
"Mama!" sentak Kirana, saat melihat wajah wanita yang amat ia kenali.
"Iya sayang ini Mama. Ada apa dengan kamu Nak? Kenapa kamu ngamuk-ngamuk seperti ini?" tanya Sari terlihat penasaran.
"Eh, tidak ada apa-apa kok Mah," jawab Kirana yang terlihat ia sangat canggung.
"Heh! Tidak ada apa-apa? Bilang dong sama Mama, kalau kamu sedang terbakar cemburu," sindir Adnan, membuat Kirana semakin gugup, dan bahkan menjadi salah tingkah.
"Benarkah Kana? Kamu sedang cemburu sama suami kamu hm?" tanya Sari dengan lembut.
"Eh, enggak kok Mah, Pak Guru aja yang ke ge'eran" alih Kirana, dengan wajah yang terlihat sudah memerah menahan malu.
"Kok saya yang ke ge'eran? Padahalkan tadi kamu begitu antusias menuduh saya selingkuh loh, hingga kamu bolos sekolahkan?" balas Adnan lagi membuat Kirana semakin kesal pada Adnan, karena ia sudah membeberkan semuanya didepan ibu mertuanya.
"Benarkah, yang dikatakan suami kamu Kana? Kamu bolos sekolah karena cemburu hm?" tanya Sari lagi.
"Tidak seperti itu Mah! Ng.. Kana..itu..cuma.." jawab Kirana yang terlihat canggung gugup dan bingung menjadi satu, karena di tanya oleh Sang mertuanya.
"Ayoo dong sayang? Ceritakan dong semuanya sama Mamah dan tunjukkan juga tuh foto perselingkuhan Suaminya kamu ini pada Mama," potong Adnan sembari ia menaik turunkan alisnya, yang terlihat meledek Kirana.
"Foto perselingkuhan? Benarkah itu Kana? Coba perlihatkan pada Mama Nak, biar Mama sendiri yang akan memarahi anak yang nggak tahu diri ini! Bisa-bisa dia selingkuh!" ujar Sari, sambil menatap marah pada Adnan. Namun Adnan yang mendapatkan tatapan tajam dari sayang Mama malah tersenyum lucu.
"Kenapa kamu malah tersenyum-senyum gitu hah?" bentak Sari terlihat geram melihat Adnan yang terlihat santai saja.
"Nggak papa kok Mah! Lihat dulu dong Mah, foto perselingkuhannya Andan Mah" balas Adnan masih memasang senyum yang kini sedikit tengil.
"Huh! Awas kamu ya!" ancam sari kesal. "Mana Nak Mama mau lihat fotonya?" tanyanya pada Kirana.
__ADS_1
"Sebentar Mah," balas Kirana, yang kemudian ia membuka sleting tasnya. Setelah terbuka ia pun mengambil benda pipih yang berada di dalam tas tersebut. Setelah sudah ditangan Kirana juga membuka kunci layar tersebut, dan dilanjut mencari aplikasi yang di dalamnya terdapat foto Adnan. Setelah mendapatkannya Kirana pun menyerahkan benda pipih itu kepada Ibu mertuanya.
Sari tersentak kaget saat melihat foto Adnan bersama seorang wanita. Namun tidak berapa Sari malah tertawa lucu setelah foto itu.
"Astaghfirullah.. hahahaha.. hahaha..! Ini nih akibat kamu tidak pernah mau, setiap Mamah mengajak kamu kerumah Mama, akhirnya kamu tidak tahukan Nak, siapa wanita ini?" ujar Sari, yang terlihat ia masih tertawa geli, habis melihat foto yang ditunjukkan oleh Kirana.
Begitu juga dengan Adnan yang kembali ikut tertawa terbahak-bahak. Membuat Kirana semakin bingung melihat keduanya, ada perasaan kesal, dihatinya Karena merasa ditertawakan.
"Iiiss.. Mama kok ikut tertawa sih! Bikin kesal aja deh! Kana nangis nih! kalau ditertawakan Mulu!" protes Kirana yang terlihat sudah berkaca-kaca. Karena ia bingung apa penyebab ia di tertawakan oleh ibu dan anak itu.
