KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
SEBEGITU RINDUNYA KAH KAMU?.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Kalam Habaib.🤍❀◆•✾••┈


❝ Dicintai oleh seseorang yang mencintai kita dengan kekurangan kita lebih berharga dari pada dicintai 10 orang karna kehebatan kita saja.


Hidup telah mengajarkan kita bahwa cinta tidak berisi saling memandang,tapi cinta berisi bersama-sama melihat satu arah yang sama.


Berhati-hatilah engkau menggantungkan hati mu terhadap kecintaan akan sesuatu yang Allah tidak mencintai nya karna engkau akan hancur binasa. ❞


___Al-Habib Umar bin Hafidz__


آللَّهُمَّ صَلِّ عَلَی سَيدِنَا مُحَمَّد وَ عَلَی آلِ سَيدِنَا مُحَمَّدَ ﷺ


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


"Yah kata sayalah Pak!" cetus Kirana yang terlihat ia amat kesal.


Mendengar jawaban dari Kirana dahi Adnan langsung mengerut. "Kenapa kamu berkata seperti itu hm?" tanyanya sembari ia menatap dalam wajah istrinya yang terlihat ada kebencian dimatanya.


"Apa artinya coba? Kalau seorang suami pergi nggak pulang-pulang dan tidak ada kabar juga, hah? Bukankah itu artinya ia tidak menyukai istrinya itu? Makanya ia nggak mau ketemu lagi dan nggak mau melihatnya lagi!" balas Kirana, yang kini matanya mulai berkaca-kaca lagi.


"Sayang, aku pergikan bukan atas kemauku sendiri. Tapi atas perintah ayah mertua kamu, emang kamu mau Suami kamu ini menentang keinginan mertua kamu. Lalu mereka mengatakan kalau suaminya kamu adalah anak durhaka hm?" tanya Adnan dan dengan spontan Kirana menggelengkan kepalanya.


"Tuh, kamu nggak maukan, begitu juga sama Mas sayang. Nggak mungkin Mas, menentang pemerintah Papa." lanjut Adnan lagi, sembari ia meletakkan dagunya dipuncak kepala istrinya yang sedikit pendek darinya itu


"Tapi kenapa Pak Guru, tidak pernah menghubungi Kana lagi hah?" tanya Kirana masih terdengar kesal.

__ADS_1


"Itu karena Mas sangat merindukan kamu, dan ingin secepatnya ketemu dengan kamu. Makanya Mas mengerjakan pekerjaan tanpa istirahat, agar perkerjaan disana cepat selesai, makanya Mas nggak sempat menelepon kamu, sayang," jelas Adnan lagi, Kirana pun terdiam setelah mendengar penjelasan dari Adnan


"Ya sudah jangan marah lagi ya? Sekarang sebaiknya kita mendoakan Bunda dulu, setelah itu baru kita pulang ya" sambung Adnan lagi. Dan dibalas Kirana dengan anggukan kepala saja.


Setelah mendapatkan jawaban dari istri kecilnya. Adnan pun melepaskan lingkaran tangannya pada perut Kirana. Lalu ia pun berdiri mensejajarkan tubuhnya di samping Kirana dan kemudian ia mengajak Kirana untuk bersimpuh di depan makam ibunya. Lalu keduanya sama-sama memanjatkan doa untuk Almarhum Bundanya Kirana


Setelah selesai berdoa Adnan langsung mengajak Kirana meninggalkan makam Sang Bunda. Sambil menggandeng tangan istrinya, Adnan berjalan menuju ke arah keluar pintu gerbang pemakaman, yang didepannya sudah terdapat mobil Mercedes Benz hitam yang terparkir disana. Dengan Fadhil yang berdiri di samping mobil tersebut. Melihat kedua majikannya datang Fadhil pun segera membuka pintu mobilnya.


"Jalan Fadhil, kita langsung ke graha!" titah Adnan setelah mereka semua masuk ke dalam mobil.


"Oke Bos!" Fadhil pun mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Disepanjang perjalanan Kirana hanya diam saja, rasanya mulutnya enggan sekali mengeluarkan kata-katanya. Padahal di dalam hatinya begitu banyak pertanyaan yang ingin Ia lontarkan kepada suaminya itu. Namun bibirnya seakan terkunci, karena ia masih menikmati hangatnya pelukan suaminya. Apalagi saat ia mencium aroma wangi yang ia rindukan itu. Membuat ia enggan untuk melepaskan diri dari pelukan suaminya itu. hingga tanpa terasa Ia pun terbuai dalam lelapnya.


