KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
ISTRI KOK MANGGIL PAK GURU?


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Kalam Habaib.🤍❀◆•✾••┈


"Pengertian syukur yang paling dasar adalah memenuhi hati dengan pengakuan atas Dzat yang Maha Pemberi Nikmat, keagungan Nikmat dan Anugrah-Nya kepada hamba dengan kesaksian yang dapat mendorong anggota badan untuk taat kepada-Nya."


__[ Sayyidil Habib Umar bin Hafidz ]__


❤اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ❤


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


Sesuai dengan yang di jadwalkan yang tertera ditiket pesawat. Adnan dan Kirana tak bisa mangkir lagi, atau tiket akan menjadi hangus. Makanya Sari selalu mewanti-wanti agar mereka, selalu siap siaga. Bahkan Sari ikut turun tangan membantu Kirana dalam mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan Anak dan mantunya itu.


Karena Sari, masih belum mempercayai sepenuhnya pada anak mantunya itu, yang baginya, belum dewasa itu. Apalagi setelah ibunya meninggal, jadi Sari merasa mempunyai kewajiban untuk mengajari Kirana dalam berbagai hal. Apalagi Kirana yang terlalu polos jadi harus ekstra menggemblengnya.


"Ingat ya Nak, kamu tak boleh jauh-jauh dari suami kamu saat disana, jangan membantahnya, harus menuruti apa kata suami, ingat surga istri ada pada suaminya, jadi senangkan Suami kamu disana ya Nak," tutur Sari, menasehati Kirana, yang sudah ia anggap bukan sekedar anak mantu saja, melainkan sudah ia anggap sebagai anak kandungnya sendiri. Karena Kirana adalah anak dari sahabat akrabnya semasa ia muda dulu


"Iya Mah, in shaa Allah," balas Kirana, terlihat senang karena ia selalu mendapatkan wejangan dari ibu mertuanya.


"Alhamdulillah, ya sudah ayo kita keluar, ini juga sudah siap, pasti suami kamu sudah menunggu didepan. Karena dua jam lagi pesawat kalian sudah mau berangkat, jadi satu jam sebelum keberangkatan kalian harus sudah sampai bandara Nak," ujar Sari, sembari ia bangkit dari duduknya, yang tadi ia duduk ditepi Ranjang Kirana dan Adnan.


"Iya Mah," balas Kirana, yang ikut bangkit dari duduknya. Dan disaat bersamaan, Adnan pun muncul.


"Sudah siap Mah, kami sudah mau berangkat nih," katanya sembari matanya mengarah ke kedua koper yang terlihat sudah rapih dan siap dibawa.


"Alhamdulillah sudah nak. Oh ya ingat Nak, kamu harus menjaga istri kamu dengan baik, jangan pernah melepaskan tangannya, saat disana ya Nak," ujar Sari pada Adnan.


"In shaa Allah, itu sudah pasti Mah, ya sudah kami langsung berangkat saja ya Mah, perjalanan menuju bandara lumayan jauh soalnya." balas Adnan yang kemudian ia memeluk sang Ibu dengan era. "Mama jaga kesehatan ya? Adnan akan mendoakan Mama dimekkah nanti," ucapnya lagi sembari memberikan kecupan lembut pada dahi sang Mama.


"In shaa Allah Nak, kamu juga ya, jaga kesehatan kalian berdua," ucap Sari, yang setelah memeluk Adnan ia juga memberikan pelukan pada Kirana serta memberikan kecupan lembut pada dahinya juga.


"In shaa Allah Mah," ucap keduanya, lalu Adnan langsung membawa kedua koper yang sudah dipersiapkan untuk dirinya dan juga istrinya. Lalu mereka pun melangkah keluar, yang ternyata di ruang keluarga sudah ada Rizwan dan juga Adik perempuan Adnan, yaitu Astrid.


"Kalian sudah mau berangkat Nak?" tanya Rizwan, setelah Adnan dan kirana telah berada di dekatnya.


"Iya Pah, kami pamit ya Pah, doain kami selamat sampai tujuan," ujar Adnan, yang kemudian memeluk sang Papa.


"Iya Nak, in shaa Allah, jangan lupa ya doakan Mama disana agar diberikan kesembuhan oleh Allah," bisik Rizwan didalam pelukannya.


"Itu sudah pasti Pah, karena itu yang Adnan inginkan" balas Adnan

__ADS_1


"Alhamdulillah, Oh iya, jangan lupa juga oleh-oleh untuk kami, yaitu kabar baiknya Oke," bisik Rizwan lagi sembari ia mengedipkan sebelah matanya pada Adnan.


"Eh, apaan sih Pah! Lagian itukan tergantung Allah Pah, Dia yang menentukan segalanya."


"Iya Papa tahu, tapi ingat kamukan mau kerumahnya, jadi apapun yang kamu minta In shaa Allah, Dia akan mengabulkannya Nak" ujar sang Papa mengingatkan Adnan.


"Aamiin, Iya Pah, bantu doanya saja. Ya sudah kami berangkat ya Pah, nanti takut telat." ucap Adnan sembari menyalami Rizwan. "Assalamu'alaikum" sambungnya.


"Iya Nak, hati-hati ya, Wa'alaikumus salam" balas Rizwan. Setelah Kirana juga menyalami kedua orang tuanya Adnan, dan juga Ratih. Mereka pun langsung beranjak dari sana, dan langsung menaiki mobil, yang disana sudah ada Fadhil yang sudah standby, menunggu Bosnya.