"Cup, cup, cup, Sayang, Maafkan Mama," ucap Sari yang masih terlihat menahan tawanya.
"Makanya, cepatan Mama panggil tuh, selingkuhannya Adnan Mah" sela Adnan yang masih sedikit terkekeh.
"Iya bentar Mama panggil dulu ya.." balas Sari yang kemudian ia berjalan mendekati anak tangga dan.
"Iya Mah! Sebentar!" sahut seorang wanita dari atas. Dan tak berapa lama terlihatlah seorang gadis cantik, memakai hijab warna Fink, sedang mulai menuruni anak tangga.
Kirana yang matanya mengikuti sumber suara sahutan itu pun langsung terbelalak tatkala melihat wanita yang wajahnya sama dengan foto yang terdapat di layar handphonenya.
"Kana perkenalkan ini Astrid Riyana, adiknya suami kamu sayang," ujar Sari, dikala wanita itu cantik itu sudah berada didepannya Kirana.
"Ma shaa Allah, cantik banget ya kakak ipar Yana," ucap Astrid yang terlihat senang, hingga langsung memeluk Kirana yang masih bingung dengan situasi yang terjadi saat ini. Bahkan matanya langsung memandang suaminya seakan ingin minta penjelasan. disaat ia masih dipeluk oleh Astrid adiknya Adnan.
"Eh, makasih, kamu juga cantik kok" ucap Kirana terlihat canggung.
"Sekarang sudah jelaskan Sayang? Kalau yang kamu lihat tadi adalah Adikku. Sekarang kamu apa tidak ingin minta maaf pada suami kamu ini, hm? Kan sudah dituduh selingkuh?" tanya Adnan ditengah-tengah, perkenalan Kirana, dengan Astrid.
__ADS_1
"Iya dong sayang minta maaf gih sama suami kamu. Nggak baikkan menuduh tanpa ada bukti," sela Sari juga.
"Eh, Mah" balas Kirana, lalu ia pun menghampiri Adnan. "Hmm..Pak Guru..hum itu sa.. eh Kana..anu..humm.."
"Huh! Mau minta maaf saja sulit banget ya! Tidak segampang kamu menuduh aku tadi! Sudahlah nggak usah minta maaf!" potong Adnan, yang kemudian ia langsung bangkit dari duduknya. Dengan memasang wajah yang terlihat sedang marah. Lalu ia langsung melangkah menuju anak tangga yang sepertinya ia hendak ke lantai atas.
Sari tersenyum tipis saat melihat Adnan yang pergi kelantai atas. "Hmm, anakku mau main sandiwara ya, dengan berpura-pura marah pada Istrinya. Baiklah Nak, Mama akan membantu menggiring istri kamu, agar dia menyusul kamu ke kamar kalian," batin Sari, lalu ia pun mendekati Kirana.
"Tuh kan, suami kamu marah Nak, sana kamu susul dia ke kamarnya dan mintalah maaf padanya. Kalau dia tidak mau memaafkan rayu dong. Kamukan istrinya," ujar Sari sembari ia menggandeng tangan Kirana hingga sampai di anak tangga saja.
"Sana naiklah Nak! Kamar suami kamu yang paling ujung, masuklah dan minta maaflah pada suami kamu ya," lanjut sari lagi.
"Baiklah Mah, kalau begitu, Kana keatas dulu ya," pamit Kirana.
"Pergilah Nak"
Setelah mendapatkan jawaban dari sari Kirana pun, menaiki anak tangga satu persatu, menuju kelantai atas. Sementara Sari dan Astrid hanya tersenyum lucu melihat kepergian Kirana.
"Yaa ampun, polos banget sih Mah, kakak iparku? Sampai-sampai Kak Adnan bersandiwara pun dia nggak tahu," bisik Astrid dengan mata masih melihat Kirana menaiki Anak tangga.
"Sssth.. Diamlah nanti di dengar olehnya!" bisik Sari juga.
┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈
DAN JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰
Jangan pelit dong untuk Bonusin Author dengan VOTE nya. Biar Author semakin semangat nih 🥺
__ADS_1
dan berikan LIKE , seta Hadiahnya juga ya 😁😁 dan jangan lupa juga KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