
┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah🤍❀◆•✾••┈
"Memang sangat sulit untuk Bersabar, tetapi menyia-nyiakan pahala dari kesabaran itulah yg lebih buruk"
~Abu Bakar As-Siddiq~
•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•
Fadhil terus melacak keberadaan Kirana, dengan mengikuti GPS, yang terdapat, didalam kalungnya Kirana. Sampai akhirnya ia menemukan mobil taksi yang membawa Kirana dan Billa. Dan kebetulan juga mobil taksi itu memasuki area mall. Disaat Fadhil ingin memasuki area perparkiran mall, tiba-tiba saja handphonenya berdering. Dan saat ia melihatnya ternyata nama Adnan yang tertera dalam panggilan tersebut.
"Hallo, masih hidup lo rupanya ya?" ujar Fadhil, saat ia menerima panggilan Adnan.
"Sialan Lo! Ngomong ngasal aja!" balas Adnan diseberang.
"Yaa habis elo dah beberapa hari ini nggak ngasih kabar, ya otomatis gue mikirnya gitulah."
"Diam Lo! Sekarang jelaskan ma gue, apa yang terjadi disana? Kenapa GPS bini gue aktif?" tanya Adnan terdengar penasaran.
"Ya biasalah, bini nakal Lo membuat ulah lagi. Bikin nambah kerjaan gue aja tau!" adu Fadhil kesal.
"Bikin ulah apalagi dia?"
"Dia kabur dari sekolahnya, disaat gue mau jemput dia tadi. Makanya gue langsung melacak keberadaannya. Dan ternyata dia pergi ke mall bersama teman satu kampungmya itu," jelas Fadhil, dengan mata mengarah Kirana yang sedang memasuki mall.
"Dia ke mall? Tumben banget? Dulu waktu gue suruh, dia nggak pernah mau, bahkan kartu kreditnya tidak pernah digunakan, semenjak gue kasih ke dia," balas Adnan terdengar heran.
"Nah itu dia, bini Lo memang aneh gue rasa bro. Terus ini gimana, apa gue paksa ajak pulang saja?" tanya Fadhil, yang sebenarnya sejak tadi ia bingung untuk menghadapi istri Bosnya yang nakal dan sulit diatur itu.
"Biarkan saja dia bersenang-senang sesekali! Lo cukup awasi dia dari kejauhan, kalau dia berbuat ulah, baru Lo bawa dia pulang secara paksa!" balas Adnan.
"Oke kalau begitu, ya sudah gue sekarang ngawasin bini nakal Lo dulu dah! Gawat kalau kehilangan jejak lagi,"
"Ya udah sono! Oh iya, jangan bilang kedia kalau gue telpon Lo ya! Karena gue ingin memberikan surprise dihari kelulusannya."
__ADS_1
"Iya iya gue tahu! Ya udah gua tutup ya, Assalamualaikum!"
" Good! Iya Wa'alaikumus salam!" Sambungan pun langsung terputus. Dan sesuai yang diperintahkan oleh bosnya Fadhil pun mengawasi Kirana dan temannya dari kejauhan. Hingga akhirnya Kirana menyelesaikan berbelanjanya, dan ia pun berjalan menuju pintu lobiy mall. Dan saat itulah Fadhil muncul tepat di depan pintu Mall, membuat Kirana kaget melihat.
"Bang Fadhil?!" sentaknya saat melihat asisten suaminya dengan memasukkan wajah dingin sudah berdiri di depan pintu lobby Mall, disamping sebuah mobil Mercedes Benz hitamnya.
"Apakah Anda sudah selesai bersenang-senangnya Nyonya??" tanya Fadhil, datar.
"Eh, saya..."
"Kalau sudah selesai mari kita pulang, Nyonya!" potong Fadhil, sembari ia membuka pintu mobilnya. Membuat Kirana dan Billa saling berpandangan.
"Tapi bagaimana mana dengan temanku Bang?" tanya Kirana, terlihat khawatir, takut kalau Fadhil, tidak ingin mengantarnya.
"Suruh dia ikut masuk Nyonya, nanti sekalian kita antar dia," balas Fadhil, masih memasang wajah datarnya.
