜͡═══*


"Ujian bukanlah sesuatu yang ditakuti, dan disesali. Tetapi ujian itu harus dihadapi dengan hati yang ikhlas dan sabar. Karena setiap ujian pasti ada solusinya. Positif thinking saja.


Mungkin saja dengan kita mendapatkan Ujian itu.


Allah sedang menggerakkan hati kita agar lebih bisa mendekatkan diri kita Kepada Illahi Rabbi


So bersyukurlah saat ujian sedang menyapa. Karena itu artinya, Allah sedang merindukan kita."


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•═══════•❉্᭄͜͡💕❉্᭄͜͡•═══════•


Kirana amat terkejut saat, suaminya mengatakan ia telah melakukan operasi Caesar. Dan otomatis bayangannya langsung teringat pada ketiga buah hatinya. Yang setahunya kehamilannya baru tujuh bulan. Seketika ia pun teringat disaat ia terjatuh, membuat ia berpikiran buruk tentang Baby tripletsnya.


"By, dimana anak-anak Kana By? Hiks...hiks.." tanya Kirana yang terlihat menitikkan air matanya. "Hiks hiks.. apakah anak-anak kita telah per.." lanjutnya lagi. Namun belum selesai ia mengungkapkan pertanyaannya, Adnan sudah menutup mulutnya dengan jari telunjuknya.


"Sssth.. Sayang, kamu jangan berpikir yang tidak-tidak ya? Alhamdulillah, Anak-anak kita selamat kok Sayang. Hanya saja, karena mereka terlahir prematur jadi mereka membutuhkan penanganan khusus," jelas Adnan sembari ia menghapus air mata istrinya, yang masih berlinangan.


"Jadi untuk saat ini kita, hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka ya Sayang, In shaa Allah mereka akan baik-baik saja," lanjut Adnan, sembari ia membelai rambut istri kecilnya dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Aamiin ya Allah," ucap Kirana lirih. "Bolehkah Kana melihat mereka By?" tanyanya lagi, dengan wajah terlihat penuh pengharapan.


"Boleh dong Sayang, tapi nanti ya, tunggu kamu benar-benar kuat dulu. Pasti kamu masih terasa lemaskan, Sayang?" tanya Adnan dengan lembut, dan hanya dibalas anggukan kepala saja oleh Kirana.


"Tuh benarkan? Ya sudah sebaiknya kamu istirahat lagu ya Sayang, agar secepatnya tubuh kamu pulih kembali oke, atau kamu ingin makan dulu ya Sayang? Biar badan kamu secepatnya pulih, mau ya Sayang?" ujar Adnan lagi, sedikit merayu istrinya agar ia mau makan.


Karena rasa keinginan cepat pulihnya begitu besar. Akhirnya Kirana, mengangguk kepalanya tanda ia menerima tawaran Adnan. Membuat Adnan terlihat begitu semangat mengambil mangkuk yang berisikan bubur, yang berada di atas meja.


"Alhamdulillah, gitu dong Sayang, sekarang Biby suapin ya," kata Adnan, sembari ia menyendokan bubur yang didalam mangkuk, lalu ia pun mulai menyuapkan bubur tersebut kedalam mulutnya Kirana.


"Hum.. buburnya kok nggak enak By? Nggak ada rasanya," keluh Kirana, setelah satu suapan bubur berada di dalam mulutnya.


"Sabar ya sayang, inikan untuk kebaikan kamu, nanti kalau dokter sudah lebih baikan, in shaa Allah, pasti dokter mengizinkan kamu makan yang enak-enak lagi. Jadi, nikmati dulu bubur ini ya, kamu mau secepat sembuhkan, Sayang?" balas Adnan memberikan pengertian pada Istri kecilnya dengan penuh kelembutan dan kesabaran.


Melihat anggukan dari Kirana, membuat Adnan bersemangat, untuk menyuapi istrinya. "Alhamdulillah, sekarang aaaa' lagi ya sayang," ucap Adnan senang, dan kemudian ia kembali menyuapi buburnya lagi kemulutnya Kirana, sampai habis.


"Alhamdulilla, anak Biby pintar ya, mamam bubur sampai habis," kata Adnan sedikit bercanda.


"Eh, Anak?" ucap Kirana, mengulangi perkatanya Adnan. Dan seketika ia kembali teringat buah hatinya. Sehingga air matanya kembali mengalir.


"Loh kok, malah nangis sih Sayang? Apakah, bekas operasinya sakit lagi ya?" tanya Adnan terlihat cemas. "Kalau terasa sakit, Biby panggilkan Dokter ya?" lanjut Adnan terlihat khawatir.

__ADS_1


"Tidak By, ini tidak sakit lagi kok, hiks..hiks.." balas Kirana lirih, kembali terdengar isakannya.


"Kalau tidak sakit, kenapa kamu menangis Sayang?" tanya Adnan dengan lembut, sembari ia kembali menghapus air matanya Kirana.


"By, maafin Kana ya, seandainya waktu itu, Kana tidak terburu-buru, menuruni anak tangga kapal pesiar, mungkin hal ini tidak aka..." ucap Kirana dengan wajah penuh penyesalan. Dan lagi-lagi, jari telunjuknya Adnan kembali mengehentikan perkatanya Kirana.


"Ssssth..Sayang, kamu tidak boleh menyalahkan diri kamu sendiri ya," ujar Adnan sembari ia menaiki tempat tidurnya Kirana, lalu ia memposisikan diri tepat di samping Kirana yang sedang berbaring. Lalu ia menjadikan tangannya sebagai bantalnya Kirana, agar ia bisa memeluk Istrinya yang terlihat masih bersedih.


"Hiks.. hiks.. tapi By, faktanya karena Kana, anak-anak kita..." kata Kirana lagi. Dan lagi-lagi, Adnan menghentikan ucapannya. Namun kali ini dengan cara mencium bibir kiranay secara singkat.


"Sayang, itu bukan karena kamu Sayang, sebab segala ketentuan yang terjadi di dunia ini merupakan rencana Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Tidak ada yang bisa mengubahnya, kecuali hanya Dia. Dan itu sesuai dengan Firmannya.


Allah Ta'ala berfirman:


"Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi, yang menciptakan (semua mahluk) dan menyempurnakannya, yang memberi takdir kemudian mengarahkan(nya)" (QS. Al-A’la 1-3).


"Jadi Sayang. Takdir Allah sudah ditetapkan jauh sebelum manusia ada. Mulai dari jodoh, rezeki, pekerjaan, dan maut, semua telah diatur dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, kita harus meyakini bahwa rencana Allah yang terbaik, Sayang," jelas Adnan, yang begitu lembut. Agar istrinya, tidak menyalahkan dirinya sendiri lagi.


"Sayang, ketetapan Allah tidak akan membawa manusia pada kesesatan. Justru sebaliknya, akan membawa manusia pada kehidupan yang aman dan tentram. Apabila kita menjalaninya dengan penuh keikhlasan, kesabaran, serta rasa syukur in syaa Allah, semuanya akan berbuah manis nantinya." jelas Adnan lagi, membuat hati kirana kinii sedikit tenang.


"Sekarang tidurlah Sayang, agar esok kamu kembali fit," ucao Adnan sembari ia mengecup lembut dahi istrinya.

__ADS_1


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


__ADS_2