Mobil Adnan mulai melaju dengan Fadhil sebagai supirnya. Beruntung Fadhil mempunyai keahlian menyetir yang sangat lihai. Karena ia juga pernah menjadi seorang pembalap mobil. Makanya bagi Fadhil tak membutuhkan waktu lama untuk sampai di bandara. Dan kini mobil telah terparkir sempurna di depan pintu lobiy bandara.


"Selamat jalan Bos! Semoga perjalanan Honeymoonnya menyenangkan," ucap Fadhil setelah mereka berada tepat di depan pintu lobiy.


"Aamiin, terimakasih Fadhil, oh iya titip perusahaan dan keluarga gue ya?" balas Adnan, sebelum mereka masuk.


"In shaa Allah Bos," balas Fadhil singkat.


"Ya sudah gue pamit ya Assalamu'alaikum" ucap Adnan, yang kemudian merangkul pundak istrinya. tanpa menunggu jawaban dari Fadhil. Dan mereka pun memasuki bandara. Sambil Adnan menarik koper milik istrinya, sedangkan Kirana menarik koper milik Adnan yang terlihat lebih kecil dari punyanya.


"Kita duduk disini dulu Sayang," karena keberangkatan kita tiga puluh menit lagi" ucap Adnan, sambil ia melirik jam ditangannya. Lalu ia pun mengajak Kirana duduk di sebelahnya.


"Jangan takut Sayang, kan ada Mas di samping kamu," ucap Adnan, sembari ia menggenggam tangan Kirana. Disaat bersamaan seorang wanita menghampiri mereka.


"Mas Adnan! Ternyata benar yang aku lihat tadi didepan pintu lobby, kalau tidak salah, kamu benar-benar Mas Adhan," ujar perempuan, yang langsung duduk disebelah memisahkan antara Adnan dan Kirana, lalu ia langsung memeluk Adnan membuat wajah Kirana spontan memerah karena marah.


"Hai! Nggak sopan banget sih Lo main dorong orang seenak udel Lo!" bentak Kirana yang terlihat kesal. Sehingga Adnan langsung mengurungkan niatnya, yang sebenarnya ingin memarahi wanita yang memeluknya itu. Tapi melihat Kirana yang lebih dulu marah ia pun ingin mengujinya, seberapa besar ia mencintai dirinya.


"Siapa Anak kecil ini Mas?" tanya Wanita itu, sembari ia menatap intens pada Kirana. Namun tak di jawab oleh Adnan, karena ia ingin Kiranalah yang menjawabnya.


"Enak aja Lo bilang gue anak kecil! Gue ini istrinya Pak Guru! Mau apa Lo?!" jawab, Kirana dengan suara bernada tinggi. Membuat Adnan tersenyum tipis, saat ia mendengar istrinya mengakui dirinya.


"Oooh kamu muridnya Mas Adnan toh?" kata Wanita itu dengan santai.


"Enak aja Lo bilang gue muridnya! Gue istrinya tau!" cetus Kirana semakin kesal.


"Lah kamu tadikan manggilnya Pak Guru! Mana ada seorang istri kok manggil Pak Guru? Yang ada seorang murid yang memanggil Pak Guru Nona!" cerca wanita itu, membuat Kirana mati kutu. Sehingga ia langsung menatap suaminya seakan ia meminta pertolongan dari Adnan.


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈

__ADS_1


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏


Oh iya, selagi menunggu Author update, kunjungi yuk, Novelnya Author ♥️ SKYSAL.♥️ temannya Author, yang In shaa Allah ceritanya seru loh guys. Lihat aja dari covernya bikin penasarankan...?



Biar tambah penasaran author kasih deh Cuplikannya cus cekidot! 😉👇


...💓 **MAKMUM PILIHAN MICHEAL EMERSON 💓. ...


Penulis : SkySal


Cuplikan...


"Lora Micheal, jika Om boleh bertanya, apakah kamu memang ingin meminang Zenwa sejak dulu?" tanya Abi Hamka kemudian karena ia pun ingin tahu perasaan Micheal yang sebenarnya.


"Bukankah Rasulullah bersabda 'Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya, dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.' (HR Bukhari Nomor 5090, Muslim 1466). Aku melihat Zenwa memiliki ke 4 kriteria itu, jadi aku yakin dengan pilihanku dan itu sesuai ajaran Rasulullah." jawaban Micheal tak bisa lagi membuat Abi Hamka berkata-kata, sebagai seorang ayah, ia pun ingin pasangan yang baik untuk putrinya dan Micheal pun memiliki ke empat kriteria yang sesuai dengan anjuran Rasulullah.


"In Shaa Allah, Nak. Semoga Zenwa bisa menjadi istri yang baik untukmu dan ibu yang baik untuk anak-anakmu kelak," tukas Abi Hamka yang membuat Micheal hanya bisa tersenyum tipis.


Sementara Zenwa, ia sudah bersiap menemui Micheal dan ia pun mendengar jawaban Micheal atas pertanyaan ayahnya, namun entah kenapa Zenwa tetap tidak puas dengan jawaban itu. Zenwa pun melangkah pelan mendekati sang ayah dan kemudian ia duduk di samping ayahnya.


Walaupun Zenwa sempat kesal karena Micheal tadi, Zenwa tetap merasa malu saat berhadapan langsung dengan Micheal dan ia pun menunduk dalam. Pakaian Zenwa pun sudah berganti, ia mengenakan gamis syar'i berwarna biru dengan hijab lebar yang menutupi sebagian tubuhnya.


"Assalamualaikum, Zenwa." Micheal berucap dengan suara yang terasa berat.


"Waalaikum salam," jawab Zenwa dengan suara tegas namun tetap rendah.


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈


Hayoo penasarankan 🤭


yuk akh kepoin, dan jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉 Syukron 🥰**.

__ADS_1


__ADS_2