"Oh, Baiklah kalau begitu, ayo Billa, kita masuk" ajak Kirana yang kemudian mereka pun naik dan duduk di bangku belakang. Setelah keduanya naik, Fadhil pun ikut naik dan duduk tepat dibelakang kemudinya. Dan tak berapa lama mobil pun mulai melaju, dengan kecepatan sedang.
Pada awalnya mobil begitu hening, karena mereka sedikit takut dengan Fadhil, yang sejak tadi memasang wajah dingin. Namun itu hanya sebentar, karena rasa penasaran Billa lebih besar dari rasa takutnya.
"Mana gue tahu! Mungkin dia punya mata-mata kali yang ditugaskan untuk mengawasi gue," bisik Kirana asal.
"Seperti pengawal rahasia gitu ya?" tanya Billa lagi masih, terdengar berbisik.
"Iya kali!" balas Kirana singkat.
"Wah, keren juga Lo ya, udah kayak tuan putri kerajaan aja yang dikawal kemana-mana," bisik Billa lagi.
"Keren apaan, yang ada gue kayak tahanan kali!"
"Ah, iya juga ya? Eh, tapi kalau yang ngawal, seperti asisten laki Lo gini, gue mah mau Boi, cakep banget sih orangnya, tapi sayang orangnya dingin banget. Kalau gue lama-lama didekat dia, gue langsung beku kali ya," bisik Billa yang sesekali ia melirik Fadhil, lewat kaca spion tengah dari belakang tempat ia duduk.
"Huh! Kalau Lo mah gue nggak heran! Karena semua cowok dimata Lo bakalan dibilang cakep. Bahkan cowok sumbing sekalipun, mungkin lo bakalan bilang dia cakep juga iyakan?" sindir Kirana. Sambil mencibirkan mulutnya.
__ADS_1
"Cih! Enak aja Lo bilang semua cowok? Buktinya, tadi Ama anak baru gue nggak bilang dia cakep tuh, padahal aslinya Lo tahu sendirikan," sangkal Billa.
"Alah! Itukan karena Lo tahu dia anak kelas duakan, dan Lo tahu juga dia dipindahkan karena dia cowok yang gagal dalam pendidikan, jadi dia berkali-kali tinggal kelas, dan berkali-kali pindah sekolah. Benarkan yang gue bilang?" tanya Kirana to the poin. Membuat Billa terlihat kaget.
"Eh, Lo kok bisa tahu sih? Padahal tadi gue lihat Lo cuek banget dah Ama dia kenapa Lo bisa tahu?" tanya Billa heran.
"Ya tahulah! Kalau hal seperti mah kecil bagi gue"
"Iya dah, tomboi gitu loh!" kata Billa, sambil memutar bola mata malasnya. "Eh tapi ngomong-ngomong asisten Lo udah punya bini belum sih?" bisik Billa lagi antusias.
"Kenapa? Lo mau daftar jadi bini si Pria es itu? Mana laku Lo dimata dia!" cetus Kirana ngasal.
"Dih! Belum juga dicoba udah to the poin aja Lo juga nggak laku!" balas Billa terlihat kesal.
"Tapi sudah dipastikan, Lo bukan levelnya dia paham nggak sih Lo? Kalau Lo nggak percaya tanya aja sono sama orangnya langsung!"
"Oke siapa takut?" balas Billa, yang kemudian ia bermaksud memberanikan diri bertanya pada Fadhil. Namun saat, ingin bertanya, ternyata Fadhil kebetulan sekali sedang menatapnya dengan tatapan dingin. Membuat Billa seketika bergidik.
"Ikh brrrrr... nggak jadi akh Boi, soalnya gue langsung beku nih," bisik Billa yang terlihat ia tak berani melirik Fadhil lagi. Kirana langsung tertawa terbahak-bahak, melihat wajah Billa, yang memucat. Disaat bersamaan, suara Fadhil, membuat keduanya kaget, dan seketika Kirana pun menghentikan tawanya.
"Nona kita sudah sampai! Bisakah Anda sekarang?" ujar Fadhil masih dengan tatapan dingin pada Billa.
"I-iya i-iya saya turun!" balas Billa, terlihat gugup dan ia pun langsung turun, dari mobilnya Fadhil, bahkan ia langsung pergi tanpa basa-basi lagi pada Kirana.
"Aii! Main ngacir aja tuh anak? Kayak habis lihat hantu aja sih?" gumam Kirana.
┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰
Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.
dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.
__ADS_1
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