Melihat istrinya yang telah tertidur, bersandar di dada bidangnya. Adnan pun tersenyum senang. Lalu ia pun memberi kecupan lembut pada puncak kepalanya Kirana seraya berkata. "Selamat atas kelulusan kamu ya sayang. Dan sesuai janjiku aku akan memberikan kamu kebahagiaan seutuhnya." bisik Adnan sembari ia mengelus pipi putih istri kecilnya, lalu turun dan mengusap kebibir Kirana yang terlihat begitu menggiurkan bagi Adnan.


"Apa?!" ucap Adnan yang kini membalas tatapannya Fadhil dari kaca spionnya juga dengan tatapan dinginnya.


"Eh, nggak papa kok Bos! Dih seram banget sih tatapannya Bos, berasa berada dikutup Utara, brrrr," balas Fadhil sedikit bercanda.


"Baiklah, kalau begitu setelah ini lo bersiaplah, Karena gue akan langsung ngirim Lo kekutub Utara!" ujar Adnan, terdengar datar.


"Ay! Guekan cuma bercanda Bos! Masa langsung main kirim aja sih?" protes Fadhil yang terlihat panik, Karena setaunya perkataan Adnan tidak bisa diremehkan. Kalau katanya A maka jadinya A.


"Berisikan Lo! Jangan protes, Lo lajukan saja mobilnya dengan cepat sekarang!" senggak Adnan. Membuat Fadhil kembali mempercantik mobilnya. Tanpa mengeluarkan kata-katanya. Karena akan berbahaya bila ia mengeluarkan suaranya. Karena ia mempercepat laju mobilnya, membuat mereka cepat juga sampai, di sebuah graha, yang terlihat begitu indah.

__ADS_1


Setelah Fadhil, memarkirkan mobilnya dengan sempurna, ia pun langsung bergegas turun, dan langsung membukakan pintu mobil untuk Adnan, yang terlihat ia hendak turun, dengan posisi yang sudah menggendong Kirana.


Setelah Adnan turun, ia pun langsung membawa istrinya memasuki rumah besar nan indah itu. Mereka sempat disambut oleh para pembantu serta para pekerja dirumah itu. Namun karena melihat majikannya memberikan kode agar tidak mengeluarkan suara. membuat mereka pun terdiam dan membiarkan Tuannya Masuk begitu saja. Dan Adnan langsung membawa Kirana menuju kelantai dua, yang disana sudah pasti terdapat kamar mereka yang baru.


Setibanya Adnan didalam kamar ia langsung meletakkan tubuh Kirana keatas ranjang yang bersepraikan putih itu. Yaa Adnan memang menyukai warna putih, makanya ia tetap memberikan nuansa putih dikamar barunya juga.


Setelah membaringkan tubuh istrinya, Adnan pun memberikan kecupan lembut pada dahinya Kirana.


"Tidurlah sayang, semoga kamu memimpikan Mas yaa?" bisik Adnan, setelah itu ia bermaksud pergi ke kamar mandi. Namun tiba-tiba tangan Kirana menarik tangannya.


"Jangan pergi! Jangan pergi Pak Guru, Kana sangat merindukan Pak Guru," rancau Kirana, yang terlihat matanya masih terpejam, namun tangan menggenggam erat tangannya Adnan.


Adnan tersenyum senang, saat melihat igauan istri kecilnya itu. "Sebegitu rindunya kah kamu pada Mas Sayang? Sehingga terbawa ke dalam tidurmu seperti ini?" gumam Adnan, yang sepertinya ia tak ingin mengecewakan istrinya itu, ia pun membaringkan tubuhnya tepat disamping istri manjanya itu.


Kirana yang seakan tahu kalau, suaminya berada disampingnya, ia pun langsung memeluk Adnan, sementara kakinya langsung menimpah dibagian sensitifnya Adnan. Membuat mata Adnan membulat kaget melihat kelakuan istrinya itu.


"Haiis nih Bocah! Berani sekali memancing ular yang sedang tidur!"


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.

__ADS_1


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏


__ADS_2